Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS

STRUMA NODOSA NONTOKSIK

Oleh :
WELLY SEREVIA .N, S.Ked
032010101030
Anatomi
Kelenjar thyroid terletak di
depan trakhea di daerah leher
antara fascia colli media dan
fascia prevertebralis
 melekat pada trakea dan
fascia pretrachealis
 a. carotis komunis, v.
jugularis interna, n. vagus
di laterodorsal tiroid
 n. rekurens di dorsal tiroid
dan di bawah laryng
STRUMA
 Struma  tumor (pembesaran) kel tiroid yang
lebih dari ukuran normal yang berbatas tegas
,teraba sebagai suatu nodul tanpa gejala
hipertiroid
 Menurut American society for Study of Goiter
membagi :
 Struma Non Toxic Diffusa
 Struma Non Toxic Nodusa
 Stuma Toxic Diffusa
 Struma Toxic Nodusa
STRUMA
 Dari aspek fungsi kelenjar tiroid, yang
tugasnya memproduksi hormon tiroksin,
dibagi menjadi:
 Hipertiroidi; sering juga disebut toksik (walaupun pada
kenyataannya pada penderita ini tidak dijumpai adanya
toksin), bila produksi hormon tiroksin berlebihan.
 Eutiroid; bila produksi hormon tiroksin normal.
 Hipotiroidi; bila produksi hormon tiroksin kurang.
PATOFISIOLOGI
 Struma dapat disebabkan oleh:
1. Hiperplasi dan hipertrofi
2. Inflamasi/Infeksi
- Tiroiditis akut
- Tiroiditis sub akut (de Quervein)
- Tiroiditis Kronis (Hashimoto dis &
Riedel’s struma)
3. Neoplasma
- Jinak (adenoma)
- Ganas (adenocarcinoma)
Pemeriksaan
 PEMERIKSAAN FISIK
Dijumpai nodul,maka deskripsikan:
1. Lokasi
2. Ukuran
3. Jumlah nodul
4. Konsistensi
5. Nyeri
6. Mobilitas
7. Pembesaran KGB sekitar tiroid
STRUMA NON TOKSIK
 Struma non toxic disebabkan oleh beberapa hal,
yaitu :
 Kekurangan iodium
 Tiroiditis
 Goitrogen :
Obat
Agen lingkungan.
Makanan, Sayur-Mayur jenis Brassica
Dishormonogenesis
 Riwayat radiasi kepala dan leher
KLASIFIKASI STRUMA ENDEMIK
 Klasifikasi PEREZ pd Struma diffusa akibat Gondok
endemik :
 Derajat 0 : tdk teraba pd pemeriksaan
 Derajat I : teraba pd pemeriksaan, terlihat hanya
saat kepala ditengadahkan
 Derajat II : mudah terlihat pd posisi kepala normal
 Derajat III : terlihat pd jarak jauh
 Tanda keganasan
1) Umur <20 th atau >50 th
2) Riwayat radiasi leher saat anak2
3) Pembesaran kel tiroid yg cepat
4) Penderita struma disertai suara parau
5) Disfagi → Obstruksi trakhea
6) Disertai Nyeri
7) Riwayat kanker pd keluarga
8) Tx hormon tiroksin tetap membesar
9) Struma dgn sesak napas
10) Mobilitas (-)
11) Pembesaran kel KGB (+)
12) Metastase jauh (+)
Gejala HIPERTIROID
Keluhan Gejala/tanda
Panas ↑ Merasa hangat,tdk tahan Hangat,kulit basah, demam
panas,keringat banyak
GI BB ↓,nafsu makan ↑,diare,haus Kurus
Kardiovaskuler Palpitasi,nadi cepat,dispneu d Takikardi,hipertensi
effort,angina,decomp sistolik,artrial fibrilasi,bising
sistol,vasodilatasi perifer
Sistem Cepat lelah, kelemahan otot, Kelemahan otot
lokomotorik tremor,tidak bs diam paroksismal,reflek
hiperaktif,tremor,hiperkinesia
Osteoporosis,sutura cepat
Pertumbuhan linier me↑ pd anak menutup,kraniostenosis
Tulang &
Rambut rontok,pruritus Kuku terpisah dr tempatnya
pertumbuhan
Nyeri,fotofobi,keluar air mata Proptosis/eksopthalmus
Kulit
Mata Cepat marah,gelisah,insomnia
Psikiatri
Pemeriksaan Penunjang
 Laboratorium
› mengukur fungsi tiroid TSH, T4, T3
› Tiroksin total
› Triiodotironin total
› Protein Bound Iodine Total
› Thyroid Hormone Binding Test
› Free Tyroxin
› TSH
› menunjukkan penyebab gangguan tiroid antibodi
 Foto rontgen leher
 USG
 Pemeriksaan sidik tiroid / uji tangkap tiroid
 FNAB
 Pemeriksaan potong beku / VC
PENATALAKSANAAN
 Konservatif:
1.Iodium
2. Ekstrak tiroid 30-120 mg/dl
3. terapi iodium radioaktif

