Anda di halaman 1dari 41

PENGUKURAN VARIABEL

METODOLOGI PENELITIAN
PENGUKURAN VARIABEL
1. Definisi Operasional
2. Jenis-Jenis Skala Pengukuran
3. Skala Sikap
4. Pengembangan Instrumen
1. Definisi Operasional
 Definisi dari Definisi Operasional :
Definisi yang diberikan kepada suatu
variabel/konstruk dengan cara memberi arti,
menspesifikasikan kegiatan atau memberi suatu
operasional yang diperlukan
 Contoh: garam adalah suatu zat yang dibentuk dari
kombinasi antara Natrium dan Khlor
Definisi Operasional Variabel
 Definisi suatu konsep atau constract merupakan
suatu definisi yang menyatakan secara jelas dan
akurat mengenai bagaimana suatu konsep atau
constract tersebut diukur.
 Pengukuran dengan melihat dimensi perilaku,
aspek, atau karakteristik yang ditunjukkan oleh
suatu konsep.
Menyusun Definisi Operasional
Variabel
 Variabel harus didefinisikan secara operasional
agar lebih mudah dicari hubungannya antara satu
variable dengan lainnya dan pengukurannya.

 Tanpa operasionalisasi variable, peneliti akan


mengalami kesulitan dalam menentukan
pengukuran hubungan antar variable yang masih
bersifat konseptual.
Operasionalisasi variabel bermanfaat untuk:

1) mengidentifikasi criteria yang dapat diobservasi


yang sedang didefinisikan
2) menunjukkan bahwa suatu konsep atau objek
mungkin mempunyai lebih dari satu definisi
operasional
3) mengetahui bahwa definisi operasional bersifat
unik dalam situasi dimana definisi tersebut harus
digunakan.
Cara-Cara Menyusun Definisi Operasional

 Definisi operasional Tipe A dapat disusun didasarkan pada


operasi yang harus dilakukan, sehingga menyebabkan
gejala atau keadaan yang didefinisikan menjadi nyata atau
dapat terjadi.
 Dengan menggunakan prosedur tertentu peneliti dapat
membuat gejala menjadi nyata.
 Contoh: “Konflik” didefinisikan sebagai keadaan yang
dihasilkan dengan menempatkan dua orang atau lebih pada
situasi dimana masing-masing orang mempunyai tujuan
yang sama, tetapi hanya satu orang yang akan dapat
mencapainya.
Cara-Cara Menyusun Definisi
Operasional
 Definisi operasional Tipe B dapat disusun
didasarkan pada bagaimana obyek tertentu yang
didefinisikan dapat dioperasionalisasikan, yaitu
berupa apa yang dilakukannya atau apa yang
menyusun karaktersitik-karakteristik dinamisnya.
 Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan
sebagai seorang yang mendapatkan nilai-nilai
tinggi di sekolahnya.
Cara-Cara Menyusun Definisi
Operasional
 Definisi operasional Tipe C dapat disusun
didasarkan pada penampakan seperti apa obyek
atau gejala yang didefinisikan tersebut, yaitu apa
saja yang menyusun karaktersitik-karaktersitik
statisnya.
 Contoh: “Orang pandai” dapat didefinisikan
sebagai orang yang mempunyai ingatan kuat,
menguasai beberapa bahasa asing, kemampuan
berpikir baik, sistematis dan mempunyai
kemampuan menghitung secara cepat.
Definisi Operasional harus mengandung
Kriteria Keunikan
 Dalam menyusun definisi operasional, definisi tersebut
sebaiknya dapat mengidentifikasi seperangkat criteria unik
yang dapat diamati.
 Semakin unik suatu definisi operasional, maka semakin
bermanfaat. Karena definisi tersebut akan banyak
memberikan informasi kepada peneliti, dan semakin
menghilangkan obyek-obyek atau pernyataan lain yang
muncul dalam mendifinisikan sesuatu hal yang tidak kita
inginkan tercakup dalam definisi tersebut secara tidak
sengaja dan dapat meningkatkan adanya kemungkinan
makna variable dapat direplikasi/ganda
Contoh….

