Anda di halaman 1dari 188

PENINGKATAN MUTU

PEMBELAJARAN
Sri Hartati

HP/WA 081326504252

Widyaiswara LPMP
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
500sekolah Sekolah Rujukan
@ 100.000.000
1

500 sekolah 2 SMK Yang Melaksanakan Teaching Factory


@200.000.000
220 sekolah
@50.000.000
3 Penyelarasan Program Keahlian (Dual System) 4 thn
BANTUAN
500 sekolah
PEMERINTA @25.000.000 4 Peningkatan Mutu Penilaian
H SUBDIT
284 sekolah
KURILULU @30.000.000 5 Penyusunan Bahan Ajar Kejuruan
M
2019 142 sekolah
@30.000.000 6 Penyusunan Bank Soal Kejuruan
625 sekolah
@20.000.000 7 Penguatan Pembelajaran Kewirausahaan
50 sekolah
@50.000.000 8 Pengembangan Pendidikan Produk Kreatif

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PENINGKATAN MUTU
PEMBELAJARAN
PERMEN 34 TAHUN 2018

Lampiran 3 ttg Standar Proses


Standar proses pembelajaran SMK/MAK, yang selanjutnya disebut
standar proses pembelajaran adalah kriteria
minimal mengenai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengawasan
pembelajaran pada satuan pendidikan menengah kejuruan untuk
mencapai kompetensi lulusan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PROSES PEMBELAJARAN

• adalah interaksi antara sesama peserta didik, antara


peserta didik dengan pendidik, dan antara peserta didik
dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Pembelajaran HOTS …?

gg.gg/awal-hots
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
RUANG LINGKUP
• Latar belakang Pembelajaran HOTs
• Konsep Pembelajaran yang HOTs
• Langkah-langkah Merancang Pembelajaran HOTs
• Kriteria dalam memilih dan menentukan model pembelajaran
• Komponen Silabus
• Komponen RPP
• Pengintegrasian PPK, Literasi, 4C, HOTs dalam RPP

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SKENARIO

Analisis Rancangan
Brainstorming Overview Pembelajaran
HOTs

Konfirmasi Presentasi

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Latar belakang Pembelajaran HOTs

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


TREND

Karakteristik
Revolusi Industri 4.0 Generasi Muda Kecakapan Abad 21
Masa Kini
• Big Data • Generasi Z • Komunikasi
• Artificial • Kolaborasi
Intelligence • Berpikir Kritis
• Kreativitas
Revolusi Industri 4.0
Revolusi Industri keempat memanfaatkan kemajuan pesat
di bidang komputasi digital  konkritnya adalah
pertukaran data, komputasi awan (cloud) , data besar (big
data), kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IOT),
dan banyak lagi.

Kemampuan ini memicu


integrasi antara
dunia aktual dan dunia virtual; yang
fisik dan yang cyber (Cyber physical System).
Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intellegence atau kecerdasan buatan adalah


sebuah perangkat komputer yang mampu
memahami lingkungan di sekitarnya, sekaligus mengambil
tindakan, atau menyelesaikan masalah layaknya manusia
menggunakan kecerdasannya

Dalam bahasa yang mudah dimengerti, AI itu merupakan


mesin yang bisa melakukan fungsi-fungsi
kognitif seperti seperti “berpikir” dan
“memecahkan masalah”.
Tantangan Globalisasi - Abad 21

35% jenis pekerjaan akan hilang


pada 2025
Inovasi Disruptif

15
Memahami Karakteristik Generasi Z

Bangku-bangku sekolah saat ini didominasi oleh anak-anak


generasi Z (Gen Z),
Menurut Don Tapscott generasi Z merupakan anak-anak
yang terlahir antara 1998 hingga 2012.

Jika merujuk pada pembagian ini maka Gen Z itu sedang mengisi
bangku-bangku sekolah mulai dari kelas 3 SD hingga tahun-tahun
akhir perguruan tinggi.
David Stillman dan Jonah Stillman (2018), dalam
bukunya “Generasi Z” mengidentifikasi tujuh
karakteristik generasi Z, yaitu:

1. Figital (Fisik Digital)


2. Hiperkustomisasi
3. Realistis
4. Weconomist
5. Fear of missing out (FOMO)
6. Do it yourself (DIY)
7. Terpacu.
1. Figital
Bagi anak-anak Generasi Z, sekarang ini jarak antara yang fisik dan yang
digital semakin tipis (=figital). Bagi Gen Z, dunia maya (virtual)
merupakan bagian dari realitas. Dunia adalah perpaduan antara
yang fisik dan digital, keduanya tak ada bedanya.

Pembelajaran yang hanya menyampaikan informasi akan membuat


generasi Z merasa jenuh. Mereka tahu bahwa apa yang disampaikan guru
dapat diperoleh di internet, bahkan lebih banyak, lebih lengkap. Tidak hanya
dapat diakses dalam format teks, tetapi juga gambar dan video klip.
2. DIY – Do It Yourself
Ketika Gen Z mengerjakan tugas dari guru, Atlet juara dunia lempar
meneliti, atau mencari bahan, atau sekedar menjalankan lembing Julius Yego dari
Kenya – tidak hanya belajar
hobby, mereka akan mengakses Google atau
sendiri, tapi menjadikan
YouTube .
video youtube
Jika bukan Google, mereka akan mengajukan pertanyaan sebagai satu-
kepada jejaring pribadi mereka dan biasanya dalam satunya pelatih –
beberapa menit mendapat sejumlah jawaban. telah menaikkan standar di
Masalahnya, kredibilitas informasi yang diakses tidak selalu balik makna melakukan
sejalan. sesuatu sendiri.
3. Hiper-Kustomisasi

Gen Z sangat menyukai hal-hal yang Resikonya mereka


terpersonalisasi. Mereka berusaha menyesuaikan menganggap bahwa
banyak hal sesuai dengan kebutuhan, mereka selalu benar.
bahkan seleranya sendiri. Bahkan lebih buruk lagi,
mereka akan berpikir
Fokus Gen Z adalah belajar menemukan, tidak ada sudut pandang
menafsirkan, dan memanfaatkan informasi lain yang perlu
berdasarkan kebutuhan mereka. dipertimbangkan
4. Realistis

Gen Z adalah generasi yang realistis dalam mencari peluang. Kewajiban atau tugas
yang
harus dijalankan gen Z harus se-konkrit dan sejelas mungkin .
Gen Z menginginkan bukti nyata di balik pernyataan yang kita buat.

Pembelajaran dengan skenario dunia nyata/kontekstual lebih sesuai untuk Gen Z.


Tujuannya untuk menunjukkan hal-hal yang mereka pelajari berguna bagi masa depan mereka.
5. Weconomist
Beberapa tahun ini kita bisa menikmati fenomena “sharing economy”. Salah satu wujudnya
antara lain adalah taksi atau ojek online. Bagi Gen Z, memberi dan berbagi
sudah melekat pada diri mereka. Gen Z juga melihat perlunya memiliki banyak akal – We-
sourceful.

Konsekuensinya, kita
harus bersiap mendidik mereka untuk
mengadopsi “kecakapan berbagi” dan berbagi kecakapan.
Melibatkan mereka dalam aktivitas pembelajaran yang memungkinkan mereka untuk saling
berkolaborasi akan lebih sesuai bagi mereka.
6. Fear of missing out – Takut melewatka
sesuatu
Generasi Z berusaha untuk selalu terkoneksi. Terkoneksi dengan
informasi dan teman sebaya ibarat bernafas bagi generasi Z. Jika tidak terhubung mereka
merasa seakan ada yang tidak beres.

Kebanyakan orang berpikir mereka adalah multitasker. Faktanya, Gen Z tidak mahir
multitasking. Mereka mahir dalam task-switching, yaitu berpindah-pindah dari satu
pekerjaan ke pekerjaan yang lain dengan mulus dan sering. Karena itu
generasi ini mudah teralihkan dengan rentang perhatian pendek  kurang mendalam.
7. Terpacu

Satu perbedaan besar antara millennial dan Gen


Z adalah Gen Z lebih
kompetitif. Gen Z adalah generasi yang sangat terpacu. Sementara
millennial merupakan generasi yang sangat kolaboratif.

Dengan terpacu Gen Z akan melesat maju. Gen Z terprogram untuk mengambil
keputusan secara cepat.
Sulit membayangkan mereka meninggalkan pekerjaan atau keluar dari internet dan
mengendapkan dulu sampai besok, membiarkan semua informasi benar-benar meresap.
Perlu konfirmasi as soon as
Tantangan Globalisasi - Abad 21

35% jenis pekerjaan akan hilang


pada 2025
Inovasi Disruptif

25
KECAKAPAN YANG DIPERLUKAN
MANUSIA DI ABAD 21

Kemampuan Kemampuan
apa yang apa yang
digantikan dibutuhkan di
oleh mesin? masa depan
siswa?
Tiga kemampuan umum yang sangat diperlukan untuk semua jenis
pekerjaan pada masa yang akan datang adalah:
1) Kemampuan problem solving kompleks (36%);
2) Kemampuan sosial (19%); dan
3) Kemampuan proses (18%).

