Anda di halaman 1dari 28

Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Direktorat Pembinaan SMK


Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jakarta, 8 Agustus 2016
I. Data SMK 2014 - 2016

2
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Perkembangan SMK Tahun 2014-2016


Perkembangan Jumlah Siswa SMK Perkembangan Jumlah Guru SMK
350,000

300,000

250,000
2,356,192 2,425,425 2,498,441 122,912
116,776
200,000
92,555
150,000

100,000
1,855,053 1,909,562 1,967,047 156,577 164,805
50,000
124,100

-
2014 2015 2016 2014 2015 2016

Swasta Negeri Swasta Negeri


Perkembangan Jumlah Sekolah
NO JUMLAH 2014 2015 2016

1 Siswa SMK 4.211.245 4.334.987 4.465.488


9,257 9,462 9,818
(75%)
2 Guru SMK 216.655 273.353 287.717

3 Sekolah 12.421 12.696 13.167 3,164 3,234 3,349


(25%)
2014 2015 2016
Sumber
1. Data tahun 2016 diambil dari dapodik SMK tanggal 14 Juni 2016
2. Data tahun 2015 diambil dari Buku Statistik Pendidikan per Februari 2016
3. Data tahun 2014 diambil dari Buku Statistik Pendidikan per Fabruari 2015 Swasta Negeri 3
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Jumlah Siswa 2016 dan Animo Pendaftar SMK 2011- 2016


Jumlah
No Bidang Keahlian %
Siswa
1 Teknologi dan Rekayasa 1.538.713 34.25%
Teknologi Informasi dan
2 Komunikasi 972.526 21.77%

3 Kesehatan 197.738 4.47%

4 Agribisnis dan Agroteknologi 186.554 4.21%

2,525,136
2,357,865
2,102,160
5 Perikanan dan Kelautan 56.647 1.28%

1,921,919

1,852,499
1,792,555

1,631,511
1,561,173

1,440,972
6 Bisnis dan Manajemen 1.182.091 26.52%

1,276,245
1,135,858
1,010,914
7 Pariwisata 286.465 6.48%
8 Seni Rupa dan Kriya 36.396 0.82%
9 Seni Pertunjukan 8.258 0.19% 2011 2012 2013 2014 2015 2016
TOTAL 4.465.488 100 %
Pendaftar Diterima
• Pendaftar SMK tumbuh ~ 250.000 siswa, yang bisa ditampung ~ 200.000 siswa;
• Pertumbuhan tertinggi pada bidang ICT, sedangkan bidang Seni yang terendah. 4
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Akreditasi SMK Berdasarkan Program Keahlian (PK)


Teknologi Informasi dan Komunikasi 1,619 1,975 465 4,141 71

Teknologi dan Rekayasa 3,302 3,024 714 4,275 64


A = 9.489 PK
Seni Rupa dan Kriya 160 85 12.67 139 3
B = 9.851 PK Seni Pertunjukan 28 21 4.67 55 0

C = 2.427 PK Perikanan dan Kelautan 130 264 123 385 4

BT = 15.550 PK Pariwisata 944 631 156.67 947 30

Kesehatan 271 356 90 1,404 21


TT = 270 PK
Bisnis dan Manajemen 2,672 2,955 604 2,987 53
Total = 37.587 PK
Agribisnis dan Agroteknologi 364 540 257 1,218 24
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

A B C Belum Terakreditasi Tidak Terakreditasi

Cat.: BT adalah SMK yang belum pernah terakreditasi; TT = SMK yg sdh diakreditasi tetapi belum memenuhi kriteria A, B atau minimal C.
5
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Perbandingan Kebutuhan Tenaga Kerja dg Lulusan SMK 2016


