Anda di halaman 1dari 27

Vektor

By:@gusw
Ruang Lingkup
Besaran skalar  besaran yang hanya
memiliki besar (panjang/nilai)
• Ex: waktu, suhu, panjang, luas, volum, massa

Besaran Vektor  memiliki besar dan arah


• Ex: kecepatan, percepatan, gaya, momentum,
medan magnet, medan listrik
Notasi Vektor
 Ruas garis berarah yg panjang dan arahnya
tertentu.

 Vektor dinyatakan dg huruf ū, u, u (bold), atau


u (italic).

 Jika u menyatakan ruas garis berarah dari A ke


B, maka ditulis dengan lambang u = AB
Notasi u dibaca “vektor u”
Penyajian Vektor
a
 Vektor sbg pasangan bilangan u   
b
 u = (a,b)
 a : komponen mendatar, b : komponen
vertikal
 Vektor sbg kombinasi vektor satuan i
dan j
 u = ai + bj
 Panjang vektor u ditentukan oleh
rumus
| u | a  b
2 2
Notasi Penulisan Vektor
 Bentuk vektor kolom:
 1 
 3  
u    atau PQ    2 
 4  0 
 Bentuk vektor baris:  

AB   3, 4  atau v    2, 3, 0
 Vektor ditulis dengan notasi:
i, j dan k
misal : a = 3i – 2j + 7k
a b a b

Dua vektor sama, Dua Vektor


a=b mempunyai besar
sama, arah
berbeda

a b
a
b
Dua vektor arah
sama, besaran Dua Vektor besar
beda dan arah berbeda
Vektor ruang 2 dimensi
adalah vektor yang terletak di satu bidang

Atau

Vektor yang hanya mempunyai dua


komponen yaitu x dan y
Penggambaran vektor 2 dimensi
1. Gambar vektor m (3,-2) dalam sumbu koordinat dengan
pangkal vektor di (0,0) !!
y

3 x
m (3,-2)

-2
2. Gambar vektor s (2,4) dalam sumbu koordinat dengan
pangkal vektor di (1,-2)

Langkah: y
1. Cari titik pangkal
2. Cari titik ujung
3. Tarik garis vektor antara
pangkal dan ujung 2

s (3,-2)

1 3 x

-2
pangkal
Panjang vektor
y
- mx adalah panjang vektor
terhadap sumbu x = 3

- my adalah panjang vektor


terhadap sumbu y = 2
3 x
my = 2 m (3,-2)

-2 - Sehingga untuk mencari panjang


mx = 3
vektor m,
digunakan rumus pytagoras :

| m | mx 2  my 2
| m | 32  2 2  13
Vektor ruang 3 dimensi
adalah Vektor yang terletak di ruang dimensi
tiga

Atau

Vektor yang mempunyai tiga komponen


yaitu x, y dan z
Penggambaran vektor 3 dimensi

z
z
Z
(v1,v2,v3)
P
v
Y
y y
X 0

x
x
Jika vektor P1 P2 mempunyai titik pangkal P1(x1,y1,z1) dan titik ujung
P2(x2,y2,z2), maka
P1 P2 = (x -x , y -y , z -z )
2 1 2 1 2 1

Dengan kata lain


P1 P2  OP2  OP1

CONTOH :
Sketsakan u=(-3, 1, 2), v = (4, 0, -8), dan carilah,
(a) u - v
(b) 6u + 2v
(c) 5(v - 4u)
 Panjang vektor a (x1,y1,z1) yang berpangkal pada
(x2,y2,z2) didefinisikan sebagai

 Contoh :
Cari panjang vektor a (5,-3,1) dengan titik pangkal
(1,1,1) !

| a | (5  1) 2  (3  1) 2  (1  1) 2  16  16  0  32  4 2
Operasi Vektor
Penjumlahan Vektor

 a1   b1 
   
Misalkan: a   a 2  dan b   b 2 
a  b 
 3  3
Jika: a + b = c , maka vektor
 a1  b1 
 
c   a 2  b2 
a b 
 3 3
 Penjumlahan vektor dapat dilakukan dengan dua
buah cara yaitu menurut aturan segitiga dan jajar
genjang

 Jika diketahui : maka :


a c a  c   a  c 
u   u  v         
b dan v  d 

     b   d  b  d 

 Panjang u+v dapat dihitung : | u  v | (a  c) 2  (b  d ) 2


Selisih Dua Vektor
 Selisih dua vektor u dan v ditulis u – v didefinisikan
sebagai u + (-v)

 Jika diketahui : maka :


a c a   c   a  c 
u 
b dan v  
d 
 u  v  u  (v)         
     b    d  b  d 

 Panjang u-v dapat dihitung : | u  v | (a  c) 2  (b  d ) 2


PERKALIAN VEKTOR

1. Perkalian Skalar dengan Vektor


2. Perkalian vektor dengan Vektor
a. Perkalian Titik (Dot Product)
b. Perkalian Silang (Cross Product)
Perkalian Vektor dengan Skalar
a
Jika u    dan k  bilangan real  ,
b
 
 a   ka 
maka : ku  k 
b 
 kb 

   

Contoh Soal :
 2 
Diketahui : 
u   3

 

Hitunglah : 3u
 2   6 
Jawab : 3u  3
  3
 
  9

   
Contoh Perkalian Vektor dengan Skalar

Diketahui :
2  10 
u
 1 
 , v
  2

   

Hitunglah :
1. -3u
2. 6v
3. 4u + 3v
4. 7u– 2v
Perkalian Titik ( Dot Product )
 Perkalian dot atau titik disebut juga perkalian skalar
(scalar product). Hal itu dikarenakan perkalian
tersebut akan menghasilkan skalar meskipun kedua
pengalinya merupakan vektor.

 Perkalian skalar dari dua vektor A dan B dinyatakan


dengan A•B, karena notasi ini maka perkalian
tersebut dinamakan juga sebagai perkalian titik (dot
product).
Perkalian dot product :

A•B = |A||B| cos θ

 Dalam bentuk komponen vektor,


bila A = [a1,a2,a3] dan B = [b1,b2,b3],
maka :
A•B = a1b1 + a2b2+ a3b3

 Diketahui :
A = [1,2,3]
B = [4,5,6]
A•B = (1x4) + (2x5)+(3x6) = 4 + 10 + 18 = 32
 Diketahui :
|A|= 5
|B| = 4
θ = 30˚
A•B = 5*4 cos 30 = 20 (1 3 ) = 10 3
2
Perkalian Silang ( Cross Product )
 Perkalian silang (cross product) disebut juga sebagai
perkalian vektor (vektor product), karena perkalian
ini akan menghasilkan vektor lain.
 Perkalian vektor antara A dan B dinyatakan dengan
A x B.
 Diketahui :
A = [1,2,3]
B = [4,5,6]

i j k
1 2 3
4 5 6

AxB = 12i+12j+5k-8k-15i-6j = -3i+6j-3k


AxB = [-3 6 -3]
 Diketahui :
A = [3,5,1]
B = [2,-3,1]

 Ditanya :
1. A•B
2. B•A
3. A x B
4. B x A