Anda di halaman 1dari 22

Manajemen

Konflik,
Kolaborasi
dan Negosiasi

Kelompok 6 :

1. Nanda Fasichatul Imania

2. Fenny Priyanti
Pengertian konflik

Menurut Marquis ●
Konflik sebagai masalah internal dan
dan Huston, 1998 eksternal yang terjadi sebagai akibat
dalam Blacius dari perbedaan pendapat, nilai-nilai, atau
keyakinan dari dua orang atau lebih.
dedi (2019)

Menurut

Mengatakan bahwa konflik dapat
Littlefield, 1995
dikategorikan suatu kejadian atau
dalam Blacius proses.
dedi (2019)
Sejarah terjadinya konflik

– Sejarah terjadinya suatu konflik pada suatu organisasi


dimulai seratus tahun yang lalu, di mana konflik adalah suatu
kejadian yang alamiah dan peristiwa yang pasti terjadi di
organisasi. Pada awal abad ke-20, konflik diindikasikan
sebagai suatu kelemahan manajemen pada suatu organisasi
yang harus dihindari.
– Pada pertengahan abad ke-19, ketika ketidakpuasan staf dan
umpan balik dari atasan tidak ada, maka konflik diterima
secara pasif sebagai suatu kejadian yang normal dalam
organisasi. Oleh karena itu, seorang manajer harus belajar
banyak tentang bagaimana menyelesaikan konflik tersebut
daripada berusaha menghindarinya.
Sumber Konflik

Beberapa sumber konflik dalam organisasi dapat disebabkan oleh


beberapa hal berikut :
1. Keterbatasan sumber daya.
2. Perbedaan tujuan.
3. Ketidakjelasan peran.
4. Hubungan dalam pekerjaan.
5. Perbedaan antar individu.
6. Masalah organisasi.
7. Masalah dalam komunikasi.
Kategori Konflik

Konf Konf Konfl


lik lik ik
Intr Inte Anta
aper rper r
sona sona kelo
l l mpok
Proses Konflik

Tahapan konfik yang terjadi terus menerus (laten)


Konflik laten dalam suatu organisasi. Misalmya, kondisi tentang


keterbatasan staf dan perubahan yang cepat.

Konflik yang ●
Konflik yang terjadi karena adanya sesuatu yang
dirasakan sebagai ancaman, ketakutan, tidak
percaya, dan marah.
dirasakan
Konflik yang ●
Konflik yang sengaja dimunculkan
tampak/sengaja untuk dicari solusinya
dimunculkan
Lanjutan...

Resolusi ●
Suatu penyelesaian masalah dengan cara
memuaskan semua orang yang terlibat di
dalamnya dengan prinsip win-win solution.
konflik
Konflik ●
Merupakan konflik yang terjadi akibat dari tidak
terselesaikannya konflik yang pertama. Konflik ini akan
menjadi masalah besar dan bisa menjadi penyebab dari
konflik yang utama bila tidak segera di atasi atau dikurangi.

aftermath
Penyelesaian Konflik
Figur Diagram Proses Konflik (Marquis dan Huston, 1998: 314)
Langkah-langkah menyelesaikan
suatu konflik
1.Pengkajian
a) Analisis situasi : Identifikasi jenis konflik untuk menentukan
waktu yang diperlukan, setelah dilakukan pengumpulan fakta dan
memvalidasi semua perkiraan melalui pengkajian lebih mendalam.
Kemudian siapa yang terlibat dan peran masing-masing. Tentukan
jika situasinya dapat diubah.
b) Analisis dan mematikan isu yang berkembang : Jelaskan
masalah dan prioritas fenomena yang terjadi. Tentukan masalah
utama yang memerlukan suatu penyelesaian yang dimulai dari
masalah tersebut. Hindari penyelesaian semua masalah dalam
satu waktu.
c) Menyusun tujuan : Jelaskan tujuan spesifik yang akan dicapai.
Lanjutan...
2. Identifikasi
a) Mengelola perasaan.
b)Hindari respons emosional: marah, sebab setiap orang
mempunyai respons yang berbeda terhadap kata-kata,
ekspresi dan tindakan.
3. Intervensi
a) Masuk pada konflik yang diyakini dapat diselesaikan dengan
baik. Selanjutnya identifikasi hasil yang positif yang akan
terjadi.
b)Menyeleksi metode dalam menyelesaikan konflik.
Penyelesaian konflik memerlukan strategi yang berbeda-
beda. Seleksi metode yang paling sesuai untuk menyelesaikan
konflik yang terjadi.
Kunci Langkah dalam
Manajemen Konflik
1. Set the tone: kendalikan diri dan jangan ada ancaman.
2. Get the feeling: beri kesempatan untuk mengekspresikan
perasaan.
3. Get the fact: mendengarkan dan mengamati dengan
saksama.
4. Ask for help: beri kesempatan karyawan untuk mencari
solusi yang terbaik dan gali konsekuensi dari keputusan
yang akan dibuat.
5. Get a commitment: komitmen dan pengorbanan.
6. Follow up: tindak lanjuti secara konsisten.
Strategi Penyelesaian
Konflik

