Anda di halaman 1dari 34

TEKNOLOGI BIOPROSES

MAJOR
METABOLIC
PATHWAYS
Kelompok 3 - Palembang

1. Dea Andara (03031381924086)


2. Illovine Hadassa Enggar (03031381924100)
3. Jefferson Grantsco (03031381924102)
4. M Radhiy Sukandar (03031381924104)
5. Muhammad Ridho Al Farros (03031381924106)
6. Ajeng Parwati (03031381924108)
7. Edda Anastasia Oktawina (03031381924110)
8. Azizah Syarifah Azzahra (03031381924114)
Produk dari satu enzim bertindak sebagai substrat
untuk mekanisme selanjutnya

Produk sampingan dianggap limbah dan


METABOLIC PATHWAYS dikeluarkan dari sel.

adalah serangkaian reaksi kimia yang terjadi di dalam sel.

Reaktan, produk, dan intermediet dari reaksi enzimatik dikenal sebagai metabolit, yang dimodifikasi
oleh urutan reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim. Enzim-enzim ini sering membutuhkan mineral
makanan, vitamin, dan kofaktor lain untuk berfungsi.

Ada dua jenis jalur metabolisme yang dicirikan oleh kemampuannya :


1) Jalur Anabolik, yaitu untuk mensintesis molekul dengan pemanfaatan energi
2) Jalur Katabolik, yaitu memecah molekul kompleks dan melepaskan energi dalam prosesnya
BIOENERGETIKA Komponen utama dalam
bioenergetik adalah
transformasi energi, atau
Bioenergetika adalah studi tentang proses konversi energi dari suatu
bagaimana sel menggunakan, menyimpan dan bentuk ke bentuk energi yang
melepaskan energi. lain.

Seluruh sel selalu


mentransformasi energi karena
membutuhkan masukan energi
Bioenergetika mempelajari dinamika/ perubahan
secara kontinyu.
energi pada reaksi biokimiawi (reaksi kimia pada
organisme). Bioenergetika adalah studi tentang
berbagai macam variasi transformasi energi yang
terjadi pada makhluk hidup.
Energi dalam sistem biologis terutama disimpan dan ditransfer melalui
adenosin trifosfat (ATP), yang mengandung ikatan fosfat berenergi tinggi.
Bentuk aktif ATP dikomplekskan dengan Mg2+
Muatan energi bebas standar untuk
hidrolisis ATP adalah 7,3 kkal/mol.

Pelepasan energi bebas sebenarnya dalam


sel mungkin jauh lebih tinggi karena
konsentrasi ATP seringkali jauh lebih besar
Energi biologis disimpan dalam ATP dengan
membalikkan reaksi ini untuk membentuk ATP
daripada konsentrasi ADP.
dari ADP dan Pi. Demikian pula, ADP terdisosiasi
untuk melepaskan energi.
Energi yang tersimpan
dalam ATP kemudian
ditransfer ke senyawa
fosfat berenergi lebih
rendah seperti glukosa-6-
fosfat dan gliserol-3-
fosfat
METABOLISME GLUKOSA:
GLIKOLISIS DAN SIKLUS TCA
Jalur metabolisme yang digunakan oleh organisme untuk
katabolisme glukosa
● Jalur Embden-Meyerhof-Parnas (EMP)
● Heksosa Monofosfat (HMP)
● Entner-Doudoroff (ED)

Katabolisme aerobik senyawa organik seperti glukosa dapat dipertimbangkan dalam tiga
fase yang berbeda:
● Jalur EMP untuk fermentasi glukosa menjadi piruvat.
● Krebs, asam trikarboksilat (TCA), atau siklus asam sitrat untuk konversi piruvat
menjadi CO2 dan NADH.
● Respirasi atau rantai transpor elektron untuk pembentukan ATP dengan mentransfer
elektron dari NADH ke akseptor elektron.
Reaksi keseluruhan dalam glikolisis :

