Anda di halaman 1dari 6

Ari Dewiyanti

Ust Budi Ashari ,Lc


Mendidik Generasi Gemilang dengan al- Qur'an

 Salah seorang sahabat Nabi, Abdullah bin Mas’ud berkata : sesungguhnya kami adalah
masyarakat yang sulit menghapal al-Qur’an akan tetapi mudah bagi kami untuk
mengamalkannya dan sesungguhnya generasi setelah kami adalah generasi yang mudah
menghapal al-Qura’n akan tetapi sulit baginya untuk mengamalkannya.
 Pernyataan tersebut menjadi tamparan bagi generasi kita saat ini. Perkataan Abdullah bin
Mas’ud tersebut menyadarkan kita bahwa generasi sekarang harus dididik dan dengan
target pendidikan yang pertama adalah mengeluarkan generasi dari kesesatan yang nyata.
Contoh kesesatan nyata adalah ketika seseorang dengan pendidikan yang tinggi akan tetapi
masih mempercayai jimat dan sejenisnya, itu artinya pemikirannya masih sesat, gagal
pendidikannya.
 Pada masa generasi di bawah kepemimpinan khalifah ‘Utsman bin ‘Affan, mushaf al-
Qur’an hanya dicetak sejumlah 5, akan tetapi masyarakatnya Qur’ani. Jika dibandingkan
dengan masa sekarang, sungguh jauh berbeda meskipun setiap orang bisa dikatakan
memiliki al-Qur’an, bahkan teknologi memudahkan kita untuk mengakses al-Qur’an akan
tetapi generasi sekarang jauh dikatakan dari generasi Qur’ani.
 Hal yang dikhawatirkan dari generasi saat ini adalah berlomba-lomba menghafal al-Qur’an
akan tetapi tujuannya untuk terlihat ‘keren’, menjadi terkenal, untuk sebuah hadiah, untuk
menunjukkan kepintaran dalam menghafal, bukan untuk tujuan mengamalkan al-Qur’an,
dan menjadi jiwa yang Qur’ani. Hal ini disebut oleh Nabi sebagai “menghafal al-Qur’an
akan tetapi tidak melewati tenggorokannya (tidak turun ke dalam hati)”.
Allah berfirman : Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 9

‫ت اَ َّن لَهُ ْم اَجْ رًا َك ِب ْير ًۙا‬ ّ ٰ ‫اِ َّن ٰه َذا ْالقُرْ ٰا َن يَ ْه ِديْ لِل َّ ِت ْي ِه َي اَ ْق َو ُم َويُبَ ِّش ُر ْال ُم ْؤ ِمنِي َْن ال َّ ِذي َْن يَ ْع َملُ ْو َن ال‬
ِ ‫صلِ ٰح‬
Artinya :
 “Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada
orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar”
 Para sahabat Nabi mengamalkan ayat tersebut, al-Qur’an ditanamkan di dalam diri para sahabat Nabi sampai
keputusan-keputusan pribadi pun harus diukur menggunakan ayat al-Qur’an.
Kisah Julaibib
 Sebuah kisah seorang pemuda yang belum menikah, bernama Julaibib. Penampilan Julaibib
membuat tidak ada akhwat yg tertarik dengannya. Rasulullah ingin menikahkan Julaibib
dengan anakk pemimpin Anshar. Kemudian Rasulullah berkata kepada Julaibib “pergi ke
rumah pemimpin Anshar dan sampaikan padanya bahwa aku melamarkan putrinya untukmu”.
Ketika pesan Rasulullah disampaikan, orang tua perempuan perempuan itu pun kaget, kenapa
harus Julaibib yang dinikahkan dengan putrinya.
 Dari balik tirai, putrinya bertanya : “siapa yang meminta?” Orang tuanya pun menjelaskan.
Kemudian putrinya menjawab “Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi
Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah yang meminta, maka tiada akan
membawa kehancuran dan kerugian bagiku". kata sang gadis. Sang gadis salehah itu lalu
membaca ayat (yang artinya): "Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman,
apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan
lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka
sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (QS. Al-Ahzab: 36). Pernikahan antara Julaibib
dengan putri pemimpin Anshar akhirnya dilakukan.
 Dari kisah itu, kita dapat pelajaran bahwa segala keputusan merujuk kepada al-Qur’an.
Pada zaman khilafah, dalam urusan pemerintahan negara pun segala keputusannya
merujuk kepada al-Qur’an. Bahkan al-Qur’an itu menjadi lisan mereka karena sangat
akrabnya mereka dengan bahasa al-Qur’an.
 Kita harus melanjutkan kebaikan generasi saat ini (kebaikan dalam semangat menghapal
al-Qur’an) dan generasi mendatang harus lebih baik dari generasi sekarang. Tunas yang
sudah baik jangan dihancurkan dengan visi misi yang pendek (lomba dll) yang justru
malah membahayakan.