Anda di halaman 1dari 17

PROSES KEPERAWATAN

SIKLUS PROSKEP
SEJARAH PROSKEP

 Proses keperawatan pertama kali diperkenalkan


pada tahun 1950-an sebagai proses tiga tahap
yaitu pengkajian, perencanaan, dan evaluasi
(Doenges, Moorhouse, dan Burley, 1998).
 Pada tahun 1967, Yura dan Walsh menjabarkan
menjadi 4 tahap proses yaitu pengkajian,
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada
tahun 1967
 Pada tahun 1982, National Council of State
Boards of Nursing menyempurnakan tahapan dari
proses keperawatan menjadi 5 tahap, yaitu :
 Pengkajian

 Diagnosis

 Perencanaan

 Implementasi

 Evaluasi.
PROSES KEPERAWATAN IS ………….

 Proses keperawatan adalah metode dimana suatu


konsep diterapkan dalam praktik keperawatan.
 Proses keperawatan menyediakan pendekatan
pemecahan masalah yang logis dan teratur untuk
memberikan asuhan keperawatan sehingga
kebutuhan pasien dipenuhi secara komprehensif
dan efektif.
TUJUAN

POTTER & PERRY (2005) MENJELASKAN TUJUAN

DARI PROSES KEPERAWATAN ADALAH :

 Mengidentifikasi kebutuhan perawatan kesehatan klien

 Menentukan prioritas

 Memberikan intervensi keperawatan yang dirancang

untuk memenuhi kebutuhan klien

 Mengevaluasi keefektifan asuhan keperawatan dalam

mencapai hasil dan tujuan klien yang diharapkan


FUNGSI PROSES KEPERAWATAN

 Proses keperawatan sangat penting karena berfungsi


sebagai kerangka fikir untuk menjalankan fungsi dan
tanggung jawab keperawatan dalam lingkup yang
luas. Proses keperawatan juga berfungsi
 Sebagai alat untuk mengenal masalah pasien,
 Menyusun perencanaan secara sistematik,
 Melaksanakan tindakan dan menilai hasil tindakan ( muhlisin,
2011 ).
SIFAT PROSES KEPERAWATAN

Setiadi (2012) menjelaskan tentang sifat proses


keperawatan, yaitu :

a. DinamisSetiap tahap proses keperawatan dapt


diperbaharui/dimodifikasi,

b. Siklikberulang dari pengkajian sampai dengan


evaluasi, demikian seterusnya apabila diperlukan
pengkajian ulang (re-assessment), sampai masalah
klien teratasi atau klien dapat mandiri
 Interdependent/saling ketergantungan 
kekurangan di salah satu tahap akan
mempengaruhi tahap-tahap berikutnya.
 Fleksibel/luwes tidak kaku sehingga
pendekatan yang digunakan dapat berubah atau
dimodifikasi sesuai dengan situasi
A. PENGKAJIAN

Pengkajian merupakan tahap awal proses


keperawatan dan merupakan suatu proses yang
sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai
sumber data untuk mengevaluasi dan
mengidentifikasi status kesehatan klien.
 Fokus Pengkajian Keperawatan Pengkajian
keperawatan tidak sama dengan pengkajian
medis. Pengkajian medis difokuskan pada keadaan
patologis, sedangkan pengkajian keperawatan
ditujukan pada respon klien terhadap masalah-
masalah kesehatan yang berhubungan dengan
pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
TIPE DATA :

 Data Subjektif

Data Subjektif adalah data yang didapatkan dari klien sebagai


suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Informasi
tersebut tidak bisa ditentukan oleh perawat, mencakup
persepsi, perasaan, ide klien tentang status kesehatannya.

 Data Objektif

Data Objektif adalah data yang dapat diobservasi dan diukur,


dapat diperoleh menggunakan panca indera (lihat, dengar, cium,
raba) selama pemeriksaan fisik.
B.   TAHAPAN DIAGNOSA

 Menurut North American Nursing Diagnosis


Association (NANDA) (1990, dalam Carpenito,
1997) diagnosa keperawatan adalah keputusan
klinis mengenai seseorang, keluarga atau
masyarakat sebagai akibat dari masalah-masalah
kesehatan/ proses kehidupan yang aktual atau
risiko.
C.   TAHAPAN PERENCANAAN

 Menurut Kozier et al. (1995) perencanaan adalah


sesuatu yang telah dipertimbangkan secara mendalam,
tahap yang sistematis dari proses keperawatan meliputi
kegiatan pembuatan keputusan dan pemecahan masalah.
 Dalam perencanaan keperawatan, perawat
menetapkannya berdasarkan hasil pengumpulan data dan
rumusan diagnosa keperawatan yang merupakan
petunjuk dalam membuat tujuan dan asuhan
keperawatan untuk mencegah, menurunkan, atau
mengeliminasi masalah kesehatan klien.
D.   TAHAP IMPLEMENTASI

 Implementasi keperawatan adalah serangkaian


kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk
membantu klien dari masalah status kesehatan
yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik
yang menggambarkan kriteria hasil yang
diharapkan (Gordon, 1994, dalam Potter & Perry,
1997).
E. TAHAP  EVALUASI

 Evaluasi dalam keperawatan merupakan kegiatan


dalam menilai tindakan keperawatan yang telah
ditentukan, untuk mengetahui pemenuhan
kebutuhan klien secara optimal dan mengukur
hasil dari proses keperawatan.
 Evaluasi berlangsung terus menerus sepanjang
pelaksanaan proses keperawatan (Alfaro-
LeFevre, 1998).