● Hasil ATP bersih dalam glikolisis berupa 2 mol ATP/glukosa dalam kondisi anaerob.
● Piruvat yang diproduksi di jalur EMP mentransfer daya reduksinya ke NAD+ melalui siklus Krebs.
● Glikolisis terjadi di sitoplasma, sedangkan untuk siklus Krebs adalah matriks mitokondria di
eukariotik.
● Pada prokariota, reaksi ini terkait dengan enzim yang terikat membran. Masuk ke dalam siklus Krebs
disediakan oleh asilasi coenzyme-A oleh piruvat. Asetil CoA ditransfer melalui membran mitokondria
dengan mengorbankan konversi dua NADHs yang dihasilkan dalam glikolisis menjadi 2 FADH.
Siklus Krebs atau TCA (asam trikarboksilat)

REAKSI :

1
(1) Kondensasi asetil CoA dengan asam oksaloasetat
menghasilkan asam sitrat.
(2) Asam sitrat diubah menjadi asam isositrat dan kemudian
menjadi asam a-ketoglutarat (-KGA).
(3) Molekul piruvat yang memasuki siklus, dihasilkan
3 CO2, 4NADH2, dan 1 FADH2.
(4) Suksinat dan -ketoglutarat digunakan sebagai prekursor
untuk sintesis asam amino.
(5) Daya pereduksi (NADH+H+ dan FADH2) yang digunakan
untuk jalur biosintetik serta untuk pembangkitan ATP
melalui rantai transpor elektron.
2
Urutan reaksi enzimatik yang terlibat dalam glikolisis

Fosforilasi glukosa menjadi glukosa-6-fosfat (G-6P) oleh heksokinase.

F-6P diubah menjadi fruktosa 1,6-difosfat oleh fosfofruktokinase.

Glukosa-6-fosfat diubah menjadi


fruktosa-6-fosfat (F-6P) Fruktosa-1,6-difosfat dipecah menjadi dihidroksiaseton fosfat (DHAP) dan
gliseraldehida-3-fosfat (GA-3P) oleh aldolase.

PEP didefosforilasi menjadi piruvat (Pyr) Gliseraldehida-3-fosfat dioksidasi dengan


oleh piruvat kinase, dengan pembentukan penambahan fosfat anorganik (Pi) ke 1,3-
ATP serta produk akhir berupa piruvat. difosfogliserat (1,3-dP-GA) oleh gliseraldehida-3-
fosfat dehidrogenase.

1,3-dP-GA melepaskan satu gugus fosfat untuk


membentuk ATP dari ADP dan diubah menjadi 3-
fosfogliserat (3P-GA) oleh 3-fosfogliserat kinase.

3P-GA diubah menjadi 2-fosfogliserat (2P-GA) oleh fosfogliseromutase lalu


dehidrasi 2P-GA menjadi phosphenol pyruvate (PEP).
Reaksi keseluruhan dari siklus TCA

Peran utama siklus TCA


● Menyediakan elektron ( NADH) untuk rantai transpor elektron dan biosintesis,
● Untuk memasok kerangka C untuk sintesis asam amino, dan
● Untuk menghasilkan energi. Untuk mempertahankan siklus TCA yang berfungsi, sel
dapat memfiksasi CO, (CO heterotrofik, fiksasi).
Respirasi Dikenal juga sebagai rantai transpor elektron

● Proses pembentukan ATP dari rantai transpor elektron dikenal sebagai fosforilasi oksidatif.
● Elektron dibawa oleh NADH+H+ dan FADH2, ditransfer ke oksigen melalui serangkaian pembawa elektron, dan ATPs
terbentuk. Tiga ATPs terbentuk dari masing-masing NADH+H+ dan dua ATPs untuk setiap FADH2, dalam eukariota.
● Peran utama dari rantai transpor elektron adalah untuk meregenerasi NADs untuk glikolisis dan ATPs untuk
biosintesis.

