Anda di halaman 1dari 33

Obat Pada Penyakit

Ginjal
G.M.Aman
Departemen Farmakologi dan Terapi
F.K.UNUD
Obat yang dipakai pada penyakit
ginjal
• Harus memberikan efek terapi yang efektif
• Tidak menyebabkan kerusakan lebih lanjut
• Ingat terjadinya perubahan kinetika dan
dinamika obat
Perubahan nasib obat pada Renal Disease

• Perubahan kinetika obat:


* perubahan absorpsi dan reabsorpsi
* perubahan konsentrasi obat bebas
* perubahan volume distribusi (Vd)
* perubahan waktu paruh (t ½)
* perubahan eliminasi
• Kelainan dinamika obat:
*obat yang toksik pada ginjal (Aminogly-
side)
*kebanyakan obat akan berubah efeknya
*Dosis perlu disesuaikan tgt fungsi ginjal
*Dosis normal x CC pasien/ CC normal
Obat Pencetus Penyakit Ginjal
• Cephalotin / Cephaloridine bisa menyebabkan
gagal ginjal akut terutama bila dikombinasi dg
Aminoglycoside
• Tetracycline (kecuali Doxycycline d an
Minocycline
Obat Pada Uremia
• Mengubah respon obat thd tubuh
• Efek samping akan meningkat
• Absorpsi obat tidak sempurna (Cloxacillin,
Chlorpropamid dan pindolol)
• Pindolol tak perlu diubah dosisnya ok
dieliminasi olah renal dan non renal
• Propranolol eliminasinya oleh Hati
Prinsip Umum Pengobatan
• Diberikan dosis biasa tapi interval waktu yg
lebih panjang
• Dosis diturunkan dg interval waktu sama
seperti pasien biasa
• Kalau diberikan AB dosis perlu diperhitungkan
tgt konsentasri AB di darah. Konsentrasi dalam
darah harus optimal
Infeksi Saluran Kemih
• Symptomatic (ada keluhan) pasien
• Non symptomatic (kebetulan diketahui saat
periksa Lab air kemih
• Kedua infeksi ini harus diobati dg AB yang
sesuai
• Kedua jenis penyakit ini sering menyebabkan
Chronic Renal Failure (gagal ginjal kronis)
terutama pada dewasa dan kehamilan
Infeksi Saluran Kemih symptomatic Acute

• Paling banyak disebabkan oleh E,coli


• Obat populer yg cocok dipakai ialah
Sulphonamide (kombinasi Sufametoxazole +
Trimethoprime) ( Co-trimoxazole)
• Nitrofurantoin/ Nalidixic acid
• Ampicillin
Bila Terjadi Infeksi Sistemik
• Infeksi saluran kemih sistemik (pasien
mengalami demam + Hipotensi
• Obat pilihan ialah Aminoglycoside
(Kanamycin,
Infeksi Saluran Kemih Recurrent
• Relap (20%) : Terjadi dalam 1 bulan setalah penghentian obat.
Penybab mikroorganismenya sama.

• Reinfection (80% ): Terjadi lebih lama dari satu bulan penghentian


obat. Penyebabnya microorganisme yg berbeda dan ada kalainan
anatomi saluran kemih

• Terapi : Kultur air kemih (tes sensitivitas)


Berikan AB yg sensitif
Infeksi Saluran Kemih Laki Dewasa
• Insidenya lebih kecil dari perempuan dewasa
• Biasanya disertai prostatitis dan BPH
• Terapi:
* Co-Trimoxazole (drug of choice)
* Erythromycin
RENAL HYPERTENSION
• Terjadi ok adanya penyakit Ginjal
(Pyelonephritis, Glomerulonephritis,
Polyarteritis, Renal arteri Stenosis)
• Biasanya terjadi Tekanan Darah Tinggi yg berat
(Hypertensive Encephalopathy, Malignant
Hypertension)
OBAT RENAL HYPERTENSION
• DIURETIK
:
* Hydrochlorothiazide (HCT)