Peluang 1. Kekurangan lulusan terbesar
Lulusan Kelebihan (+)/
No. Bidang Keahlian Kebutuhan Tenaga adalah bidang perikanan dan
SMK 2016 Kekurangan(-)
Kerja kelautan, karena terhambat
dengan aproval dari peraturan di
1 Teknologi dan Rekayasa 445,047 638,652 (193,605) kementerian Perhubungan;
2 Teknologi Informasi dan Komunikasi 277,545 327,813 (50,268)
2. Bidang TIK tumbuh sangat besar
3 Kesehatan 60,944 68,245 (7,301) karena banyak calon guru yang
bisa mengajar substansi TIK. Yang
4 Agribisnis dan Agroteknologi 52,319 445,792 (393,473) diperlukan adalah tataulang
bidang keahlian yang sesuai
5 Perikanan dan Kelautan 17,249 3,364,297 (3,347,048)
dengan kebutuhan pasar;
6 Bisnis dan Manajemen 348,954 119,255 229,699
3. Bidang Bisnis dan manajemen
7 Pariwisata 82,171 707,600 (625,429) adalah yang berlebih lulusan,
karena penyelenggaraannya
8 Seni Rupa dan Kriya 10,017 81,833 (71,816)
mudah dan murah. Umumnya
9 Seni Pertunjukan 2,000 6,300 (4,300) SMK yang dikelola masyarakat
membuka bidang kehalian ini.
TOTAL 1,296,246 5,759,787 (4,463,541) Untuk itu perlu revitalisasi dan
penataan ulang.

6
II. Dimensi Peta Jalan Kebekerjaan SMK

7
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Dimensi Peta Jalan Revitalisasi Pendidikan Kejuruan


1. Pengelolaan Kelembagaan; 1. Penataan Spektrum Bidang
2. Disparitas kualitas lembaga; keahlian;
3. Percepatan Akrediotasi dan 2. Kurikulum – Sylabus- RPP;

Tatakelola
Lembaga
Tatakelola
Lembaga
Kualitas
Kualitas
Pembelajaran
Pembelajaran

lisensi sertifikasi. 3. Materi Kejuruan


4. Proses KBM
5. Program magang Industri
Peta Jalan
Revitalisasi SMK

1. Portofolio Lulusan :
Sertifikasi, raport dan ijazah;
1. Pemenuhan kualitas dan 2. Hubungan industri;

Kebekerjaan
Kebekerjaan
Lulusan
Pendidik

Lulusan
GuruPendidik

kuantitas Guru;
dan tenaga
Guru dan tenaga

3. Penempatan dan
2. Pelatihan berkelanjutan; penelusuran tamatan;
3. Magang guru di industri; 4. Transisi jenjang karier dan
retooling.

Generasi baru siswa mengharapkan lingkungan belajar yang mengintegrasikan perangkat digital, menampung gaya
hidup mobilitas tinggi, menyesuaikan dengan gaya belajar individu, mendorong kolaborasi dan kerja sama tim.
8
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Dimensi Kualitas Pembelajaran


No Tantangan dan Kondisi Saat Ini Solusi dan Kondisi Masa depan Dukungan Kebijakan dan Program
1 Spektrum Bidang Keahlian SMK • Harmonisasi dan penyelarasan • Perdirjen tentang Harmonisasi Spektrum
perlu disesuaikan dengan spektrum keahlian di SMK yang sesuai Bidang keahlian SMK;
perkembangan teknologi dan dengan kebutuhan; • Penguatan SMK program 4 tahun;
• Singkronisasi pembinaan dan
kebutuhan wilayah serta industri • Penataan bidang keahlian di SMK pengembangan SMK sesuai dengan UU
sesuai dengan spektrum baru dan Nomor 23/2014.
kebutuhan wilayah.
2 Kurikulum, sylabus, pembelajaran di • Revisi standar Isi, SKL, Standar Proses • Percepatan penerbitan Permendikbud
SMK lebih condong ke arah dan Standar Penilaian sesuai dengan tentang Standar Nasional Pendidikan bagi
akademis dibanding kejuruan bidang kejuruan,Penguatan pendidi SMK.
kan karakter dan budaya bangsa. • Review PP nomor 19 tahun 2005 dan
perubahannya dengan PP no. 32 / 2015.
3 Materi Pembelajaran Kejuruan • Adopsi dan adaptasi materi • Penterjemahan buku kejuruan;
belum terbarukan sesuai dengan pembelajaran kejuruan dari industri • Percepatan pembuatan buku pegangan
perkembangan teknologi dan dan negara maju; kejuruan;
• Pembuatan modul kejuruan oleh guru
kebutuhan kebekerjaan. • Penulisan materi pembelajaran hasil bekerjasama dengan tenaga ahli industri
kolaborasi guru dan expert industri.
4 Pelaksanaan KBM hanya bertumpu • Pengayaan proses pembelajaran di • Penguatan dan pengakuan proses
di sekolah. sekolah, Teaching Factory, dan pembelajaran di Teaching Factory, di
industri, dan pemanfaatkan ICT industri dan di lapangan;
• Optimalisasi pemanfaatan BOS

