Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS

“ULKUS KORNEA”

OLEH :
Reski Ambarwati
105505405118
PEMBIMBING :
dr. Yusuf Bachmid, Sp.M

BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. R
 Jenis kelamin : Perempuan
 Tanggal Lahir : 27-04-1973
 Umur : 47 tahun
 Agama : Islam
 Suku/Bangsa : Makassar/Indonesia
 Pekerjaan : Petani
 Alamat : Panciro
 No. Register : 556018
 Tanggal pemeriksaan : 11 Maret 2020
 Rumah sakit : RSUD Syekh Yusuf Gowa
Anamnesis
A. Keluhan Utama
Bercak putih pada bola mata kanan
B. Keluhan Tambahan
Gangguan penglihatan pada mata kanan dan mata kanan merah
C. Anamnesis Terpimpin
Pasien datang ke RSUD Syekh Yusuf Gowa dengan keluhan mata kanan
berwarna putih sejak ± 1 bulan terakhir. Pasien mengaku keluhan timbul
setelah ada binatang (serangga) dimata kanan pasien saat sedang bertani.
Pasien mengaku langsung menggosok gosok mata tersebut setelah terkena
serangga. Sehari setelah kejadian pasien mengaku adanya keluhan mata kanan
merah disertai nyeri dan sering berair. Penglihatan mata kanan lama
kelamaan semakin menjadi tidak jelas karena terasa ada yang menghalangi
pandangan. Demam (-), kepala pusing(-), mual muntah(-), secret pada
mata(-), dan tidak ada keluhan gatal pada mata kanan pasien.
D. Riwayat penyakit dahulu :
HT (-), DM (-)
E. Riwayat Penyakit Keluarga : (-)
F. Riwayat pemakaian kacamata: (-)
G. Riwayat Pengobatan : (-)
Pemeriksaan Inspeksi

  OD OS
Palpebra Edema (-) Edema (-)
Silia Sekret (-) Sekret (-)
Apparatus Lakrimalis Lakrimasi (+) Lakrimasi (-)
Konjungtiva Hiperemis(+) Hiperemis(-)
Bola Mata Normal Normal
Mekanisme Muskular Normal ke segala arah Normal ke segala arah
   
 
Kornea Keruh, edema (+), tampak Jernih
ulkus kornea bewarna
putih keabuan
Bilik Mata Depan Hipopion (-), Normal
sulit dievaluasi
Iris Sulit dievaluasi Coklat, kripte (+)
Pupil Sulit dievaluasi Bulat, RC (+)
Lensa Sulit dievaluasi Jernih
Pemeriksaan Palpasi

Palpasi OD OS

TIO Tn Tn

Nyeri tekan Tidak nyeri Tidak nyeri

Massa Tumor Tidak ada Tidak ada

Glandula Tidak dilakukan Tidak dilakukan


Preaurikuler
Visus Slit lamp
 VOD : 1/~  SLOD : Edema palpebra (-),
 Koreksi : -
konjungtiva hiperemis (+) mix
 Menjadi : - injection, kornea keruh tampak
 ADD :- ulkus berwarna putih keabuan,
  edema (+), flouresens (+) ,
 VOS : 20/30 hipopion (-), iris sulit dievaluasi;
 Koreksi :- pupil sulit dievaluasi; lensa sulit
dievaluasi
 Menjadi :-
 ADD :-  SLOS : Edema palpebra (-),
konjungtiva hiperemis (-), kornea
jernih; BMD normal, iris coklat
kripte (+), pupil bulat, RC (+),
lensa jernih.

Tes Flouresens
Resume
Seorang pasien perempuan, 47 tahun, datang ke RSUD
Syekh Yusuf Gowa dengan keluhan mata kanan berwarna putih
sejak ± 1 bulan terakhir. Pasien mengaku keluhan timbul setelah
ada binatang (serangga) dimata kanan pasien saat sedang
bertani. Pasien mengaku langsung menggosok gosok mata
tersebut setelah terkena serangga. Sehari setelah kejadian
pasien mengaku adanya keluhan mata kanan merah disertai
nyeri dan sering berair. Penglihatan mata kanan lama kelamaan
semakin menjadi tidak jelas karena terasa ada yang
menghalangi pandangan. Demam (-), kepala pusing(-), mual
muntah(-), sekret pada mata(-), dan tidak ada keluhan gatal
pada mata kanan pasien. Dari inspeksi didapatkan OD
hiperlakrimasi (+), konjungtiva hiperemis (+), kornea keruh,
edema (+). Dari pemeriksaan visus didapatkan VOD:1/~ , VOS:
20/30. Dari pemeriksaan slit lamp didapatkan OD konjungtiva
hiperemis (+) mix injection, kornea keruh tampak ulkus
berwarna putih keabuan, edema (+), flouresens (+), iris sulit
dievaluasi, pupil sulit dievaluasi, lensa sulit dievaluasi.
 
