Anda di halaman 1dari 8

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEMESTER GENAP 2019-2020

PENDIDIKAN MENURUT ALKITAB DAN KELUARGA PUSAT UTAMA PENDIDIKAN

anggota kelompok 1

SEPRIADY GRIFFEGAR PRASETYO

NEIL LUMBU CALVIN NGONGOLOI

XI TKJ 1
Pendidikan menurut Alkitab
(Ulangan 6:1-9; Amsal 3:1-5; Matius 4:23-25; Kisah Para Rasul 19:1-12)
 Pendidikan menurut KBBI didefinisikan sebagai suatu proses peubahan sikap dan tata
laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, permuatan mendidik.
John Dewey, pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan
fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.
Pendidikan dalam bahasa Ibrani menggunakan kata musar , pendidikan bersifat
keagamaan dan kesusilaan. Tempat pendidikan pada mulanya di rumah dan
disinagoge. Sinagoge pada mulanya bukan hanya tempat ibadah tetapi juga tempat
berkumpulnya anak untuk mengikuti pendidikan.
Skhole  (bhs Yunani, Kis 19:9) adalah ruang belajar yang digunakan Paulus.
Dalam tradisi Yahudi, Sekolah Dasar disebut bet has-sefer (rumah kitab), pendidikan
tinggi disebut bet-modrasy
• Pendidikan di dalam Alkitan mengajarkan bahwa :
• a.        Pendidikan itu setara dengan ibadah
• b.        Moral dipandang sebagai ekspresi atau buah dari pendidikan
• c.        Keluarga awal dari pendidikan
• d.        Pendidikan terhadap anak dilakukan secara teratur
• e.        Pendidikan diberikan terbuka terhadap perkembanagn dunia
luar
• f.         Pendidikan adalah sarana bagi manusia unruk mengenal Allah
yang disembah.
• Tujuan Pendidikan menurut Alkitab:
• Membina keahlian dan watak manusia serta membebaskan manusia dari ketergantungan
dari sesuatu atau seseorang  agara menjadi manusia yang bertanggungjawab, mandiri dan
mempunyai tujuan tujuan hidup yang jelas
• Keluarga bertanggungjawab menanamkan dasar-dasar moral. Ayah dan ibu adalah figur yang
akan diteladani dalam perkataaan, sikap dan perbuatan (Amsal 4:4)
• Keluarga merupakan wadah pendidikan utama dan pertama.
• Keluarga seharusnya menjadi peletak dasar agama yang kokoh, keluarga harus berfungsi
sebagai komunitas atau lingkungan iman Kristen yang dapat mengarahkan anak ke dalam
kehidupan yang percaya kepada Kristus atau memiliki nilai-nilai Kristiani dalam dirinya.
• Peran orang tua sebagai pendidik
• Orang tua mempunyai tanggungjawab dan tugas sebagai :
• a.        Teladan : figur yang dicontoh anak
• b.        Motivator : memberi semangat anak
• c.        Teman/sahabat
• d.        Inspirator : menjadi figur yang membangun kesadaran anak agar menjadi pribadi yang
lebih baik
• e.        Konselor: menjadi pendengar dan pembimbing
• f.         Pengawas : mengingatkan kalau mengarah ke hal-hal yang merugikanmu.
• Pola  Pendidikan dalam keluarga
• a.         Pola memanjakan (negatifnya anak bisa egois dan kurang daya juangnya)
• b.        Pola otoriter (negatifnya anak menjadi tidak tanggungjawab dan sangat tergantung
orang lain)
• c.        Pola membiarkan (negatifnya anak sulit bekerja sama dengan orang lain, suka
menentang, memikirkan diri sendiri)
• d.        Pola protektif  (menjadi anak yang kurang mandiri, kurang inisiatif, dan tidak dapat
mengembangkan potensinya dengan baik)
• e.        Pola otoritatif. Orang tua memberi motivasi agar anak mengembangkan diri sehingga
anak memiliki karakter yang kuat, penuh percaya diri, dan dapat menghargai kehidupan
bersama orang lain.
• Alkitab memberikan contoh orangtua yang berhasil mendidik anak :
• a.        Yosua mengambil keputusan memimpin seluruh keluarganya untuk
menyembah Tuhan (Yos 24:15)
• b.        Hana, menyerahkan Samuel ke asuhan imam Eli ( 1 Samuel 1:20-28).
• c.        Maria dan Yusuf mendidik Yesus dalam tradisi dan hukum Yahudi (Matius
12:46-50)
• d.        Naomi, berhasil memberi teladan kepada Rut (Rut 1:16-17; Matius 1:5)
• e.        Eunike membesarkan Timotius dalam imam kepada Kristus (2 Timotius 1:5)
• Alkitab juga mencatat orangtua yang gagal mendidik anaknya, seperti
• a.        Imam Eli terhadap Hofni dan Pinehas (1 Samuel 2:11-17)
• b.        Ishak dan Ribka yang pilih kasih terhadap Esau dan Yakub (Kejadian 25:28)
• c.        Yakub yang pilih kasih pada Yusuf dan Benyamin (Kejadian 37:3-4)
• d.        Raja Herodes menuruti keinginan putrinya memenggal kepala Yohanes
Pembaptis sebagai hadiah ulang tahunnya (Matius 14:1-12)
KELUARGA PUSAT UTAMA PENDIDIKAN
Keluarga Kristen harus memberikan pendidikan kristen kepada anggota keluarga,yakni pendidikan yang
bercorak,berdasarkan dan berorientasi pada nilai-nilai kristiani. Selain itu juga mengupayakan
perubahan,pembaharuan anggota secara pribadi,maupun bersama oleh kuasa Roh kudus sehingga
keluarga hidup sesuai kehendak ALLAH sebagai mana yang dinyatakan dalam alkitab. Pendidikan secara
kristiani memanggil setiap anggota keluarga untuk meladani Yesus sebagai guru agung yang menjadi
teladan bagi pengikutnya,agar memiliki pemahaman serta relasi yang benar,mendalam dan pribadi dengan
Tuhan Yesus Kristus .

