Anda di halaman 1dari 18

Edukasi, Konseling, dan Penyuluhan Gizi

pada Orang Sehat


Nama kelompok :
Ananda Juliana P
Dhea Mutia Dini
Elisa Amalia
Nur Khairiyah
Edukasi Gizi
• Pendidikan Gizi/Edukasi gizi adalah memberikan pengetahuan
atau pengertian gizi kepada masyarakat sesuai dengan
resiko/masalah gizi.

Pendidikan gizi secara umum berdasarkan para pakar edukator


gizi adalah suatu proses yang berdimensi luas untuk mengubah
perilaku masyarakat sehingga kebiasaan makan yang baik dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Suharjo (2007), tujuan pendidikan gizi adalah sebagai
berikut:

Dapat membentuk sikap positif terhadap makanan bergizi

Terciptanya pengetahuan dan kecakapan dalam memilih dan


menggunakan bahan makanan.

Terbentuknya kebiasaan makan yang baik.

Adanya motivasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang


berkaitan dengan makanan bergizi
CARA MELAKUKAN EDUKASI GIZI TERDIRI DARI 2 TAHAP

1. Secara langsung (lewat tatap muka) 2. Secara tidak langsung

Dapat dilaksanakan melalui Dapat melalui media massa, buku


penyuluhan baik secara individu bacaan , elektronik , leaflet dan
maupun kelompok sebagainnya
Langkah Merencanakan Pendidikan Kesehatan
Hasil pendidikan kesehatan, termasuk didalamnya pendidikan gizi akan sesuai dengan tujuan yang
dibuat apabila sebelumnya disusun perencanaan yang matang. Langkah pokok yang perlu dilakukan
terdiri dari :
1) Mencari gambaran masalah
2) Menentukan prioritas masalah
3) Merumuskan kegiatan :
a. Menentukan tujuan penyuluhan
b. Menentukan sasaran penyuluhan
c. Menentukan isi penyuluhan
d. Menentukan metode penyuluhan yang akan dipergunakan
e. Memilih alat peraga atau media yang dibutuhkan
f. Merencanakan evaluasi yang akan dilakukan
Beberapa Contoh Materi Pendidikan Gizi

1. Pendidikan gizi untuk ibu hamil


2. Pendidikan gizi untuk ibu menyusui
3. Pendidikan gizi untuk memenuhi gizi bayi
4. Pendidikan gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi
balita
Konseling Gizi
Konseling adalah suatu bentuk pendekatan yang
digunakan dalam asuhan gizi untuk menolong individu
dan keluarga memperoleh pengertian yang lebih baik
tentang dirinya serta permasalahan yang dihadapi.

Setelah melakukan konseling, diharapkan individu dan


keluarga dapat mengatasi masalah gizinya termasuk
perubahan pola makan serta memecahkan masalah terkait
gizi kearah kebiasaan hidup sehat.
Manfaat Konseling Gizi

1. Membantu klien untuk mengenal permasalahan


kesehatan dan gizi yang dihadapi
2. Membantu klien mengatasi masalah
3. Mendorong klien untuk mencari cara pemecahan
masalah
4. Mengarahkan klien untuk memilih cara pemecahan yang
sesuai baginya
5. Membantu proses penyembuhan penyakit melalui
perbaikan gizi klien
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
memberikan konseling

1. Keterampilan konseling
2. Keterampilan mendengar dan mempelajari
3. Mengatakan kembali apa yang klien katakan
4. Berempati menunjukkan konselor paham perasaan
klien
5. Hindari kata-kata yang menghakimi
6. Keterampilan membangun percaya diri dan
memberikan dukungan
Sasaran Konseling

Sasaran konseling atau klien adalah orang yang


memiliki masalah gizi, baik yang sedang menjalani
pengobatan di pelayanan kesehatan ataupun orang
yang ingin melakukan tindakan pencegahan
penyakit serta meningkatkan status gizinya ke arah
yang lebih baik.
Tempat dan Waktu Konseling

