Anda di halaman 1dari 30

KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI BANTEN

BIDANG URUSAN AGAMA ISLAM

P E M B I N A A N K I N E R J A D A N P E N I N G K ATA N
M U T U L AYA N A N K U A
DILINGKUNGAN KANTOR KEMENTERIAN
A G A M A K O TA S E R A N G

TA H U N 2 0 2 1
CURICULUM VITAE
Nama : H. A. MUPASIR, S.Ag., M.Pd
NIP : 197502032002121002
Pangkat/Gol : Pembina – IV/a
TTL : Serang, 03 Februari 1975
Pendidikan : S1 – Syari'ah jurusan Ahwalussyahsiyah IAIN SGD Bandung
S2 – Magister Pendidikan Jurusan Teknologi Pembelajaran PGRI
Adhi Buana Surabaya
Jabatan : 1. Penghulu pada KUA Kec.Neglasri Kota Tangerang (2003 - 2007)
2. Penghulu Priuk (2007 - 2009)
3. Pelaksana Ibsos Urais Kanwil (2009 - 2017)
4. Kasi Pemberdayaan KUA (2017 - 2020)
5. Kasi Kepenghuluan (2020 – 2021)
6. Analis Kebijakan pada Kelembagan KUA,& Sarpras KUA dan
Sistem Informasi Urais (2021 - sekarang)

2
REVITALISASI KUA KUNCI LAYANAN PRIMA
KUA KECAMATAN

3
Prolog
Kantor Urusan Agama Kecamatan adalah sebagai perpanjangan tangan Kantor

Kementerian Agama yang memiliki beberapa layanan yang tidak semua diketahui

masyarakat, Kantor Urusan Agama Kecamatan tidak memilki akses yang dapat digunakan

oleh masyarakat luar kantor.

Akibatnya masyarakat harus berulang-ulang pergi ke Kantor Urusan Agama karena

rumitnya pelayanan, persyaratan, biaya dan berkas yang harus dilengkapinya,

menyebabkan banyak waktu yang terbuang sia-sia. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk

merancang dan membangun sistem informasi pelayanan publik secara online pada Kantor

Urusan Agama sehingga proses pelayanan dapat dilakukan dengan cepat dan mampu

mengelola data serta penyimpanan dokumen secara digital.

4
Latar Belakang

Pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka


pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan hak- hak sipil setiap warga negara dan penduduk
atas suatu barang, jasa dan pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
pelayanan publik.

Praktek penyelenggaraan pelayanan publik adalah salah satu perwujudan dari fungsi
aparatur negara sebagai abdi masyarakat di samping sebagai abdi negara. Idealnya
pelayanan publik harus diberikan secara baik guna mencapai kepuasan masyarakat.
Pemenuhan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sangat menentukan bagi kelangsungan
dan tegaknya sistem pemerintahan.

5
Teknologi informasi didefinisikan sebagai
pengembangan aplikasi dan teknologi berbasis
komunikasi untuk memproses, penyajian, mengelola
data, dan informasi. Teknologi informasi mempunyai
pengertian luas meliputi segala sesuatu yang berkaitan
dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, dan
pengelolaan informasi. Teknologi informasi pada
dasarnya merupakan seperangkat peralatan yang
saling berkaitan satu sama lain dalam membantu
memudahkan kerja manusia.

6
KRITERIA LAYANAN
PRIMA
PADA KUA KECAMATAN
7
RELEVAN

MUDAH
DI AKSES AKURAT

KRITERIA
LAYANA
N

LENGKA
AMAN
P

UPDATE
D
8
TUJUAN
REVITALISASI KUA

9
MENINGKATKAN KUALITAS UMAT BERAGAMA

MEMPERKUAT PERAN KUA DALAM MENGELOLA


KEHIDUPAN BERAGAMA

MEMPERKUAT PROGRAM DAN LAYANAN KEAGAMAAN

MENINGKATKAN KAPASITAS KELEMBAGAAN KUA


SEBAGAI PUSAT LAYANAN KEAGAMAAN

10
PROGRAM
REVITALISASI KUA

11
PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN

PENYEMPURNAAN STANDAR PELAYANAN

TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN

PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA

PENGUATAN REGULASI, DAN

PENGUATAN INTEGRITAS DATA

12
PUSAKA SAKINAH
BIMBINGAN PERKAWINAN,
BERKAH BELAJAR
RAHASIA NIKAH
RELASI HARMONIS, EKONOMI
KELUARGA

KONSULTASI,
PENYELESAIAN KASIS
KOMPAK MEDIASI,
PENDAMPINGAN,
DAN ADVOKASI
PERSELISIHAN, PERCERAIAN,
KDRT, KAWIN ANAK, dsb..

