Anda di halaman 1dari 16

Tugas Utilitas

Pertemuan ke-3
Disusun Oleh :
Nama : Putty Annisa Kaharudin
Jurusan : Teknik Kimia
NIM : 20200410370011
Pembahasan
• Apakah yang dimaksud dengan demineralisasi, desalinasi, dan
deionisasi ?
• Apakah berbedaan dari demineralisasi, desalinasi, dan
deionisasi ?
• Bagaimana gambaran tentang prosesnya ?
• Regenerasi, Pencucian, dan Pembilasan
Apa itu Demineralisasi, Desalinasi, dan Deionisasi ?

• Water Processing yang bertujuan • Demineralisasi air adalah sebuah


mengolah air menjadi air minum proses penyerapan kandungan ion-ion
agar air tersebut aman secara mineral di dalam air dengan
kimiawi dan bakteri diterima oleh menggunakan media resin ion exchange
masyarakat.
• Desalinasi adalah suatu proses yang
• Dalam pengolahannya water memisahkan kadar garam dari air tawar.
reatment bertujuan untuk Proses ini dapat dilakukan daiam
pemakaian di industri diperlukan beberapa cara, tapi tujuannya adalah
kualitas yang lebih ketat lagi, sama, yaitu mendapatkan air bersih dari
misalnya untuk air umpan boiler air laut atau air payau
harus dihilangkan mineral-
mineralnya(demineralisasi), • Deionisasi dikenal sebagai metode
desalinasi dan deionisasi yang untuk pemurnian air. Dalam metode ini,
bertujuan sama untuk resin pertukaran ion khusus
mendapatkan air bersih. menghilangkan anion dan kation yang
ada dalam air dengan hidronium dan ion
hidroksida (H3O+, OH-). Hasilnya adalah
air deionisasi.
Apakah berbedaan dari demineralisasi, desalinasi dan deionisasi

Perbedaan ketiga macam water treatment jika dilihat dari Prosesnya :


• Demineralisasi, dilakukan dengan menggunakan2 tabung pertukaran ion yang
berisikan resin ion positif ( kation resin ) dan resin ion negativ ( anion resin ). Dari
dua tabung tersebut Isinya  berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ion Positif
terdiri atas magnesium (mg), calcium (ca) dan natrium (na) dengan ion H+.
Sedangkan untuk Ion Negatif terdiri dari  SO4, SiO2, dan lainnya.

• Desalinasi, teknologi desalinasi dibagi dalam 2 jenis yaitu thermal desalination


yang terdiri dari Multi Effect Distillation (MED) dan Muiti Stage Flash (MSF) serta
membrane desalination yaitu Reverse Osmosis (RO).

• Deionisasi, merupakan salah satu jenis dari demineralisasi dengan menggunakan


resin pertukaran ion khusus menghilangkan anion dan kation yang ada dalam air
dengan hidronium dan ion hidroksida (H3O+, OH-) dengan dialiri listrik.

4
Bagaimana gambaran tentang prosesnya ?
Demineralisasi
Proses pertukaran ion dengan tiga Ada dua tipe kolom resin
tahap 1. Single Bed 
1. kation exchanger 2. Mixed Bed Ion Exchange Resin.
2. anion exchanger
Single Bed berarti di dalam satu kolom
3. mixed bed
hanya terdapat satu jenis resin saja yakni
kation resin saja atau anion resin saja.
Operasi Sistem Pertukaran Ion Sedangkan kolom Mixed Bed berisi
Operasi sistem pertukaran  ion campuran resin kation dan anion.
dilaksanakan dalam empat tahap
1. tahap layanan (service)
2. tahap pencucian balik (backwash)
3. tahap regenerasi, dan
4. tahap pembilasan
 