Kemampuan-kemampuan di atas sejalan dengan 4 kecakapan


yang diharapkan dikuasai oleh generasi masa depan yang
dikenal dengan 4C (Collaborative, Critical,
Communication, Creative).
Kecakapan Hidup Abad 21
21st Century learning: Critical thinking
• To know Creativity
• To do Communication
Collaboration
• To be Learning and
Innovation Skills
• To live together

Core subjects Flexibility


21st Century Initiative
Context
Leadership
Information
Digital literacy Life and career skills Social-skills
Media, and
Cross cultural
ICT literacy
Productivity
Accountability
Life-long learner

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Kecakapan yang diperlukan di MASA DEPAN
4Cs – Kecakapan
Abad 21

New Vision for Education, World Economic Forum 2015


KETERAMPILAN KOMUNIKASI
APAKAH KOMUNIKASI ITU?

Menurut KBBI (2012), komunikasi diartikan


sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau
berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan
yang dimaksud dapat dipahami.
MENGAPA KOMUNIKASI PENTING?

Mengubah sikap, informasi yang disampaikan dapat dimengerti

Mengubah opini (pendapat) untuk memahami orang lain

Mengubah perilaku sehingga gagasan yang diberikan diterima orang lain


secara persuasif dan tidak memaksakan kehendak orang lain

Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu


JENIS-JENIS KOMUNIKASI

• Komunikasi dengan menggunakan


Verbal kata-kata (Verbal Lisan dan Verbal
Tulisan)

• Komunikasi tanpa menggunakan kata-


Non Verbal kata atau pesan-pesan yang dinyatakan
lewat saran

(Putri, 2011)
TINGKATAN PROSES KOMUNIKASI
Sedikit
Kasus
Komunikasi Masyarakat Luas
Komunikasi Organisasi
Komunikasi Antar Kelompok
Komunikasi Dalam Kelompok
Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Intrapersonal
Banyak
Kasus

(Denis McQuail, 2000)


KENDALA DALAM KOMUNIKASI

Gangguan saluran Prasangka yang keliru


Kurangnya motivasi komunikasi

Pengirim Tidak ada Penerima


umpan-balik

Situasi emosional Pilihan saluran Gangguan bersifat fisik


komunikasi yang buruk

(Fajar, 2009 : 62)


KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA ABAD
21
Trilling
1. Mengartikulasikan pemikiran dan &ideFadel,
secara 2009
efektif menggunakan lisan,
tulisan dan keterampilan komunikasi nonverbal dalam berbagai bentuk dan
konteks;
2. Mendengarkan secara efektif untuk menguraikan makna, termasuk
pengetahuan, nilai-nilai, sikap dan minat;
3. Menggunakan komunikasi untuk berbagai tujuan (Misalnya : Untuk memberi
informasi, menginstruksikan, memotivasi dan membujuk);
4. Memanfaatkan berbagai media dan teknologi dan tahu cara menilai
keefektifannya sebagai prioritas dan menilai dampaknya;
5. Berkomunikasi secara efektif di lingkungan yang beragam (multibahasa)
KETERAMPILAN KOLABORASI
(www.google.com)
APAKAH KOLABORASI ITU?
Kolaborasi diartikan sebagai “the skills of
teamwork, working in groups, and working
cooperatively with others” (Handsley, 2011 :1).
 Pembelajaran Kolaboratif adalah suatu
pendekatan mengajar yang melibatkan
kelompok siswa untuk menyelesaikan masalah
atau menghasilkan produk (MacGregor, J.T.,
1990).
 Peserta didik dapat bekerja sama dalam sebuah
kelompok dalam memecahkan permasalahan
yang ditemukan ( Bialek & Fadel, 2015).
KEMAMPUAN BERKOLABORASI
Kemampuan berkolaborasi atau bekerja sama,
saling bersinergi, beradaptasi dalam berbagai
peran dan tanggungjawab; bekerja secara
produktif dengan yang lain; menempatkan
empati pada tempatnya; menghormati perspektif
berbeda.
KEMAMPUAN KOLABORASI
Kemampuan kolaborasi siswa abad 21 harus :
1. Menunjukkan kemampuan bekerja secara efektif
dengan berbagai kelompok;
2. Melatih keluwesan dan kesediaan membantu
dalam berkompromi mencapai tujuan bersama;
3. Setiap anggota merasa dirinya adalah milik
kelompok dan bertanggung jawab terhadap
kelompoknya

Trilling & Fadel, 2009


Contoh Pola Tempat Duduk untuk
Membangun Keterampilan Komunikasi
dan Kolaborasi
Jumlah anggota yang ideal itu berjumlah 3 atau 4 orang bertujuan untuk kelancaran komunikasi
verbal antar siswa dan memanfaatkan karakter masing-masing siswa.

Letak kursi kelompok yang ideal

LAKI-LAKI PEREMPUAN

PEREMPUAN LAKI-LAKI
Pola Interaksi dalam
Pembelajaran Berkolaborasi

“Tolong Aku
A Diajari”

B
C
Pembelajaran yg
menjadikan anak-anak
sebagai “pemeran utama”

Dari “mengajar” ke
“belajar” dan selanjutnya,
“saling belajar”
TATA CARA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN

Paling diutamakan dalam pembelajaran adalah siswa dapat berpikir


atas dasar kemampuannya sendiri dalam memecahkan soal atau tugas.
Aturan 1: siswa yang belum memahami cara penyelesaiannya soal
jangan malu namun harus bertanya pada teman.
Aturan 2: Siswa yang ditanya harus menjelaskan pemikirannya
secara terbuka dan menjelaskan sampai temannya memahami.
Aturan 3: Siswa yang memahami tidak boleh menawarkan untuk
mengajarkan kepada siswa yang belum paham dalam menyelesaikan
soal.
Peran Guru jika ada siswa yang merasa malu dan tidak
ingin ketahuan oleh pihak lain adalah mendorong kepada
siswa yang menyendiri itu dengan berkata “ Ayo, coba
bertanya kepada teman sebelahmu” dan memastikan sampai
siswa itu bertanya kepada kawannya. Dengan demikian
siswa yang mau bertanya pada teman lain akan mampu
mandiri.
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
(Critical Thinking Skills)
APAKAH BERPIKIR KRITIS ITU?
• Berpikir kritis merupakan
kemampuan untuk berpikir jernih
dan rasional, yang meliputi
kemampuan untuk berpikir
reflektif dan independen.
• Seorang pemikir kritis mampu menyimpulkan dari
apa yang diketahuinya, dan mengetahui cara
memanfaatkan informasi untuk memecahkan masalah,
dan mencari sumber-sumber informasi yang relevan
untuk dirinya.

• Berpikir kritis tidak sama dengan sikap argumentatif


atau mengecam orang lain.
Interpretasi

Pengaturan-
Analisis
diri

Keterampilan
Inti Berpikir
Kritis

Eksplanasi Evaluasi

Inferensi

(Facione, 2011)
Keterampilan dan Sub Keterampilan Berpikir
Kritis
Keterampilan Sub Keterampilan
 mengkategorikan
Interpretasi  decoding significancy
 menjelaskan makna
 memeriksa ide
Analisis  mendeteksi argumen
 menganalisis argumen
 menilai klaim
Evaluasi  menilai argumen menggunakan penilaian
deduktif atau induktif
 menanyakan bukti
Inferensi  memberikan dugaan alternatif
 menarik kesimpulan
 menyatakan hasil
Explanasi  menilai prosedur
 menjelaskan argumen
 pemantauan terhadap diri sendiri
Pengaturan Diri
 menilai diri sendiri
MENGAPA BERPIKIR KRITIS PENTING?
• Berpikir kritis merupakan keterampilan universal
1
• Berpikir kritis sangat penting bagi seseorang yang hidup di abad ke
2 21

• Berpikir kritis meningkatkan keterampilan verbal dan analitik


3

• Berpikir kritis meningkatkan kreativitas


4
• Berpikir kritis penting untuk refleksi diri
5
KREATIVITAS (Creativity Skills)
APAKAH KREATIVITAS ITU?

Sebuah Sebuah Sebuah


kemampuan sikap proses
Sebuah kemampuan
Kreativitas adalah kemampuan untuk membayangkan
atau menciptakan sesuatu yang baru.
Sebuah sikap
Kreativitas juga merupakan sikap: kemampuan untuk
menerima perubahan dan kebaruan, kesediaan untuk
bermain dengan ide dan kemungkinan, fleksibilitas
pandangan, kebiasaan menikmati yang baik, sambil
mencari cara untuk memperbaikinya.
Sebuah proses
Orang kreatif bekerja keras dan terus-menerus
meningkatkan ide dan solusi, dengan melakukan
perubahan dan perbaikan bertahap pada karya mereka.
Kreativitas adalah kemampuan untuk
menggunakan imajinasi atau ide-ide orisinil
untuk menciptakan sesuatu. Orang sering
menghubungkan kreativitas dengan penulis,
musisi, pemahat, atau pelukis, dll .

Dalam kenyataan, kreativitas adalah kekuatan


yang dimiliki semua manusia. Setiap kali kita
berhasil menemukan koneksi antara hal-hal
yang tampaknya tidak terkait dan
menggunakan koneksi itu untuk
mengembangkan sesuatu yang baru yaitu
kreativitas.
Inovasi, di sisi lain, adalah proses penerapan
solusi yang lebih baik yang memenuhi
persyaratan baru atau kebutuhan (pasar) yang Oleh karena itu, kreativitas
sudah ada yang belum dikelola oleh siapa adalah langkah pertama
pun. menuju inovasi, sedangkan
inovasi dapat dianggap
Melihat kedua definisi tersebut, mudah sebagai penggunaan praktis
dipahami mengapa orang sering mengacaukan dari kreativitas.
kreativitas dengan inovasi dan sebaliknya.
Bahkan keduanya lebih sering disamakan.
Cara Melatih Kreativitas
= teknik kreativitas kelompok di mana kelompok mencoba menemukan solusi
untuk masalah tertentu dengan mengumpulkan daftar ide yang dihasilkan
secara spontan oleh para anggotanya. Brainstorming dikembangkan dan
diciptakan oleh Alex Faickney Osborn pada tahun 1953 dalam buku “Applied
Imagination”.