LAYANAN
BERSAMA PENCEGAHAN KAWIN ANAK,
LESTARI KETAHANAN
KELUARGA
KESEHATAN REPRODUKSI, GIZI
KELUARGA, dsb..
INDONESIA 13
TRANSFORMASI
ORIENTASI PADA KEBUTUHAN
Formalistik MASYARAKAT

Pasif AKTIF - RESPONSIF

Berjarak DI TENGAH-TENGAH MASYARAKAT

Periferal POROS GERAKAN

Activity Oriented
14
RESULT ORIENTED
Jenis Layanan Online Kantor Urusan Agama
pada Kementerian Agama
http://simbi.kemenag.go.id

15
Jenis Layanan Online pada
Kantor Urusan Agama
1. Sistem Informasi dan Manajemen Nikah (SIMKAH)

Transformasi sektor layanan pada lembaga KUA juga sebagaimana


diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor
Dj.II/369 Tahun 2013 Tentang Penerapan Sistem Informasi
Manajemen Nikah (Simkah) Pada Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan, yang semula dilakukan secara manual menjadi digital
dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan melalui
pemanfaatan teknologi informasi dan digital secara optimal untuk
mempermudah akses pelayanan kepada masyarakat, yaitu :
16
Keunggulan Simkah Web diantaranya adalah :

Kemudahan penggunaan, karena formulir isian untuk membuat akta nikah, buku nikah dan
kartu nikah sudah terisi secara otomatis hanya dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Dilengkapi fitur untuk mencetak kartu nikah dan survey kepuasaan masyarakat

Tersedianya menu layanan pendaftaran nikah yang mudah diakses secara online

Terintegrasi ke dalam berbagai aplikasi layanan, seperti Sistem Informasi Administrasi


Kependudukan (SIAK), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara online (SIMPONI), serta
Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dari Mahkamah Agung yang saat ini masih dalam
proses pengintegrasian

Memiliki
Memiliki QR
QR Code
Code (kode
(kode batang)
batang) sebagai
sebagai fitur
fitur security
security
(keamanan)
(keamanan) supaya
supaya buku
buku nikah
nikah tidak
tidak mudah
mudah dipalsukan
dipalsukan oleh
oleh
pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab
pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab

Adanya
Adanya tampilan
tampilan dan
dan kemudahan
kemudahan dalam
dalam menyajikan
menyajikan laporan
laporan
peristiwa nikah dengan
peristiwa nikah dengan variable statistik usia nikah, pendidikan
variable statistik usia nikah, pendidikan
dan
dan pekerjaan
pekerjaan

17
2. Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) berbasis Web

a. Dalam upaya meningkatkan kualitas perkawinan yang baik dan


mulia sesuai ajaran Islam, kegiatan Bimbingan Perkawinan
(BIMWIN) bagi pasangan calon pengantin (pra-nikah) dalam
rangka mewujudkan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa
rahmah. Kegiatan ini selaras dengan tugas dan fungsi Bimas Islam
dalam memberikan bimbingan bagi masyarakat khususnya
pasangan suami istri dalam upaya meningkatkan kualitas
kehidupan keluarga yang harmonis.

18
b. Program BIMWIN ditentukan oleh bagaimana strategi komunikasi

diterapkan dalam pelaksanaannya.

c. Komunikasi memiliki peran penting dalam aktivitas bimbingan yang dilakukan

Bimas Islam kepada masyarakat khususnya calon pasangan pengantin sebagai


peserta BIMWIN dalam rangka menyukseskan keberhasilan program
pemerintah untuk mewujudkan keluarga sakinah sehingga tingginya
perceraian dapat diminimalisir.
19
3. Sistem Informasi Masjid (SIMAS) berbasis Web
Sistem informasi masjid adalah bagian dari komponen dan elemen yang menjadi satu dalam
mencapai tujuan pada pembahasan mengenai masjid. Saat ini, masyarakat kurang
mengetahui tentang informasi masjid di Banten karena sebelumnya hanya masyarakat
sekitar masjid saja dan masyarakat yang mempunyai hubungan relasi dengan pengurus
masjid saja yang mengetahui.

Adanya website sistem informasi masjid ini dapat memudahkan dalam


mendapatkan informasi tentang masjid. Website ini dilengkapi fitur
searching , maps , dan newsfeed untuk memudahkan masyarakat dalam
berlangganan kegiatan masjid yang diikuti supaya ada pemberitahuan
dengan bookmark.

