Anda di halaman 1dari 16

Jurnal Reading Manajemen

Keperawatan

Kelompok 1
Nama Kelompok 1 :

Annisa Nurhidayah
Agnes Riana (202015002) Chyntia Khalida F
(202015001) (202015065)

Nadela Dwi Nofitri


(202015011)
Gina Indah Aulia Nurwati Rettob
(202015064) (202015012)
Suryandini H
(202015020)
Analisa Jurnal

Peneliti Judul Penelitian


Nadila, N., Setiawan, H., & Rizany, I Beban Kerja dengan kualitas
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan sesuai
SNARS

Lokasi Tahun
RSD Idaman Kota Banjarbaru 2020
Resume Hasil Penelitian

Pendokumentasian merupakan suatu tindakan pencatatan untuk dapat digunakan


sebagai bukti tertulis yang akurat dilakukan oleh perawat pada sebuah tindakan
asuhan keperawatan. Beban kerja merupakan faktor yang mempengaruhi
pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan beban kerja dengan kualitas pendokumentasian asuhan
keperawatan sesuai SNARS di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Desain penelitian
mengggunakan crossssectional melibatkan 22 perawat penanggung jawab asuhan
(PPJA) dengan teknik totalsampling dan 84 perawat pelaksana dengan teknik
stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan
lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Excat untuk PPJA dan
uji Chi Square (Continuity Corretion) untuk perawat pelaksana.
P (Patient, Population, Problem)

Pasien Populasi

Sampel pada penelitian ini Populasi pada penelitian ini


yaitu sebanyak 22 Perawat sebanyak 22 Perawat
Penanggung Jawab Asuhan Penanggung Jawab Asuhan
(PPJA) dan 84 perawat (PPJA) dan 106 Perawat
pelaksana. Pelaksana pada enam ruang
rawat inap RSD Idaman
Kota Banjarbaru
Lanjutan…
Problem

Permasalahan yang tengah dikaji oleh penulis adalah terkait dengan


pendokumentasian asuhan keperawatan. Setiap tindakan asuhan
keperawatan kepada pasien harus dilakukan pendokumentasian sesuai
standar. Pendokumentasian merupakan suatu tindakan pencatatan untuk
dapat digunakan sebagai bukti tertulis yang akurat dilakukan oleh
perawat pada sebuah tindakan asuhan keperawatan. Pendokumentasian
asuhan keperawatan dapat dikatakan berkualitas jika dilihat dari
beberapa aspek yaitu faktual, akurat, lengkap, baru dan terorganisasi
(Potter & Perry, 2010).
Lanjutan…
Probelm

Pendokumentasian asuhan keperawatan belum dilakukan secara maksimal oleh


perawat. Di Indonesia sendiri dari salah satu rumah sakit, dari 222 rekam medik
di ruang rawat inap, kualitas dokumentasi keperawatan terdapat 124 rekam
medik (55,9%) yang berkualitas, sedangkan 98 rekam medik (44,1%) tidak
berkualitas (Muryani et al., 2019). Berdasarkan hasil laporan dari data
diseminasi awal 2 ruang rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru
pendokumentasian asuhan keperawatan didapatkan pada pengkajian 89,08%,
perencanaan 82,12%, implementasi 92% dan evaluasi 38,5% (Farid, 2019;
Heriansyah & Verawati, 2019).
I (Intervention)

Intrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner data demografi,
kuesioner beban kerja PPJA dan perawat pelaksana, dan lembar observasi
pendokumentasian asuhan keperawatan sesuai SNARS. Kuesioner beban kerja dibuat
sendiri berdasarkan referensi buku Nursalam (2015) dan Munandar (2001). Lembar
observasi ini dibuat oleh Herry Setiawan, S.Kep., Ns., M.Kep berdasarkan dengan
panduan KARS (2019) dan telah diuji expert dengan hasil 0,96. Kuesioner beban kerja
dibagi dua yaitu beban kerja perawat penanggung jawab asuhan (PPJA) dan beban
kerja perawat pelaksana. Telah dilakukan uji expert judgement dengan nilai expert 0,86
pada kuesioner beban kerja PPJA dan kuesioner beban kerja perawat pelaksana 0,82.
Telah dilakukan uji validitas pada kuesioner beban kerja perawat pelaksana memiliki
nilai valid yaitu 0,420-0,833 > 0,361 dan uji reabilitas pada kuesioner beban kerja
perawat pelaksana memiliki nilai reliabilitas 0,834 ≥ 0,6.
C (Comparison with other Intervention)

Judul Jurnal Tahun Jurnal Pasien

Sampel dalam penelitian


Hubungan Beban Kerja ini berjumlah 119 orang
dengan Dokumentasi 2018 perawat di IRNA kelas III
Asuhan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin
pada bulan Juni – Juli
2018
C (Comparison with other Intervention)