Aturan Brainstorming
 Tunda dan tahan penilaian ide Anda
 Dorong ide-ide liar dan berlebihan.
 Kuantitas diperhitungkan pada tahap ini, bukan kualitas.
 Bangun ide-ide yang diajukan oleh orang lain
 Setiap orang dan setiap gagasan memiliki nilai yang sama.
Cara Melatih Kreativitas
Kreativitas dapat dilatih dengan Teknik S.C.A.M.P.E.R.

S– Substitute  :  Mengganti
C– Combine                                    :  Kombinasikan
A– Adapt                                          :  Adaptasi
M– Modify (or Magnify)                :  Modifikasi
P– Put to Other Uses                    :  Fungsikan yang lain
E– Eliminate (or Minimize)         :  Eliminasi
R– Rearrange (or Reverse)        : Pengaturan Ulang
Contoh Pertanyaan untuk Melatih Kreativitas: Teknik
Substitusi (Mengganti)

1. Adakah bagian yang bisa diganti?


2. Apa pengganti yang lebih… (misal: bermanfaat, murah, efisien)
3. Apakah ada  pendekatan lain?
4. Bisakah mengubah aturan – aturan yang berlaku selama ini ?
5. Bisakah menggunakan bahan lain yang  lebih …?
6. Bisakah menggunakan proses lain?
7. Bisakah mengganti namanya? Tentu tidak sekedar mengganti nama ubah produk tersebut.
8. Adakah  bagian produk yang bisa ditukar satu sama lain ?
9. Bisakah mengubah sikap terhadap satu persoalan?
Teknik Combine (kombinasikan)

Tahap/teknik ke-dua dari S.C.A.M.P.E.R yaitu teknik C (combine).  Teknik C


(combine) mendorong kita menganalisis kemungkinan untuk menggabungkan
beberapa ide, tahap – tahap dalam suatu proses. 

Teknik C (combine) sejalan dengan pandangan para ahli kreativitas yang


menyatakan bahwa kreativitas erat hubungannya dengan mengkombinasikan
berbagai hal yang sudah ada , dengan cara/pendekatan yang  baru.
Diskusi saat menggunakan teknik C (combine)
dapat menyertakan beberapa pertanyaan seperti

1. Dapatkah kita menggabungkan 2 atau beberapa produk menjadi saty


produk?
2. Dapatkah kita menggabungkan 2 tahap dalam suatu proses ?
3. Dapatkah kita menerapkan 2 proses pada waktu bersamaan ?
4. Dapatkah kita menggabungkan beberapa komponen ?
5. Dapatkah kita mengkombinasikan teknik X, Y dan Z ?
6. Dapatkah kita menggabungkan beberapa tujuan ke satu produk ?
Dalam proses kreativitas, BEBASKAN PIKIRAN dari prinsip-
prinsip yang sudah mapan
Implikasi
Transformasi Pembelajaran….?
Tantangan: Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21
Ciri Abad 21 Model Pembelajaran
Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik
Informasi (Kurtzweil) mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan
(tak dibatasi jumlah, lokasi, dan waktu) diberi tahu

Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan


Komputasi (Moore-Koomey) masalah [menanya], bukan hanya menyelesaikan masalah
(lebih cepat & hemat memakai mesin) [menjawab]

Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir


Otomasi (Ford) prosedural dan metakognitif bukan melaksanakan
(pekerjaan rutin dapat diotomasi) kegiatan mekanistis [rutin]

Pembelajaran menekankan pentingnya membentuk


Komunikasi (Metcalfe) jejaring untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam
(dari mana saja, ke mana saja) menyelesaikan masalah

Pengetahuan (Ackoff) Pembelajaran berbasis aktivitas melalui pengamatan dan


(dibentuk melalui data  informasi) pengolahan hasilnya

Diseminasi (Horowitz) Pembelajaran menekankan pentingnya kemampuan


(Nilai informasi = sebarannya) komunikasi lisan, tulis untuk menyebarkan ide 70
Pengertian Berfikir Tingkat Tinggi

…………………………….?

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Pengertian Berfikir Tingkat Tinggi

Berfikir tingkat tinggi merupakan


kemampuan berpikir yang tidak sekadar
mengingat (recall), menyatakan kembali
(restate), atau merujuk tanpa melakukan
pengolahan (recite)

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PENGERTIAN HOTS
Keterampilan berfikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking
Skill (HOTS) adalah proses berfikir kompleks dalam
menguraikan materi, membuat simpulan, membangun
representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan
melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. (Resnick:987)

Direktorat PSMK
Low Order VS Higher Order Thinking

Higher Order Thinking

Critical Thinking

Low Order Thinking


ASPEK KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI
Sebagai Keterampilan berpikir sesuai
Transfer dengan ranah kognitif, afektif, dan
Keterampilan yang memiliki Knowledge psikomotor yang menjadi satu
keinginan kuat untuk dapat kesatuan dalam proses belajar dan
memecahkan masalah muncul mengajar.
pada kehidupan sehari-hari. Keterampilan yang
dikerahkan dalam
Keterampilan
Berpikir Tingkat
memecahkan
Tinggi permasalahan yang
Sebagai
Sebagai Critical
muncul, mengambil
keputusan, menganalisis,
Problem and menginvestigasi, dan
Solving Creative menyimpulkan.
Thinking
Direktorat PSMK
RUANG LINGKUP
Langkah-langkah Merancang
Pembelajaran HOTs

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SKEMA HUBUNGAN SKL, K-I, KD, PENILAIAN
DAN HASIL BELAJAR

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PEMAHAMAN KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Dasar (KD):
 adalah kemampuan yang menjadi syarat untuk
menguasai Kompetensi Inti yang harus dicapai peserta
didik melalui proses pembelajaran
 merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan
pembelajaran serta perkembangan belajar berdasarkan pada
Kompetensi Inti yang dikembangkan berdasarkan taksonomi
hasil belajar
 memuat tingkatan kompetensi berdasarkan KI dan materi
yang dikembangkan dari lingkup materi pada SI

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PEMAHAMAN TAKSONOMI
 Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi
atau struktur dan kategori ranah
kemampuan tentang perilaku peserta
didik yang terbagi ke dalam ranah
sikap, pengetahuan dan keterampilan.
 Hasil belajar untuk pencapaian kompetensi lulusan, KI dan KD
juga dirumuskan dalam taksonomi meliputi ranah/dimensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan

79

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PEMAHAMAN TAKSONOMI

 Pembagian taksonomi hasil belajar dilakukan


untuk mengukur perubahan perilaku peserta didik
selama proses belajar sampai pada pencapaian
hasil belajar yang dirumuskan dalam aspek
perilaku (behaviour) dan terdapat pada IPK /
tujuan pembelajaran.

80

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PEMAHAMAN TAKSONOMI

Klasifikasi perilaku hasil belajar berdasarkan taksonomi Bloom


disempurnakan oleh Anderson dan Krathwohl dikelompokkan
menjadi:
1. Sikap (affective) yaitu perilaku, emosi dan perasaan dalam bersikap
dan merasa,

2. Pengetahuan (cognitive) yaitu kapabilitas intelektual dalam bentuk


pengetahuan atau berpikir,

3. Keterampilan (psychomotor) yaitu keterampilan berpikir abstrak,


keterampilan manual atau motorik dalam bentuk melakukan.
81

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KI – RANAH SIKAP

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KI- RANAH SIKAP
Tingkatan Sikap Deskripsi
Menerima (accepting) Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian
nilai terhadap nilai tersebut

Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam


Menanggapi
membicarakan nilai tersebut
(responding) nilai
Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai tersebut;
Menghargai (valuing)
dan komitmen terhadap nilai tersebut
nilai
Menghayati Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai
(organizing/ dirinya
internalizing) nilai
Mengamalkan Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir,
(characterizing/actualizing) berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter)
nilai © Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
SIKAP MENERIMA

KKO
• Mengikuti
• Menganut
• Mematuhi
• Meminati

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


• Mengompromikan SIKAP MENANGGAPI/RESPONDING
• Menyenangi
• Menyambut
• Mendukung
• Menyetujui
• Menampilkan
• Melaporkan
• Memilih
• Mengatakan
• Memilah
• Menolak
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
SIKAP MENGHARGAI/VALUEING
• Mengasumsikan
• Meyakini
• Meyakinkan
• Memperjelas
• Memprakarsai
• Mengimani
• Menekankan
• Menyumbang

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SIKAP MENGHAYATI
• Mengubah
• Menata
• Mengklasifikasikan
• Mengombinasikan
• Mempertahankan
• Membangun
• Membentuk pendapat
• Memadukan
• Mengelola
• Menegosiasi
• Merembuk
• Bersyukur

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SIKAP MENGAMALKAN
• Membiasakan
• Mengubah perilaku
• Berakhlak mulia
• Mempengaruhi
• Mengkualifikasi
• Melayani
• Membuktikan
• Memecahkan

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


DIMENSI PROSES KOGNITIF

Perkembangan Berfikir Taksonomi Bloom


No Keterangan
Revised Anderson (Cognitive Process Dimension)

