Anda di halaman 1dari 37

KONTRASEPSI

HORMONAL
WA ODE SITI RAHAYU FATHANAH, S.KED
K1A1 15 123

PEMBIMBING:
dr. H. La Ode Tamsila, M.Kes, SP. OG

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

RSUD KABUPATEN MUNA

2019
UU NO. 52 Tahun 2009
Perkembangan
kependudukan dan
pembangunan keluarga
KB a/ upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan
usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan,
melalui promosis,perlindungan dan bantuan
sesuai hak reproduksi untuk mewujudukan
keluarga berkualitas.

Pengaturan kehamilan dalam program KB


dilakukan dengan menggunakan alat
kontrasepsi
DEFINISI
Kontrasepsi
“Kontra” berarti mencegah atau melawan
“Konsepsi” adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan
sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan.

Kontrasepsi  menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan, sebagai


akibat adanya pertemuan antara sel telur dan sel sperma tersebut.

Mulyani S.N, dan Rinawati M. 2013. Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. Yogyakarta: Nuha Medika.
JENIS KONTRASEPSI

Kontrasepsi Non
Hormonal

JENIS
KONTRASEPSI

Kontrasepsi Hormonal

Menurut BKKBN dan Kemenkes R.I. (2012).


Cara Kerja Kontrasepsi

Meniadakan pertemuan antara sel telur (ovum) dengan (sperma) dengan cara :
a. Menekan keluarnya sel telur (ovum)
b. Menghalangi masuknya sperma ke dalam alat kelamin wanita sampai
mencapai ovum
c. Mencegah nidasi
KONTRASEPSI
Usaha-Usaha untuk mencegah
terjadinya kehamilan, baik secara
sementara maupun secara permanen,
dengan cara mencegah konsepsi atau
mencegah implantasi
Metode Kontrasepsi Sederhana
(Non-Hormonal)
- Tanpa alat: Metode Amenore Lakasi, coitus
Metode Kontrasepsi Hormonal
interruptus, metode kalender, metode suhu basal
– Kombinasi estrogen –progesterone badan
(Pil, Suntik) - Dengan alat: Kondom, diafragma, spermitisida
– Progesteron (Pil, suntik, implant)

Metode Kontrasepsi dengan AKDR


Metode Kontrasepsi Mantap
– AKDR dengan hormone sintetik
– Metode Operatif Wanita (MOW) – AKDR tanpa hormone sintetik.
– Metode Operatif Pria (MOP)
PIL Kontrasepsi
KONTRASEPSI Suntikan Implant

Pil Suntikan 3
Kombinasi Bulan
Suntikan
Mini Pil setiap
Bulan
Morning
After Pill
KONTRASEPSI
HORMONAL
MEKANISME KERJA
KONTRASEPSI HORMONAL
Hormon
estrogen dan Umpan balik kelenjar
progesteron hipofisis melalui
hipotalamus

Progesteron Terjadi hambatan


dapat X terhadap perkembangan
pengeluaran Estrogen dapat X
folikel dan proses
(LH). (FSH) sehingga
ovulasi.
perkembanagan dan
kematangan Folicle
De Graaf tidak
(Manuaba, 2010).
terjadi.
1. PIL KOMBINASI
Pil oral akan menggantikan produksi normal estrogen dan progesteron oleh ovarium.

- Berisi estrogen sintetik (etinil estradiol dan mestranol) dan progesterone (19-nortestosterone
dan 17-alfa asetoksi progesteron)
- Komponen estrogen dalam pil kontrasepsi menekan sekresi FSH dan menghalangi maturase
folikel dalam ovarium
- Komponen progesterone bersifat sinergis terhadap kerja hormone estrogen, mengentalkan
lendir servix, dan mempengaruhi ketebalan endometrium sehingga menghambat implantasi
Jenis Pil Kombinasi
– Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
mengandung hormon aktif estrogen atau progestin, dalam dosisi
yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif, jumlah dan porsi
hormonnya konstan setiap hari.
– Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen, progestin, dengan dua dosis berbeda 7
tablet tanpa hormon aktif, dosis hormon bervariasi.
– Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen atau progestin, dengan tiga dosis yang
berbeda 7 tablet tanpa hormon aktif, dosis hormon bervariasi
setiap hari.
PIL KOMBINASI
KELEBIHAN: KEKURANGAN:
- Efektivitas tinggi (95-98%) - Mahal dan membosankan karena Pil harus
diminum setiap hari
- Tidak mengganggu koitus
- Efek samping mual, muntah, nyeri
- Siklus haid tidak terganggu
payudara terutama 3 bulan peratama
- Dapat digunakan jangka panjang - Perdarahan bercak
- Mudah dihentikan setiap saat dan - Tidak boleh pada pasien menyusui 
kesuburan segera kembali ketika mengurangi produksi ASI
pil dihentikan
- Terkadang dapat menyebabkan amenore
- Keluhan disminore primer menjadi persisten jika berhenti
berkurang
- Tidak dapat mencegah IMS, HBV, HIV, AIDS
Instruksi Pil Kombinasi

-Pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari
-Pil pertama dimulai pada hari pertama hari ke-7 siklus haid. Sangat dianjurkan
pada hari pertama haid.
-Setelah melahirkan pil dapat diberikan pada saat : setelah 6 bulan pemberian
ASI ekslusif/ setelah 3 bulan dan tidak menyusui/pasca keguguran (segera atau
dalam waktu 7 hari)
-Bila tidak haid perlu segera tes kehamilan
-Usahakan minum pil pada waktu yang sama, sehabis makan malam pada tiap
harinya. Tiap pagi dilakukan kontrol apakah pil tadi malam sudah diminum.
2. MINI PIL (Kontrasepsi Pil Progestin)
Jenis
Kemasan isi 35 pil : 300 µg Levonorgestrel atau 350 µg noretindron
Kemasan isi 28 pil : 75 µg norgestrel

Mekanisme Kerja

-Menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seks diovarium


-Peningkatan viskositas mucus servix, sehingga menghambat penetrasi
sperma
-Penurunan jumlah dan ukuran kelenjar endometrium, sehingga implantasi
lebih sulit terjadi
-Menurunkan motilitas silia tuba fallopi sehingga transportasi sperma
terganggu
MINI PIL
Kelebihan: Keuntungan non kontrasepsi : Kerugian :

- Sangat efektif bila digunakan - Mengurangi nyeri haid dan - Hampir 30-60 % mengalami
secara benar jumlah darah haid gangguan haid
- Tidak menganggu hubungan - Mencegah kanker endometrium - BB meningkat/menurun
seksual - Dapat diberikan pada penderita - Harus digunakan tiap hari pada
- Tidak mempengaruhi ASI endometriosis waktu yang sama. Bila lupa 1 pil
- Kesuburan cepat kembali - Relatif aman diberikan pada menjadi kegagalan lebih besar
- Nyaman dan mudah pasien DM - Payudara tegang, mual, pusing,
digunakan - Dapat mengurangi keluhan dermatitis, jerawat, hirsutisme
- Tidak mengandung esterogen premenstrual - Resiko kehamilan ektopik
- Dapat dihentikan setiap saat - Kurang menyebabkan - Efektivitas menurun jika
- Sedikit efek samping peningkatan tekanan darah, digunakan bersamaan dengan
nyeri kepala dan depresi. obat TB atau obat epilepsi
Instruksi penggunaan MINI PIL :

– Dikonsumsi mulai haripertama sampai hari-ke 5 siklus haid


– Dapat digunakan setiap saat, asal saja tidak terjadi kehamilan. Bila digunakan setelah hari ke-5 siklus
haid, jangan melakukan hubungan seksual selama 2 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 2 hari
saja.
– Minipil dapat diberikan segera pasca keguguran
– Agar efektif : jangan sampai ada tablet yang lupa, tablet digunakan pada jam yang sama (malam
hari), senggama sebaiknya dilakukan 3-20 jam sesudah peggunaan minipil.
– Bila pasien menggunakan pil terlambat lebih dari 3 jam, minum pil tersebut begitu ingat dan gunakan
kontrasepsi lain selama 48 jam.
– Bila lupa 1 atau 2 pil minumlah segera pil yang terlupa dan gunakan metode pelindng sampai akhir
bulan.
– Walaupun pasien belum haid, mulailah paket baru sehari setelah paket terakhir.
3. SUNTIKAN KOMBINASI

Jenis : Cara Kerja :


– 25 mg depo Medroksiprogesteron – Menekan ovulasi
asetat dan 5 mg estradiol sipinoat – Mengentalkan lendir serviks
injeksi secara IM sebulan sekali
– Atrofi endometrium sehingga
(cylofem)
implantasi terganggu
– 50 mg noretindron enantat dan 5 mg
– Menghambat transportasi gamet oleh
estradiol valerat injeksi secara IM
tuba
sebulan sekali
SUNTIKAN KOMBINASI
Keuntungan kontrasepsi Keuntungan non kontrasepsi : Kerugian :

