Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN PREMATURITAS

KELOMPOK 1 :
 
1. HARYANTO LEONG
2. NORBETWAN PULU TATA
3. OKTOVIANUS BUNGALOLON
4. FREDERYCO E. KAKE
Pengertian

Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan


kurang atau sama dengan 37 minggu, tanpa
memperhatikan berat badan lahir. (Donna L Wong 2004)
Bayi premature adalah bayi yang lahir sebelum minggu
ke 37, dihitung dari mulai hari pertama menstruasi
terakhir, dianggap sebagai periode kehamilan memendek.
Prematuritas dan berat lahir rendah biasanya terjadi
secara bersamaan, terutama diantara bayi dengan berat
1500 gr atau kurang saat lahir. Keduanya berkaitan
dengan terjadinya peningkatan morbilitas dan mortalitas
neonatus. Bayi premature adalah bayi yang lahir belum
cukup bulan.
Etiologi

 Faktor Maternal
Toksemia, hipertensi, malnutrisi / penyakit kronik,
misalnya diabetes mellitus kelahiran premature ini
berkaitan dengan adanya kondisi dimana uterus tidak
mampu untuk menahan fetus, misalnya pada pemisahan
premature, pelepasan plasenta dan infark dari plasenta
 Faktor Fetal
Kelainan Kromosomal (misalnya trisomi autosomal), fetus
multi ganda, cidera radiasi (Sacharin. 1996)
Patofisiologi

Penyebab terjadinya kelahiran bayi prematur belum diketahui


secara jelas. Data statistik menunjukkan bahwa bayi lahir
prematur terjadi pada ibu yang memiliki sosial ekonomi rendah.
Kejadian ini dengan kurangnya perawatan pada ibu hamil
karena tidak melakukan antenatal care selama kehamilan.
Asupan nutrisi yang tidak adekuat selama kehamilan, infeksi
pada uterus dan komplikasi obstetrik yang lain merupakan
pencetus kelahiran bayi prematur. Ibu hamil dengan usia yamg
masih muda, mempunyai kebiasaan merokok dan
mengkonsumsi alkohol juga menyebabkan terjadinya bayi
prematur. Faktor tersebut bisa menyebabkan terganggunya
fungsi plasenta menurun dan memaksa bayiuntuk keluar
sebelum waktunya.
Karena bayi lahir sebelum masa gestasi yang cukup maka organ
tubuh bayi belum matur sehingga bayi lahir prematur
memerlukan perawatan yang sangat khusus untuk
memungkinkan bayi beradaptasi dengan lingkungan luar.
Tanda Dan Gejala

Tanda - tanda persalinan prematur, yaitu


1. Kram seperti ketika datang bulan atau rasa sakit pada
punggung.
2. Kram perut, dengan atau tanpa diare.
3. Kontraksi rahim yang teratur dengan jarak waktu sepuluh
menit atau kuraang dankontraksi ini tidak harus terasa sakit.
4. Rasa tertekan pada perut bagian bawah, terasa berat atau
seperti bayi yang mendorong ke bawah.
5. keluar air atau cairan lainnya dari vagina.
Karakteristik Bayi Prematur :
1. Ekstremitas tampak kurus dengan sedikit otot dan lemak sub
kutan
2. Kepala dan badan disporposional
3. Kulit tipis dan keriput
4. Tampak pembuluh darah di abdomen dan kulit kepala
5. Lanugo pada extremitas, punggung dan bahu
6. Telinga lunak dengan tulang rawan min dan mudah terlipat
7. Labia dan clitoris tampak menonjol
8. Sedikit lipatan pada telapak tangan & kaki
Pemeriksaan penunjang

1. Pemantauan glukosa darah terhadap hipoglikemia


2. Pemantauan gas darah arteri
3. Kimia darah sesuai kebutuhan
4. Pemeriksaan sinar sesuai kebutuhan
5. Penyimpangan darah tali pusat
Komplikasi

 Sindrom Gawat Napas (RDS)


Tanda Klinisnya : Mendengkur, nafas cuping hidung, retraksi,
sianosis, peningkatan usaha nafas, hiperkarbia, asiobsis
respiratorik, hipotensi dan syok
 Displasin bronco pulmaner (BPD) dan Retinopati
prematuritas (ROP)
Akibat terapi oksigen, seperti perporasi dan inflamasi nasal,
trakea, dan faring. (Whaley & Wong, 1995)
 Duktus Arteriosus Paten (PDA)
 Necrotizing Enterocolitas (NEC)  (Bobak. 2005)
Penatalaksanaan Medis

 Perawatan di Rumah Sakit


Mengingat belum sempurnanya kerja alat – alat tubuh yang
perlu untuk pertumbuhan dan perkembangan dan penyesuaian
diri dengan lingkungan hidup di luar uterus maka perlu
diperhatikan pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan
dan bila perlu pemberian oksigen, mencegah infeksi
sertamencegah kekurangan vitamin dan zat besi.