5
Demineralisasi a.  Kation exchanger
Bertujuan untuk menghilangkan
unsur-unsur logam yang berupa
ion- ion positif yang terdapat dalam
air dengan menggunakan resin
kation R-SO3H

 b. Degasifier 
Dari  cation tower  air dilewatkan
ke  degasifier  yang berfungsi untuk
menghilangkan gas CO2 yang
terbentuk dari asam karbonat pada
d.  Mix Bed Polisher  proses sebelumnya. 
Berfungsi untuk
menghilangkan sisa-sisa logam c. Anion Tower  
atau asam dari Berfungsi untuk menyerap atau
proses  sebelumnya, sehingga mengikat ion-ion negatif yang
diharapkan air yang keluar dari terdapat dalam kandungan air yang
mix bed polisher  telah bersih keluar dari  degasifier. Resin
dari kation dan anion. pada  anion exchanger  adalah R =
NOH
6
Operasi Sistem Pertukaran Ion Demineralisasi
1. Tahap layanan (service) 3. tahap regenerasi
Tahap dimana terjadi reaksi pertukaran ion. Tahap regenerasi adalah operasi
Tahap layanan ditentukan oleh konsentrasi ion penggantian  ion yang terserap
yang dihilangkan terhadap waktu, dengan  ion awal yang semula
atau volume air produk yang dihasilkan. Hal berada dalam  matriks resin dan
yang penting pada tahap layanan dalah pengembalian kapasitas ke tingkat
kapasitas (teoritik dan operasi) dan beban awal atau ke tingkat yang
pertukaran ion (ion exchange load) diinginkan.

2. Tahap pencucian balik (backwash) 4. tahap pembilasan


Tahap pencucian balik dilakukan jika Tahap Pembilasan tahap pembilasan
kemampuan resin telah mencapai titik habis. dilakukan untuk menghilangkan
Sebagai pencuci, digunakan air produk. sisa larutan regenerasi
Pencucian balik mempunyai sasaran sebagai yang terperangkap oleh resin.
berikut : Pembilasan dilakukan 
- pemecahan resin yang tergumpal menggunakan air produk dengan
- penghilangan partikel halus yang aliran down flow dan dilaksanakan
terperangkap dalam ruang antar resin dalam dua tingkat, yaitu:
- penghilangan kantong-kantong gas dalam  - tingkat laju alir rendah untuk
reaktor, dan menghilangkan larutan  regenerasi,
pembentukann ulang lapisan resin  dan
Pencucian balik dilakukan dengan - tingkat laju alir tinggi untuk
pengaliran air dari bawah ke atas (up flow). menghilangkan sisa ion.
Operasi Sistem Pertukaran Ion Demineralisasi
Bagaimana gambaran tentang prosesnya ?
Desalinasi
Proses desalinasi dapat dilakukan dengan destilasi atau RO, pemisahan air
tawar dari air laut merupakan perubahan fase sedangkan reverse osmosis
memisahkan air tawar dengan menggunakan perbedaan tekanan dan semi
permeable membrane
Desalinasi
Teknologi desalinasi termal jenis Multi stage Flash (MSF), Multi Effect Distillation
(MED) dan Multi Vapour Compression (MVC) dapat memumikan air dari kadar
55000 ppm menjadi sekitar 10ppm, sedangkan proses membran jenis Reverse
Osmosis (RO) Dengan sekali proses dapat menghasilkan air tawar dengan IDS
berkisarantara350-500 ppm.

Dalam proses MSF,airlaut disalurkan kedalam vessel yang dinamakan brine


Heater untuk dipanaskan, Proses pemanasan dilakukan dengancara
menyemprotkan uap panas yang keluar dari turbin pada pembangkit listrik. Airlaut
yang sudah dipanaskan kemudian dialirkan ke vessel berikutnya yang dinamakan
stage. Prosesini akanterus berlanjut pada stage berikutnya sampai air menjadidingin
dan tidak menghasilkan uap air lagi.
Desalinasi

Cara kerja dari teknologi MED ini adalah dengan cara


menyemprotkan(spray) air laut masukan pada permukaan evaporator. Permukaan
evaporator ini biasanya berbentuk tabung (tubes) yang dilapisi film tipis (thin film)
untuk mempercepat pendidihandan penguapan. Proses penguapan pertama terjadi
dengan menggunakan uap panas buangan dari pembangkit listrik/boiler yang keluar
dari turbin. Uap itu memberikan panas untuk proses desalinasi dan sekaligus juga
terkondensasi menjadi air yang kemudian dikemballkan lagi ke boiler pada
pembangkit listrik. Uap yang dihasilkan pada proses terakhir dikondensasikan pada
heat exchanger yang terpisah yang dinamakan final condenser.
Desalinasi
Membran Reverse Osmosis (RO)

