Anda di halaman 1dari 60

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA

BASUKI WIDIYANTO,S.Kep, Ns, MPH

1 / 13
Asuhan Keperawatan Keluarga

• Asuhan keperawatan keluarga merupakan


suatu rangkaian kegiatan kegiatan yang
diberikan melalui praktek keperawatan
kepada keluarga, untuk membantu
menyelesaikan masalah kesehatan keluarga
tersebut dengan menggunakan pendekatan
proses keperawatan.

2 / 13
PROSES ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

• 1. Pengkajian
• 2. masalah keperawatan
• 3. Diagnosa keperawatan
• 4. prioritas masalah/scooring
• 5. Rencana keperawatan
• 6. Implementasi
• 7. Evaluasi

3 / 13
Pengkajian

• Pengkajian merupakan suatu tahapan dimana perawat


mengambil data secara terus menerus terhadap
keluarga yang dibinanya.
• Pada pengkajian untuk mengumpulkan data dapat
melalui proses wawancara,observasi,pemeriksaan fisik
Head to Too terhadap anggota keluarga, telaah data
sekunder misalnya pemeriksaan laboratorium, Hasil X-
ray,Pap smear dll.

4 / 13
Data Pengkajian keluarga :

a. Data Umum
-Nama Kepala Keluarga
-Alamat dan telepon
-Pekerjaan kepala keluarga
-Pendidikan kepala keluarga
-Komposisi keluarga
-suku bangsa
-Agama
-Status sosial ekonomi keluarga
-Aktivitas rekreasi keluarga.

5 / 13
b. Riwayat dan tahap perkembangan
keluarga.
 Tahap perkembangan keluarga saat ini.
 Tahap perkembangan keluarga yang
belum terpenuhi.
 Riwayat keluarga inti.
 Riwayat keluarga sebelumnya.

6 / 13
c. Pengkajian lingkungan.
 Karakteristik rumah
 Karakteristik tetangga dan komunitas
RW.
 Mobilitas geografis keluarga.
 Perkumpulan keluarga dan interaksi
dengan masyarakat

7 / 13
d. Struktur Keluarga
• Sistem pendukung keluarga.
• Pola komunikasi keluarga
• Struktur kekuatan keluarga.
• Struktur peran
• Nilai dan norma keluarga.

8 / 13
e. Fungsi Keluarga.
• Fungsi afektif
• Fungsi sosialisasi
• Fungsi perawatan kesehatan(mengenal
masalah,pengambilan keputusan
mengenai tindakan kesehatan yang
tepat,kemampuan perawatan mandiri dan
,memelihara kesehatan
rumah,pemanfaatan Yankes)
• Fungsi Reproduksi
• Fungsi Ekonomi.

9 / 13
f. Stress dan Kooping Keluarga
• Stressor jangka pendek dan panjang.
• Kemampuan keluarga terhadap
stressor.
• Strategi koping yang digunakan
• Strategi adaptasi Disfungsional.

g. Pemeriksaan Fisik.
h. Harapan keluarga.

10 /
13
Diagnosa Keperawatan
• Pengelompokan data
Hasil pengkajian : data subjektif & data objektif
• Perumusan diagnosa diarahkan pada individu
& atau keluarga. Komponen : PES ( Problem,
Etiologi, Sign)
1. Masalah ( P ) adalah suatu pernyataan tidak
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang
dialami oleh keluarga/ anggota (individu)
keluarga.
2. Penyebab (E) adalah suatu pernyataan yang
dapat menyebabkan masalah dengan mengacu
kepada 5 Fungsi keluarga.
3. Tanda (S) adalah data subjektif & objektif yang
diperoleh dari keluarga secara langsung atau
tidak yang mendukung masalah dan penyebab.

11 / 13
Tipologi diagnosa keperawatan keluarga
1. Aktual : masalah keperawatan yang
memerlukan tindakan yang cepat.
2. Resiko/ resiko tinggi : masalah yang belum
terjadi tetapi tanda untuk menjadi masalah
aktual.
3. Potensial : Keadaan sejahtera, keluarga telah
mampu memenuhi kebutuhannya dan
mempunyai sumber penunjang kesehatan.

12 /
13
Contoh dx aktual

• Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan pada anak


balita T keluarga Bp. N berhubungan dengan
ketidak tahuan keluarga mengenal masalah
kekurangan nutrisi
• Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan pada anak
balita T keluarga Bp. N berhubungan dengan
ketidak mampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan kekurangan nutrisi

13 /
13
Contoh dx. Resiko ( ancaman )

• Resiko gangguan perkembangan pada balita an. E


keluarga bapak N berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga melakukan stimulasi
terhadap balita
• Resiko terjadi konflik pada keluarga Bp. N
berhubungan dengan ketidak tahuan keluarga
mengenal masalah komunikasi