- Tidak menganggu hubungan - Mengurangi nyeri haid dan - Terjadi perubhan pola haid :
seksual jumlah darah haid haid tidak teratur, perdarahan
- Tidak diperlukan PDV bercak
- Mencegah kehamilan ektopik,
- Jangka panjang CA ovarium dan CA - BB meningkat
nedometrium. - Ketergantungan terhadap
- Efek samping kecil
- Pasien tidak perlu - Mengurangi penyakit pelayanan kesehatan
menyimpan obat suntjk payudara jinak dan kista - Dapat terjadi efek samping
ovarium
serangan jantung, stroke, dan
bekuan darah pada paru/otak
- Kemungkinan terlambatnya
pemulihan kesuburan setelah
peghentian pemakaian
Instruksi penggunaan
– suntikan diberikan setiap bulan dengan injeksi IM dalam
– suntikan pertama diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid
– Jika pasien tidak haid, suntukan pertama dapat diberikan setiap saat asal dapat
dipastikan pasien tidak hamil. Pasien tidak boleh melakukan hubungan seksua
untuk7 hari lamanya atau menggunakan kontrasepsi lain selama 7 hari
– Pasien menyusui jangan diberikan suntikan kombinasi
– Bila tidak haid > 2 bulan, pasien perlu tes kehamilan
4. KONTRASEPSI SUNTIK PROGESTIN
1 2 3

Jenis
– Depo Provera (Depo Medroxyprogesterone Acetate) M EK A N I SM E
( D M PA ) m e n g a n d u n g 1 5 0 m g D M PA . D i b e r i k a n s e c a r a
injeksi IM setiap3 bulan didaerah bokong.
– Menekan Ovulasi
– Depo Noristerat (Norethindrone Enanthate) mengandung
200 mg Norethindrone Enanthate – Memperlambat transport sperma
dalam tuba
. – Mengganggu penebalan
endometrium
– Mengentalkan lendir serviks
…..KONTRASEPSI SUNTIK PROGESTIN

KEUNTUNGAN KETERBATASAN

– Sangat efektif – Gangguan haid seperti siklus haid memanjang/ memendek.


– Pencegahan kehamilan jangka panjang Perdarahan banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur
maupun bercak, tidak haid sama sekali
– Tidak mengandung eterogen tidak berdampak
serius terhadap pen. Jantung dan ggn – Pasien sangat bergantung pada pelayanan kesehatan
pembekuan darah – Tidak dpt dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan
– Tidak berpengaruh terhadap ASI berikut
– Sedikit efek samping – Kesuburan terlambat kembali (karena belum habisnya
pelepasan obat suntikan depo
– Membantu mencegah CA endometrium dan KET
– Penggunaan jangka panjang menurunkan kepadatan
– Menurunkan kejadian tumor jinak payudara
tulang, kekeringan pada vagina, libido menurun,sakit
– Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami kepala, jerawat
istri
5. KONTRASEPSI IMPLAN
5. KONTRASEPSI IMPLAN
Efektivitas: sangat efektif (0,2 – 1
kehamilan / 100 ♀

Jenis IMPLANON:

NORPLANT: – t.d. 1 btg putih lentur

– t.d. 6 btg silastik lembut – Panjang 40 mm


berongga – Diameter 2 mm
– Panjang 3,4 cm – Isi: 68 mg 3-keto-desogestrel
– Diameter 2,4 mm – Lama kerja: 3 thn
– Isi: 36 mg levonorgestrel JADENA & INDOPLANT
– Lama kerja: 5 thn – t.d. 2 btg
– Isi: 75 mg levonorgestrel
– Lama kerja: 3 thn
CARA KERJA IMPLAN:
NORPLANT:
– t.d. 6 btg silastik lembut berongga
– Panjang 3,4 cm
– Diameter 2,4 mm
– Isi: 36 mg levonorgestrel
– Lama kerja: 5 thn
IMPLANON:
– t.d. 1 btg putih lentur
– Panjang 40 mm
– Diameter 2 mm
– Isi: 68 mg 3-keto-desogestrel
– Lama kerja: 3 thn
JADENA & INDOPLANT
– t.d. 2 btg
– Isi: 75 mg levonorgestrel
– Lama kerja: 3 thn
Keuntungan IMPLANT
Keuntungan kontrasepsi Keuntungan nonkontrasepsi
– Daya guna tinggi – Kurangi nyeri haid
– Perlindungan jangka panjang (5 thn) – Kurangi jumlah darah haid
– Tingkat kesuburan stlh cabut cepat tercapai – Kurangi/perbaiki anemia
– Tidak perlu periksa dalam – Melindungi terhadap kanker endometrium
– Bebas pengaruh estrogen – Angka kejadian kelainan jinak payudara ↓
– Tidak ganggu kegiatan senggama – Melindungi dari peny. radang panggul
– Tidak ganggu produksi ASI – Angka kejadian endometriosis ↓
– Klien kembali ke klinik hanya bila ada keluhan
– Dapat dicabut setiap saat
KETERBATASAN IMPLAN

