Anda di halaman 1dari 26

SISTEM PENGHANTARAN OBAT

KELOMPOK 3

: Ardiyah Nurul Fitri Marzaman _ N012211044


Desy Ayu_NIM
Fathoanah Qiran Sakinah_N012211003
Klasifikasi BCS (Biopharmaceutical Classification System)

Klasifikasi BCS
Kelas Ket. Contoh obat
Metoprolol, Diltiazem,
I Permeabiitas tinggi, Kelarutan tinggi
Verapamil, Propranolol
Fenitoin, Danazol,
Ketokonazol, asam
II Permeabilitas Tinggi, Kelarutan rendah
mefenamat, Nifedipine

Simetidin, Acyclovir,
III Permeabilitas rendah, Kelarutan tinggi Neomycin B, Captopril,
Ranitidine
Taxol, hydroclorthiaziade,
IV Permeabilitas rendah, Kelarutan rendah
furosemid
Formulasi Tablet Gastroretentive
Mokoadhesife Ranitidin
Latar Belakang
Perkembangan sistem penghantaran obat pada dekade belakangan ini telah sampai
pada penggunaan teknologi mukoadhesif. Beberapa keunggulan mukoadhesif
ketika diaplikasikan kepada sistem penghantaran obat antara lain
• dapat meningkatkan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat karena bentuk
sediannya dapat diterima dengan baik oleh pasien,
• meningkatkan efikasi obat,
• mengurangi efek samping,
• jarak pemberian dosis lebih panjang, maka kebutuhan tidur penderita tidak
terganggu dan
• tentu saja berimbas pada pencapian kualitas hidup pasien yang lebih baik.
ALASAN FORMULASI RANITIDIN GRDDS

Faktor-faktor Ranitidin dibuat dalam Gastroretentive Drug Delivery System (GRDDS) bentuk sediaan Tablet Floating :

1. Ranitidin termasuk obat yang molekulnya memiliki penyerapan yang kecil pada usus tetapi memiliki penyerapan yang baik di
lambung dan bagian atas gastroinstestinal.

2. Waktu paruh ranitidin yaitu 2 – 3 jam

3. Bioavailabilitas absolut ranitidin 50 –60%

4. Selain itu dosis 300 mg ranitidin akan terjadi fluktuasi kadar dalam plasma, sehingga perlu alternative pelepasan secara lepas
lambat (sustained release) untuk mengontrol pelepasan ranitidin
Rumusan Masalah dan Tujuan

Bagaimana formulasi yang


baik untuk sediaan tablet ● Memahami tentang sediaan, formulasi
gastroretentive
dan evaluasi dari tablet gastroretentive
mukoadhesif
mukoadhesif.

Bagaimana cara
pembuatan tablet
gastroretentive
mukoadhesif?

Bagaimana evaluasi yang


dilakukan untuk tablet
gastroretentive
mukoadhesif?
Gastro Retentive Drug Delivery System (GRDDS)

Sebuah pendekatan untuk memperpanjang waktu tinggal obat di lambung dan


menargetkan pelepasan obat yang spesifik pada saluran cerna untuk memberikan
efek lokal maupun sistemik

Kelebihan dan kekurangan GRDDS


 Meningkatkan absorbsi obat
 Diperlukan konsentrasi cairan
yang cukup tinggi
 Obat dihantarkan secara terkontrol
 Meminimalkan iritasi mukosa oleh  Tidak semua obat cocok dengan
obat metode ini.
 Mudah diberikan dan pasien
sehingga merasa lebih nyaman.  Obat - obatan yang iritan
terhadap mukosa lambung tidak
cocok untuk diformulasi GRDDS.
Mukoadhesif
Mukoadhesif adalah suatu interaksi antara permukaan mucus dengan polimer sintetis
atau alami. Sediaan mukoadhesif dirancang untuk melekat pada lapisan mukosa.

Mekanisme Kerja Polimer Mukoadhesif


Prinsip penghantaran obat dengan sistem mukoadhesif adalah
memperpanjang waktu tinggal obat pada organ tubuh yang mempunyai lapisan
mukosa.