9
Dimensi Kebekerjaan Lulusan
No Tantangan dan Kondisi Saat Ini Solusi dan Kondisi Masa depan Dukungan Kebijakan dan Program
1 Portofolio dan rapor siswa masih • Pembelajaran berbasis • Pengaturan skedul pembelajaran sehingga siswa
bernuansa akademis dan belum kompetensi, sehingga siswa memperoleh beberapa sertifikat kompetensi di
mengambarkan kemampuan mendapatkan sertifikat yang kelas 10, 11 dan 12 atau 13.
kompetensinya menggambarkan kompetensi • Sekolah juga memberi kesempatan kepada siswa
yang dimiliki. dari sekolah lain atau masyarakat untuk
mengikuti proses mendapatkan sertifikat
kompetensi.
2 Hubungan Industri yang • Pemetaan pemetaan industri • Inpres SMK tentang hubungan industri
dilakukan disekolah masih • Tatakelola Hubungan industri • Penataan pelaksanaan magang di
bersifat individual dan tidak dibakukan. industri/lapangan
terstruktur • Pengembangan instruktur di industri sebagai
pembina program magang;
3 Penempatan dan penelusuran • Adanya sistem yang mendata • Pembuatan sistem pendataan tentang
lulusan SMK belum tertata kebutuhan tamatan, kebutuhan tamatan, penempatan dan
penempatan dan penelusuran penelusuran tamatan.
tamatan.
4 Belum ada program transisi • Program transisi karier lulusan • Penataan anggaran program transisi jenjang
jenjang karier dan penguatan SMK; karier dan program retooling kebekerjaan.
lulusan. • Pelaksanaan program retooling
untuk peningkatan kebekerjaan

10
Dimensi Pemenuhan Kuantitas dan Kualitas Guru Kejuruan
No Tantangan dan Kondisi Saat Ini Solusi dan Kondisi Masa depan Dukungan Kebijakan dan Program
1 Pemenuhan kuantitas dan • Adanya Peta kebutuhan guru • Penambahan Formasi Guru
kualitas guru kejuruan secara nasional; Kejuruan;
• Pemenuhan kebutuhan guru • Pemanfaatan Tenaga ahli Industri;
kejuruan secara nasional • Pemanfaatkan mahasiswa tingkat
akhir sebagai guru bantu;
• Pelaksanaan Rekohnisi Pengalaman
Lampau (RPL);
• Memanfaatkan Teknologi ICT.

2 Pelatihan Guru secara Grand desain pelatihan guru dan • Training Kompetensi Guru di P4TK
berkelanjutan kompetensi guru kejuruan. dan Industri berjenjang- kontinyu;
• Pendampingan guru di sekolah
dalam proses pembelajaran.

3 Program Magang guru di Program penguatan komptensi • Program Teaching Factory di SMK;
sekolah dan industri guru melalui kerja lapangan dan • Program magang di industri bagi
magang di industri. guru kejuruan secara periodik.

11
Dimensi Tata Kelola Kelembagaan
No Tantangan dan Kondisi Saat Ini Solusi dan Kondisi Masa depan Dukungan Kebijakan dan Program
1 Disparitas kualitas lembaga dan Pembinaan berpola Cluster : • Standardisasi Bantuan dan Pembinaan
pengelolaan • SMK Rujukan,
• SMK Mandiri,
• SMK Aliansi dan
• SMK Konsorsium
2 Pembukaan jurusan dan pendirian • Pemetaan kebutuhan tenaga kerja • Inpres tentang Revitalisasi SMK;
lembaga tak terkendali dan tidak lulusan SMK sesuai kebutuhan • Peraturan tentang pembukaan dan
sesuai dengan kebutuhan wilayah wilayah dan program nasional; penutupan SMK berdasar peta
kebutuhan wilayah
3 Belum padunya pola pembinaan • Koordinasi dan penyatuan unit • Reorganisasi fungsi atau lembaga dari
lembaga dengan tenaga PTK pembinaan lembaga dengan PTK unit Pembina Kelembagaan dan PTK ;
• Oprtimalisasi kapasitas P4TK Kejuruan.
4 Akreditasi dan sertifikasi lembaga • Koordinasi dukungan akreditasi • Kordinasi penganggaran pelaksanaan
tidak seimbang dengan antara pemerintah dengan Provinsi; akreditasi SMK antara Kemdikbud
pertumbuhan • Revitalisasi SMK sebagai Lembaga dengan Pemerintah provinsi;
Sertifikasi Profesi bagi lulusan ( SMK • Koordinasi percepatan pemberian
sebagai LSP–P1 atau TUK) lisensi bagi SMK sebagai LSP-P1 atau
sebagai Tempat Uji Komptenesi (TUK).

