Anda di halaman 1dari 30

MTE

FROZEN
SHOULDER
Oleh : Noy Parida Yanti S (G1A219055)

Pembimbing : dr. Frans Ferdinansyah, Sp.KFR

Kepanitraan Klinik Senior


Ilmu Kedokteran Rehabilitasi Medik
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan
Universitas Jambi
2021
ANATOMI SHOULDER
DEFINISI

Kelainan →
inflamasi pada
Pembatasan
Frozen shoulder/ kapsul sendi
Adhesi atau gerak dan
Adhesive bahu, yaitu
perlengketan menyebabkan
Capsulitis jaringan ikat
nyeri
disekitar sendi
glenohumeral
KLASIFIKASI FROZEN SHOULDER

Frozen Shoulder Primer

• Idiopathic

Frozen Shoulder Sekunder

• Diikuti trauma yang berarti (fraktur,


dislokasi, luka bakar yang berat)
ETIOLOGI
Teori terjadi 60% pada wanita bersamaan dengan
Hormonal menopause

Teori kembar identik menderita pada saat yang sama


Genetik

Teori merupakan respon autoimun terhadap hasil


Autoimun rusaknya jaringan lokal

Teori berdiri lama dan berpostur tegap menyebabkan


Postur pemendekan pada salah satu ligamen bahu.
FAKTOR RESIKO

Usia dan Gangguan Trauma Bahu atau Kondisi Sistemik


jenis kelamin endokrin Pembedahan lainnya
PATOGENESIS

Imobilisasi yang
lama karena statis pembuluh reaksi timbunan
adanya nyeri vena protein
pada sendi bahu

fibrosis pada adhesi antar


perlengketan
sendi lapisan didalam
kapsul sendi
glenohumeral sendi

keterbatasan
gerak pada sendi
bahu.
DIAGNOSIS FROZEN SHOULDER
TANDA DAN GEJALA

Nyeri Keterbatasan LGS

berangsur-angsur ↑
pasien tidak dapat ● kesukaran mengangkat
tidur pada sisi yang
berat
terkena lengannya (abduksi)

kekakuan semakin penderita akan melakukannya


terjadi berlanjut terus dengan mengangkat bahunya.
nyeri yang dirasakan
selama 6-12 bulan
pada daerah deltoid
setelah nyeri
menghilang
● Gangguan aktifitas fungsional
● ↓ kekuatan otot dan
Pasien seringkali mengeluh
atropi otot ○ sulit untuk menyisir rambut,

○ menyabuni punggung,

○ mengambil sesuatu di saku celana


belakang dan
○ memakai kemeja,

○ terbatas aktivitas rekreasi: melempar bola


● Onset tersembunyi, nyeri pada bahu, nyeri di
malam hari, restriksi yang sakit pada elevasi
aktif dan pasif pada ROM kurang dari 100 o
dan pada exorotasi kurang dari setengah
pergerakan normal, serta gambaran radiologi
yang normal
STADIUM KLINIK FROZEN SHOULDER

Fase Frozen Durasi Keterangan


Shoulder
Stadium I : 10-36 minggu Nyeri dan kaku di sekitar bahu tanpa riwayat cedera.
Painful Freezing Nyeri konstan yang mengganggu yang bertambah parah
phase pada waktu malam, hanya sedikit berespon terhadap obat
NSAID
Stadium II : 4-12 bulan Nyeri mulai mereda namun kaku menetap. Nyeri hanya
Adhesive phase muncul pada pergerakan yang ekstrim. Pergerakan
glenohumeral sangat terbatas, dengan ketidakmampuan
melakukan exorotasi bahu

Stadium III : 12-42 bulan Mengikuti fase adhesive dengan perkembangan spontan
Resolution phase pemulihan jangkauan pergerakan. Durasi rata-rata
dimulainya onset frozen shoulder hingga fase resolusi
terjadi selama 30 bulan
GAMBARAN PATOLOGIS

Fase sangat
nyeri

Fase Adhesive

Fase Resolusi
X Look

• Pada inspeksi,
PEMERIKSAAN FISIK

Feel

• terdapat difusi
YMove

• Pada frozen
lengan ditahan di yang lembek dari shoulder terdapat
samping pada glenohumeral kehilangan

Z
posisi adduksi joint yang meluas kemampuan
dan endorotasi. ke area trapezius untuk melakukan

X
Atrofi ringan dari interscapula exorotasi.
deltoid dan
supraspinatus
mungkin nampak.
TEST PROVOKASI PADA BAHU

Yergason’s test
Untuk menentukan apakah tendon otot biceps dapat
mempertahankan kedudukannya di dalam sulkus
intertuberkularis atau tidak.
 Speed Test
Pemeriksa memberikan
tahanan pada shoulder
pasien yang berada dalam
posisi fleksi, secara
bersamaan pasien
melakukan gerakan
supinasi lengan bawah dan
ekstensi elbow. Tes ini
positif apabila ada
peningkatan tenderness di
dalam sulcus bicipitalis dan
ini merupakan indikasi
tendinitis bicipitalis.
 Drop-arm test / Test Moseley
Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya
kerusakan pada otot – otot serta tendon yang menyusun
rotator cuff dari bahu.
 Apley Scratch test