Mekanisme kerja dari polimer mukoadhesif adalah sebagai berikut:


 Terjadi kontak antara polimer dengan permukaan mukosa yang disebabkan karena
adanya pembasahan yang baik ataupun karena swelling pada polimer.
 Setelah berkontak, terjadi penetrasi dari rantai polimer kedalam permukaan jaringan atau
interpenetrasi rantai polimer dan mukosa.
 Terbentuklah ikatan kimia antara rantai polimer dengan molekul musin, yang
mempertahankan pelekatan polimer ke mukosa.
Karakteristik Sediaan
Ranitidin HCl adalah golongan histamine
H2 receptor antagonist yang aktif secara Waktu paruh ranitidine HCl yaitu 2 – 3
luas digunakan pada kasus ulkus jam, bioavailabilitas absolut ranitidine
lambung, ulkus deudenum, Zollinger HCl 50 – 60%, ranitidin HCl sangat baik
Ellison syndrome, penyakit diabsorbsi di lambung.
gastroesofagus, esofagitis erosif, dan
ulkus karena induksi NSAID

bentuk sediaan lepas lambat yaitu gastroretentive


Ranitidin HCl dosis 300 mg akan terjadi sistem floating-muccoadhesive drug delivery
fluktuasi kadar dalam plasma, sehingga system. Sistem pelepasan obat ini diharapkan
perlu alternative pelepasan secara lepas dapat meningkatkan penghantaran obat di lambung
lambat (sustained release) untuk secara terus menerus dalam periode waktu yang
lama sehingga biovalaibilitas ranitidin HCl dapat
mengontrol pelepasan ranitidin meningkat
Sifat Fisika Kimia Bahan Aktif (Martindale, 2012)

1. Ranitidin HCL
● Pemerian: Serbuk kristal berwarna putih sampai
kuning pucat, tidak berbau
● Kelarutan: Sangat mudah larut dalam air, agak
sukar larut dalam alkohol.
● Kegunaan: Untuk pengobatan tukak lambung,
tukak usus, Zollinger-Ellison syndrome,
gastroesophageal reflux disease (GERD) dan
erosi esofagus
Sifat Fisika Kimia Bahan Tambahan (Handbook of
excipient, 2012)
3. Na. Bikarbonat 4. Mg. Stearat
● Pemerian : Serbuk hablur, putih, stabil di ● Pemerian : Serbuk halus, putih, bau
udara kering, tetapi dalam udara lembab lemah khas, mudah melekat di kulit,
secara perlahan-lahan terurai. bebas dari butiran
● Kelarutan: Larut dalam air, tidak larut ● Kelarutan : Tidak larut dalam air, dalam
dalam etanol etanol, dan dalam eter
● Kegunaan: Komponen pembentukan gas ● Kegunaan: Lubrikan
● Penggunaan: 0,25 – 5 %
Sifat Fisika Kimia Bahan Tambahan
(Handbook of Excipients, 2012)
5. Talk 6. PVP (Polivinil Pirolidon)
Pemerian: Serbuk hablur, sangat halus , licin , Pemerian : Pemerian serbuk halus berwarna
mudah melekat pada kulit. Bebas dari butiran putih sampai putih kekuning-kuningan, tak
warna putih/putih kelabu berbau atau hampir berbau, higroskopis.
Kelarutan: Tidak larut hampir semua pelarut. Kelarutan : Larut dalam asam, kloroform, etanol
Kegunaan: zat tambahan (glidan) (95%), keton, methanol dan air. Tidak larut
Penggunaan: 1 – 10 % dalam eter, hidrokarbon, dan minyak mineral.
Kegunaan: Pengikat
Penggunan: 3 – 10 %
Sifat Fisika Kimia Bahan Tambahan
(Handbook of excipients)
8. HPMC (Cellulose Hydroxypropil methyl ether) K4M
7. Amylum
● Pemerian: Serbuk putih atau hampir putih, tidak
● Pemerian: Tidak berbau dan berasa, serbuk
berbau, tidak berasa
berwarna putih berupa granul granul kecil ● Kelarutan: Larut dalam air dingin, praktis tidak larut
berbentuk sterik atau oval dalam kloroform, etanol (95%) dan eter; namun larut
● Kelarutan: Praktis tidak larut dalam etanol dalam campuran etanol dan klorometana,campuran
dingin (95%) dan air dingin. Amilum metanol dan diklorometana, dan campuran air dan
mengembang dalam air dengan konsentrasi 5- alkohol. Larut dalam larutan aseton encer, campuran
10 % pada 37˚C diklorometana dan propan-2-ol, dan pelarut organik
● Kegunaan: Glidan; pengisi tablet dan kapsul; lain
penghancur tablet dan kapsul; pengikat tablet. ● Kegunaan: matriks bioadhesif, matriks penyalut,
matriks sustained relae, bahan pengemulsi, matriks
mukoadhesif, bahan pensuspensi, matriks extended
relase, matriks dalam modifikasi pelepasan
● Penggunaan: 20 – 25%
Sifat Fisika Kimia Bahan Tambahan
(Handbook of Excipients, 2012)