Kompromi
atau negosiasi

Kolaborasi Kompetisi

Menghindar Akomodasi

Smoothing
Negosiasi

Negosiasi pada umumnya sama dengan kolaborasi. Pada


organisasi, negosiasi juga diartikan sebagai suatu
pendekatan yang kompetitif (Marquis dan Huston, 1998).
Negosiasi sering dirancang sebagai suatu strategi
menyelesaikan konflik dengan pendekatan kompromi.
Selama negosiasi berlangsung, berbagai pihak yang
terlibat menyerah dan lebih menekankan untuk
mengakomodasi perbedaan-perbedaan antara keduanya.
Langkah-langkah yang harus dilakukan
sebelum melaksanakan negosiasi

1. Mengumpulkan informasi tentang masalah


sebanyak mungkin.
2. Dimana manajer harus memulai
3. Memilih alternatif yang terbaik terhadap
sarana dan prasarana
4. Mempunyai agenda yang disembunyikan
Kunci sukses dalam melakukan
negosiasi
Lakukan Hindari
a. Jelaskan tujuan negosiasi, bukan posisinya

b. Perlakukan orang lain sebagai teman dalam penyelesaian masalah, a. Sikap yang tidak baik,
bukan sebagai musuh
seperti sinis, kasar dan
c. Ingat, bahwa setiap orang mengharapkan penyelesaian yang dapat
diterima, jika Anda dapat menyajikan sesuatu dengan baik dan
menyepelekan.
menarik.
b. Trik yang tidak baik, seperti
d. Dengarkan baik-baik apa yang dikatakan dan apa yang tidak.
manipulasi.
e. Lakukan sesuatu yang sederhana, tidak berbelit-belit.