Test ini ditujukan untuk menilai apakah ada keterbatasan


lingkup gerak sendi pada persendian bahu.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• pemeriksaan radiologi (x-ray untuk


menyingkirkan arthritis, tumor, dan deporit
kalsium)
• pemeriksaan MRI atau arthrogram (dilakukan
bila tidak ada perbaikan dalam waktu 6-12
minggu).
PENANGANAN REHABILITASI
MEDIK
 Terapi dingin untuk mengurangi spasme otot dan spastisitas, mengurangi rasa nyeri,
mengurangi edema dan aktivitas enzim destruktif (kolagenase) pada radang sendi.
Adapun cara dan lama pemberian terapi dingin adalah sebagai berikut:

o Kompres dingin
Teknik: masukkan potongan – potongan es kedalam kantongan yang tidak tembus
air lalu kompreskan pada bagian yang dimaksud. Lama: 20 menit, dapat diulang
dengan jarak waktu 10 menit.
o Masase es
Teknik: dengan menggosokkan es secara langsung atau es yang telah dibungkus.
Lama: 5-7 menit. Frekuensi dapat berulang kali dengan jarak waktu 10 menit.
X
o
efek eksudasi.

 Golongan yang sering disebut diatermi, terdiri dari:


Diatermi gelombang pendek (short wave diathermy = SWD)
Y
 Terapi panas untuk mengurangi nyeri, memberikan relaksasi otot-otot spasme,
meningkatkan aliran darah, juga membantu resolusi infiltrat radang, edema, dan

o Diatermi gelombang mikro (microwave diathermy = MWD)


o Diatermi ultrasound (utrasound diathermy = USD)

Z
 Pada Capsulitis adhesive atau frozen shoulder modalitas yang sering digunakan

X
adalah ultrasound diathermy (USD) dan short wave diathermy (SWD)
 Terapi Latihan untuk menjaga serta menambah
lingkup gerak sendi

 Latihan gerak seperti :


• codman pendulum exercise
• Menggunakan tongkat
• finger ladder
• shoulder wheel
• overhead pulleys
 Codman pendulum exercise: tujuan untuk mencegah
perlengketan pada sendi bahu dengan melakukan gerakan
pasif sedini mungkin yang dilakukan secara aktif

Cara: pasien membungkukkan badan dan lengan yang sakit


tergantung vertical. posisi ini menyebabkan fleksi 90 pada bahu
tanpa adanya kontraksi otot deltoid maupun rotator cuff.
gravitasi/ gaya tarik bumi menyebabkan pemisahan permukaan
sendi glenohumeral sehingga kapsul sendi akan memanjang
 Latihan dengan menggunakan tongkat
dapat berupa Gerakan fleksi, abduksi,
adduksi, dan rotasi. Dapat dilakukan pada
posisi berdiri, duduk, ataupun berbaring.
 Latihan finger ladder Penderita berdiri menghadap
dinding dengan ujung jari-jari tangan sisi yang terkena
menyentuh dinding. Lengan bergerak keatas dengan
menggerakkan jari-jari tersebut (untuk fleksi bahu). Untuk
gerakan abduksi dikerjakan dengan samping badan
menghadap dinding.
 Latihan dengan shoulder wheel tujuannya : untuk memberi
motivasi pada penderita untuk melakukan latihan lingkup gerak
sendi bahu secara aktif.

 Cara penggunaan alat yaitu penderita berdiri sedemikian rupa


sehingga aksis dari sendi bahu sama dengan aksis roda pemutar
sehingga gerak lengan sesuai dengan gerak putaran roda.
 Latihan dengan over head pulleys (katrol)

 Cara penggunaan alat : dua buah katrol digantungkan pada tiang dengan
seutas tali dihubungkan dengan kedua katrol tersebut. Kedua ujung tali diberi
alat agar tangan dapat menggenggam dengan baik. Posisi penderita bisa
duduk, berdiri atau berbaring terlentang dengan bahu terletak dibawah katrol
tersebut. Dengan menarik tali pada salah satu tali yang lain akan terangkat.
Sendi siku diusahakan tetap dalam posisi ekstensi dan penderita tidak boleh
mengangkat bahu maupun mengangkat tubuh. Gerakan dilakukan perlahan-
lahan.
KOMPLIKASI

kekakuan sendi bahu kecenderungan terjadinya penurunan terjadinya deformitas pada


kekuatan otot-otot bahu sendi bahu

atropi otot-otot gangguan aktifitas


sekitar sendi bahu keseharian
PROGNOSIS
Apabila dilakukan tindakan sedini
mungkin secara tepat
maka prognosis gerak dan fungsi 
dari kasus frozen shoulder adalah
baik. Penderita sebaiknya
diberitahu bahwa akan dapat
menggerakkan bahu kembali tanpa
rasa nyeri tetapi memerlukan
waktu beberapa bulan
Thankyou
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by
Freepik.

Anda mungkin juga menyukai