12
III. Peta Jalan Kebekerjaan di SMK

13
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Penyelarasan Bidang, Program dan Kompetensi Keahlian SMK

NO BIDANG KEAHLIAN 2016 PK KK SK


NO BIDANG KEAHLIAN SMK 2008-2013
1. Teknologi dan Rekayasa 13 57 419
1 Teknologi dan Rekayasa
2. Energi dan Pertambangan 3 6 42
2 Teknologi Informasi dan Komunikasi 3. TIK 2 6 44
3 Kesehatan 4. Kesehatan dan Pekerjaan Sosial 5 7 49
4 Agribisnis dan Agroteknologi 5. Agribisnis dan Agroteknologi 7 26 215
5 Perikanan dan Kelautan 6. Kemaritiman 2 4 74
6 Bisnis dan Manajemen 7. Bisnis dan Manajemen 3 5 60
7 Pariwisata 8. Pariwisata 4 8 96
9. Seni dan Industri Kreatif 7 22 162
8 Seni Rupa dan Kriya
Jumlah 46 141 1161
9 Seni Pertunjukan

1. Penyelarasan dilaksanakan secara periodik dan melibatkan penggunaan lulusan;


2. Penyelarasan adalah mempertemukan antara sisi pasokan dan sisi permintaan yang mencakup Dimensi :
Kualitas, Kompetensi, Kuantitas, Lokasi dan waktu;
3. Penyelarasan juga mencakup pengembangan SMK 4 tahun yang memiliki nama kompetensi dan SKL yang
berbeda dengan SMK 3 tahun;
14
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Penyelarasan Kurikulum SMK


Kelas Kelas
Mata Pelajaran Program 3 tahun X XI XII Mata Pelajaran Program 4 tahun
X XI XII XIII
Kelompok Wajib Kelompok Wajib
1 Pendidikan Agama 3 3 (2)* 1 Pendidikan Agama 3 3 (2)* (2)*
2 Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan 3 3 (2)* 2 Pendidikan Pancasila dan 3 3 (2)*
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 3 3 3 Bahasa Indonesia 4 3 3
4 Matematika 4 3 3 4 Matematika 4 3 3
5 Sejarah Indonesia 3 - - 5 Sejarah Indonesia 3 - -
6 Bahasa Inggris 3 3 4 6 Bahasa Inggris 3 3 4
7 Seni Budaya 3 (2)* (2)* 7 Seni Budaya 3 (2)* (2)*
8 Kewirausahaan - 3 (3)* 8 Kewirausahaan - 3 (3)* (3)*
9 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan
Kesehatan 3 3 (2)* 9 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan 3 3 (2)*
Kesehatan
Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib 26 21 10 Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib 26 21 10
Kelompok Peminatan Kelompok Peminatan
Peminatan akademik dan Kejuruan SMK 24 27 38 Peminatan akademik dan Kejuruan SMK 24 27 38 48

*) Dilaksanakan sebagai Ekstra kurikulum yang wajib diikuti 15


Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Pengelompokan Pembinaan Mutu SMK


SMK Rujukan SMK Reguler Klasifikasi SMK SMK SMK SMK
Ʃ Jumlah
Jumlah Siswa Rujukan Aliansi Mandiri Konsorsium
Promosi
≥ 1000 1.650 1.650

≥600 dan <1.000 873 873


200- 600 3.127 3.127
Siswa 600 - 1000
Siswa > 1.000 = 873 SMK <200 7.517 7.517
= 1.650 SMK Ʃ SMK sebelum
dikelompokkan 1.650 3.127 873 7.517 13.167
Promosi
Ʃ SMK Pasca
Pembinaan pengelompokan 1.650 873 750 3.273
SMK Aliansi
Jumlah Siswa 2.003.449 988.433 653.261 817.500 4.465.488

