Anda di halaman 1dari 9

Status TVRI berubah menjadi

Perseroan Terbatas (PT) TVRI di


bawah pengawasan Departemen
Keuangan RI dan Kantor Menteri
Negara BUMN.

2002
TVRI berubah status menjadi
UPT (Unit Pelaksana Teknis)
2005 - Present
dibawah Departemen Status TVRI menjadi
Penerangan Lembaga Penyiaran Publik.
LPP TVRI. Sesuai dengan
1976 Peraturan Pemerintah
Nomor 13 Tahun 2005
tentang Lembaga Penyiaran
2000 Publik Televisi Republik
Indonesia.
2000 status TVRI berubah
menjadi PERJAN
(Perusahaan Jawatan)

1963
Status TVRI Tahun 1963
Berbentuk Yayasan Televisi
Republik Indonesia (TVRI)
1962
TVRI berdiri pada 24 Agustus 1962
ditandai dengan siaran perdana
Asian Games ke IV di Stadion Utama
Gelanggang Olah Raga Bung Karno
1. Menyelenggara program
siaran yang terpercaya,
memotivasi, dan
memberdayakan
Menjadi lembaga
2. Menyelenggarakan penyiaran
penyiaran kelas dunia yang

Misi
berbasis digital konvergensi
memotivasi dan
dalam bentuk layanan
memberdayakan, melalui
multiplatform dengan
program informasi,
menggunakan teknologi
pendidikan dan hiburan
terkini, yang dikelola secara

Visi
yang menguatkan
modern dan tepat guna, serta
persatuan dan
dapat diakses secara global
keberagaman guna
3. Menyelenggarakan tata kelola
meningkatkan martabat
sumber daya manusia yang
bangsa.
berkualitas, kompeten, kreatif
dan beretika secara transparan
berbasis meritokrasi, serta
mencerminkan keberagaman
Mengikuti perkembangan Memperbaiki kualitas
teknologi Broadcasting 01 08 sinyal TV digital TVRI

Mempertahankan
kualitas produksi Pemutusan mata rantai
ditengah agempuran 02 07 virus Covid-19
budaya asing
Tantangan
Tantangan

Menjaring Penonton Migrasi siaran


Milenial 03 06 analog ke digital

Bersifat netral dan


akuntabel ditengah Peningkatan Akses
gejolak perpolitikan 04 05 dan Layanan TVRI
Indonesia
Jernih, berbintik, berbayang
Jernih, High Definition (HD)

1 saluran UHF = 1 saluran TV 1 saluran UHF = 12 saluran TV

Transmisi pemancar milik


Operator Multiplekser
Stasiun TV
Kurangnya minat menonton TVRI,
sehingga kurang informasi mengenai
digitalisasi

Masih banyak masyarakat yang


tidak tahu bagaimana untuk
mendapatkan siaran tv digital

Kurang maksimalnya perluasan


informasi mengenai Analog Switch
Off (ASO)

Ketidaksiapan masyarakat untuk menikmati siaran


TV ditigal dikarenakan tidak memiliki STB