– Perubahan pola haid: perdarahan bercak, – Butuh tindakan bedah minor utk
spotting, hipermenorea, amenorea insersi & cabut
– Keluhan-keluhan: – Tidak protektif thdp infeksi menular
– Nyeri kepala seksual (AIDS)

– Berat badan ↑/↓ – Utk cabut harus ke klinik

– Nyeri payudara – Efektivitas ↓ dengan


tuberkulostatik/anti epilepsi
– Mual
– Kejadian KE lebih ↑ (1,3 / 100.000 ♀ /
– Pusing
thn)
– Perubahan perasaan
INSTRUKSI PENGGUNAAN IMPLANT
– Digunakan setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7
– Insersi dapat dilakukan setiap saat, asal saja diyaini tidak terjadi kehamilan. Bila diinsersi setelah hari
ke 7 siklus haid, pasien jangan melakukan hubungan seksual, atau menggunakan metode kontrasepsi
lain untuk 7 hari saja.
– Daerah insersi harus tetap dibiarkan kering dan bersi selama 48 jam pertama agar tidak terjadi infeksi
– Balutan penekanan jangan dibuka selama 48 jam sedangkan plester dipertahankan hingga luka sembuh
– Bila ditemukan tanda infeksi seperti demam, radang,atau bila rasa sakit menetap selama beberapa hari,
maka harus memeriksakan diri ke klinik
– Efekkontrasepsi timbul beberapa jam setelah insersi dan berlangsng 3 tahun dan berakhir sesaat setelah
pengangkatan.
Prosedur Pemasangan Implanon
Inserter yang digunakan telah berisi 1 (satu) buat kapsul di dalamnya dan hanya untuk 1x pakai

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan


2. Lakukan cuci tangan dan gunakan
sarung tangan steril
3. Lakukan disinfeksi daerah pemasangan
4. Tentukan tempat pemasangan yang
optimal, 8 cm diatas lipatan siku bagian
dalam lengan di alur antara otot biseps
dan triseos. Gunakan spidol untuk
menandai dengan membuat garis
sepanjang 6-8 cm.
Prosedur Pemasangan Implanon
5. Anastesi dan suntikan tepat dibawah kulit 7. Putar pendorong inserter 90 ̊ atau
sepanjang jalur pemasangan 180 ̊ dengan mempertahankan
6. Keluarkan inserter dari kemasannya. pendorong inserter ditempatnya.
Regangkan kulit ditempat pemasangan dan 8. Dengan tangan yang lain secara
masukkan jarum inserter tepat dibawah kulit perlahan tarik jarum keluar dari
sampai masuk seluruh panjang jarum lengan sambil tetap
inserter. Untuk meletakkan kapsul tepat mempertahankan penopang
dibawah kulit sampai masuk seluruh panjang inserter ditempatnya
jarum inserter . Untuk meletakkan kapsul
9. Setelah itu lakukan palpasi untuk
dibawah kulit,angkat jarum inserter keatas
memeriksa apakah implan sudah
sehingga kulit terangkat.
terletak tepat ditempatnya.
7. Lepaskanlah segera inserter denngan
10.Tutup luka bekas insisi dengan
menekan penopang pendorong inserternya
menggunakan kasa steril
Prosedur Pencabutan Implan
1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir lalu 8. Pencabutan kapsul yang dilakukan dengan menarik
gunakan sarung tangan steril bagian kapsul yang terdekat dengan tempat insisi. Saat
2. Atr alat dan bahan sehingga mudah dicapai ujung kapsul tampak, masukkan klem lengkung
(mosquito) dengan lengkungan jepitan mengarah
3. Lakukan disinfeksi pada daerah pencabutan dengan keatas. Kemudian jepit ujung kapsul dengan klem.
larutan antiseptik. Lakukan disinfeksi dengan gerakan
melingkar mulai dari tempat insersi kearah luar 9. Setelah kapsul berhasil dcabut, hitung dan pastikan
jumlah kapsul terpasang yang telah dicabut. Pastikan
4. Gunakan doek berlubang untuk menutupi lengan bahwa kapsul telah dicabut selruhnnya. Tunjukkan
5. Raba kembali implan untuk menentukan lokasinya kapsul pada pasien untuk meyakinkan klien

6. Setelah memastikan tidak ada alergi terhadap obat 10. Masukkan alat yang telah digunakan ke dalam larutan
anastesi, lakukan anstesi lokal dibawah kulit sepanjang DTT
jalur tempat pemasangan 11. Lepas sarung tangan dan lakukan cuci tangan
7. Tentukan lokasi insisi kira-kira 5 mm dari ujung bawah
kapsul. Pada lokasi yang dipilih, buat insisi melintang
kecil ± 4 mm dengan menggunakan skapel
Buku panduan praktis pelayanan
Kontrasepsi tahun 2014. PT Bina P