Populasi

Intervensi pada jurnal pembanding yaitu memberikan kuesioner yang dijawab


langsung oleh perawat serta tidak diberikan lembar observasi pendokumentasian
asuhan keperawatan yang dikerjakan oleh perawat seperti intervensi jurnal utama,
instrumen kuesioner pada jurnal kedua yaitu kuesioner gaya kepemimpinan terdiri dari
beban kerja dari Nursalam yang berjumlah 13 pertanyaan dan kuesioner dokumentasi
asuhan keperawatan yang dimodifikasi peneliti dan telah diuji ekspert dengan jumlah
31 pertanyaan. Perbedaan lainnya dalam jurnal pembanding ini adalah tersedianya 3
kategori untuk beban kerja perawat yaitu ringan, sedang dan berat. Sedangkan dalam
jurnal utama hanya 2 kategori beban kerja yaitu berat dan ringan.
O (Outcomes that includes)
Jurnal

Hasil penelitian univariat yang di dapatkan dari jurnal “Beban Kerja dengan
Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan sesuai SNARS” dibagi
menjadi 2 kategori, yaitu; hasil penelitian pada perawat penanggung jawab
asuhan (PPJA) dan hasil penelitian pada perawat pelaksana. Hasil penelitian
pada perawat penanggungjawab (PPJA) menunjukkan bahwa usia terbanyak
PPJA memiliki rentang
Start! yaitu 31 – 40 tahun sebanyak
You can enter21 responden
a subtitle (95,5%).
here if you need it
Sebagian besar PPJA memiliki jenis kelamin perempuan PPJA sebanyak 16
responden (72,7%). PPJA lebih banyak memiliki pendidikan terakhir ners
sebanyak 16 responden (72,7%). Jenjang karir PPJA lebih banyak pada PK II
sebanyak 13 responden (59,1%). Lama kerja pada PPJA yang dominan yaitu
≥5 tahun sebanyak 19 responden (86,4%).
O (Outcomes that includes)

Hasil penelitian pada perawat pelaksana menunjukan bahwa usia terbanyak memiliki rentang
yaitu 20 – 30 tahun sebanyak 57 responden (67,9%). Mayoritas perawat pelaksana berjenis
kelamin perempuan yaitu 49 responden (58,3%). Pendidikan pada perawat pelaksana lebih
banyak yang berpendidikan DIII Keperawatan sebanyak 58 responden (69,0%). Jenjang karir
perawat pelaksana lebih banyak pada PK I sebanyak 37 responden (44,0%). Lama kerja pada
perawat pelaksana yang dominan yaitu < 5 tahun sebanyak 51 responden (60,7%).
Start! You can enter a subtitle here if you need it
Hasil penelitian bivariat pada kategori perawat penanggungjawab asuhan (PPJA) menunjukan
bahwa lebih banyak PPJA dengan beban kerja berat memiliki kualitas pendokumentasian asuhan
keperawatan kurang baik sebanyak 11 responden (78,6%). Sedangkan hasil PPJA yang
mempunyai beban kerja berat dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan baik
sebanyak 3 responden (21,4%). Hasil penelitian menujukkan bahwa beban kerja yang berat
memiliki dampak terhadap kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan.
O (Outcomes that includes)

Pada kategori perawat pelaksana dengan beban kerja berat mempunyai kualitas
pendokumentasian asuhan keperawatan baik sebanyak 34 responden (77,3%). Sedangkan
perawat pelaksana dengan beban kerja yang ringan memiliki kualitas pendokumentasian
asuhan keperawatan yang baik sebanyak 31 responden (77,5%). Beban kerja perawat
pelaksana mempunyaiStart!
kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan
You can enter a subtitle here baik.
if you need it
O (Outcomes that includes)

Jurnal
Hasil penelitian yang didapatkan dari jurnal “Hubungan Beban Kerja dengan dokumentasi
asuhan keperawatan di IRNA kelas III RSUD Ulin Bajarmasin yaitu usia yang paling
banyak 26-35 tahun sebanyak 56 responden (47,0%). Dengan jenis kelamin perempuan
Start! You can enter a subtitle here if you need it
dengan jumlah terbanyak 94 responden (79%) Pendidikan terakhir yaiitu DIII 98
responden (82,45) status kepegawaian yaitu Non PNS 82 responden (68,9%), dengan lama
masa kerja adalah 5-10 tahun yaitu 56 responden (47,1%). Sebanyak 75 responden (63%)
merasakan beban kerja sedang, 68 responden (57,1%) melakukan dokumentasi dengan
baik. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan dokumentasi asuhan keperawatan di
IRNA Kelas III RSUD Ulin Banjarmasin.
Penerapan penelitian dalam
Asuhan Keperawatan

Setiap tindakan asuhan keperawatan kepada pasien harus dilakukan


pendokumentasian sesuai standar. Pendokumentasian merupakan suatu tindakan
pencatatan untuk dapat digunakan sebagai bukti tertulis yang akurat dilakukan oleh
perawat pada sebuah tindakan asuhan keperawatan. Untuk tidak menimbulkan
beban kerja perawat harus menagement waktu antara pendokumentasian dan
melakukan tindakan kepada pasien.
Terimakasih