1. Mengingat (C1) Lower Order Thinking Skills


(LOTS)
2. Memahami/Menginterprestasi prinsip (C2)

3. Menerapkan (C3)
4. Menganalisis (C4) Higher Order Thinking Skills
(HOTS)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Mengkreasi(C6)
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
DIMENSI KOGNITIF
 C1; mengingat (remember), mengingat kembali pengetahuan dari memorinya.
 C2; memahami (understand), mengkonstruksi makna dari pesan baik secara
lisan, tulisan, dan grafis.
 C3; menerapkan (apply), penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan
atau situasi baru.
 C4; menganalisis (analyse), penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan
bagaimana bagian-bagian itu saling berhubungan satu sama lain dalam
keseluruhan struktur.
 C5; mengevaluasi (evaluate) membuat keputusan berdasarkan kriteria dan
standar.
 C6; mengkreasi (create) menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke
dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasi elemen-elemen ke dalam pola
baru (struktur baru).
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
JENJANG DIMENSI PENGETAHUAN

No Dimensi Pengetahuan (Knowledge Dimension) Keterangan

1. Pengetahuan Faktual Lower Order Thinking Skills


(LOTS)

2. Pengetahuan Konseptual

3. Pengetahuan Prosedural

4. Higher Order Thinking Skills


(HOTS)
5. Pengetahuan Metakognitif

6.
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
DIMENSI PENGETAHUAN

 Pengetahuan faktual; pengetahuan terminologi atau pengetahuan


detail yang spesifik dan elemen.
 Pengetahuan konseptual; pengetahuan yang lebih kompleks
berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.
 Pengetahuan prosedural; pengetahuan tentang bagaimana
melakukan sesuatu.
 Pengetahuan metakognitif; pengetahuan tentang kognisi,
merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman, meliputi
kesadaran berpikir dan penetapan keputusan tentang sesuatu.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


JENJANG DIMENSI PENGETAHUAN

No Dimensi Pengetahuan (Knowledge Dimension) Keterangan

1. Pengetahuan Faktual Lower Order Thinking Skills


(LOTS)

2. Pengetahuan Konseptual

3. Pengetahuan Prosedural

4. Higher Order Thinking Skills


(HOTS)
5. Pengetahuan Metakognitif

6.
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
KARAKTERISASI INSTRUMEN UJI
Taksonomi Bloom

Sumber: Mc
Davitt (1993)
& Anderson et
al. (2001)

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KI – RANAH KETERAMPILAN
DIMENSI KI-4 olahan Dave, Simpson
(KETERAMPILAN)

P-1 Persepsi,
Imitasi Kesiapan, Meniru
P-2
Manipulasi Membiasakan

P-3
Presisi Mahir

P-4
Artikulasi Alami

P-5
Naturalisasi Orisinal

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


DIMENSI KETERAMPILAN KONKRET
Tingkat Tingkatan
No.
Taksonomi Uraian Taksonomi Uraian
Simpson Dave
1.  Persepsi  Menunjukkan perhatian untuk melakukan Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstra-sikan
  suatu gerakan. atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga
 Kesiapan  Menunjukkan kesiapan mental dan fisik mencapai respon yang tepat.
untuk melakukan suatu gerakan.
 Meniru  Meniru gerakan secara terbimbing.
2. Membiasakan Melakukan gerakan mekanistik. Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit
gerakan percaya dan kemampuan melalui perintah dan
(mechanism) berlatih.
3. Mahir (complex or Melakukan gerakan kompleks dan Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan
overt response) termodifikasi. keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk
kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien
tanpa bantuan atau instruksi.
4. Menjadi gerakan Menjadi gerakan alami yang diciptakan Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga
alami (adaptation) sendiri atas dasar gerakan yang sudah seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai
dikuasai sebelumnya. dengan persyaratan khusus untuk dapat
digunakan mengatasi situasi problem yang tidak
sesuai SOP.
5. Menjadi tindakan Menjadi gerakan baru yang orisinal dan Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah,
orisinal sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi
(origination) ciri khasnya. langkah kerja baru.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PENGALAMAN BELAJAR UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI

CAPAIAN PEMBELAJARAN
Sikap Pengetahuan Keterampilan

Menerima Mengingat Mengamati


1 Mengamati
Menjalankan Memahami Mempertanyakan
2 Mempertanyakan
Mengumpulkan Menghargai Menerapkan Mencoba
3 Informasi
Menghayati Menganalisis Menalar
4 Mengasosiasi
Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji
Mengomuni-
5 kasikan
- Mencipta Mencipta
PENGALAMAN BELAJAR
UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI
Kemampuan
Deskripsi
Belajar
Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu
penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang
digunakan untuk mengamati
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual,
konseptual, prosedural, dan hipotetik)
Mengumpulkan Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas
informasi/menco informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan
ba/ mengolah data.
Menalar/mengaso Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan
siasi/ mengolah informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai
informasi keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta
kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat;
mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang
menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak
bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan
dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasi Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis,
kan/ menyaji media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.
(creating)
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
RINCIAN GRADASI SIKAP, PENGETAHUAN,
DAN KETERAMPILAN

Keterampilan
Sikap Pengetahuan
Kongkret
(Krathwohl) (Bloom) (Dave) (Simpson)
Persepsi, Kesiapan,
Menerima Mengingat Imitasi
Meniru
Merespon Memahami Manipulasi Membiasakan
Menghargai Menerapkan Presisi Mahir
Menghayati Menganalisis Artikulasi Alami
Mengamalkan Mengevaluasi Naturalisasi Orisinal
Mencipta

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


DIMENSI KI-4
(KETERAMPILAN)
Dyers

Keterampilan Abstrak Keterampilan Konkret


Dave Simpson
KA-1 P-1
Mengamati Persepsi, Kesiapan, Meniru
Imitasi
KA-2
Menanya P-2 Membiasakan
Manipulasi
KA-3
Mencoba
P-3 Mahir
Presisi
KA-4
Menalar
P-4 Alami
KA-5 Artikulasi
Menyaji

KA-6 P-5 Orisinal


Mengreasi Naturalisasi
DIMENSI KETERAMPILAN ABSTRAK
Kemampuan Belajar Deskripsi

Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang
dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.

Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, prosedural,
dan hipotetik)
Mengumpulkan Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang
informasi/mencoba / dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
mengolah

Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua
fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori,
Menalar/mengasosiasi/ mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat;
mengolah informasi mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan
fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur
baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.

Mengomunikasi kan/ menyaji Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi
media dan lain-lain.
Mencipta (creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.
DIMENSI KETERAMPILAN KONKRET
No. Tingkat Tingkatan
Taksonomi Uraian Taksonomi Uraian
Simpson Dave

Persepsi Menunjukkan perhatian untuk melakukan


suatu gerakan.
Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau
1. Kesiapan Menunjukkan kesiapan mental dan fisik Imitasi dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai
untuk melakukan suatu gerakan. respon yang tepat.
Meniru Meniru gerakan secara terbimbing.
Membiasakan Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan
2. gerakan Melakukan gerakan mekanistik. Manipulasi kemampuan melalui perintah dan berlatih.
(mechanism)

Mahir (complex or Melakukan gerakan kompleks dan Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan
3. overt response) termodifikasi. Presisi kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus,
dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

Menjadi gerakan alami yang diciptakan Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang
4. Menjadi gerakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah Artikulasi dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan
alami (adaptation) dikuasai sebelumnya. khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem
yang tidak sesuai SOP.

Menjadi tindakan Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa
5. orisinal ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri Naturalisasi perlu berfikir lama dengan mengreasi langkah kerja baru.
(origination) khasnya.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


RINCIAN GRADASI SIKAP, PENGETAHUAN,
DAN KETERAMPILAN
Keterampilan
Sikap Pengetahuan
Abstrak Kongkret
(Krathwohl) (Bloom) (Dyers) (Dave) (Simpson)

Menerima Mengingat Mengamati


Persepsi, Kesiapan,
Imitasi
Meniru
Merespon Memahami Menanya

Menghargai Menerapkan Mencoba Manipulasi Membiasakan

Menghayati Menganalisis Menalar Presisi Mahir

Mengamalkan Mengevaluasi Menyaji Artikulasi Alami


Mencipta Naturalisasi Orisinal

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk


RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang
mengacu kepada silabus yang dikembangkan oleh
SMK/MAK, dan kurikulum.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PERENCANAAN PEMBELAJARAN
a. Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk
setiap mata pelajaran yang juga memuat kerangka konseptual
program keahlian dan kompetensi keahlian.
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP dikembangkan dari silabus dan bertujuan untuk mengarahkan
kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai
kompetensi.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PENGEMBANGAN
SILABUS
PROSES PENGEMBANGAN
DOKUMEN KURIKULUM NASIONAL
TUJUAN KEBUTUHAN
KESIAPAN
PENDIDIKAN PEMBANGUNA
PESERTA DIDIK
NASIONAL N

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

STANDAR STANDAR ISI


STANDAR KURIKULU
PROSES PENILAIAN
M
KERANGKA DASAR KURIKULUM NASIONAL
• Spektrum Keahlian (Filosofis, Yuridis, Konseptual)
• Struktur Kurikulum
STRUKTUR
• KI-KD KURIKULUM

