Anda di halaman 1dari 8

TEORI BLOK (KINEMATIKA)

KELOMPOK 7 :
1. PERTICI BR. SIMARMATA (F1D118008)
2. PUPUT PUSPITA PUTRI (F1D118013)
3. WINDIANI ALDA PUTRI (F1D118027)
TEORI BLOK (KINEMATIKA)

 Dikembangkan oleh Goodman dan Shi (1985)

 Dasar teori yaitu mempertibangkan terbentuknya


suatu blok batuan yang dihasilkan dari
perpotongan beberapa bidang tak menerus serta
melakukan identifikasi blok-blok yang kritis.

 Asumsi teori blok yang digunakan yaitu retakan


tarik pada permukaan lereng dan deformasi dari
blok batuan diabaikan.
TEORI BLOK (KINEMATIKA)
 Blok – blok batuan dikelompokkan menjadi :
• Blok tak hingga, blok yang aman, yang tidak
terjadi retakan pada blok tersebut.
• Blok terhingga, yang terdiri balok yang tak
dapat dipindahkan dan dapat dipindahkan. Blok
yang dapat dipindahkan terdiri dari :
a.Blok kritis, dapat langsung jatuh karena gaya
gravitasi.
b.Blok krisis potensial, blok yang aman selama
gaya gesek yang bekerja lebih besar dari gaya
TEORI BLOK (KINEMATIKA)
 Gambar disamping
adalah tipe-tipe blok.
 Keterangan gambar :
a.Blok takhingga
b.Blok hingga yang
tidak dapat
dipindahkan
c.Blok aman
d.Blok kritis potensial
TEORI BLOK (KINEMATIKA)

 Tipe keruntuhan pada blok batuan :


• Jatuhan
• Gelincir pada bidang planar
• Gelincir pada bidang baji.
 Teori blok memberikan hasil yang baik untuk
gelinciran padea bidang planar dan bidang
baji.
REVIEW JURNAL

 Judul Jurnal : Analisis Kinematika Kestabilan Lereng


Batupasir Formasi Butak
 Tujuan dari analisis kinematika pada daerah ini untuk
mengetahui potensi longsoran yang akan terjadi pada
lereng tersebut.
 Pada metode penelitian dilakukan 2 tahap yaitu tahap
pengambilan data dilapangan dan tahap pengolahan data.
Pada tahap pengolahan data digunakan mengggunakan
beberapa analisis salah satunya menggunakan metode
analisis kinematika yang mana digunakan untuki
menentukan longsoran yang akan terjadi.
REVIEW JURNAL

 Kesimpulan dari jurnal yang direvie adalah :


1. pada lereng formasi batuk didaerah
menelitian ini terdapat potensi longsoran
palanar dan longsoran baji.
2. cara untuk mengurangi potensi longsoran
adalah menghentikan kegiatan penambangan,
namun apabila kegiatan penambangan tetap
dilakukan kemanan lereng harus diperhatiakan
dengan nilai dip kurang dari 60° dan nilai dip
TERIMAKASIH . . .
See yaa!!