Peran Keluarga Dalam Proses Sosialisasi


sosialiasi merupakan proses belajar seseorang,dimana orangtua,persekutuan,atau masyarakat meneruskan
pengetahuan,kebiasaan,maupun nilai-nilai dalam lingkungannya. Proses sosialisaasi ini mempunyai
peranan sangat penting karena sangat membantu dalam pembentukan kepribadian seseorang,termasuk
dalam bentuk idenditas iman kristen.
Didalam keluarga,proses sosialisasi dilakukan dengan memberikan pengajaran melalu jalan memberi
contoh dan menirukan,maupun melalu pemberian model bagi anak. Oleh karena itu,setiap anak
memerlukan kehadiran orangtuanya sebagai rol atau model percontohan yang melalui anak bisa belajar.
Dalam keluarga kristen,proses sosialisasi memiliki dasar alkitab atau landasan teologis. Penghayatan akan
iman kristen pertama harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh orangtua,sehingga anak-anak tidak
hanya bertumbuh menjadi orang yang beragama ,tetapi menjadi orang yang beriman kepada Tuhan.
Dalam alkitab,keluarga timotius merupakan salah satu contoh keluarga saleh karena
orangtuanya telah menurunkan iman kepada Tuhan Yesus secar turun menurun (2 timotius 1:5).
Ini merupakan contoh keluarga kristen yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga kristen
modern pada masa ini.

Peran Keluarga Dalam Proses Edukasi


Dalam proses pendewasaan seseorang secara holistik,proses sosialisasi saja tidak cukup.
Proses sosialisasi berbeda dgn proses edukasi dalam keluarga,dibutuhkan proses edukasi yaitu
pendidikan yang diberikan secara sengaja,terencana dan terstruktur agama tercipta individu
yang kritis dalam meyikap dampak sosialisai yang ada,termasuk dalam membawa orang kepada
kedewasaan iman .Dewasa ini tanggung jawab keluarga untuk mendidik anak sebagian besar
atau bahkan mungkin seluruhnya telah diambil alih oleh lembaga pendidikan lain, misalnya
sekolah dan gereja keluarga cenderung sibuk dengan tanggung jawab lain,sehingga melupakan
perannya utamanya sebagai pendidikan pertama bagi anak-anak, dan merasa cukup dengan
memberikan tanggung jawab pendidikan anak-anak kepada pihak lain
(sekolah,pembantu,lembaga tertentu).