KEMDIKBUD SEKOLAH
PENDAMPINGAN DAN SILABUS KURIKULUM TINGKAT
OTORISASI DAERAH DAN SEKOLAH
PENGEMBANGAN OPSI (pilihan, terintegrasi dengan
TEMPLATE SILABUS, BUKU
RPP keunggulan lokal)
SISWA & GURU SERTA
MATERI AJAR BERMUTU MATERI & ALAT
AJAR
A. Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran suatu mata


pelajaran yang merupakan penjabaran KI dan
KD ke dalam IPK, Materi Pokok, Kegiatan
Pembelajaran, dan Penilaian.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


B. Fungsi/Manfaat Silabus

1. Pedoman/acuan penyusunan RPP;


2. Acuan pengelolaan media dan sumber belajar;
3. Acuan pengembangan sistem penilaian;
4. Gambaran umum program dan target yang akan dicapai
mata pelajaran;
5. Dokumentasi tertulis sebagai akuntabilitas suatu
program pembelajaran.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
C. Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus
1. Ilmiah
2. Relevan
3. Sistematis
4. Konsisten
5. Memadai
6. Aktual dan kontekstual
7. Fleksibel
8. Menyeluruh
9. Mengembangkan nilai-nilai karakter

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


D. Komponen Silabus
1. Identitas Silabus
2. Kompetensi Inti
3. Kompetensi Dasar
4. Indikator Pencapaian Kompetensi
5. Materi Pokok
6. Kegiatan Pembelajaran
7. Penilaian
8. Alokasi Waktu

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS
PENYUSUNAN

KI dan KD
PENGKAJIAN

Profil lulusan SMK/MAK IPK

Standar Kompetensi Lulusan PROTA


SMK/MAK PROME
Analisis Penilaian
Kedalama Materi Pokok S
Struktur Kurikulum n dan
SMK/MAK Keluasan
Materi
Kompetensi Inti dan Alokasi Waktu
Kompetensi Dasar

Kegiatan
Pembelajaran
SILABUS MATA PELAJARAN
Nama Sekolah : ……………………………………………………………………
Bidang Keahlian :…………………………………………………………………….
Kompetensi Keahlian : ……………………………………………………………………
Mata Pelajaran : ……………………………………………………………………
Durasi (Waktu) : ……………………………………………………………………
KI-3 (Pengetahuan) : ...................................................................................
KI-4 (Keterampilan) : ……………………………………………………………………
Indikator Pencapaian Alokasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Kompetensi Waktu (JP)
1 2 3 4 5 6
3.1          

 
4.1
 
3.2          

4.2
 

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


SILABUS MATA PELAJARAN
Nama Sekolah : ………………………………………………………………………………..
Bidang Keahlian : ………………………………………………………………………………..
Kompetensi Keahlian : ………………………………………………………………………………..
Mata Pelajaran : PABP / PPKn
Durasi (Waktu) : ………………………………………………………………………………..
KI-1 (Spiritual) : ………………………………………………………………………………..
KI-2 (Sosial) : ………………………………………………………………………………..
KI-3 (Pengetahuan) : .................................................................................................
KI-4 (Keterampilan) : ………………………………………………………………………………..
Indikator Alokasi Sumber
Kegiatan
Kompetensi Dasar Pencapaian Materi Pokok Waktu Penilaian belajar dan
Pembelajaran
Kompetensi (JP) media/alat
1 2 3 4 5 6 7
1.1          
2.1
3.1
4.1
1.2          
2.2
3.2
4.2

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Keterangan Pengisian Format Silabus

Nama Sekolah : diisi nama SMK yang bersangkutan.


BK : diisi nama BK sesuai Spektrum Keahlian PMK Peraturan Dirjendikdasmen Nomor
06/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018 t
KK : diisi nama KK sesuai Spektrum Keahlian PMK Peraturan Dirjendikdasmen Nomor
06/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018 t
Mata Pelajaran : diisi nama Mapel sesuai Struktur Kurikulum Peraturan Dirjendikdasmen Nomor
07/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018 t
Durasi (Waktu) : diisi jumlah waktu mata pelajaran secara keseluruhan.
KI-1, KI-2, KI-3
dan KI-4 : diisi rumusan KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4 sesuai Mapel yang bersangkutan.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Kolom 1: diisi nomor dan rumusan pasangan KD yang dipindahkan dari format
KI dan KD Mapel yang bersangkutan.
Kolom 2: diisi dengan rumusan IPK yang merupakan rincian standar minimal
kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
Kolom 3: diisi dengan Materi Pokok yang harus dipelajari oleh peserta didik
untuk menguasai KD berdasarkan IPK. Khusus untuk materi Mapel
peminatan kejuruan (C2 dan C3) dapat mempertimbangkan KUK dan
batasan variabel/lingkup variabel/range of variabel SKK yang diacu.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Kolom 4: diisi dengan Alokasi Waktu yang disediakan untuk mempelajari pasang
KD.
Kolom 5: diisi dengan pokok-pokok proses pembelajaran berpendekatan saintifik
sesuai karakteristik KD serta nilai-nilai karakter yang akan
dikembangkan.
Kolom 6: diisi dengan Aspek, Pendekatan, dan Teknik Penilaian yang disarankan.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


STUDI KASUS
Telaah Silabus

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


TELAAH SILABUS
1. Silakan unduh Lembar Telaah Silabus melalui link
…..
2. Secara berpasangan, silakan melakukan Telaah Silabus rekan guru mata pelajaran sama atau
rumpun.
3. Buat FOLDER : Telaah Silabus – nama guru 1 dan guru 2
4. Dalam folder terdapat
- Silabus yg ditelaah
- lembar telaah yg sudah terisi
5. Unggah FOLDER tersebut ke link :
…..

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PENYUSUNAN
RPP
PETA KONSEP RPP
Pengertian RPP
Prinsip-prinsip penyusunan RPP
Komponen RPP
RPP Ketentuan penyusunan RPP
RPP Langkah-langkah penyusunan RPP
Menyusun RPP
Menilai kelayakan RPP

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Pengertian
Rencana kegiatan pembelajaran
tatap muka untuk satu pertemuan
atau lebih,

Dilaksanakan di kelas teori,


kelas praktik dan/atau
dunia kerja,

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

Menerapkan prinsip-prinsip pedagogis secara tertulis untuk


direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga peserta
didik memperoleh pengalaman belajar yang efektif dalam
mengembangkan sikap, nilai-nilai karakter, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Prinsip lainnya
 Memperhatikan perbedaan individual peserta didik;
 Mendorong partisipasi aktif peserta didik;
 Berpusat pada peserta didik;
 Pemberian umpan balik dan tindak lanjut;
 Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, IPK, penilaian,
dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman
belajar;

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


 Mengintegrasikan nilai-nilai karakter, literasi dan kecakapan abad
21 pada kegiatan pembelajaran, yang dilaksanakan dalam tahapan
pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup;
 Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas
mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya;
 Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,
sistematis, dan efektif;
 Pembelajaran mata pelajaran muatan nasional dan kewilayahan
mendukung pencapaian kompetensi keahlian, pembentukan nilai-
nilai karakter, dan pengembangan kecakapan yang diperlukan di
abad 21.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Ketentuan Penyusunan RPP
o Penyusunan RPP dilakukan sebelum awal semester atau awal
tahun pelajaran dimulai;
o RPP dibuat oleh masing-masing guru atau kelompok guru mata
pelajaran tertentu;
o Penyusunan RPP difasilitasi dan disupervisi oleh kepala sekolah
atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah;
o RPP dapat juga dibuat oleh MGMP antarsekolah atau
antarwilayah yang dikoordinasikan dan disupervisi oleh
pengawas atau dinas pendidikan;

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Lanjutan …
o Dalam mengembangkan RPP, guru harus memperhatikan silabus,
buku teks peserta didik, dan buku guru;
o RPP disusun berdasarkan pasangan KD pengetahuan dan KD
keterampilan atau subtema yang dilaksanakan untuk satu kali
pertemuan atau lebih.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


KOMPONEN RPP
A. Identitas program pendidikan;
B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar;
C. indikator pencapaian kompetensi yang merupakan tolok ukur ketercapaian suatu KD,
dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, yang mencakup
sikap dan nilai-nilai karakter, pengetahuan, dan keterampilan;
D. Tujuan pembelajaran, rumusan perilaku yang harus dicapai peserta didik setelah mempelajari
sepasang KD, meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap dan nilai-nilai karakter dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur;
E. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prosedur dan metakognitif yang relevan dengan
tuntutan KD, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
ketercapaian kompetensi, dan mengintegrasikan nilai-nilai karakter sesuai dengan hasil
analisis materi;

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


F. Strategi pembelajaran meliputi pendekatan, strategi dan metode pembelajaran. Metode
pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik
dan KD yang akan dicapai termasuk sikap, etika kerja, dan nilai-nilai karakter, literasi dan
kecakapan abad 21 yang akan dibangun;
G. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup; dengan
mengintegrasikan nilai-nilai karakter sesuai dengan hasil perancah pemaduan sintaks model
pembelajaran dan pendekatan saintifik;
H. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
I. Sumber belajar meliputi buku, lembaran informasi, job sheet/ lembaran tugas, lembar penilaian,
internet dan lain-lain; dan
J. Penilaian hasil belajar, merupakan keputusan pencapaian hasil belajar yang didasarkan atas
pengumpulan data, menggunakan instrumen pengukuran baik sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


FORMAT RPP

A. Identitas Program Pendidikan, meliputi:


  Nama Sekolah :…...............................................
Mata Pelajaran : …..............................................
KK : .................................................
Kelas/Semester : ……..........................................
Tahun Pelajaran : .................................................
Alokasi Waktu : …..............................................

