Anda di halaman 1dari 25

METODE BELAJAR

dr. Syarifah Nora A, M.Pd.Ked


Bagian Pendidikan Kedokteran
Program Studi Pendidikan Dokter
FK-UNAYA
2017
LEARNING THEORY
• Behaviourisme
• Kognitivisme
• Konstruktivisme
TEORI BEHAVIOURISME
Tokoh behaviourisme
1. Ivan Pavlov Pavlov
2. E.L. Thorndike
3. Watson
4. Skinner

Mengabaikan kemungkinan terjadinya proses berpikir.


CONDITIONING THEORY
(Ivan Pavlov)
THE LAW OF EFFECT
(E.L. THORNDIKE)
JOHN B. WATSON
OPERANT CONDITIONING
(SKINNER)

Penguatan negatif (negative reinforcement)  peserta didik menghindari situasi


yang tidak diinginkan
Awal tahun 1920 an

- Teori behaviorisme dianggap tidak dapat menjelaskan perilaku sosial.


- Anak-anak tidak meniru seluruh perilaku yang dikuatkan.
- Ternyata anak-anak dapat menirukan sesuati setelah mengamati tanpa harus
ada reinforced.
- Bandura dan Waters menolak penjelasan operant conditioning. Ia mengatakan
perilaku dapat dikuasai anak-anak dengan pengulangan.
KOGNITIVISME
Teori ini memfokuskan proses mental yang bekerja saat stimulus
diberikan atau tidak  ada respon atau tidak

Tokoh kognitivisme
1. Jean Piaget
2. Miller
3. Brunner  Mendirikan Harvard Center for Cognitive Studies
STAGE of DEVELOPMENT
JEAN PIAGET
STIMULUS THEORY
DOLLAR AND MILLER
• Drive
• Cue
• Response
• Reinforcement

Stimulus ada 2 jenis


1. Primer, Mis makan karena lapar
2. Sekunder, Mis makan karena kesepian/stres
KONSTRUKTIVISME
Tokoh konstruktivisme
1. John Dewey
2. Vygotsky
PRINSIP-PRINSIP KONSTRUKTIVISME
• Pembelajar aktif mengkonstruksi  aktif menyusun pengalaman menjadi
skema
• Pengaruh hubungan sosial dalam konstruksi pengetahuan  belajar dan
perkembangan adalah kegiatan sosial.
• Pentingnya pengontrolan diri (self reguation )  mengontrol pemikiran,
perasaan, motivasi serta tindakan terkait pembelajaran.
• Konstruktivisme, kebenaran, dan pengalaman  mengorganisir apa yang
telah dipahami.
METODE BELAJAR
Definisi
Metode pembelajara adalah prosedur pembelajaran yang
difokuskan ke pencapaian tujuan.

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang terprogram dalam


desain FEE (facilitating, empowering, enabling) untuk membuat
peserta didik belajar secara aktif yang menekankan pada sumber
belajar.
METODE BELAJAR
1. Small Group Discussion

- Merupakan elemen belajar


aktif

- Terdiri atas 5-10 orang

- Materi dari pendidik atau


diperoleh sendiri
METODE BELAJAR
2. Role play dan simulasi
- Situasi mirip keadaan sesuangguhnya
- Melibatkan domain kognitif, psikomotor ,dan afektif
- Menggunakan clinical reasoning dan soft skill
METODE BELAJAR
3. Discovery learning
- Memanfaatkan informasi