 Jika anda memiliki rumusan masalah “Adakah pengaruh


tingkat Hunian Kamar terhadap Pendapatan Hotel X”

 Variabel Tingkat Hunian Kamar adalah……. (jelaskan


apa yang anda maksud secara teory maupun praktis
dilapangan)

 Variabel Pendapatan Hotel X adalah…… (jelaskan apa


yang anda maksud dengan pendapatan, pendapatan apa
sajakah..? Harus jelas dan praktis)
2. Pengertian Skala
 Skala adalah seperangkat nilai angka yang ditetapkan
kepada subyek, obyek, atau tingakah laku denga tujuan
mengukur sifat. Skala ini biasa digunakan untuk mengukur
sikap, nilai – nilai, dan minat. Skala ini digunakan untuk
mengukur seberapa jauh seseorang memiliki ciri yang ingin
diteliti.
 Skala adalah alat untuk mengukur nilai, sikap, minat,
perhatian, yang disusun dalam bentuk pernyataan untuk
dinilai oleh responden dan hasilnya dalam bentuk rentangan
nilai sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
Jenis-Jenis Skala Pengukuran

Pada dasarnya terdapat 4 jenis skala pengukuran,


yaitu :
1. Skala Nominal
2. Skala Ordinal
3. Skala Interval
4. Skala Rasio
1. Skala Nominal
 Adalah skala yang memungkinkan peneliti
mengelompokkan subyek kedalam katagori atau
kelompok.
• Misal gender responden dapat dikelompokkan dalam 2
katagori : Pria dan wanita. Skala gender dapat dinyatakan
dalam angka :  Pria = 1 dan Wanita = 2.
• Skala Nominal bersifat mutualy exlusive dan masing-
masing anggota himpunan tersebut tidak ada perbedaan
nilai. 
2.Skala Ordinal
 Skala ordinal yaitu skala yang didasarkan pada
ranking, diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi
sampai jenjang yang paling rendah atau
sebaliknya.
 contoh:
status sosial: kaya(1)
sederhana (2)
miskin (3)
3. Skala Interval
 Skala Interval memungkinkan mengukur beda
antara dua titik dalam skala, menghitung means
dan standar deviasi data.
• Contoh :
Jarak waktu jam.08.00 – 10.00 adalah sama
dengan jarak waktu 16.00 – 18.00. Tetapi kita
tidak dapat menyatakan bahwa jam.16.00 dua kali 
lebih lambat dibandingkan jam.08.00.
4. Skala Rasio
 Skala Rasio merupakan kedudukan data yang
tertinggi, dimana memiliki nilai nol yang orisinal.
• Misal : Jika aset perusahaan A sebanyak Rp. 10
Milyar dan aset perusahaan B sebanyak Rp. 5
Milyar, maka rasio A & B adalah 2 : 1.
Tipe-Tipe Skala Pengukuran
a. Skala pengukuran untuk mengukur perilaku
susila dan kepribadian.misal: skala sikap,skala
moral,test karakter,skala partisipasi sosial.
b. Skala pengukuran untuk mengukur berbagai
aspek budaya lain dan lingkungan sosial. misal:
skala mengukur status sosial ekonomi,dll.
Jenis-Jenis Skala
1. Skala Penilaian
Skala penilaian mengukur penampilan atau perilaku orang
lain oleh seseorang melalui pernyataan perilaku individu
pada suatu kategori yang bermakna nilai. Titik atau
kategori diberi nilai rentangan mulai dari yang tertinggi
sampai yang terendah. Rentangan bisa dalam bentuk huruf,
angka, kategori seperti; tinggi, sedang, baik, kurang, dan
sebagainya.
2. Skala Sikap
Skala sikap digunakan untuk mengukur sikap seseorang
terhadap objek tertentu. Sikap pada hakikatnya adalah
kecenderungan berperilaku pada seseorang.
Bentuk-Bentuk Skala Sikap
 Bentuk skala yang dapat di pergunakan dalam
pengukuran bidang pendidikan yaitu:
1) Skala Likert
2) Skala Guttman
3) Semantik Differensial
4) Rating Scale
5) Skala Thurstone
1) Skala Likert
• Skala likert ialah skala yang dapat di pergunakan untuk
mengukur sikap,pendapat,dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang tentang suatu gejala atau fenomena
pendidikan. Skala ini memuat item yang diperkirakan
sama dalam sikap atau beban nilainya, subjek merespon
dengan berbagai tingkat intensitas berdasarkan rentang
skala antara dua sudut yang berlawanan, misalnya:
• Setuju – tidak setuju
• Menerima –menolak
Model skala ini banyak digunakan dalam kegiatan
penelitian, karena lebih mudah mengembangkannya dan
interval skalanya sama.
Contoh:
Semua peserta latihan dapat menyusun
program studinya sendiri.
Alternatif jawaban :
Sangat setuju ( SS ), Setuju ( S ), Ragu-
Ragu ( RR ), Sangat Tidak Setuju ( STS )
CONTOH SKALA LIKERT
Ketentuan: 1 semakin sangat tidak setuju
5 semakin sangat setuju
1. My work is very interesting 12345
2. I am not engrossed in my work 12345
all day
3. Life without my work will be dull 1 2 3 4 5
CONTOH SKALA LIKERT
Ketentuan: 1 semakin tidak pernah sama sekali
5 semakin seringkali
1. Saya mengulang materi kuliah 12345
pada malam harinya
2. Saya membuat catatan kecil untuk 12345
memudahkan saya belajar
3. Saya akan menambah materi kuliah 12345
melalui pencarian di internet
Tabulasi data
No resp/ 1 2 3 4 5 6 7 8 Juml
no soal
A 2 3 2 4 4 5 5 1