* Frusemide
• Hydrochlorothiazide
# Untuk Hipertensi yg ringan
# Menurunkan volume darah
# Menurunkan sensitivitas p darah thd
syaraf simpatis
• Frusemide/ Furosemide
# Untuk hipertensi moderat, berat dan
hipertensi Maligna
# Menurunkan volume darah
• Alpha2 Agonis Central (Clonidine,
Methyldopa)
# Menstimulasi receptor Alpha2 Central
# Kalau dihentikan mendadak bisa timbul
Rebound Phenomenon
# Kalau terjadi Rebound obati dengan
Clonidine atau Alpha Blocker (phentola-
min)
• GANGLION BLOCKING DRUG
(Hexamethonium, Trimethapan)
# Sangat kuat menurunkan tekanan darah
# Ada efek kompensasi (retensi air dan garam
# Efek samping: Atropin like effect
Orthostatic Hypotension
Disfungsi Ereksi
• ADRENOCEPTOR BLOCKER
* Alpha receptor blocker
# Selektif (Prazosin)
# Non Selektif (Phentolamine)
* Betha receptor blocker
# Cardioselective (Bisoprolol
# Non Cardioselective (Propranolol)
Alpha receoptor blocker
* Menurunkan tahanan perifer p darah
* Menurunkan venous return
* Efek Samping:
# Orthostatic Hypotension
# Tachycardy (non selektif)
• Betha receptor blocker:
* Inotropic dan Chronotropic negatif
* Menurunkan Cardiac Out Put (COP)
* Menurunkan tahanan perifer
* Menurunkan produksi Angiotensin
* Efek samping dyslipidemia
• VASODILATOR
* Hydralazine & Minoxidil
* Calcium Chanel Blocker
* Nitropruside & Diazoxide
• Hydralazine:
# Dapat diberikan Oral
# Dapat digunakan dalam jangka waktu
lama
# Efek samping : retensi garam dan air
Tachycardia
• Minoxidil
# Sangat berkhasiat
# Melebarkan p darah secara langsung
# Untk Hipertensi berat
# Efek samping Hirsutism
# sering dipakai untuk Alopecia secara lokal
# Retensi garam dan air, Tachycardia
• Calcium Chanel Blocker (Nifedipine,
Verapamil, Diltiazem)
# Efektif sebagai vasodilator
# Aktif pada pemberian Oral
# Bisa diberikan dl jangka waktu lama
# Bisa terjadi retensi garam dan air ringan
• Nitropruside
* Vasodilator parenteral
* Disediakan untuk hipertensi emergensi
* Masa kerjanya pendek
• Diazoxide
* Vasodilator parenteral (infus)
* Untk penanganan hipertensi Maligna
* Durationnya beberapa jam
* Efek samping: Hipotensi
Hiperglycemia
Retensi garam dan air
• ANGIOTENSIN ANTAGONIS
* Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor
(ACE Inhibitor)
* Angiotensin receptor blocker (ARB)
• ACE Inhibitor (Captopril)
* Menurunkan Angiotensin II
* Menurunkan Aldosteron
* Meningkatkan vasodilator (Kinin)
* Efek samping minimal, paling sering batuk
* Kontra indikasi pada ibu hamil (Renal
Damage pada foetus )
• Angiotensin Receptor Blocker (Losartan,
Irbesartan, Valsartan)
* Efektivitas mirip dengan ACE Inhibitor
* Kontra indikasi pada ibu hamil
* Menurunkan Aldosteron shg Kalium me-
ningkat pada penyakit ginjal
* efek samping batuk kurang
MALIGNANT HYPERTENSION
• Terjadi kenaikan Tekanan Darah secara cepat
dan tinggi
• Cepat merusak p darah
• Tanda yang khas:
# Penurunan fungsi ginjal
# Encephalopaty, perdarahan Retina
# Angina, Stroke, Infarct Myocard
• Treatment :
* Harus dirawat di UGD
* Berikan vasodilator kuat( Nitropruside
atau Diazoxide, dikombinasi dengan
Diuretik (Frusemide) dan Betha Blocker
( Bisoprolol ) sampai tekanan darah
140-160/ 90-110 mmHg
TERIMAKASIH