Regrouping 7.517 SMK 1. Menambah Investasi


Siswa : 200- 600 Opsi 2. Merger dgn SMK Lain
= 3.127 SMK Promosi (<200 siswa) menjadi
750 SMK Konsorsium 3. Re-Grouping.
16
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Retooling dan Sertifikasi


Traini lulusan SMK 2016
ng
Pelatihan dan praktik kerja

Testi Tenaga Kerja


Lulusan SMK ng Siap
tahun 2016 Kompetisi
(1,296,245 ) Sertifikas
i
Prasarana
Prasarana
Sarana
Sarana

Assesor
Assesor

Penguatan

17

LSP
LSPP1
TUK
TUK

P1
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Program Penyiapan Tenaga Kerja Terampil di SMK

SERTIFIKASI MELALUI
RETOOLING LSP P1

Penyiapan LSP P1
Penyiapan Assessor
SMK
13.000
Pelatihan di SMK dan/atau 1.300 SMK
BLK
Penyiapan TUK Penyiapan Skema

Sertifikasi Lulusan SMK Bidang Prioritas Nawacita dan Pendukung Pembangunan Infrastruktur
sebanyak 502.375 siswa (Pertanian, Pariwisata, Kemaritiman, dan Teknologi Rekayasa)
18
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Pengembangan Kebekerjaan SMK 3 tahun dan SMK 4 tahun

Pasar dan Dunia Kerja

Pendidikan
Tinggi

2 - 3.5 years
Dual System BT
Dual System
SMK 3 tahun SMK 4 Tahun SMA/MA

SMP / MTs
BT Bridging Training
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Pelaksanaan Dual System di SMK


Program 3 tahun Program 4 tahun

Kls X Praktik keterampilan Kejuruan Praktik keterampilan Kejuruan

Praktik Realisasi
Praktik Kompetensi
Kls XI Produk di Teaching Praktik Kompetensi Kerja
Kerja
Factory

Praktik Magang Transisi Jenjang Praktik Realisasi


Kls XII
Industri Karier, Praktik Magang Industri Produk di Teaching
UN dan Sertifikasi Factory

Transisi Jenjang Karier,


Praktik Magang Industri
UN, dan Sertifikasi
Kls XIII

0 3 6 9 12 0 3 6 9 12
Bulan Bulan
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Transfer Skill pada Teaching Factory


Pabrik/ Manufacturing Sekolah

Teori paktis yang dipelajari


Proses
di sekolah
Pembelajaran

Belajar merealisasi gagasan menjadi produk,


Proses Produksi/Jasa menyelesaikan problem yang dilakukan secara
team

Teaching Factory merupakan sarana dalam proses pembelajaran yang menggabungkan antara teori dan praktik
dengan produk riil yang menghasilkan benefit bagi sekolah, siswa, guru dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Prinsip pembelajaran di Teaching Factory :
1. Pembelajaran berbasis penyelesaian masalah melalui realisasi produk dan jasa :
2. Expresi ide inovatif insan pendidikan melalui produk dan jasa
3. Kombinasi proses pembelajaran dengan proses produksi ;
4. Customize materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal;
5. Belajar bekerja dalam team.
GORONTALO 12.8%

Pemenuhan Guru Kejuruan KALIMANTAN TENGAH


LAMPUNG
RIAU
13.5%
13.7%
15.4%
BANTEN 16.7%
KALIMANTAN BARAT 17.9%
KALIMANTAN TIMUR 18.4%
Guru Produktif /
JAMBI 18.7%
Kejuruan
BALI 18.9%
35,057
[PERCENTAGE SULAWESI TENGGARA 19.0%
] SUMATERA UTARA 19.6%
DKI JAKARTA 20.3%
SULAWESI BARAT 20.4%
Guru Normatif, DI YOGYAKARTA 20.9%
Adptif JAWA BARAT 21.5%
126.599 BENGKULU 21.9%
78% SUMATERA SELATAN 22.1%
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 22.1%
JAWA TIMUR 22.6%
KALIMANTAN SELATAN 22.9%
SULAWESI SELATAN 23.5%
JAWA TENGAH 23.7%
PAPUA BARAT 23.7%
MALUKU UTARA 24.1%
1. Penambahan Formasi Guru Kejuruan; NANGROE ACEH DARUSSALAM 24.2%