B 2 3 3 3 4 5 4 2

C 3 5 4 3 4 5 4 2

D 2 4 4 4 3 4 4 1

E 1 3 3 5 3 4 5 2
Contoh Perhitungan Skala Likert
Tabel Skor Kebiasaan Belajar Mahasiswa

No resp Skor No resp Skor 1. Skor dirank


1 89 11 83 2. Kel. Upper adalah
2 89 12 83
27% dari juml
3 87 13 83
4 87 14 83
sampel
5 86 15 80 3. Kel. Lower = 27%
6 86 16 80 dari juml sampel
7 86 17 79 4. garis contimum attitudinal
8 86 18 79
9 85 19 75
89 75
10 83 20 75
2) Skala Guttman
 Skala guttman yaitu skala yang mengiginkan tipe
jawan tegas, seperti jawaban benar salah,ya –
tidak, pernah – tidak pernah,positif- negatif, tinggi
–rendah, baik –buruk, dan seterusnya.pada skala
Guttman ada dua interval yaitu setuju dan tidak
setuju.selain dapat dibuat dalam bentuk
pertanyaan pilihan ganda, skala Guttman dapat
juga dibuat dalam bentuk daftar checklist.
 Skala Guttmann
– Jenis skala ini hanya mengukur satu dimensi
dari satu variabel yang memiliki beberapa
dimensi.
– Misalnya seorang peneliti ingin
mengumpulkan data tentang kebutuhan
mahasiswa, ditentukan 4 macam kebutuhan
yaitu :
• Berteman
• Belajar
• Rekreasi
• istirahat
 Misalkan salah satu dimensi dari keempat
dimensi tadi akan dibagi menjadi 5 pernyataan
dalam kuesioner.
 Skala Guttmann akan menggunakan kelima
pernyataan tersebut sebagai item.
 Misal dimensi Belajar dibagi menjadi 5
pernyataan (dari kebutuhan yang paling rendah
dahulu) :
– Untuk mencari ilmu
– untuk melanjutkan pendidikan
– Untuk mendapatkan gelar
– Untuk mendapatkan ijazah
– Untuk syarat dalam mencari kerja
Hirarki kebutuhan
A. Kebutuhan akan syarat mencari kerja
B. Kebutuhan akan ijazah
C. Kebutuhan akan gelar
D. Kebutuhan untuk melanjutkan pendidikan
E. Kebutuhan akan ilmu
Dalam bentuk pertanyaan :
1. Apakah dengan belajar akan terpenuhi kebutuhan anda dalam
mencari ilmu ?
(Ya / Tidak)
2. Apakah dengan belajar akan terpenuhi kebutuhan anda dalam
melanjutkan pendidikan ?
(Ya / Tidak)
3. Apakah dengan belajar akan terpenuhi kebutuhan anda dalam
mendapatkan gelar ?
(Ya / Tidak)
4. Apakah dengan belajar akan terpenuhi kebutuhan anda dalam
mendapatkan ijazah ?
(Ya / Tidak)
5. Apakah dengan belajar akan terpenuhi kebutuhan anda dalam
memenuhi syarat mencari kerja ?
(Ya / Tidak)
 Berikut contoh hasil penilaian dari 10 responden.
 Dimana diatur dari kiri ke kanan, mulai dari pertanyaan yang
paling banyak memiliki jawaban YA (positif) sampai yang
paling sedikit.
3) Semantik Differensial
 Skala differensial yaitu skala untuk mengukur sikap,tetapi
bentuknya bukan pilihan ganda atau checklis, tetapi tersusun
dalam satu garis kontinum dimana jawaban yang sangat
positif terletak dibagian kanan garis,dan jawaban negatif
disebelah kiri garis, atau sebaliknya.
 contohnya:
berilah tanda x pada nilai yang sesuai dengan persepsi anda.
tidak ramah-------------------------------------------ramah
12345
4) Rating Scale
 Data –data skala yang diperoleh melaui tiga macam skala
diatas adalah data kualitatif yang kemudian
dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale,data yang
diperoleh adalh data kuanitatif(angka) yakng kemudian