9. Laktosa: 10. Karmin


● Pemerian: Berupa serbuk atau massa ● Pemerian: Serbuk atau masa hablur
hablur, keras, putih atau putih krem. keras,merah,tidak berbau,dan rasa sedikit
Tidak berbau dan rasa sedikit manis. manis,stabil di udara tetapi t idak mudah
● Kelarutan: Mudah larut dalam air dan menyerap bau
lebih mudah larut dalam air mendidih, ● Kelarutan: Mudah/pelan-pelan larut dalam
sangat sukar larut dalam etanol, tidak air,mudah larut dalam air mendidih,sangant
larut dalam kloroform dan dalam eter sukar larut dalam etanol,tidak larut dalam
● Kegunaan: sbg bahan pengisi tablet kloroform dan eter.
● Kegunaan: Bahan tambahan, pewarna
Prosedur Kerja Pembuatan tablet lepas lambat

Tahap pengeringan,
diayak dengan mesh dikeringkan granul dalam
Siapkan alat dan 14 hingga terbentuk oven pada suhu 40°C -
bahan ditimbang granul 60°C. Dan diayak dengan
Mesh 22

Campurkan bahan
Masukan Ranitidine pengikat PVP K-30 ke
Dilakukan evaluasi
HCL+ HPMC K4M dalam isopropyl alcohol
qs sampai terbentuk terhadap granul
gerus halus homogen
massa basah

Tambahkan
Tambahkan carbopol
Laktosum + amylum Granul yang sudah kering di campur
+ Na. Bikarbonat dengan magnesium stearat (lubrikan),
+ karmin gerus halus
gerus halus homogen talcum (glidant) setelah itu di cetak.
homogen
Dilakukan evaluasi terhadap tablet
Uji sifat alir massa Uji Moisture Content
granul Granul

timbang 100 gram granul dimasukkan kelembapan granul diuji berdasarkan


dalam corong lalu dicatat waktu sebagai perhitungan % Moisture Content
waktu alirnya

sudut diam dihitung berdasarkan


perbandingan antara tinggi dengan
diameter lingkaran yang terbentuk
Evaluasi uji tablet Floating Mukoadhesive Ranitidine
HCL
Friability
● Sebanyak 10 tablet ditimbang (W1) dibersihkan dari serbuk
yang menempel, diletakkan ke dalam friabilator. Alat akan
Keseragaman ukuran dijalankan dengan kecepatan 25 rpm selama 4 menit tablet
● Sebanyak 10 tablet diambil secara acak, uji kemudian dikeluarkan dan dibersihkan dari serbuk yang
keseragaman ukuran dilakukan dengan mengukur menempel kemudian ditimbang (W2).Kemudian hitung %
panjang, lebar, dan ketebalan menggunakan kerapuhannya, replikasi 3x persyaratan kehilangan bobot
jangka sorong adalah ≤ 1%.
● % Kerapuhan= X 100%

○ Keseragaman bobot Swelling index


● Sebanyak 20 tablet diambil secara acak kemudian ● Tablet ditimbang menggunakan neraca analitik, disebut
ditimbang menggunakan timbangan digital, bobot dengan bobot awal (W0), kemudian dimasukkan ke dalam
masing masing dibandingkan dengan bobto rata- beaker glass yang berisi 200ml medium HCL 0,1 N,
rata untuk menentukan variasi bobot tablet kemudian di inkubasi pada suhu 37 derajat Celcius .
Formulasi Tablet Acyclovir Controlled
Release
ABOUT THE
PROJECT
Asiklovir merupakan analog sintetik dari guanin yang
digunakan dalam pengobatan dan pencegahan
penyakit infeksi akibat virus herpes simpleks atau
varicella zoster. Asiklovir bekerja spesifik
terhadap virus herpes dengan mekanisme kerja
mengganggu sintesis DNA dan menghambat
replikasi virus (Louisa dan Rianto, 2007).

Penyerapan asiklovir pada saluran cerna berubah-ubah dan


tidak sempurna (AHFS, 2008). Meningkatkan waktu kontak
asiklovir dengan tempat absorpsinya dapat meningkatkan
biovaibilitas dua kali lipat (Lewis, et al., 1986). Oleh karena
itu, diperlukan strategi pengembangan sediaan controlled
release yang dapat bertahan di saluran cerna dalam waktu
yang cukup lama.
Acyclovir

