Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

“PREMATURITAS DAN BBLR”


DISUSUN OLEH :

FETTY SUSANTI (1130119002)

ZAHROIL MAKNUNAH (1130119015)


Pengertian Prematur dan BBLR

Kelahiran prematur adalah masalah utama yang


Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) (Low
belum terselesaikan dalam dunia kesehatan
Birth Weight/LBW) adalah Berat bayi 2500
perinatal saat ini (Iams, 2009).
gram atau kurang dari 2500 gram pada saat lahir.
Anatomi Fisiologi
Bayi prematur beresiko karena system-sistem organnya tidak matur dan
cadangannya kurang. Angka morbiditas dan moralitas lebih tinggi tiga sampai
empat kali daripada bayi yang lebih tua dengan berat yang dapat dibandingkan.
Masalah-masalah potensial dan kebutuhan perawatan bayo prematur dengan berat
2000 gram berbeda dari kebutuhan perawatan bayi aterm, pascaterm, atau bayi
pascamatur dengan berat badan yang sama
Bayi prematur memiliki beberapa perbedaan, yaitu:

Bayi prematur di garis batas

Bayi prematur sedang

Bayi sangat prematur


Klasifikasi Persalinan Prematur

– Menurut Perry Lowdermik, 2013 klasifikasi persalinan prematur dibagi menjadi


dua, yaitu :
Persalinan prematur spontan
Persalinan prematur dengan Indikasi
ETIOLOGI
FISIOLOGIS NON FISIOLOGIS
Faktor ekonomi atau
Infeksi Masalah Usia ibu
kelas sosial rendah
vaskuler
Wanita yang belum
Lemah menikah atau yang Berat badan ibu
Overdistensi tidak mendapat kurang atau lebih.
serviks dukungan.

Merokok, dan
penggunaan alkohol
Penyebab dan obat-obatan.
idiopatik
Patofisiologi Prematurtas dan BBLR
Persalinan prematur dapat diperkirakan dengan mencari faktor resiko mayor atau minor. Faktor
resiko minor ialah penyakit yang disertai demam, perdarahan pervagina pada kehamilan lebih dari
12 minggu, riwayat pielonefritis, merokok lebih dari 10 batang perhari, riwayat abortus pada
trimester II, riwayat abortus pada trimester I lebih dari 2 kali. Faktor resiko mayor adalah kehamilan
multiple, hidramnion, anomali uterus, serviks terbuka lebih dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu,
serviks mendatar atau memendek kurang dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu, riwayat abortus pada
trimester II lebih dari 1 kali, riwayat persalinan prematur sebelumnya, operasi abdominal pada
kehamilan prematur, riwayat operasi konisasi, dan iritabilitas uterus. Pasien tergolong resiko tinggi
bila dijumpai 1 atau lebih faktor resiko mayor atau bila ada 2 atau lebih resiko minor atau bila
ditemukan keduanya (Reeder, 2011).
Manifestasi Klinis

Tanda dan Gejala Bayi BBLR


Tanda dan Gejala Prematuritas
1. Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu.
2. Berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram.
Menurut Perry Lowdermik dan
3. Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm.
Cashion (2013), tanda dan gelaja 4. Kuku panjangnya belum melewati ujung jari.
persalinan prematur antara lain: 5. Batas dahi dan rambut kepala tidak jelas.
Aktivitas uterus 6. Lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm.
Rasa tidak nyaman 7. Lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm.
Sekret vagina 8. Rambut lanugo masih banyak.
9. Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang.
Faktor Risiko Persalinan Kurang Bulan
1 Usia ibu yang muda (<15 tahun)
2 Kelas sosial ekonomi yang rendah
3 Orang tua tunggal atau tidak ada yang menanggung
4 Berat badan di bawah rata-rata
5 Perokok kretek
6 Bayi sebelumnya lahir kurang bulan
7 Kehamilan kembar
8 Serviks tidak kompeten
9 Ketuban pecah dini
Pemeriksaan Laboratorium Prematuritas dan
BBLR

– Pemeriksaan darah lengkap terutama leukosit,crp,dan golongan darah.