2. Pemanfaatan Tenaga ahli Industri sebagai guru tamu; SULAWESI UTARA 24.3%
KEPULAUAN RIAU 25.7%
3. Kerjasama dengan LPTK : memanfaatkan mahasiswa tingkat akhir MALUKU 25.7%

atau mahasiswa PPG; SULAWESI TENGAH 26.3%


NUSA TENGGARA TIMUR 26.8%
4. Training Komptensi Guru di P4TK dan Industri; PAPUA 27.4%

5. Pelaksanaan Rekohnisi Pengalaman Lampau (RPL); SUMATERA BARAT 28.7%


NUSA TENGGARA BARAT 29.4%
6. Memanfaatkan Teknologi ICT. 0% 5% 10% 15% 20% 25%22 30% 35%
IV. Sasaran dan Target Pembinaan SMK

23
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Postur Anggaran Pembinaan SMK 2016 dan DAK 2017

Belanja Barang Non


Belanja
BelanjaPegawai
Modal
Perjalanan
0.16%
0.21%5.54% Belanja Perjalanan
lanja Bantuan Sosial 2.90%
26.96%

Usulan Program DAK 2017 untuk wilayah


KEK, Kemaritiman, Pariwisata dan
Ketahanan Pangan
Usulan Program Alokasi Anggaran
No Volume Satuan
DAK 2017 (Rp)
1 Pembanguan
3,965 Paket 1,052,565,768,000
RPS
Bantuan Pemerintah
64.23% 2 Pengadaan Alat
3,115 Paket 4,526,418,986,000
Utama
Pagu Pembinan SMK TA 2016 Total 5,578,984,754,000
Rp.5.261.793.429.000
24
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Proyeksi Pengembangan SMK Rujukan dan SMK 4 tahun


JUMLAH JUMLAH SMK SMK 4 JUMLAH JUMLAH SMK SMK 4
NO PROPINSI NO PROPINSI
SMK SISWA RUJUKAN Tahun SMK SISWA RUJUKAN Tahun
1 Aceh 195 47,035 11 6 19 Lampung 427 123,392 38 8
2 Bali 175 87,278 46 8 20 Maluku 109 17,595 4 3
3 Bangka Belitung 54 21,844 5 4 21 Maluku Utara 113 15,507 1 1
4 Banten 638 227,686 86 15 22 Nusa Tenggara Barat 281 63,551 17 8
5 Bengkulu 90 25,161 3 3 23 Nusa Tenggara Timur 271 62,997 17 8
6 DI Yogyakarta 220 85,151 32 15 24 Papua 122 25,934 5 5
7 DKI Jakarta 594 206,397 59 26 25 Papua Barat 50 10,989 2 2
8 Gorontalo 54 18,923 6 3 26 Riau 273 82,970 30 10
9 Jambi 164 42,970 12 4 27 Sulawesi Barat 124 25,550 6 4
10 Jawa Barat 2,646 931,683 345 90
28 Sulawesi Selatan 432 127,565 49 12
11 Jawa Tengah 1,550 724,790 356 90
29 Sulawesi Tengah 171 38,702 7 4
12 Jawa Timur 1,893 675,806 266 90
13 Kalimantan Barat 183 53,669 12 8 30 Sulawesi Tenggara 146 29,934 6 4
14 Kalimantan Selatan 120 51,121 21 7 31 Sulawesi Utara 176 48,137 12 5
15 Kalimantan Tengah 130 28,756 7 4 32 Sumatera Barat 203 77,419 30 10
16 Kalimantan Timur 213 71,498 26 10 33 Sumatera Selatan 271 95,965 36 10
17 Kalimantan Utara 28 8,244 3 2 34 Sumatera Utara 960 285,151 86 15
18 Kepulauan Riau 91 26,118 8 6 TOTAL 13,167 4,465,488 1,650 500