 Indikasi Pembedahan :
 Gangguan menelan
 Gangguan pernafasan
 Suara parau
 Keganasan kelenjar tyroid
 kosmetik
Penatalaksanaan…

Prosedur pembedahan:
1. Lobektomi subtotal
2. Lobektomi total
3. Tiroidektomi subtotal
4. Tiroidektomi near total
5. Tiroidektomi total
LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. S
 Umur : 68 tahun
 Agama : Islam
 Alamat : Pungguian – Sumber sari
 Suku Bangsa : Madura
 No Rekam Medis : 24.90.26
 Tanggal MRS : 10-10-2009
 Tanggal KRS : 14-10-2009
ANAMNESIS
 KELUHAN UTAMA : Benjolan pada leher

 RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG:

Benjolan pada leher sebelah kanan dialami penderita sejak kira-kira 3 tahun yang
lalu. Awalnya benjolan berukuran kecil, namun lama-kelamaan membesar
perlahan-lahan, dan terdapat luka ± 2x2 cm. Benjolan tidak nyeri, tidak
mengganggu waktu bernafas, tidak sesak, Suara tidak terganggu dan tidak
terjadi perubahan suara, tidak ada kesulitan menelan. Pasien juga mengeluh
sering sakit kepala, sedangkan riwayat sering batuk, nyeri sendi. Suara penderita
tidak terganggu dan tidak terjadi perubahan suara selama terdapat
benjolan.Penderita tidak mempunyai riwayat jantung berdebar, tangan tidak
gemetaran, mata tidak melotot, pola tidur nomal, tidak diare. Keringat
berlebihan, nafsu makan normal,. BAK lancar , BAB lancar . Tidak demam.
 RIWAYAT PENYAKIT DAHULU:
 Riwayat penyakit jantung disangkal
 darah tinggi dan penyakit gula disangkal

 RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA:

Tidak ada keluarga yang mengalami gejala yang sama

 RIWAYAT PENGOBATAN:
 Padas bulan Maret 2009, pasien memeriksakan diri ke RSD dr.Soebandi dan dilakukan
pemeriksaan sitologi dan foto rontgen, pasien disarankan untuk operasi. karena alasan
biaya, pasien menunda untuk dilakukan operasi. Pasien tidak pernah melakukan foto
Roentgen sebelumnya.
 Dua bulan yang lalu pasien berobat di PKM, pasien diberi obat minum, namun pasien tidak
dapat menyebutkan nama obat. Pasien merasa tidak mengalami kesembuhan, akhirnya
memutuskan untuk kembali berobat ke RSD dr.Soebandi dan bersedia dilakukan operasi
Riwayat Sosial
 Ada tetangga sekitar yang sakit seperti pasien (± 2 orang).
 Sehari-hari pasien memasak dengan menggunakan garam balok.
 Pasien menyangkal sering mengkonsumsi bahan-bahan makanan
goitrogenik seperti lobak, kubis.
PEMERIKSAAN FISIK

 Tanggal 10 Oktober 2009


 Keadaan umum : sedang
 Kesadaran : compos mentis
 Tensi : 130/80 mmHg
 Nadi : 72 x/menit
 RR : 20 x/menit
 Suhu : 36,4 oC
Status Generalis
 Gizi : baik

 Kulit : Kering, turgor dan elastisitas baik

 Kepala-leher:
 Mata : tidak anemis, tidak ikterik, tidak eksoptalmus
 Telinga : sekret (-), bau (-), pendengaran dbn
 Hidung : bau (-), sekret (-), perdarahan (-)
 Bibir : cyanosis (-), edema(-), hiperemi (-)
 Leher : asimetris, tidak ada kaku kuduk. Tampak benjolan pada leher bagian
kanan depan yang ikut bergerak saat menelan, dan terdapat ulkus
ditengahnya, Tidak ada pembesaran KB di leher dan daerah sekitar benjolan.
 Thorax :
Cor: - Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
- Palpasi : ictus cordis tidak teraba
- Perkusi : redup ICS IV PSL (D) - ICS IV MCL (S)
- Auskultasi : S1S2 tunggal, suara tambahan (-)
Pulmo: - Inspeksi : simetris +/+, retraksi -/-, ketinggalan gerak -/-
- Palpasi : fremitus raba +/+ normal
- Perkusi : sonor +/+
- Auskultasi : vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/-
 Abdomen:
 I : cembung
 A : BU (+) Normal
 P : timpani
 P : soepel, hepar/lien/renal tak teraba,
EKSTREMITAS
 Superior : Akral hangat +/+ , Odema -/-
 Inferior : Akral hangat +/+ , Odema -/-
Status Lokalis
Regio colli anterior