Glukosa + 36 Pi + 36 ADP + 6 O2 → 6 CO2, + 6 H2O+ 36 ATP

● Energi yang tersimpan dalam 36 mol ATP adalah 263 kal/mol glukosa. Perubahan energi bebas dalam oksidasi
langsung glukosa adalah 686 kkal/mol glukosa. Oleh karena itu, efisiensi energi glikolisis adalah 38% dalam kondisi
standar.
Transpor Elektron dan Fosforilasi transpor
elektron
Atas: Oksidasi NADH dan aliran elektron melalui sistem
transpor elektron, menyebabkan transfer proton (H+) dari
bagian dalam ke bagian luar membran. Kecenderungan
proton untuk kembali ke bagian dalam disebut proton-
motive.

Bawah: Sintesis ATP terjadi saat proton masuk kembali ke


dalam sel. Enzim ATPase menggunakan gaya gerak proton
untuk sintesis ATP
Situs Kontrol dalam

Metabolisme Glukosa
Aerobik
 Laju glikolisis dalam kondisi anaerobik lebih tinggi
Reaksi:
daripada dalam kondisi aerob dengan adanya oksigen. fruktosa-6-fosfata + ATP → fruktosa-1,6- difosfat

 Hasil ATP tinggi, karena siklus TCA dan rantai + ADP

transpor elektron beroperasi. Tingkat ATP yang tinggi


mengakibatkan ADP dan Pi menjadi terbatas, dan
fosfofruktokinase menjadi terhambat.
 Beberapa enzim glikolisis dengan gugus -SH
dihambat oleh kadar oksigen yang tinggi. Rasio
NADH/NAD+ yang tinggi juga mengurangi laju
glikolisis.

ATP ⇌ ADP
Enzim tertentu dari siklus Krebs juga diatur oleh
inhibisi umpan balik. Piruvat dehidrogenase
dihambat oleh ATP, NADH, dan asetil CoA dan
mengaktivasi dari ADP. AMP, dan NAD+.
Demikian pula, sitrat sintase diinaktivasi oleh ATP
dan diaktifkan oleh ADP dan AMP; suksinil CoA
sintetase dihambat oleh NAD+. Secara umum, rasio
ATP/ADP dan NADH/NAD+ yang tinggi
mengurangi kecepatan pemrosesan siklus TCA.
Metabolisme
Senyawa Nitrogen
❖ Sifat Senyawa Nitrogen Asam Nukleat

✔ Tingkat oksidasi sebagian besar senyawa nitrogen organik berada di


antara karbohidrat dan lipid.
✔ Umumnya digunakan sebagai sumber nitrogen, karbon, dan energi.
Mekanisme Konversi Asam Amino menjadi Asam Organik/
Asam Keto
Deaminasi Oksidatif Transminasi
Merupakan proses pemecahan atau Merupakan reaksi yang mengkonversi asam
hidrolisis asam amino menjadi asam keto amino menjadi asam organik dan asam
dan ammonia (NH4+) amino lain.

Produk yang dihasilkan:


Asam Keto  dioksidasi lebih lanjut untuk
memproduksi ATP
Ammonia digunakan sebagai sumber nitrogen dalam
sintesis protein dan asam nukleat
Hidrolisis enzimatis Asam Nukleat
Hidrolisis enzimatis (hidrolisis RNA dan DNA oleh suatu nuklease) menghasilkan
ribose/deoksiribosa, asam fosfat dan purin/pirimidin
➔ Asam fosfat yang dihasilkan digunakan dalam proses sintesis ATP, fosfolipid dan asam
nukleat.
➔ Purin/pirimidin didegradasi menjadi urea dan asam asetat kemudian menjadi ammonia
dan CO2.