25
SMK Rujukan dan SMK 4 tahun
KOMPETENSI KEAHLIAN PADA SMK DENGAN PENDIDIKAN 4 TAHUN

BIDANG
NO. PROGRAM KEAHLIAN KOMPETENSI KEAHLIAN NOMOR
KEAHLIAN No Kawasan SMK SMK 4
1. Teknologi dan 1.1 Teknologi Konstruksi 1.1.1 Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan 1. Rujukan Tahun
Rekayasa dan Properti 1.1.2 Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan 2.
1.2 Teknik Geomatika dan 3. 1 Jakarta- Banten 145 41
Geospasial 1.2.1 Informasi Geospasial
1.3 Teknik Ketenagalis 1.3.1 Teknik Otomasi Industri 4.
trikan 1.3.2 Teknik Tenaga Listrik 5. 2 Jawa Barat 345 90
1.4 Teknik Mesin 1.4.1 Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur 6.
1.5 Teknik Instrumen tasi 7.
1.7.1 Instrumentasi dan Otomatisasi Proses
Industri 3 Jawa Tengah+ 388 105
1.6 Teknologi Tekstil 1.9.1 Teknik Pembuatan Benang 8.
1.9.2 Teknik Pembuatan Kain 9.
DIY
1.9.3 Teknik Penyempurnaan Tekstil 10.
1.7 Teknik Kimia 1.10.1 Kimia Analisis 11.
4 Jawa Timur 266 90
1.8 Teknik Otomotif 1.11.1 Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif 12.
1.11.2 Otomotif Daya dan Konversi Energi 13.
14.
5 Sumatera 261 76
1.9 Teknik Elektronika 1.13.1 Teknik Mekatronika
1.13.2 Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi 15.
1.13.3 Instrumentasi Medik 16. 6 Kalimantan 69 31
2. Energi dan 2.1 Geologi Pertambangan
Pertambangan 2.1.1 Geologi Pertambangan 17.
7 Sulawesi 86 32
3. Teknologi Informasi 3.1 Teknik Komputer dan 18.
3.1.1 Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi
dan Komunikasi Informatika
4. Kesehatan dan 4.1 Keperawatan
4.1.1 Caregiver 19. 8 Maluku-Malut 5 4
Pekerjaan Sosial
5. Agribisnis dan 5.1 Agribisnis Tanaman 5.1.1 Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman 20.
Agroteknologi 5.1.2 Produksi dan Pengelolaan Perkebunan 21. 9 Bali-NTB-NTT 81 24
5.1.3 Agribisnis Organik Ekologi 22.
5.2 Agribisnis Ternak 5.2.1 Industri Peternakan 23.
5.3 Kesehatan Hewan 5.3.1 Kesehatan dan Reproduksi Hewan 24.
10 Papua- Papua B 7 7
5.4 Agribisnis Pengola han
Hasil Pertanian dan 5.4.1 Agroindustri 25. Jumlah 1650 500
Perikanan
5.5 Teknik Pertanian 5.5.1 Otomatisasi Pertanian 26.
5.6 Agribisnis Perikanan 5.6.1 Industri Perikanan Laut 27.
8. Pariwisata 8.1 Perhotelan dan Jasa 28.
8.1.1 Wisata Bahari dan Ekowisata
Pariwisata
8.2 Tata Kecantikan 8.2.1 Spa dan Beauty Therapy 29.
8.3 Tata Busana 8.3.1 Desain Fesyen 30.
9. Seni dan Industri 9.1 Seni Rupa 9.1.1 Desain Interior dan Teknik Furnitur 31.
Kreatif 9.2 Seni Tari dan 9.2.1 Penataan Tari 32.
Karawitan 9.2.2 Penataan Karawitan 33.
9.3 Seni Broadcasting dan 34.
9.3.1 Produksi Film dan Program Televisi
Film

26
Peta Jalan Kebekerjaan SMK

Milestone Pembinaan SMK s.d 2019


Pembangunan, Pendampingan,
Penguatan dan Produktivitas 2018
Revitalisasi spektrum SMK
7,5% lulusan berwirausaha
Implementasi Multi Entry Multi Exit (MEME)

2014
• BOS Dikmen 2016
• 500 SMK 4 tahun
• Wajar 12 Tahun
• Reorganisasi 7500 SMK kecil
• 109 SMK Rujukan
• 2100 SMK melaksanakan UNBK
• 340 SMK Maritim
• 650 Buku Kejuruan

2019
• APK SMK 60 % dari SM
• 3500 SMK punya Teaching Factory
2014 • TV SMK on deman SMK Dwi bahasa.
• 789 SMK Maritim

2015 2017
baseline • Revitalisasi SMK 4 tahun • 1000 SMK dgn Sertifikasi int’l
• Pelaksanaan K13 secara bertahap • e- Pembelajaran
• 1650 SMK Rujukan dibina • UNBK pada semua SMK
• Rintisan UNBK • 2300 Materi animatif online
• Sertifikasi lulusan SMK via UKK
27
28