Anda di halaman 1dari 10

PLURALISME

ARTI
• Pluralisme (bahasa Inggris: pluralism), terdiri dari dua
kata plural (beragam) dan isme (paham) yang berarti paham
atas keberagaman. Secara luas, pluralisme merupakan paham
yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat
 dan memperbolehkan kelompok yang berbeda tersebut untuk
tetap menjaga keunikan budayanya masing-masing.[1]
• Pluralisme juga dapat berarti kesediaan untuk menerima
keberagaman (pluralitas), artinya, untuk hidup secara toleran
pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, gologan,
agama,adat, hingga pandangan hidup. Sebenarnya paham
plural dalam konteks bernegara sangatlah dibutuhkan karena
dalam Islampun, sikap menghargai dan toleran kepada
pemeluk agama lain adalah mutlak untuk dijalankan, sebagai
bagian dari keberagaman (pluralitas). Solusi Islam terhadap
adanya pluralisme agama adalah dengan mengakui
perbedaan dan identitas agama masing-masing (lakum
diinukum wa liya diin).

• Namun, faktanya dari sudut pandang pluralisme dalam beragama banyak yang salah
mengartikan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya menyatakan
pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan semua agama
sama. Oleh karena itu, kebenaran semua agama adalah relatif. Maka itu,
pemeluk agama tak boleh mengklaim hanya agamanya yang benar
sedangkan agama lainnya salah.

Pluralisme agama juga menyatakan semua pemeluk agama akan masuk


dan hidup berdampingan di surga. Bahwa semua agama merupakan jalan
yang sama- sama sah menuju Tuhan yang sama. Lebih jauh lagi bahwa
pluralisme menyamaratakan antara orang yang beriman dengan yang
kufur, orang yang bertauhid dengan orang yang syirik. Berdasarkan
pengertian itu, MUI memfatwakan pluralisme agama bertentangan dengan
 Islam dan Muslim haram mengikuti paham itu. “Dalam masalah akidah
dan ibadah, umat Islam wajib bersikap eksklusif.”
• Dalam artian, haram mencampuradukkan akidah dan
ibadah umat Islam dengan akidah dan ibadah umat
beragama lainnya. Mengenai pluralitas di masyarakat MUI
pun menyinggungnya. Bagi yang tinggal bersama pemeluk
agama lain, dalam masalah sosial yang tak berkaitan dengan
akidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif.

Menurut MUI, ini berarti Muslim tetap menjalin pergaulan


sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling
merugikan. 
Pluralisme dalam pendidikan
• Pluralisme dalam pendidikan sebenarnya langkah awal dalam melihat ilmu
dari segala arah. Dengan paham plural kita bisa melihat indahnya
keberagaman. Namun kondisi sekarang paham paham plural di barengi
dengan paham relativisme. Ini lah yang membuat para cendekiawan muslim
khawatirkan. Karena dari paham relativisme inilah manusia melihat
ketidakberpihakan antara hak dan kewajiban. Antara yang salah dan benar.
• Pernah kita ketahui bersama ketika amirul mukminin (sayyidana umar r.a)
menegur Amr bin ash karena tidak amanah dalam menjalankan
kepemimpinan. Disini mengajarkan bahwa islam hadir karena rahmatan lil
alamin.. Rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya untuk umat islam semata.
• Inilah yang menjadi kesalahan kita bersama, bahwa kondisi sekrang
umat Islam sendiri yang meninggalkan islam. Islam dipandang hanya
sebatas agama. Islam dipandang hanya sebagai rutinitas ritual.
• Padahal jika kita kaji lebih dalam lagi. Islam adalah guide of life
(Pedoman hidup).
• Dalam al-quran dan hadits, telah terperinci, tinggal kita analisa
kembali ayat yang ada di Alqur-an
• 1. Cahya Dicky Pratama. "Pluralisme: Definisi dan Dampaknya"