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Kompetensi Inti *)
1. Pengetahuan
2. Keterampilan
Kompetensi Dasar *)
1. KD pada KI Pengetahuan
2. KD pada KI Keterampilan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI Pengetahuan
2. Indikator KD pada KI Keterampilan
D Tujuan Pembelajaran
E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


F. Pendekatan, Strategi dan Metode
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
b. Kegiatan Inti (... menit)
c. Penutup (… menit)
2. Pertemuan Kedua:**)
d. Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
e. Kegiatan Inti (... menit)
f. Penutup (… menit),
dan pertemuan seterusnya.
H. Alat/Bahan dan Media Pembelajaran
I. Sumber Belajar
J. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik Penilaian
2. Instrumen Penilaian
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
______________, _________
Mengetahui Guru Mata Pelajaran,
Kepala Sekolah, 

........................ ...........................
NIP NIP.

*) KI dan KD Sikap Spiritual dan Sikap Sosial ditambahkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama
dan PPKn.
**) Semua sintaksis/langkah model pembelajaran dapat lengkap pada setiap pertemuan, atau dapat
lengkap pada beberapa pertemuan.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


LANGKAH-LANGKAH
PENYUSUNAN RPP

a. Analisis minggu efektif dalam 1 tahun;


b. Penyusunan program semester;
c. Analisis SKL, KI, dan KD;*
d. Analisis IPK, tujuan dan materi pembelajaran;*
e. Analisis model pembelajaran dan membuat perancah model
pembelajaran;*
f. Analisis penilaian;*
g. Mengembangkan RPP

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Lanjutan: Langkah-langkah penyusunan RPP

h. Menganalisis Program Semester


• Analisis ini dilaksanakan berdasarkan alur pencapaian
kompetensi, untuk menentukan urutan pembelajaran
pasangan KD per semester yang dikembangkan berdasarkan
silabus.
• Analisis program semester juga dilakukan untuk
menentukan alokasi waktu di setiap pasangan KD.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Tabel 1. ANALISIS MINGGU EFEKTIF SEMESTER GANJIL DAN GENAP
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Semester Ganjil

Jumlah Minggu
Jumlah Minggu/ Keterangan (untuk pertemuan tidak
No Bulan
Bulan Efektif Tidak Efektif efektif)

1 Juli 2 2 0  
2 Agustus 5 5 0  
3 September 4 3 1 UTS
4 Oktober 4 4 0  
5 Nopember 5 5 0  
1 minggu : UAS
6 Desember 4 0 4 1 minggu : pasca UAS
2 minggu : libur akhir semester
Jumlah 24 19 5  

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


 
 Semester Genap
Jml Jml Minggu
Keterangan (untuk pertemuan tidak
No Bulan Minggu/ Tidak
Efektif efektif)
Bulan Efektif
1 Januari 5 5 0  
2 Februari 4 4 0  
3 Maret 4 2 2 UTS: 1 minggu, USBN: 1 minggu
4 April 4 3 1 UNBK 1 minggu
1 Minggu : libur awal ramadhan
5 Mei 5 2 3 1 MInggu : UAS,
1 Minggu : pasca UAS
1 Minggu : pasca UAS, Libur akhir
6 Juni 4 0 4 semester dan libur Hari Raya Idul
Fitri
Jumlah 26 16 10  

Jumlah minggu efektif semester ganjil = 19 minggu


Jumlah minggu efektif semester genap = 16 minggu
Jumlah minggu efektif selama 1 tahun = 35 minggu

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


TABEL 2: PROGRAM SEMESTERAN MATA PELAJARAN AKUNTANSI
DASAR Bulan / Minggu
No Jml Juli Agustus September Oktober Nopember Desember
Kompetensi Dasar
KD Jam
3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Memahami pengertian,
tujuan, peran akuntansi
3.1 dan pihak-pihak yang
membutuhkan informasi
akuntansi 5                                                    
Mengelompokkan pihak-
pihak yang membutuhkan
4.1
informasi akuntansi
sesuai perannya                                                    
Memahami jenis-jenis
profesi akuntansi (bidang-
3.2 bidang spesialisasi
akuntansi, pentingnya
etika profesi)                                                    
Mengelompokkan profesi 5
akuntansi (jenis-jenis
profesi akuntansi, bidang-
4.2
bidang spesialisasi
akuntansi, pentingnya
etika profesi)                                                    
Memahami jenis dan
3.3
bentuk badan usaha                                                    
5
Mengelompokkan jenis
4.3
dan bentuk badan usaha                                                    
Memahami asumsi,
3.4 prinsip-prinsip dan
konsep dasar akuntansi.                                                    
Mengelompokkan 5
asumsi, prinsip-prinsip
4.4
dan konsep dasar
akutansi.                                                    
Ulangan Harian 1                                                      
Menerapkan persamaan
3.6
dasar akuntansi                                                    
30
Membuat persamaan
4.6
dasar akuntansi                                                    
Ulangan Harian 2                                                      
Memahami siklus
3.5
akuntansi                                                    
5
Mengelompokkan
4.5
tahapan siklus akuntansi                                                    
Memahami transaksi
bisnis perusahaan baik
3.7
perusahaan jasa, dagang
dan manufacture                                                    
Mengelompokkan 10
transaksi bisnis
4.7 perusahaan baik
perusahaan jasa, dagang
dan manufacture                                                    
Menerapkan jurnal,
konsep debet dan kredit,
3.8 saldo normal, sistematika
pencatatan, dan bentuk
jurnal                                                    
30
Melakukan pencatatan
jurnal, konsep debet dan
4.8 kredit, saldo normal,
sistematika pencatatan,
dan bentuk jurnal                                                    
JUMLAH JAM SEMESTER 1 95                                                    
Keterangan : Ulangan untuk KD 3.5, 4.5 dilaksanakan pada saat UAS
    Minggu tidak efektif
    Jam Pelajaran perminggu
Mengembangkan RPP yang mengintegrasikan nilai-
nilai karakter, literasi, dan tuntutan abad 21, mengacu
pada:
a. Silabus hasil analisis;
b. Format yang sudah ditentukan;
c. Hasil analisis SKL, KI, KD, IPK, tujuan, materi,
model pembelajaran, dan penilaian yang sudah
dirancang.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


TUGAS

Lakukanlah telaah RPP dengan memperhatikan langkah-langkah


berikut:
1. Pelajari format telaah RPP.
2. Cermati maksud dari setiap aspek dalam format.
3. Cermati RPP rekan guru yang akan ditelaah.
4. Isilah format sesuai dengan petunjuk pada format telaah RPP.
5. Berikan catatan khusus atau usulan revisi ketika Anda memberi
skor pada suatu aspek pada RPP.
6. Berikan masukan atau rekomendasi secara umum sebagai saran
perbaikan RPP pada kolom yang tersedia.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


INTEGRASI
PPK, GLS, KETERAMPILAN ABAD 21,
DAN PROSES PEMBELAJARAN DAN
PENILAIAN HOTS
146

Tugas Guru Abad 21


PENGUATAN 5 NILAI UTAMA KARAKTER

• Beriman dan Bertaqwa • Bersih • Toleransi


• Menjalankan segala perintah-Nya • Peduli lingkungan lingkungan • Saling menolong/menghormati
• Disiplin beribadah • Memanfaatkan lingkungan dengan bijak • Cinta damai
• Peduli sosial

Religiositas

• Kejujuran •Cinta tanah air


• Keteladanan •Semangat kebangsaan
• Tanggungjawab •Menghargai kebhinnekaan
• Antikorupsi Integritas Nasionalisme •Demokratis
• Komitmen moral •Rela berkorban
• Cinta pada kebenaran •Taat hukum
Nilai Utama

•Kerja keras (etos kerja)


• Kerja sama
•Kreatif dan inovatif


Solidaritas
Kekeluargaan
Gotong Kemandirian •Disiplin
• Bersahabat/komunikatif Royong •Tangguh
•Rasa ingin tahu dan menghargai prestasi
• Berorientasi pada kemaslahatan bersama
•Gemar membaca/pembelajar sepanjang hayat

147
STRATEGI IMPLEMENTASI PPK

1 PPK BERBASIS KELAS




Integrasi dalam mata pelajaran
Optimalisasi muatan lokal MENJADI BUDAYA

1
• Manajemen kelas

2
MENJADI KARAKTER
PPK BERBASIS BUDAYA SEKOLAH
• Pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah
• Branding sekolah MENJADI KEBIASAAN
• Keteladanan pendidik
• Ekosistem sekolah DILATIH KONSISTEN
• Norma, peraturan, dan tradisi sekolah

3
DIBIASAKAN
PPK BERBASIS MASYARAKAT
• Orang tua, Komite Sekolah
DIAJARKAN
• Dunia usaha
• Akademisi
• pegiat pendidikan
• Pelaku Seni, Budaya, Bahasa & Sastra
• Pemerintah & Pemda
Membangun Generasi Emas 2045 yang dibekali
Keterampilan Abad 21
Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan setiap siswa

1 2 3
Kompetensi
Kualitas Karakter Literasi Dasar Bagaimana siswa memecahkan
Bagaimana siswa beradaptasi Bagaimana siswa menerapkan masalah kompleks
pada lingkungan yang dinamis. keterampilan dasar sehari-hari.