Metabolisme Molekul Gula

➔ dalam proses glikolisis dan siklus TCA menghasilkan CO2dan H2O


Fiksasi Nitrogen

Nitrogen Fixing
Kondisi :
Reduktif /
Mikoraerofilik
Amonia

Enzim
Nitrogenase
Azotobacter
Contoh Lainnya :
Azotobacter, Azotomonas,
Azotococcus,
Biejerinckia
Metabolisme Hidrokarbon
Kelarutan hidrokarbon yang rendah dalam air akan
menghambat/memperlambat

Metabolisme Proses
Hidrokarbon
Alifatik
membutuhkan Oksigenasi oleh oksigenase
oksigen dan sejumlah organisme yang mengkonversi molekul
Pseudomonas, hidrokarbon menjadi alkohol.
Mycobacteria,
serta ragi & molds

Cathecol : senyawa intermediet pada proses oksidasi yang dapat dipecah lebih lanjut menjadi asetil-CoA atau intermediet siklus TCA.
BIOSINTESIS
suatu proses multitahap di mana substrat diubah menjadi produk yang
lebih kompleks dengan katalisis enzim
Family Precursor Products Biosintesis asam
amino histidin
sangat kompleks
dan tidak dapat
digolongkan ke
dalam 5 family di
samping
Pentose-phosphate pathway (hexose-monophosphate) - HMP

PERAN: menyuplai energi ke sel, membentuk kerangka karbon untuk reaksi biosintesis, dan menghasilkan
reducing power yang mendukung anabolisme

FUNGSI: Menghasilkan NADPH dan ribosa


MEKANISME HMP
Terjadi oksidasi oleh enzim GLUKOSE 6 FOSFAT
DEHIDROGENASE dengan memerlukan bantuan Mg 2+ / Ca2+,
memakai NADP dan menghasilkan NADPH
NADPH yang dihasilkan digunakan
dalam produksi energi pada proses Pembentukan 6-fosfoglukonat terjadi dengan enzim
biosintesis GLUKONOLAKTON HIRDROLASE serta bantuan Mg2+. Ca2+,
Mn2+ dimana 1 molekul air terpakai dan ikatan cincin terlepas

NADP menjadi hidrogen akseptor Terjadi oksidasi menghasilkan senyawa intermediet 3-keto-
menghasilkan NADPH 6fosfoglukonal sebelum terdekarboksilasi menghasilkan Ribulose-
5-fosfat dengan enzim pengkatalisa reaksi: 6-FOSFOGLUKONAT
DEHIROGENASE
Enzim ribulose-5-fosfat
ketoisomerase
Enzim ribulose-5-fosfat epimerase membentuk suatu epimer pada
kartbon ketiganya
NADP menjadi hidrogen akseptor
menghasilkan NADPH
2 karbon dari Xylulosa-5-fosfat dipindahkan pada Ribose-5-fosfat

3 karbon aktif dihidroksi aseton dari Sedoheptulose-7-fosfat


dipindahkan pada Gliseraldehid-3-fosfat

2 karbon aktif gliseroldehid dari Xylulose-5-fosfat dipindahkan


pada Etritose-4-fosfat
Fermentasi Alkohol
glikolisis menjadi langkah kunci oksidasi
Dengan bantuan enzim aldolase fructose 1,6- gliseraldehida 3 Fosfat menjadi 1,3-bis-
bisphosphate dipecah menjadi glyceraldehyde fosfat-gliserat
dan dihydroxyacetone phosphate (DHAP)

Glikolisis glukosa menjadi fructose 1,6-


bisphosphate terjadi tanpa oksidasi

Proses glikolisis glukosa menjadi fruktosa


1,6-bisphosphate
Fermentasi alkohol merupakan Respirasi
Anaerob yang mengubah glukosa menjadi
energi , etanol, dan karbon dioksida.