 Inspeksi:
Benjolan pada regio colli anterior dextra berukuran 10x8x6 cm dan
berukuran diameter 5x5 cm warna sedikit kemerahan dibanding
dengan sekitar, ikut bergerak waktu menelan, terdapat ulkus 2x2 cm
 Palpasi:
Benjolan ikut bergerak waktu menelan, konsistensi padat keras,
berbenjol-benjol, berbatas tegas, sukar digerakkan, perabaan hangat,
tidak nyeri pada penekanan, thrill (-), pulsasi (-), tidak terdapat
pembesaran kelenjar getah bening.
 Auskultasi: bruit (-)
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan 11/10/09 Nilai Normal

Hb (mg/dl) 12,1 11,4-15,1


Leukosit (/mm3) 7,8 4,3-11,3
)%( Hct 35,3 40-47
Trombosit (/mm ) 3
338 150-450
FAAL HATI
SGOT (U/L) 14 31
SGPT (U/L) 10 36
FAAL GINJAL
Kreatinin serum 0,9 mg/dl 1,1 <
Urea 16 mg/dl 10-50
BUN 20 6-20mg/dl

FNAB (27 Juli 2009)

• Benjolan dileher depan padat kenyal diameter 10x8x6cm, disertai ulkus batas tegas
• Tampak bahan koloid dengan banyak sel eritrosit dan beberapa kelompok sel tiroid yang
kecil-kecil monoton, inti bulat kecil-kecil. Tidak terdapat sel ganas
• Kesimpulan: Adenomatous goiter dengan nekrosis yang luas
Foto Thorax

 Cor dan Pulmo dbN Foto Cervical AP-Lateral


Trakea posisi sedikit terdorong ke arah
kanan. Tampak soft tissue massa
• Struma uninodosa non toksik susp
Ca tiroid
DIAGNOSIS

• Laboratorium, TF, FNAB


• Pro subtotal lobektomi Dextra
PLANNING • Informed consent
• Puasa
Laporan Operasi
Tanggal 12 oktober 2009

 Inform consent
 Telentang dengan GA, leher hiperekstensi
 Desinfeksi dengan povidon iodin mulai bawah bibir s.d costae III, batas lateral s.d m.
Trapezius. Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril
 Incisi diperdalam lapis demi lapis s.d fascia colli superfisialis. Fascia colli superfisialis
dibuka, sampai tampak kapsul tiroid, massa tumor tiroid menembus kapsul tiroid, padat
lunak, lobulated
 Dilakukan sub total lubektomi (D), dengan preservasi N.Laringeus rekurens + n.
laringeus superficialis ext.+ kelenjar paratiroid
 Pasang drain
 Tutup lapis demi lapis
 Operasi selesai
Laporan Operasi
 Instruksi post-op
 RL:D5 = 2:1 / 24 jam
 Sadar baik dan bising usus (+): mss, diet lunak
 Inj. Cefotaxim 3x1 gr
 Inj. Antrain 3x1 ampul
 Inj. Ranitidin 3x1 ampul
 Observasi vital sign, air way
13 OKTOBER 2009 (POST OP H1)
S : suara berubah (-), kentut (+) flatus (+), suara (+) normal tidak serak, sesak (-), kejang (-), mss (+), gelisah (-),
mual(-), muntah(-), demam (-)

O : KU : baik Kesadaran : CM
VS : T :120/80 mmHg
RR : 20 x/mnt
N :72 x/mnt
toax: 36,5 ºC
Status generalis : tetap
Status lokalis R. Colli Dextra :
Tertutup verband, rembesan darah (-) pus (-)
Drain: 60 cc darah/24 jam
P : Pertahankan drain
Diet bubur halus  bubur kasar
Mobilisasi duduk-jalan
Infus RL : D5 1: 2 = 1500 cc/24 jam
Injeksi cefotaxime 3 x 1 gram
Injeksi Ranitidin 3x1 ampul
Injeksi antrain3x1 amp
31OKTOBER 2009 (POST OP H2)
S : suara berubah (-), kentut (+)
O : KU : baik Kesadaran : CM
VS : T :120/80 mmHg
RR : 20 x/mnt
N :88 x/mnt
toax: 36,5 ºC
Status generalis : tetap
Status lokalis R. Colli Dextra :
Tertutup verband, rembesan darah (-) pus (-)
Drain: 20 cc darah/24 jam
P : aff drain
Diet bebas TKTP
Mobilisasi duduk-jalan
Injeksi cefotaxime 3 x 1 gram
Injeksi Ranitidin 3x1 ampul
Injeksi antrain3x1 amp
KRS → Cefixime 1x 250 mg
Asam mefenamat 3 x 500 mg