• Religiositas • Literasi bahasa • Berpikir kritis


• Nasionalisme • Literasi numerasi • Kreativitas
• Kemandirian • Literasi sains • Komunikasi
• Gotong royong • Literasi digital (teknologi • Kolaborasi
informasi & komunikasi)
• Integritas
• Literasi finansial
• Literasi budaya dan
“Culture, Value, Imagination, Creativity, and kewargaan
Team Work” (Jack Ma)

Sumber: Kemendikbud 2016


INTEGRASI PPK
BUKU I KTSP
- Visi, misi, tujuan
- Latar belakang
- Dasar hukum
- Struktur kurikulum (PAPB dan PPKn)
- Keunggulan sekolah (brand sekolah)
- Berbasis kelas (silabus/Buku II, dan RPP/Buku III)
- Berbasis budaya sekolah (Prog.akadm dan non.ak)
- Berbasis Pelibatan masyarakat

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


INTEGRASI PPK DALAM SILABUS
1. PEDOMAN PENYUSUNAN KTSP SMK 2019 OK FINAL OK.PDF

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
JENIS-JENIS LITERASI
• CALISTUNG -5 kemampuan Bahasa (menyimak, membaca,
1 berbicara, memirsa, menulis) dan Berhitung

2 • Sains

3 • TIK

4 • Finansial

5 • Kultural

6 • Kewarganegaraan

7 • Kesehatan
8 • Keselamatan: jalan, bencana

9 • Sekolah Aman

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


154
TIGA TAHAP PELAKSANAAN LITERASI
SEKOLAH
Meningkatkan kemampuan literasi di
semua mata pelajaran: menggunakan
Meningkatkan
buku pengayaan dan strategi
kemampuan literasi
membaca di semua mata pelajaran
melalui kegiatan
(ada tagihan akademik)
menanggapi buku
pengayaan (ada
tagihan
nonakademik)
III
Pembelajaran
Penumbuhan minat baca melalui kegiatan
15 menit membaca (Permendikbud
23/2015) II
Pengembangan

I
Pembiasaan
TAHAP PEMBIASAAN DI SMK
Tujuan • Menumbuhkan rasa cinta membaca

Prinsip • Tidak ada tagihan

• Pembentukan TLS
• 15 menit membaca sebelum jam pelajaran
Jenis • Pembuatan Jurnal membaca siswa
• Penyiapan sarana literasi (penyediaan area baca, buku bacaan dan akses internet)
Kegiatan • Menciptakan lingkungan sosial dan afektif yang nyaman untuk membaca
• Pembimbingan e-literasi secara bertanggungjawab
• Memperkenalkan etika perilaku dan hukum dalam menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi

• Ada perogram dan pelaksanaan 15 menit membaca


• Tersedia jurnal membaca
• Tersedia area baca di SMK (perpustakaan, sudut buku kelas dan tempat-tempat lain untuk
Indikator membca
• Pembimbingan penggunaan internet

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


TAHAP PENGEMBANGAN DI SMK
• Pengembangan Minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi secara
Tujuan digital dan non digital

Prinsip • Ada tagihan Non Akademik

• 15 menit membaca sebelum jam pelajaran

Jenis • Pembuatan respons bacaan: graphic organizers, peta cerita, Penilaian non-akademik
• Pembuatan bahan kaya teks oleh siswa

Kegiatan • Pembimbingan penggunaan komputer dan internet untuk kegiatan literasi


• Pengenalan penggunaan berbagai bahan referensi cetak dan digital untuk mencari informasi

• Ada program dan pelaksanaan 15 menit membaca


• Tersedia berbagai bentuk hasil tagihan non akademik

Indikator • Tersedia bahan kaya teks yang dikoleksi dan dipajang


• Dilaksanakannya pembimbingan penggunaan komputer dan internet
• Pembimbingan penggunaan bahan-bahan literasi digital

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


TAHAP PEMBELAJARAN DI SMK
• Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan menggunakan
Tujuan bahan-bahan pengayaan baik secara digital maupuan non digital

Prinsip • Ada tagihan Akademik di seluruh mata pembelajaran

• 15 menit membaca sebelum jam pelajaran


• Pemanfaatan berbagai strategi literasi dalam pembelajaran
• Pengembangan kemampuan e-literasi dalam pembelajaran bagi guru dan siswa
Jenis Kegiatan • Penilaian akademik
• Pengembangan lingkungan fisik, sosial, afektif, dan akademik
• Memilih cara dan jenis e-literasi yang tepat untuk proses pembelajaran, produksi pengetahuan, dan
menyebarkannya di kalangan warga SMK

• Ada program dan pelaksanaan 15 menit membaca


• Penyusunan dan pelaksanaan strategi literasi dalam pembelajaran
Indikator • Tersedia area baca di SMK (perpustakaan, sudut buku kelas dan tempat-tempat lain untuk membca
• Pembimbingan penggunaan internet

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


STRATEGI
MEMBANGUN BUDAYA LITERASI

Mengkondisikan Mengupayakan
lingkungan fisik ramah lingkungan sosial dan
literasi afektif

Mengupayakan sekolah
sebagai lingkungan
akademik yang literat
 literasi dapat menjiwai
pembelajaran

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SUDUT BACA

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


CONTOH PERPUSTAKAAN:
DIGITAL- KONVENSIONAL
(SMK WIKRAMA BOGOR)
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
CONTOH AREA BACA
(SMKN 3 BOGOR)

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


CONTOH-CONTOH
POJOK BACA KELAS
(SMKN 5 YOGYA)
CONTOH SUDUT BACA KREASI SENDIRI
CONTOH-CONTOH KARYA SISWA SMK

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


CONTOH-CONTOH
KARYA SISWA SMK

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Dokumen-dokumen bukan merupakan tujuan, namun merupakan alat bantu
(tools) untuk menyelenggarakan Tusi sekolah, MEMASTIKAN segala sesuatu
dengan baik sejak awal dan setiap waktu (do it right the first time and every time)
KONSEP SAINTIFIK
PADA PEMBELAJARAN DI SMK

Proses pembelajaran yang dirancang agar peserta didik secara aktif


mengkonstruk konsep, prosedur, hukum atau prinsip, melalui tahapan-
tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau
merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik
simpulan, dan mengkomunikasikan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


HUBUNGAN PENDEKATAN SAINTIFIK
DAN MODEL BELAJAR

INQUIRY

DISCOVERY
MENGAMATI;
MENANYA; PENDEKATAN
PBL
MENCOBA, SAINTIFIK,
PBJL MENGANALISIS, REKAYASA DAN
MENGKOMUNIKAS TEKNOLOGI
PBT/PBTE IKAN

TEACHING FACTORY

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


HUBUNGAN MODEL BELAJAR
DAN PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR

CARA SISWA BELAJAR

PENCAPAIAN
MODEL CARA MENGAJAR
KOMPETENSI
PEMBELAJARAN DASAR
(TUJUAN)
LINGKUNGAN BELAJAR

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


ANALISIS PEMILIHAN
MODEL PEMBELAJARAN
• Menganalisis rumusan pernyataan setiap KD;
• Mempelajari tujuan setiap model pembelajaran;
• Menentukan apakah rumusan KD cenderung pada pembentukan konsep/ prinsip atau
pada pembentukan hasil karya;
• Pasangan KD KI-3 dan KD KI-4 pada kelompok Mapel C1 dan C2 yang cenderung
pada penguasaan konsep/prinsip untuk membentuk kemampuan eksplanasi, tepat
menggunakan Inquiry/Discovery Learning. Merupakan fondasi mempelajari Mapel
kelompok C3.
• Pasangan KD KI-3 dan KD KI-4 pada kelompok Mapel C3 yang cenderung
membentuk kemampuan solusi-solusi teknologi dan rekayasa atau hasil karya, dapat
menggunakan model belajar Problem Based Learning, Production Based Trainning,
Project Based Learning dan Teaching Factory.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


MODEL PEMBELAJARAN
DISCOVERY LEARNING
Tujuan pembelajaran model Discovery Learning
1. Meningkatkan kesempatan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran;
2. Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak;
3. Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan
memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan;
4. Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi
informasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain;
5. Meningkatkan Keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih bermakna;
6. Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar penemuan ke
dalam aktivitas situasi belajar yang baru.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS MODEL
DISCOVERY LEARNING
1. Pemberian rangsangan (Stimulation)
Dapat berupa cerita atau gambar dari suatu kejadian, sehingga memberikan arahan pada kesiapan
menemukan suatu konsep/prinsip atau formula.
2. Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
Peserta didik diajak mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan masalah dari kejadian,
selanjutnya dikembangkan jawaban sementara atau hipotesis terhadap konsep/prinsip atau
formula.
3. Pengumpulan data (Data Collection)
Dapat berupa observasi terhadap objek atau uji coba sesuai hipotesis.
4. Pembuktian (Verification)
Pada tahap ini dilakukan pengolahan dan verifikasi data terhadap hipotesis.
5. Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)
Melakukan generalisasi konsep/prinsip atau formulasi yang sudah dibuktikan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