– Indikator biokimia :
– Ultrasonografi
– Sonografi
– Pengujian nitrazin
Penatalaksanaan Persalinan
Prematur
– Meningkatkan usia hamil.
– Meningkatkan berat lahir.
– Menurunkan morbiditas dan mortalitas.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
– Pengkajian Keperawatan

Data subjektif : Identitas , meliputi nama, jenis kelamin, pekerjaan, status kewarganegaraan, suku , bangsa , pendidikan dan alamat. Ibu
yang sangat muda < 18 tahun atau berusia diatas 35 tahun terbukti memiliki insiden persalinan prematur yang lebih tinggi. Wanita yang
belum menikah atau yang tidak mendapat dukungan.
– Keluhan utama

Kontraksi uterus yang terjadi lebih sering dan setiap 10 menit yang menetap selama 1 jam atau lebih.Nyeri tumpul pada pinggul bawah
yang intermitten (di bawah pinggang). Tekanan atau rasa penuh pada panggul.Sering berkemih. tiadanya perawatan sebelum kelahiran
dan rendahnya gizi, konsultasi genetic yang pernah dilakukan, kelahiran prematur sebelumnya dan jarak kehamilan yang berdekatan,
infeksi seperti TORCH atau penyakit hubungan seksual lain, keadaan seperti toksemia, abrupsio plasentae, plasenta previa, dan
prolapsus tali pusat, konsumsi kafein, rokok, alkohol dan obat-obatan, golongan darah, faktor Rh.( Lodermilk, Cashion, 2013).
– Riwayat obstetri

Riwayat kelahiran prematur atau aborsi, kehamilan, persalinan, nifas, anak dan KB yang digunakan.Penggunaan obat-obatan, alkohol,
rokok, dan kafein.
– Riwayat kehamilan sekarang

Mengkaji keluhan yang dirasakan pasien selama kehamilan dan tiadanya perawatan sebelum kelahiran (prenatal care).
– Riwayat kesehatan

Masalah yang berkaitan dengan ibu.Penyakit seperti hipertensi, toksemia, plasenta previa, abrupsio plasenta, inkompeten servikal,
kehamilan kembar, malnutrisi, dan diabetes mellitus.
– Riwayat kesehatan keluarga
Mengetahui masalah yang berkaitan dengan faktor genetic, sebagai indikasi penyakit yang diturunkan oleh orang tua.
– Pola kebiasaan sehari-hari
Merokok, dan penggunaan alkohol dan obat-obatan.
Data Objektif
– Pemeriksaan umum
Gambaran kesadaran umum klien, kesadaran penting dinilai dengan melakukan anamnesa. Kesadaran pasien mengindikan ada atau tidaknya kelainan
psikologis dan mencakup tanda-tanda vital, berat badan, tinggi badan, serta keadaan gizi pasien.Bayi pada saat kelahiran. Umur kehamilan biasanya antara 24
sampai 37 minggu, rendahnya berat badan pada saat kelahiran, SGA, atau terlalu besar ur kehamilan, berat biasanya kurang dari 2500 gram kurus, lapisan
lemak subkutan sedikit atau tidak ada, kepala relatif besar dibanding badan, 3 cm lebih besar dibanding lebar dada, kelainan fisik yang mungkin terlihat, nilai
Apgar pada 1 sampai 5 menit, 0 sampai 3 menunjukkan kegawatan yang parah, 4 sampai 6 kegawatan sedang, dan 7 sampai 10 normal.
– Pemeriksaan fisik
Pada Ibu dengan persalinan prematur :
Keadaan umum : lemas
Kesadaran : Composmentis
Kepala
– Kaji kebersihan rambut, ada atau tidak ada benjolan, warna rambut.
Wajah
– Periksa ada tidaknya edema, ada atau tidak ada cloasmagravidarum, wajah pucat.
Mata
– Periksa konjungtiva dan sclera untuk menentukan apakah ibu mengalami anemia.
– Payudara
Puting susu menonjol, coloctrum sudah keluar, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan massa.
– Abdomen
Lihat pembesaran perut apakah sesuai dengan usia kehamilan, bekas SC.
– Pemeriksaan Leopold :
Leopold I : Bagian fundus teraba bulat, lunak (bokong)
Leopold II : Bagian kanan ibu teraba memanjang seperti papan, ada tahanan dank eras (punggung), bagian kiri
teraba ada bagian-bagian kecil dan banyak (ekstremitas)
Leopold III : Bagian terendah janin teraba bagian bulat, keras (kepala)
Leopold IV : kedua tangan tidak bertemu/divergen
Diagnosa Keperawatan