Untuk Kelebihan dari sistem ini adalah memudahkan masyarakat dalam


mendapatkan informasi dan berlangganan kegiatan masjid yang diikuti
serta memudahkan pihak Kementrian Agama untuk memantau masjid
secara efektif dan efesien.

20
4. Sistem Informasi Wakaf (SIWAK)

Sistem Informasi Wakaf atau disebut dengan SIWAK merupakan salah satu layanan tentang data wakaf di
seluruh Indonesia.
Salah satu upaya strategis yang di lakukan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama adalah
mengembangkan pemetaan wakaf melalui sistem informasi wakaf (SIWAK), sehingga mendapatkan hasil
yang positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi ummat Islam. Dalam kaitan ini, Pemerintah terus
berupaya agar pengelolaan wakaf mempunyai legalitas yang kuat. Disamping itu, sebagai langkah ke depan
perlu dikembangkan suatu sistem pengelolaan dan pengembangan wakaf yang sesuai dengan tuntutan dan
perkembangan yang terjadi, serta garis kebijakan pemerintah. Pengadaan referensi wakaf yang disusun oleh
Direktorat Pemberdayaan wakaf tak lain merupakan bagian dari upaya mendorong pemberdayaan wakaf
dalam melaksanakan pemetaan wakaf melalui sisten informasi wakaf sesuai dengan tuntutan
perkembangan zaman dewasa ini.
21
5. Sistem Informasi Kepenghuluan (SIK)

Sistem Informasi Kepenghuluan atau disebut SIK adalah Sistem informasi


kepenghuluan ini dikembangkan untuk memudahkan dalam melakukan
pendataan dari semua penghulu yang ada di indonesia dan data pernikahan
secara online dan dapat digunakan untuk menjadi salah satu sumber
informasi kepenghuluan dan pernikahan

22
6. Sistem Informasi Hisab Ruhyat Indonesia (SIHAT)

Sistem Informasi Hisab Ruhyat Indonesia atau SIHAT, Aplikasi ini bisa diakses secara
online dan merupakan aplikasi yang memberikan layanan jadwal waktu sholat di seluruh
Indonesia. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa menikmati layanan jadwal sholat dalam
format html, excel atau pdf kemudian bisa didownload secara gratis.

23
Pelayanan Berbasis Digitalisasi
Terdapat 17 layanan aplikasi berbasis digitalisasi atau layanan secara online
dalam Sistem Informasi Bimas Islam (SIMBI) Kementerian Agama RI.

Kantor Urusan Agama (KUA) adalah unit kerja terdepan kemenag yang
melaksanakan sebagian tugas pemerintah di bidang Agama Islam, di wilayah
Kecamatan (KMA No.517/2001 dan PMA No.11/2007). Dikatakan sebagai unit
kerja terdepan, karena KUA secara langsung berhadapan dengan masyarakat.
Fakta sejarah juga menunjukan kelahiran KUA hanya berselang sepuluh bulan
dari kelahiran Depag. Sekali lagi, ini menunjukan peran KUA sangat strategis,
bila dilihat dari keberadannya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,
terutama yang memerlukan pelayanan Bidang Urusan Agama Islam (Urais)
24
KUA tidak sekedar melakukan pengawasan dan pencatatan
nikah/rujuk saja, tetapi juga melaksanakan tugas-tugas
lainnya seperti mengurus dan membina tempat ibadah umat
Islam (masjid, langgar/mushalla) membina pengamalan
agama Islam, zakat, wakaf, baitul mal dan ibadah sosial,
pangan halal, kemitraan umat Islam kependudukan serta
pengembangan keluarga sakinah, sesuai kebijakan Dirjen
Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
25
Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI) merupakan sistem
informasi yang dikembangkan Kementerian Agama guna meningkatkan
kulitas pelayanan yang optimal, tidak bersifat seadanya, masyarakat
akan bisa melihat informasi yang cepat, lengkap, akurat dan terbaru.
Dalam rangka meningkatkan kualitas ketersediaan informasi dan data
yang lengkap dan akurat, mengingat prasyarat informasi publik yang
harus kredibel, tentu saja harus juga didukung oleh operator yang
handal. Karena para operator ini yang bertugas untuk mengelola Aplikasi
SIMBI dalam menyajikan data dan informasi secara lengkap dan
akuntabel.

26
DESAIN INTERIOR
PENCANANGAN REVITALISASI KUA

27
DESAIN INTERIOR
PENCANANGAN REVITALISASI KUA

28
DESAIN INTERIOR
PENCANANGAN REVITALISASI KUA

29
Terima
Kasih
MODERASI UNTUK KEBERSAMAAN UMAT