4. Self Directed Learning


- Pembelajaran dapat dilakukan tanpa pendidik
- Mandiri
- Mendorong menyusun rencana pembelajaran sendiri
- Memiliki kemauan, niat, dan tanggung jawab
METODE BELAJAR
5. Cooperative learning
- Belajar kelompok yang dirancang pendidik
untuk memecahkan masalah
- terdiri atas beberapa orang yang memiliki kemampuan beragam
- Terstruktur  dikontrol pendidik
(perpaduan teacher centered dan student centered learning)
METODE BELAJAR
6. Collaborative learning
- Peserta didik dengan kemampuan yang

berbeda bekerja sama dalam kelompok kecil untukmencapai tujuan

- Bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar

- Meningkatkan kemamuan berpikir kritis

- Terdapat proses belajar mengajar terhadap sesama peserta didik

- Meningkatkan teamwork untuk memecahkan masalah

- Mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan kepemimpinan


METODE BELAJAR
7. Contextual instruction
- Membantu dosen mengaitkan isi mata kuliah dengan situasi
nyata
- Memotivasi peserta membuat hubungan antara pengetahuan dan
aplikasinya dlam kehidupan sehari-hari
METODE BELAJAR
8. Project based learning
- Metode belajar yang sistematis
- Melibatkan peserta didik dalam belajar melalui proses penggalian
(inqury) yang panjang dan kompleks
- tugas atau produk dirancang dengan sangat hati-hati
METODE BELAJAR
9. Problem Based Learning
- Kelompok kecil
- Pendekatan student centered learning
- Masalah  trigger (pemicu)
- Pendidik  fasilitator
- Meningkatkan kemampuan berpikir kritis
DAFTAR PUSTAKA

Stewart, A. 2001. Instructional Design. dalam A Practical Guide for Medical Teacher. ed. Dent dan Harden. London: Elsevier Limited.

• Dahar, R.W. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Penerbit Erlangga. Jakarta

• Mergel, Grenda. 1998. Instructional Design and Learning Theory. Paper of graduate student of University of Saskatchewan. Diunduh
10 Juli 2013 dari www.a3net.net/elearning/Instructional_design-comparison-mergel.pdf

• Simon, Scott D. 2001. From Neo Behaviorism to Social Contructivism? The Paradigmatic Non-Evolution of Albert Bandura. Thesis
submitted to Emory University. Downloaded at 24-11-2006.

• Winn, William. 2003. Cognitive Perspective in Psychology. Dalam A Handbook of Research and Educational Communication and
Technology 2nd, ed by David Janassen.

• Amin, Zubair dan Khoo Hoon Eng. 2003. Basics in Medical Education. Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd.

• Harden, R.M. 2000. A Practical Guide for Medical Teachers. Medical Education, University of Dundee. United Kingdom.
DAFTAR PUSTAKA

• Simpson, N. and Froyd,J. 2010. Student-Centered Learning Addressing Faculty Question about Student-Centered Learning. Texas A&M University. Diunduh
pada 10 Juli 2013 dari http://ccliconference.org/files/2010/03/Froyd_Stu-CenteredLearning.pdf

• Brockett, Ralph dan Hiemstra Roger. 1991. A Conceptual Framework for Understanding Self Direction in Adult Learning. Diunduh 10 Juli 2013 dari
www.infed.org/archives/etext/ hiemstra_self_direction.htm

• Pediatrics, 2005. The Reflective Practitioner: Reaching for Excellence in Practice. Journal Peditrics vol. 116 No. 6 December 2005, pp 1546-1552. Diunduh
pada 10 Juli 2013 dari pediatrics.aappublications.org/content/116/6/1546.short

• Branch, William and Paranjape, Anuradha. 2002. Feedback adn Reflection:Teaching Method for Clinical Settings. Journal of Academic Medicine Vol. 77 No.
12 December 2002.Diunduh pada 10 Juli 2013 dari www.researchgate.net/.../10991570

• Mezirow, Jack. 1997. Cognitive Process: Contemporary Paradigms of Learning. Adult Learning: a Reader. Edited by Sutherland, Peter. London:

• Kogan Page. Diunduh pada 10 Juli 2013 dari www.tlu.ee/.../experiential%20education/Contemporary%20Theories%20

• Gokhale, Anuradha. 2005. Collaborative Learning Enhances Critical Thinking. From Digital Library and Archives, Diunduh pada 10 Juli 2013 dari

• http://scholar.lib.vt.edu/ejournals/JTE/jte-v7n1/gokhle.jte-v7n1.html

Anda mungkin juga menyukai