Mikroorganisme yang paling umum dalam


fermentasi alkohol adalah Saccharomyces
cerevisiae dan Zymonanas sp

Wine dan minuman beralkohol lainnya berasal


dari fermentasi alkohol.
Pada Alcoholic fermentation

● Fermentasi Alkohol murni dilakukan oleh


● S- cerevisiae sangat diadopsi atau organisme ragi (yeast) dan juga
direkomendasikan untuk glukosa, dalam
Zymomonas sp
konsentrasi gula tinggi dilakukan dalam
fermentasi alkohol walaupun dalam ● Organisme yang paling banyak digunakan
keadaan adanya oksigen disana (crab tree pada industri makanan atau minuman yaitu
effect)
bakteri Saccharomyces cerevisiae (S-
● Fermentasi alkohol dengan ragi biasa juga
disebut Fermentasi Neurberg 1 cerevisiae)
● Adanya sulfida, Asetaldehida ditangkap lalu
terjadi perpindahan elektron ke DHA-P
(Dihidroksi aseton fosfat) direduksi menjadi
glycerol-p yang selanjutnya terhidrolisis
menjadi gliserol
● Proses ini biasa disebut Fermentasi Neuberg 2
yang biasa digunakan pada industri pembuatan
gliserol (glycerol yield- 20%)
● Tidak untuk proses pertumbuhan psikologi
pada bakteri
Skema Proses Fermentasi Asam Skema Proses Fermentasi Alkohol
Laktat

Ada fermentasi asam laktat dengan


fermentasi alkohol
Perbandinganya yaitu :
● Bagian atas nya berupa raksasa
hitam(black colossus)
● Fermentasi asam laktat digunakan
sebagai penyerap elektronik
(electronic saptor)
● Fermentasi alkohol, terdapat
tambahan bagian umum yang
menghasilkan asam yang dapat
menghasilkan etanol (dipilih
konsentrasinya lebih tinggi) sebagai
penyerap elektronik.
Metabolisme Anaerobik - Fermentasi Asam Laktat
Homofermentative lactic acid fermentation
Enzim aldolase kemudian memecah fruktosa menjadi
Tahap pertama merupakan tahap glikolisis, DHA dan glyceralde-hyde-3-P. dihidrogenasi dan
glukosa diberi 2x adenosina trifosfat (ATP) dioksidasi menjadi 1,3-bis-P-glycerate pada tahap ini
menghasilkan fruktosa. juga NAD menjadi NADH.

1,3-bis-P-glycerate di
hidrogenasi lagi
menghasilkan pyruvate dan
kemudian enzim lactate
dehirogenasi menghasilkan
laktat. Laktat dehidrogenase
mengkatalisis interkonversi
pyruvate dan laktat dengan
interkonversi NADH dan
NAD + secara bersamaan.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=aZoEJHIz6VA&t=793s
Metabolisme Anaerobik - Fermentasi Asam Laktat

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=aZoEJHIz6VA&t=793s

Dalam fermentasi homolaktik, satu molekul glukosa akhirnya diubah menjadi dua molekul asam laktat.
Meregenerasi RuBP yang diperlukan untuk
siklus selanjutnya
METABOLISME

AUTOTROPIK
Sumber karbon diperoleh dari CO2 melalui reaksi
yang dikatalis oleh enzim ribulosa bifosfat
karboksilase.

Siklus Calvin-Benson
mengkonversi ribulose-1,5-difosfat (RuBP),
CO2dan H2O menjadi dua molekul 3-
Fiksasi CO2 dilakukan oleh enzim ribulosa difosfat
fosfogliserat (PGA).
karboksilase. Enzim alosetrik ini distimulasi oleh 3
perubahan akibat pencahayaan kloroplas, yaitu
gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus peningkatan pH, ionMg2+ yang memasuki stroma,
aldehida dalam 3-fosfogliseraldehida dengan oleh ATP dan danNADPH .
NADPH
Fotosintesis

Reaksi Terang Reaksi Gelap


NADPH dan ATP digunakan untuk
mengkonversi energi cahaya menjadi ATP dan
mengurangi CO2 dan menghasilkan
NADPH
glukosa

Pembentukan
NADPH akibat
penambahan e-

Molekul air dipecah


menjadi oksigen dan
hidrogen
REFERENSI
Shuler, M., & Kargi, F. (2002). Bioprocess Engineering
Basic Concepts. New Jersey: Prentice Hall.

Suyatman. (2020). Menyelidiki energi Pada


Fotosintesis Tumbuhan. Jurnal Pendidikan IPA,
9(2) , 134-140.

https://www.youtube.com/watch?v=aZoEJHIz6VA

https://www.youtube.com/watch?v=Ar-98HCu0KY
THANKYOU!
ANY QUESTION?