– Nyeri akut berhubungan dengan kontraksi uterus ditandai dengan kram hebat
secara intermiten.
– Ansietas berhubungan dengan ancaman pada status terkini: kelahiran prematur
ditandai dengan respon psikologis terganggu, perubahan status kesehatan.
– Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang sumber pengetahuan
terhadap kehamilan prematur ditandai dengan kurang pengetahuan
No. Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Rasional
1. Meringankan atau mengurangi nyeri sampai pada tigkat kenyamana yang dapat diterima
Dx (NOC) (NIC) oleh pasien

1. Setelah dilakukan 1. Manajemen nyeri 1. Meringankan atau


asuhan keperawatan a. Observasi isyarat non mengurangi nyeri
selama 1 x 24 jam verbal, sampai pada tigkat
diharapkan tingkat nyeri ketidaknyamanan, kenyamana yang
berkurang dari skala 2 khususnya pada mereka dapat diterima oleh
(cukup berat) menjadi 4 yang tidak mampu pasien
(ringan) dengan indikatir berkomunikasi efektif
keberhasilan : b. Lakukan pengkajian
1. Nyeri yang nyeri yang
2. Memberikan sedatif, memantau respons pasien, dan memberikan dukungan fisiologis

dilaporkan komprehensif meliputi yang dibutuhkan selama prosedur diagnostik atau terapeutik

2. Ekspresi wajah lokasi, karakteristik,


3. Panjangnya episode awitan dan durasi,
nyeri frekuensi, kualitas,
4. Intoleransi makanan intensitas, atau
5. Tanda-tand vital keparahan penyakit,
RR : 16-20x/menit dan faktor
N : 60-90x/menit presipitasinya.
o
Suhu : 37 C c. Berikan informasi
TD : 120/80 mmHg tentang nyeri, seperti
penyebab nyeri, berapa
lama akan berlangsung,
dan antisipasi
ketidaknyamanan
prosedur.
d. Gunakan tindakan
pengendalian nyeri
sebelum nyeri menjadi
lebih berat.
2. Manajemen sedasi: 2. Memberikan
sedatif, memantau
Implementasi Keperawatan
– Lakukan implementasi sesuai dengan intervensi yang telah ditetapkan sesuai
dengan prioritas diagnose keperawatan. Beberapa intervensi dijadikan prioritas
sesuai diagnose prioritas :
– Kumpulkan data penilaian yang berkaitan dengan kegawatan pernapasan.Termasuk
data-data yang berkaitan dengan :
– Riwayat ibu atas penggunaan obat atau kondisi tidak normal selama kehamilan dan
proses kelahiran
– Kondisi bayi saat kelahiran, niai Apgar, resusitasi (dilakukan atau tidak)
– Pernapasan: frekuensi, kedalaman, kemudahan, takipnea dengan angka lebih dari
60 per menit
– Dengkuran ekspirasi, pernapasan cuping hidung atau retraksi dengan penggunaan
oto-otot aksesories (intekostal, suprasternal, substernal)
– Sianosis ketika menghirup udara kamar, penurunan suara napas.
Evaluasi Keperawatan
– Memastikan keadaan ibu dan bayi sesuai dengan indikator keberhasilan dalam pelaksanaan intervensi.
Pada kondisi ibu :
– Nyeri yang dilaporkan menurun intensitasnya.
– Panjangnya episode nyeri berkurang
– toleransi makanan
– Tanda-tand vital dalam batas normal. RR : 16-20x/menit, N : 60-90x/menit, Suhu : 37 oC, TD : 120/80
mmHg
– Pasien tidak gelisah, tidak merasa takut yang disampaikan melaui lisan. Mampu beristirahat sesuai jam
tidur secara normal.
– Klien mampu menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis dan program pengobatan
terhadap kelahiran prematur yang dialami.
– Klien mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar.
– Klien mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/ tim kesehatan.
TERIMA KASIH