MODEL PEMBELAJARAN
INQUIRY LEARNING

Tujuan Model Pembelajaran Inquiry


Mengembangkan kemampuan berfikir secara sistimatis,
logis dan kritis sebagai bagian dari proses mental.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS INQUIRY TERBIMBING
1. Orientasi masalah
Memberikan satu permasalahan yang harus dipecahkan kepada peserta didik. Contoh bola lampu putus.
2. Pengumpulan data dan verifikasi
Peserta didik mengumpulkan data berkaitan dengan bahan/bagian/kondisi yang berhubungan
dengan permasalahan.
3. Pengumpulan data melalui eksperimen
Peserta didik mengumpulkan data dengan memeriksa fungsi bahan/bagian dan kondisi.
4. Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi
Peserta didik merumuskan atau memformulasikan hasil eksperimen berkaitan dengan
permasalah.
5. Analisis proses inkuiri
Peserta didik melakukan generalisasi berkaitan dengan permasalahan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS INQUIRY SAINS
1. Siswa disajikan suatu bidang penelitian
Disajikan bidang penelitian seperti “pencemaran sungai”, termasuk metodologi yang digunakan pada penelitian
tersebut.
2. Menstrukturkan (Menyusun) problem/masalah
Peserta didik diajak untuk mengembangkan dan mengidentifikasi masalah yang terdapat dalam penelitian. Boleh
jadi peserta didik akan mengalami berbagai kesulitan yang harus diatasi, seperti interpretasi data, generalisasi
data, kontrol ujicoba, atau pembuatan simpulan.
3. Mengidentifikasi masalah dalam penelitian
Peserta didik diminta untuk berspekulasi tentang masalah tersebut; sehingga mengidentifikasi kesulitan dalam
proses penelitian.
4. Menyelesaikan kesulitan/masalah
Peserta didik diminta untuk berspekulasi tentang cara mengatasi kesulitan/masalah, dengan merancang kembali
ujicoba, mengolah data dengan cara yang berbeda, menggeneralisasi data dan mengembangkan konstruk.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


MODEL PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED LEARNING

Tujuan Model Pembelajaran


Problem Based Learning
Meningkatkan kemampuan menerapkan konsep pada
permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep high order
thinking skills (HOTS) yakni pengembangan kemampuan berfikir
kritis, kemampuan pemecahan masalah dan secara aktif
mengembangkan keinginan dalam belajar dengan mengarahkan
belajar diri sendiri dan keterampilan belajar.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS PROBLEM BASED LEARNING
1. Mengidentifikasi masalah
Mengidentifikasi masalah melalui curah pendapat dari kasus yang diberikan.
2. Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan nformasi yang relevan
Peserta didik mendata sejumlah fakta pendukung sesuai masalah, serta pengetahuan deklaratif berupa konsep dan
prinsip yang harus dikuasai berkenaan dengan masalah.
3. Mengembangkan solusi melalui identifikasi alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandangan
Peserta didik diajak berfikir untuk mengembangkan pemecahan masalah melalui berfikir prosedural melakukan
penelaahan penyebab masalah, melalui pengumpulan imformasi dari setiap langkah pemeriksaan hingga ditemukan
penyebab utama masalah.
4. Melakukan tindakan strategis
Peserta didik mengembangkan tindakan strategis yang didasarkan atas temuan untuk memecahkan masalah.
5. Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan
Peserta didik diajak memeriksa pengaruh hasil tindakan terhadap permasalahan yang terjadi di dalam sistem,
menggunakan rujukan seperti “service manual”, hingga sistem dapat bekerja secara normal sesuai rujukan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS MODEL PROBLEM SOLVING LEARNING JENIS
TROUBLE SHOOTING
1. Merumuskan uraian masalah
Peserta didik dihadapkan pada kasus, mengidentifikasi masalah dan merumuskan
kemungkinan penyebab masalah.
2. Mengembangkan kemungkinan penyebab
Pengembangan kemungkinan penyebab dilakukan berdasarkan observasi dan pemeriksaan
terhadap fungsi berdasarkan konsep atau prinsip.
3. Mengetes penyebab atau proses diagnosis
Menganalisis data hasil pemeriksaan dan menentukan penyebab utama, menggunakan
berfikir prosedur serta melakukan perlakuan/perbaikan.
4. Mengevaluasi
Memeriksa hasil perlakuan/perbaikan dan membandingkannya dengan acuan rujukan atau
service manual, untuk menentukan kasus/permasalahan telah dapat diatasi.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


MODEL PEMBELAJARAN
PROJECT BASED LEARNING
(PjBL)

TUJUAN
Meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan
kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level
tinggi/taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada
abad 21.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS MODEL PEMBELAJARAN PjBL
1. Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the essential question)
Peserta didik secara kelompok/individu dihadapkan pada situasi adanya permasalahan dan menentukan projek
yang paling tepat cara mengatasi masalah.
2. Mendesain perencanaan projek
Peserta didik merancang projek baik desain/perencanaan, gambar, bahan, maupun teknis pengerjaannya.
3. Menyusun jadwal (Create a Schedule)
Peserta didik menyusun jadwal (waktu pelaksanaan), distribusi pekerjaan, dan presentasi.
4. Memonitor kemajuan projek (Monitor the Progress of the Project);
Peserta didik mengerjakan projek sesuai rancangan dan distribusi kerja serta menyampaikan progres/kemajuan
pengerjaan projek.
5. Menguji hasil (Assess the Outcome)
Peserta didik memeriksa hasil projek; membandingkan dengan rancangan dan pendidik menilai kemajuan peserta
didik.
6. Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience)
Pendidik dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil projek yang sudah dijalankan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


MODEL PEMBELAJARAN
PRODUCTION BASED TRAINING (PBT)/
PRODUCTION BASED EDUCATION AND TRAINING (PBET)

TUJUAN
Menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi kerja
yang berkaitan dengan kompetensi teknis serta kemampuan
kerja sama (berkolaborasi) sesuai tuntutan organisasi kerja.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS PBT/PBET
1. Merencanakan produk
Membuat rancangan produk; dapat berupa benda hasil produksi, layanan jasa, rencana
pertunjukan. Dapat dilakukan dari mulai menggambar detail, membuat pamflet (waktu
pertunjukan, isi pertunjukan), perhitungan kebutuhan bahan/kostum, peralatan, teknik pengerjaan
serta alur kerja/koordinasi kerja.
2. Melaksanakan proses produksi
Peserta didik melakukan tahapan produksi berdasarkan rencana produk benda/ layanan
jasa/rencana pertunjukan, alur /koordinasi kerja serta memonitor proses produksi.
3. Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu),
Peserta didik memeriksa hasil produk melalui membandingkan dengan tuntutan perencanaan
teknis.
4. Mengembangkan rencana pemasaran
Peserta didik mempersiapkan rancangan pemasaran baik dalam jejaring (daring) maupun luar
jejaring (luring) berbentuk brosur/pamflet dan mempresentasikannya.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


TEACHING FACTORY

TUJUAN

1. Menyiapkan lulusan SMK menjadi pekerja dan atau wirausahawan;


2. Membantu peserta didik memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya;
3. Menumbuhkan kreativitas peserta didik melalui learning by doing;
4. Mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja;
5. Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK;
6. Membantu peserta didik mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta menjalin
kerjasama dengan dunia kerja secara aktual;
7. Memberi kesempatan kepada peserta didik melatih keterampilannya, sehingga dapat
membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS TEACHING FACTORY
(SEMA E. ALPTEKIN:2001)
1. Merancang produk
Peserta didik mengembangkan produk baru/cipta resep atau produk kebutuhan sehari-hari
(consumer goods)/merancang pertunjukan kontemporer dengan menggambar/membuat
scrip/merancang pada komputer atau manual dengan data spesifikasinya.
2. Membuat prototype
Membuat produk/kreasi baru/tester sebagai prototype sesuai data spesifikasi.
3. Memvalidasi dan memverifikasi prototype
Peserta didik melakukan validasi dan verifikasi dimensi data spesifikasi dari
prototype/kreasi baru/tester yang dibuat untuk mendapatkan persetujuan layak
diproduksi/dipentaskan.
4. Membuat produk masal
Peserta didik mengembangkan jadwal dan jumlah produk/pertunjukan sesuai dengan
waktu yang ditetapkan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SINTAKSIS TEACHING FACTORY
(Dadang Hidayat, 2011)
1. Menerima order
Peserta didik berperan sebagai penerima order dan berkomunikasi dengan pemberi order berkaitan
dengan pesanan/layanan jasa yang diinginkan. Terjadi komunikasi efektif dan santun serta mencatat
keinginan/keluhan pemberi order. Misal: pada gerai perbaikan Smart Phone atau reservasi kamar hotel.
2. Menganalisis order
Peserta didik berperan sebagai teknisi melakukan analisis terhadap pesanan pemberi order berupa
produk barang atau layanan jasa sehubungan dengan gambar detail, spesifikasi, bahan, waktu
pengerjaan, dan harga di bawah supervisi guru yang berperan sebagai supervisor.
3. Menyatakan kesiapan mengerjakan order
Peserta didik menyatakan kesiapan untuk melaksanakan pekerjaan berdasarkan hasil analisis order dan
kompetensi yang dimilikinya, sehingga menumbuhkan motivasi dan tanggung jawab.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


4. Mengerjakan order
Melaksanakan pekerjaan sesuai tuntutan spesifikasi kerja yang sudah dihasilkan melalui proses
analisis order. Peserta didik sebagai pekerja harus menaati prosedur kerja yang ditentukan,
keselamatan kerja, dan langkah kerja secara sungguh-sunguh untuk menghasilkan produk sesuai
spesifikasi yang ditentukan.
5. Mengevaluasi produk
Melakukan penilaian terhadap benda produk kerja/layanan jasa dengan cara membandingkan
parameter benda kerja/layanan jasa yang dihasilkan data parameter pada spesifikasi order pesanan
atau spesifikasi service manual.
6. Menyerahkan order
Peserta didik menyerahkan order benda produk kerja/layanan jasa, setelah yakin semua persyratan
spesifikasi order telah terpenuhi, sehingga terjadi komunikasi produktif dengan pelanggan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Anda mungkin juga menyukai