Anda di halaman 1dari 5

Mekanisme Kerja Otot

ALDORA MARETA PRAMESARI


DANIEL ELIZA GRASA
ELISABET VERENY G. SEGA
MARIA ARNIANA MBARU
WILHELMINA F. CABRINI SALVANOS
Apabila otot mendapat rangsangan, otot akan berkontraksi. Kontraksi otot ditandai dengan memendeknya otot, otot menjadi
menegang dan menggembung dibagian tengah. Sebaliknya, apabila otot tidak bekerja, otot akan kembali mengendur dan
beristirahat (relaksasi). Pada saat otot berkontraksi, maka otot yang melekat pada tulang akan ikut berkontraksi, sehingga tulang
tertarik dan bergerak.

Komponen struktur otot yang berperan dalam kerja otot


• Komponen struktur otot yang berperan dalam kerja otot adalah
sebagai berikut :
• Miofibril, berbentuk silindris yang memanjang sepanjang otot lurik
dan mengandung filament aktin dan myosin.
• Sarkomer, unit structural dan fungsional terkecil dari kontraksi otot
pada myofibril. Sarkomer dibagi menjadi pita H, A dan I
• Aktin, filamen kontraktil yang tipis serta memiliki sisi aktif dan situs
pengikatan.
• Miosin, protein filament yang lebih tebal dan memiliki penonjolan
yang dikenal dengan kepala miosin.
• Troponin, protein kompleks yang melekat pada tropomiosin.
Sumber energi untuk Gerak Otot
Sumber energy untuk gerak otot adalah sebagai berikut :
ATP (adenosine tri fosfat). ATP terurai menjadi ADP (adenosine difosfat) dan energi. Selanjutnya, ADP terurai menjadi AMP (adenosine monofosfat) dan energi. Berikut persamaan reaksinya.
ATP → ADP + P + Energi
ADP → AMP + P + Energi
Keratin fosfat. Keratin fosfat terurai menjadi keratin, fosfat dan energy. Pemecahan ATP dan keratin fosfat berfungsi untuk menghasilkan energy pada saat kotraksi otot. Proses tersebut tidak memerlukan oksigen sehingga fase kontraksi disebut fase anaerob.
Glikogen (gula otot). Glikogen dilarutkan menjadi laktasidogen. Laktasidogen di ubah menjadi glukosa dan asam laktat. Glukosa diubah menjadi CO₂, H₂O dan energi. Proses tersebut terjadi pada saat otot relaksasi dengan menggunakan oksigen, sehingga fase relaksasi disebut fase aerob. Jika terkandung banyak asam laktat didalamnya, otot akan terasa lelah. Asam laktat akan dioksidasi dengan menggunakan oksigen.
• Berikut persamaan reaksinya :
• Glikogen → laktasidogen
• Laktasidogen → Glukosa + Asam Laktat
• Glukosa + O₂ → CO₂ + H₂O + Energi
•  
• Tahapan Mekanisme Kerja Otot
• Tahapan mekanisme kerja otot adalah sebagai berikut :
• Impuls saraf tiba di neuronmuscular junction, mengakibatkan pembebasan asetilkolin. Kehadiran asetilkolin
memicu depolarisasi yang kemudian menyebabkan pembebasan ion Ca²˖ dan reticulum sarkoplasma.
• Meningkatnya ion Ca²˖ menyebabkan ion ini terikat pada troponin, sehingga mengakibatkan perubahan
struktur troponin tersebut.
• Perombakan ATP akan membebaskan energi yang dapat menyebabkan myosin mampu menarik aktin ke
dalam dan juga melakukan pemendekan otot. Hal ini terjadi disepanjang myofibril pada sel otot.
• Mioisin akan terlepas dari aktin dan jembatan aktomiosin akan terputus ketika molekul ATP terikat pada
kepala myosin. Pada saat ATP terurai, kepala myosin dapat bertemu lagi dengan aktin pada tropomiosin.
• Proses kontraksi otot dapat berlangsung selama terdapat ATP dan ion Ca²˖. pada saat impuls terhenti, ion
Ca²˖ akan kembali ke reticulum sitoplasma.
Mekanisme kontraksi otot
4. Hipotesis Sliding filament
• Miofilamen merupakan unsur penting dalam kontraksi otot. Mikrofilamen tebal
berjejer membentuk pita A (anisotrop) sedangkan miofilamen tipis membentuk pita I
(isotrop). Pada bagian tengah pita A terdapat pita H (heller) yang terang. Garis M
membagi dua pusat zona H, garis Z (zwischencheibe) merupakan garis potong miofibril
yang mengandung filamaen.

Anda mungkin juga menyukai