Bagian inti dari instalasi RO adalah RO module, yang berbentuk suatu bejana
tekan silindris berisi beberapa ratus ribu serat fibre sehalus rambut yang bagian
dalamnya berlubang {fine hollow fiber). Dengan demikian suatu RO module
mempunyai luas permukaan dinding membrane yang besar dan dapat
menghasilkan air tawar dalam jumlah besar. Air umpan masuk kedalam lubang
lubang halus serat fiber. Karena ditekan air tawar akan merembas keluar dari
dinding fiber menjadi produk air tawar, sedangkan sisanya yang kental dan
disebut brine terbuang Keluar melaiui throtus valve yang juga berfungsi sebagai
pengatur tekanan pada saluran masuk ke RO modu lagar selalu konstan
Bagaimana gambaran tentang prosesnya ?
Deionisasi
Istilah deionization sering juga disebut sebagai
demineralization. Air deionisasi dihasilkan dari
sumber air yang melewati suatu resin yang
bermuatan listrik (kation dan anion)

Kandungan air baku (raw water) biasanya


mengandung banyak ion anorganik yang
terdiri dari kation dan anion, kation yang
terkandung dalam air seperti Na+, K+, Ca2+,
Mg2+, Fe2+, Mn2+, dan Cu2+, sedangkan
anionnya seperti Cl- dan SO42-. Untuk
menghilangkan ion-ion tersebut dapat
menggunakan proses ion exchanger dengan
resin anion dan resin kation yang
membutuhkan kimia regenerasi seperti HCl
dan NaOH (regenerant) atau dapat
dihilangkan juga dengan membran RO yang
dikombinasikan dengan CDI (Capacitive
Deionization). 13
Capacitive Deionization (CDI) adalah sebuah teknologi yang
menggunakan perbedaan potensial listrik pada dua buah elektroda karbon
untuk menghasilkan air DI. Istilah “Capacitive” sendiri berarti penggunaan
tegangan kapasitas. Anion yang bermuatan negatif seperti Cl- dan SO42-
akan terpolarisasi di eleketroda bermuatan positif, sedangkan kation yang
bermuatan positif seperti Na+ dan Ca2+ akan terpolarisasi di elektroda
bermuatan negatif. Teknologi ini banyak digunakan untuk desalinasi dan
air brackish yang memiliki kandungan garam dibawah 10,000 mg/L karena
lebih efisien pemakaian energinya dibandingkan dengan RO dan destilasi,
hal ini disebabkan CDI dapat menghilangkan ion garam didalam air (misal
NaCl menjadi Na+ dan Cl-) sedangkan RO dan destilasi hanya
memisahkan ion garam dalam air (misal NaCl tetap NaCl).

Deionisasi
Cara kerja membran CDI dengan mengalirkan air umpan melewati elektroda, kation
akan tertarik ke elektroda negatif dan anion akan tertarik ke elektroda positif yang
dipisahkan oleh membran sehingga dihasilkan air DI atau air murni. Pada saat
proses regenerasi maka air dialirkan melewati elektroda yang sudah diubah
muatannya secara berlawanan, kation dan anion yang sebelumnya tertangkap dan
tertarik pada elektroda akan mengalir keluar melewati membran.
Untuk teknologi pengolahan air ultra murni, biasanya digunakan Continuous
Electrodeionization (CEDI).

Prinsip dasar CEDI adalah penggunaan membran penukar kation dan membran
penukar anion yang diberikan tegangan listrik, sehingga kation akan tertarik ke
katoda dan melewati membran penukar kation tetapi tidak bisa melewati membran
penukar anion, begitu juga anion yang akan tertarik pada anoda dan mampu
melewati membran penukar anion tetapi tidak bisa melewati membran penukar
kation. Pengembangan membran CEDI menggunakan resin mulai banyak
dikembangkan untuk mengoptimalkan proses pemisahan kation dan anion. Proses
ini dapat menghasilkan air yang sangat murni (ultramurni) jika feed nya hasil
pengolahan air RO dengan resistivitas hingga 10 – 18 MΩ.cm. Pada proses ini,
terjadi regenerasi secara kontinu, sebab pada area permeat sudah tidak ada lagi
anion dan kation sehingga sebagian air murni akan pecah menjadi ion hidrogen
dan ion hidroksil, kemudian asam dan basa kuat ini akan meregenerasi resin-resin
yang sudah jenuh disekitarnya.
Deionisasi 09/23/21
Deionisasi 09/23/21