f. Antisipasi penolakan.
c. Distorsi.
g. Tahu apa yang dapat Anda berikan. d. Tergesa-gesa dalam proses
h. Tunjukkan beberapa alternatif pilihan. negosiasi.
i. Tunjukkan keterbukaan dan ketaatan jika orang lain sepakat
terhadap pendapat Anda. e. Tidak berurutan.
j. Bersikaplah asertif, bukan agresif. f. Membuat hanya satu pilihan.
k. Hati-hati, Anda mempunyai suatu kekuasaan untuk memutuskan.
g. Memaksakan kehendak.
l. Pergunakan gerakan tubuh, jika Anda menyetujui atau tidak
terhadap suatu pendapat. h. Berusaha menekankan pada
m. Konsisten terhadap apa yang Anda anggap benar. satu pendapat.
Kasus
Analisa Data:
Ruang Rawat Inap ingin memindahkan pasiennya ke Ruang ICU, tetapi Ruang
ICU pasiennya penuh. Ada salah satu pasien ICU yang kondisinya sudah
stabil. Karena ada yang membutuhkan Ruang ICU, perawat ICU konfirmasi
ke Dokter penanggung jawab, apakah pasiennya boleh dipindahkan ke
ruangan rawat inap biasa, dokter penanggung jawab memperbolehkan atau
acc pindah ke ruang rawat inap biasa.
Perawat ICU konfirmasi kembali ke perawat ruangan rawat inap kalau
pasien ICU bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap biasa, dan pasien yang
ada di ruangan rawat inap membutuhkan ruang ICU bisa masuk (tukar
pasien), tetapi perawat ruangan mengatakan pasien yang seharusnya masuk
ruang ICU sudah dipindahkan ke ruangan lain yang ada monitornya, dengan
alasan ICU dihubungi lewat telephone tidak bisa dan di telephone lewat
handphone direject. Kondisi pada saat itu telephone ICU rusak dan
telephone Hp direject karena masih digunakan (online) dengan dokter
anestesi yang sedang memberikan advis.
Lanjutan...
Identifikasi
a. Permasalahan
a)Tekanan waktu
b)Adanya masalah komunikasi antara petugas
b. Penyebab konflik
a)Faktor situasi yaitu ketergantungan satu
pihak kepada pihak lain dan rintangan
komunikasi
c. Personal yang terlibat adalah perawat ruang
rawat inap dan perawat ICU
Lanjutan...
c. Tahap konflik
1) Pertentangan
a. Perawat rungan gelisah karena ada pasien kondisinya buruk yang
memerlukan observasi ketat.
b. Komunikasi yang tersumbat
2) Tahap menyadari : Dipandang sebagai konflik, perawat ruangan lapor ke
ketua ruangan dan ketua ruangan melaporkan ke bagian manajement
keperawatan.
3) Tahap pembicaraan : Bagian Manajement keperawatan memanggil ketua
ruangan ICU untuk mengklarifikasi masalah.
4) Perdebatan terbuka : Ketua ruangan ICU, manajement keperawatan, dan
ketua ruangan rawat inap bersepakat untuk bertemu bersama
menyelesaikan masalah yang ada.
5) Tahap konflik terbuka : Perawat ICU yang bertugas pada saat itu
mengklarifikasi semua kejadian yang terjadi pada saat itu di depan
manajement keperawatan dan ketua rawat inap.
e. Tipe konflik yaitu konflik antar kelompok
Lanjutan..

Intervensi
Strategi mengatasi konflik yang digunakan adalah
negosiasi, guna meluruskan perbedaan kepentingan dan
tujuan yang hendak dicapai.
a. Atur dan rencanakan pertemuan antara kelompok yang
terlibat
b. Memantau sudut pandang dari semua individu yang
terlibat
c. Memilih solusi dan melakukan tindakan
d. Merencanakan pelaksanaannya
Lanjutan...
Evaluasi
1.Evaluasi proses
Evaluasi terhadap keseluruhan proses manajemen konflik yang terdiri
dari:
a. Bagaimana proses berjalan?
b. Terdapat progres atau tidak?
c. Berapa orang yang terlibat?
d. Apakah option yang ditawarkan diterima oleh pihak yang berkonflik?
e. Bagaimana reaksi pihak yang berkonflik (negatif/positif, verbal/non
verbal)?
f. Apakah strategi yang dipilih mengarah pada penyelesaian masalah
atau memunculkan masalah baru?
g. Apakah terdapat hambatan dalam implementasi strategi yang
direncanakan dalam intervensi?
Lanjutan...

2. Evaluasi hasil
Membandingkan hasil yang didapatkan dengan indikator yang
telah direncanakan dalam intervensi. Hal yang perlu dievaluasi
adalah apakah hasil manajemen konflik mengarah pada proses
yang konstruktif atau destruktif. Manajemen konflik yang
konstruktif bisa diidentifikasi dari adanya proses kreativitas
di dalamnya, penyelesaian masalah dilakukan secara bersama-
sama. Dimana konflik dianggap sebagai suatu masalah yang
berkualitas terhadap perkembangan individu atau suatu
organisasi yang harus ditemukan pemecahan masalahnya
(Hendel, 2005). Sedangkan konflik bersifat destruktif bila
berfokus hanya pada satu individu saja, menggunakan emosi
yang bersifat negatif, dan menurunkan fungsi suatu grup atau
organisasi (Runde and Flanagan, 2007).
Terima kasih 