Anda di halaman 1dari 4

MAZHAB SEJARAH

(Historische rechtsschule)
 Mazhab sejarah muncul akibat reaksi terhadap tiga hal:
 Rasionalisme pada abad ke 18 atas dasar hukum alam, kekuatan akal
dan prinsip-prinsip dasar yang berperan pada filsafat hukum
 Semangat revolusi Prancis yang menentang tradisi dengan misi
kosmopolitannya (percaya pada rasio, dan kekuatan terhadap manusia)
 Pendapat  yang melarang hakim menafsirkan hukum, karena UU
diasumsikan dapat memecahkan semua persoalan hukum
 Abad ke 18  abad rasionalisme mengajarkan universalisme dalam
cara berpikir.
 Cara pandang inilah  salah satu penyebab munculnya Mahzab Sejarah
yang menentang universalisme.
 Mazhab sejarah muncul  sejalan dengan gerakan rasionalisme
dan Eropa
 Mazhab sejarah  mengarah kepada bangsa, tepatnya jiwa bangsa
(volksgeist)
 Tokoh-tokoh penting mazhab sejarah : “Von Savigny, Pucha dan
Henry Sumner Maine”

Fil. Hukum oleh Dr. Abrar


Friedrich Karl Von Savigny
(1770-1861)
 Savigny  timbulnya hukum  dianalogikan dengan timbulnya bahasa
atau bangsa
 Masing-masing bangsa memiliki ciri-ciri yang khusus dalam berbahasa,
demikianpun hukum
 Tidak ada bahasa yang universal
 Hukum timbul  bukan karena perintah penguasa atau karena kebiasaan,
akan tetapi karena perasaan keadilan yang terletak di dalam jiwa bangsa
itu (instintif)
 Jiwa bangsa (volksgeist)  menjadi sumber hukum (law as an expression
of the common con scionsness or spirit at people)
 Hukum tidak dibuat tetapi ia tumbuh dan berkembang bersama masyarakat
 Untuk membangun hukum, studi sejarah suatu bangsa mutlak perlu
dilakukan
 Kritik Paton terhadap Savigny
 Kepentingan golongan masyarakat tertentu dapat dinyatakan sebagai vallegeist
 Tidak selalu peraturan UU timbul begitu saja, tetapi butuh perjuangan
 Peranan hakim dan para ahli hukum tidak mendapat perhatian, padahal
penyusunan hukum membutuhkan proses.

Fil. Hukum oleh Dr. Abrar


Puchta (1798-1846)
 Puchta adalah murid von Savigny
 Hukum dapat berbentuk
 Langsung  adat istiadat
 Melalui UU
 Melalui ilmu hukum (karya para ahli hukum)
 Puchta membedakan bangsa dalam dua jenis :
 Bangsa ~ etnis  bangsa alam
 Bangsa ~ nasional  pembentuk negara
 Yang memiliki hukum yang sah  bangsa nasional (negara)
 Bangsa alam memiliki hukum sebagai keyakinan belaka
 Keyakinan hukum yang hidup dalam jiwa bangsa harus disahkan melalui
kehendak umum  yang terorganisir dalam negara
 Kebiasaan, adat-istiadat bangsa hanya berlaku sebagai hukum sesudah
disahkan oleh negara
 Pikiran-pikiran kaum yuris tentang hukum memerlukan pengesahan negara
 untuk berlaku sebagai hukum
 Penguasa negara tidak butuh dukungan apa-apa, berhak untuk membentuk
UU tanpa bantuan kaum yuris.
 Puchta  penganut  absolutisime negara atau positivisme yuridis

Fil. Hukum oleh Dr. Abrar


Henry Sumner Maine (1822-1888)
 Maine  pelopor Mazhab Sejarah di Inggris
 Hasil penelitian Maine telah memperkuat pendapat von
Savigny
 Penelitian atau lembaga hukum yang ada pada
masyarakat sederhana dengan masyarakat maju dengan
pendekatan sejarah
 Kesimpulan penelitian  terdapat pola evolusi pada
pelbagai masyarakat dalam situasi sejarah yang sama.
 Sumbangan Meine bagi studi hukum dalam masyarakat
 yaitu penerapan metode empiris, sistimatis dan
sejarah ini untuk menarik kesimpulan yang umum

Fil. Hukum oleh Dr. Abrar