DIAGNOSIS KERJA
OD Ulkus Kornea
 
TERAPI
 Floxa 1 gtt/jam OD
 Tobro 1 gtt/jam OD
 Hyalub 1 gtt/jam OD
 Cefadroxil 2x500mg
 Dexketoprofen 2x50mg
 Neurodex 1x1
Pembahasan
Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang
ditandai oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek
kornea bergaung, diskontinuitas jaringan yang terjadi
dari epitel sampai stroma.
Pembahasan

Pasien mengeluhkan mata kanan berwarna putih


sejak ± 1 bulan terakhir. Pasien mengaku keluhan timbul
setelah ada binatang (serangga) dimata kanan pasien saat
sedang bertani. Sehari setelah kejadian pasien mengaku
adanya keluhan mata kanan merah disertai nyeri dan
sering berair.
Gambaran klinis pada pasien dikasus ini sesuai
dengan kepustakaan yang menyebutkan bahwa pada
ulkus kornea akan memberikan gejala mata merah, sakit
mata ringan sampai berat, fotofobia, dan penurunan
penglihatan. Rasa nyeri yang ditimbulkan karena kornea
memiliki banyak serat nyeri, rasa nyeri ini diperberat oleh
adanya gerakan palpebra terutama palpebra superior
diatas kornea.
Pembahasan

Pasien mengaku sering menggosok matanya


sebelumnya merupakan faktor penting yang dapat
membuat lapisan-lapisan di kornea terlepas dan rentang
terjadi infeksi.
Mata kanan pasien terkena serangga saat sedang
bertani. Ulkus kornea pada penderita dicurigai
disebabkan oleh jamur karena agen penyebab ulkus
berupa trauma dengan kontaminasi bahan yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan dan tanah yang dalam
kepustakaan merupakan etiologi tersering pada ulkus
kornea akibat jamur.
Pembahasan

Pada pemeriksaan mata didapatkan OD hiperlakrimasi (+),


konjungtiva hiperemis (+), kornea keruh, edema (+).
Dari pemeriksaan visus didapatkan VOD: 1/~ , VOS: 30/20.
Dari pemeriksaan slit lamp didapatkan OD konjungtiva
hiperemis (+) mix injection, kornea keruh tampak ulkus
berwarna putih keabuan, edema (+), flouresens (+), iris sulit
dievaluasi, pupil sulit dievaluasi, lensa sulit dievaluasi.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya lakrimasi
sebagai kompensasi mata untuk membersihkan benda asing
pada kornea. Hiperemis pada konjungtiva akibat peradangan
pada kornea dan sekitarnya yang menyebabkan kongesti pada
pembuluh darah. Kekeruhan dan edema pada kornea yang
menandakan adanya suatu proses patologi sehingga kornea
tidak dapat mempertahankan kejernihannya lagi. Dari hasil tes
flourosens didapatkan adanya lesi pada daerah periperal
menunjukkan adanya cedera pada lapisan-lapisan kornea.
Segmen anterior lainnya sulit dievaluasi akibat kornea yang
keruh.
Pembahasan

Tatalaksana yang dapat diberikan pada pasien ini


adalah pemberian antibiotik ofloxacin (Floxa 1 gtt/jam
OD), Tobro 1 gtt/jam OD (Tobromycin) untuk iritasi yang
disebabkan bakteri, Hyalub 1 gtt/jam OD (Sodium
hyaluronate) untuk mengatasi iritasi yang menyebabkan
rasa tidak nyaman, antibiotik spektrum luas (Cefadroxil
2x500mg), anti nyeri (Dexketoprofen 2x50mg), Neurodex
1x1 vitamin untuk membantu penyembuhan.
Thank you 