ditafsirkan dalm pengertian kualitatif. Skala ini lebih
fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi juga
digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap
fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status
sosial ekonomi, pengetahuan,kemampuan,dan lain-lain.
5) Skala Thurstone
 Skala thurstone ialah skala yang disusun dengan memilih
butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki
kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai
yang berjarak sama. Skala thurstone dibuat dalam bentuk
sejumlah (40-50) pertanyaan yang relevan dengan variabel
yang hendak diukurkemudian sejumlah ahli (20-40) orang
yang menilai relevansi pertanyaan itu dengan konten atau
konstruk variabel yang hendak diukur. Nilai 1 pada skala
diatas menyatakan sangat tidak relevan, sedangkan nilai 11
menyatakan sangat relevan.
Instrumen
 Sebuah instrumen dikatakn baik jika memenuhi dua kriteria sebagai
berikut:
a. Valid :Valid adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan
atau kesahihan suatu alat ukur. Valid berarti instrumen tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Analoginya
misalnya meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang
dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang.
Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat.
b. Reliabel :Reliabel adalah keajekan (konsistensi) alat pengumpul data/
instrumen dalam mengukur apa saja yang diukur. Instrumen yang reliabel
maksudnya instrumen yang jika digunakan beberapa kali untuk mengukur
objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Meteran dari karet
yang digunakan untuk mengukur panjang merupakan contoh alat ukur
yang tidak reliabel.
Langkah-Langkah Menyusun
Instrumen :
a. Mengindentifikasi variabel-variabel dalam rumusan judul penelitian.
b. Menjabarkan variabel tersebut menjadi sub variabel/dimensi
c. Mencari indikator/ aspek setiap sub variabel
d. Menderetkan deskriptor dari setiap indikator
e. Merumuskan setiap deskriptor menjadi butir-butir instrumen
f. Melengkapi instrumen dengan petunjuk pengisian dan kata
pengantar.
Selain itu, dalam menyusun butir-butir instrumen
pengumpulan data perlu juga diperhatikan:
a. Pertimbangan dari peneliti: (1) mengenai variabel yang
akan diungkap, (2) tersedianya tenaga, waktu, dana, dan
mudahnya analisis, (3) teknik pengujian realibilitas yang
akan dipilih.
b. Pertimbangan dari responden: (1) pemahaman responden
tentang item-item pernyataan/pertanyaan, (2) kesibukan
responden, maksudnya menyangkut pekerjaan dikantor,
nelayan,petani,dokter, dll.
Metode dan Instrumen Pengumpulan Data

 Jenis metode dan jenis instrumen yang digunakan sebagai


berikut:
a. Angket (questionnaire): angket, daftar cocok, skala, dan
inventori dll.
b. Wawancara (interview): pedoman wawancara, daftar
cocok dll.
c. Pengamatan/observasi (observation): lembar pengamatan,
panduan pengamatan, panduan observasi, daftar cocok dll.
d. Ujian atau tes (test): soal ujian/tes, inventori dll.
e. Dokumentasi: daftar cocok, tabel, gambar dll.
Selesai
TERIMA KASIH