Salah satu pengembangan sediaan controlled release adalah Gastro Retentive Drug Delivery System (GRDDS) dimana obat dipertahankan

dilambung untuk beberapa waktu sehingga absorpsi dapat berlangsung lebih lama, bioavabilitas meningkat dan mengurangi obat yang

terbuang sia-sia. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan waktu tinggal di lambung diantaranya adalah floating system

yang merupakan system dengan densitas kecil, yang memiliki kemampuan mengembang kemudian mengapung dan tinggal di lambung

untuk beberapa waktu. Pada saat sediaan mengapung di lambung,obat dilepaskan perlahan pada kecepatan yang dapat ditentukan, hasil

yang dapat diperoleh adalah peningkatan gastric residence time (GRT) dan pengurangan fluktuasi konsentrasi obat dalam plasma

(Hanum, 2011)
Faktor pembuatan sediaan Lepas lambat
Beberapa sifat biologi yang perlu diperhatikan di dalam sediaan lepas lambat adalah (Lee dan Robinson 1979) :
Obat yang lambat diabsorbsi atau memiliki kecepatan absorbsi yang bervariasi sulit untuk dibuat sediaan lepas
lambat.
Obat dengan volume distribusi yang tinggi dapat mempengaruhi kecepatan eliminasinya sehingga tidak cocok
untuk sediaan lepas lambat.
Obat dengan waktu paro panjang dan dosis besar tidak cocok untuk sediaan lepas lambat, obat dengan waktu
paro yang panjang dengan sendirinya akan dapat mempertahankan kadar obat dalam indeks terapeutiknya
sehingga tidak perlu dibuat sediaan lepas lambat.
Obat dengan indeks terapeutik yang sempit memerlukan kontrol yang teliti terhadap kadar obat yang dilepaskan
dalam darah,sediaan lepas lambat berperan dalam mengontrol pelepasan obat agar tetap dalam indeks
terapeutiknya.
Sediaan lepas lambat dapat digunakan pada obat yang metabolismenya secara luas, asalkan kecepatan
metabolismenya tidak terlalu tinggi.
Sifat Fisika Kimia Bahan Tambahan (Handbook of
excipient, 2012)
1. Avicel 2. Mg. Stearat
● Pemerian : kristal putih Kristal pu ● Pemerian : Serbuk halus, putih, bau
● Kelarutan: Tidak larut dalam air, tidak lemah khas, mudah melekat di kulit,
reaktif, mudah mengalir dan daya bebas dari butiran
kompresibilitas tinggi ● Kelarutan : Tidak larut dalam air, dalam
● Kegunaan: Pengikat etanol, dan dalam eter
● Kegunaan: Lubrikan
● Penggunaan: 0,25 – 5 %
Sifat Fisika Kimia Bahan Tambahan (Handbook of
excipient, 2012)
3. PVP (Polivinil Pirolidon) 4. Guar gum
• Pemerian : Pemerian serbuk halus berwarna ● Pemerian :serbuk halus lebih sukar di
putih sampai putih kekuning-kuningan, tak dispersikan
berbau atau hampir berbau, higroskopis. ● Kelarutan :Praktis tidak larut dalam
● Kelarutan : Larut dalam asam, kloroform, pelarut organik, dalam air dingin dan air
etanol (95%), keton, methanol dan air. panas.
Tidak larut dalam eter, hidrokarbon, dan ● Kegunaan : stabilisator
minyak mineral.
● Kegunaan: Pengikat
● Penggunan: 3 – 10 %
Prosedur Formulasi (Raju, et al. 2012)

1 2 3 4

Granulasi Massa Ganul Pencetakan Tablet Evaluasi Tablet


● Formulasi tablet yang berbeda
Kuantitas massa granul Berat praktis tablet
dibuat dengan teknik granulasi
selanjutnya diayak dengan dihitung berdasarkan
basah. pengayak granul nomor 22/44
● Semua serbuk diayak dengan dan dikeringkan dalam lemari
kandungan obat
ayakan mesh 60#. pengering pada suhu 40oC granulasi, dan tablet
● penggunaan pengikat B- selama 12 jam. Granul kering dikompresi
cyclodextrine dalam alkohol 70 selanjutnya diayak dan menggunakan mesin
% dengan cara disemprot sampai ditambahkan Avicel pH 10.1, kompresi tablet kempa
dan Mg. Stearat sebagai langsung
terbentuk massa granul yang
lubrikan
memenuhi syarat.
Evaluasi granul dan tablet (Raju, et al. 2012)

Uji kadar air dan susut UJI SUDUT DIAM KECEPATAN ALIR
pengeringan

PENETAPAN BOBOT KESERAGAMAN UJI DISOLUSI


JENIS BOBOT DAN FLOATING TABLET
KANDUNGAN
THANKS
Do you have any questions?
youremail@freepik.com
+91 620 421 838
yourcompany.com

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon,
and infographics & images by Freepik

Please keep this slide for attribution