Konseling dapat dilakukan dimana saja, seperti di


rumah sakit, di posyandu, poliklinik, dan atau
puskesmas. Lingkungan yang dipilih harus
memenuhi syarat sebagai berikut.
• Aman
• Nyaman
• Tenang
• Ruangan/tempat yang baik
• Ruang tersendiri terpisah dengan ruangan lain
LANJUTAN

• Ada tempat atau meja untuk mendemonstrasikan


materi konseling.
• Lokasi mudah dijangkau oleh klien, termasuk klien
yang memiliki keterbatasan fisik.
• Ruangan memiliki cukup cahaya dan sirkulasi udara.
• Waktu, yaitu antara 30-60 menit, 30 menit pertama
untuk menggali data dan selebihnya untuk diskusi
serta pemecahan masalah.
Peran Keluarga atau Pendamping

Dalam upaya mencapai keberhasilan


konseling, keluarga memiliki peranan penting
terutama untuk mendukung pelaksanaan
perubahan makan klien dan memantau klien
untuk tetap disiplin serta makan sampai pada
tahap pola makan yang baru sesuai kondisi
menjadi bagian dari gaya hidup.
Perencanaan Konseling Gizi

Adapun Spesifikasi Perencanaaan Konseling Gizi yaitu


sebagai berikut:
• Pembukaan
1) Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri
2) Mengidentifikasi masalah pasien yang dirujuk /
pengalaman konseling pasien sebelumnya
3) Menjelaskan tujuan dan proses konseling gizi
Penyuluhan Gizi

Penyuluhan gizi menurut Suharjo


(2003) adalah pendekatan
edukatif yang menghasilkan
perilaku individu / masyarakat
yang diperlukan dalam
peningkatan / mempertahankan
gizi baik.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
perencanaan penyuluhan gizi

1. Analisa kebutuhan Penyuluhan kesehatan pada


Analisa kebutuhan merupakan kondisi keluarga diutamakan pada
yang harus dipenuhi dalam suatu keluarga resiko tinggi, seperti
kegiatan, dimana dalam kegiatan keluarga yang menderita
tersebut kita harus mempertimbangkan penyakit menular, keluarga
berbagai kebutuhan yang diperlukan.
dengan sosial ekonomi rendah,
2. Sasaran Penyuluhan Gizi keluarga dengan keadaan gizi
Sasaran penyuluhan mencakup: yang buruk, keluarga dengan
Individu sanitasi lingkungan yang buruk
Kelompok dan sebagainya.
Keluarga
Masyarakat
Tujuan Penyuluhan Gizi adalah sebagai berikut

1. Terciptanya sikap positif terhadap gizi


2. Terbentuknya pengetahuan & kecakapan memilih dan
menggunakan sumber- sumber pangan.
3. Timbulnya kebiasaan makan yang baik.
4. Adanya motivasi mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang
berhubungan dengan gizi
ASPEK EDUKASI KONSELING PENYULUHAN

Mendorong terjadinya Membantu klien


mengidentifikasi dan
perubahan perilaku yang
TUJUAN menganalisis masalah klien Menyadarkan masyarakat
positif yang berhubungan serta memberikan alternatif
dengan makanan dan gizi pemecahan masalah

SASARAN Individu Individu Individu dan kelompok

Menggali informasi dengan


melalui penyuluhan sebagai
keterampilan
upaya untuk menanamkan
mendengarkan, Memberi informasi,
pengertian gizi, pengenalan
mempelajari, serta menanamkan keyakianan,
PROSES masalah makan,
membangun percaya diri dan meningkatkan
perencanaan makan dan
klien mampu mengambil kemampuan
perencanaan diet yang
keputusan untuk mengatasi
disepakati.
masalahnya sendiri

Horizontal, yaitu kedudukan


secara langsung lewat tatap
HUBUNGAN ATAU klien dan konselor sejajar. Langsung atau tidak
muka, maupun tidak
KEDUDUKAN Yang dihadapi konselor langsung
langsung
adalah klien.