14 /
13
Contoh Dx.Sejahtera

• Potensial peningkatan status kesehatan bayi (anak


K) keluarga Bp. K

15 /
13
PENYUSUNAN PRIORITAS
MASALAH

Menentukan prioritas masalah kesehatan


“ SKORING “
Skoring dilakukan bila merumuskan diagnosa
keperawatan lebih dari satu dengan menggunakan
skala (Bailon & Maglaya, 1978)

16 /
13
SKALA PRIORITAS ASKEP KELUARGA
( Bailon & Maglaya, 1978 )

NO KRITERIA SCORE BOBO


T
1 SIFAT MASALAH 1
Tidak / Kurang sehat 3
Ancaman Kesehatan 2
Keadaan Sejahtera 1
2 KEMUNGKINAN MASALAH BISA DIUBAH 2
Mudah 2
Sebagian 1
Tidak Dapat 0
3 POTENSIAL MASALAH UNT DICEGAH 1
Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4 MENONJOLKAN MASALAH 1
Masalah berat, hrs segera ditangani 2
Ada masalah ttp tdk perlu ditangani 1
Masalah tdk dirasakan 0

17 / 13
SCORING

• Tentukan Score untuk setiap kriteria


• Skore dibagi dg angka tertinggi & kalikan dg bobot

Score
X BOBOT
Angka tertinggi

• Jumlahkan score untuk semua kriteria

18 /
13
FAKTOR2 YG MPENGARUHI
PRIORITAS

• KRITERIA PERTAMA
• Sifatnya masalah : bobot yg lebih berat diberikan pd
tidak/kurang sehat krn mmerlukan tindakan segera &
disadari / dirasakan kelg

19 /
13
KRITERIA KEDUA

• Kemungkinan Masalah dpt diubah


• Faktor2 :
• Pengetahuan, tekhnologi & tindakan unt menangani
masalah
• Sumber daya kelg : Fisik, keuangan, tenaga
• Sumber daya perawat : pengetahuan, ketrampilan &
waktu
• Sumber daya masy : fasilitas, organisasi dlm masy &
dukungan masy.

20 /
13
KRITERIA KE TIGA

• Potensial Masalah dpt dicegah


• Faktor2 :
• Tingkat keparahan : berhubungan dg peny, masalah
• Lamanya maslah
• Tindakan yg sedang dijalankan
• Kelompok high risk

21 /
13
KRITERIA KE EMPAT

• Menonjolnya masalah
• Perlu menilai persepsi / bgm kelg melihat maslah kesh
tsb.
• Nilai score yg tertinggi yg terlebih dahulu dilakukan
intervensi keperawatan keluarga

22 /
13
PERENCANAAN

• TUJUAN
• TUM :Mengacu pada masalah
• TUK : Mengacu pada etiologi
• KRITERIA & STANDART
• Pernyataan spesifik tentang hasil yg diharapkan dr setiap
tindakan

23 /
13
contoh

• Tujuan umum:
1 bulan setelah dilakukan tindakan keperawatan,
gangguan pemenuhan nutrisi anak z tidak
terganggu dan BB naik 0,5 Kg

24 /
13
PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
1. Menstimulasi kesadaran keluarga mengenal
masalah kesehatan dan kebutuhan kesehatan, dg
cara :
 Memberikan informasi.
 Mengidentifikasi kebutuhan & harapan ttg kesh.
 Mendorong sikap emosi yg sehat terhadap
masalah.

2. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara


perawatan yg tepat, dg Cara :
 Mengidentifikasi konsekuensi tidak melakukan
tindakan
 Mengidentifikasi sumber-sumber yg dimiliki
keluarga.
 Mendiskusikan ttg konsekuensi setiap tindakan.
25 /
13
3. Memberikan kepercayaan diri anggota keluarga
yang sakit, dg cara :
 Mendemontrasikan cara perawatan
 Menggunakan alat & fasilitas yang ada di
rumah
 Mengawasi keluarga melakukan perawatan
4. Membantu keluarga menemukan cara bagaimana
membuat lingkungan menjadi sehat,dg cara :
 Menemukan sumber-sumber yang dapat
digunakan keluarga.
 Melakukan perubahan lingkungan keluarga
seoptimal mungkin.
5. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan
fasilitas kesehatan yang ada.
 Meggunakan fasilitas kesehatan yang ada di
lingkungan keluarga.
 Membantu keluarga menggunakan fasilitas
kesehatan yang ada.

26 /
13
IV.      Implementasi

• Tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada


keluarga berdasarkan perencanaan mengenai
diagnosa yang telah dibuat sebelumnya.
• Tindakan keperawatan terhadap keluarga mencakup
hal – hal berikut:
Pengertian Implementasi

• Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari


rencana keperawatan keluarga yang telah di susun pada
tahap perencanaan.
• Ukuran intervensi keperawatan keluarga yang diberikan
kepada klien terkait dengan dukungan, pengobatan,
tindakan untuk memperbaiki kondisi, pendidikan untuk
klien-keluarga, atau tindakan untuk mencegah masalah
kesehatan yang muncul dikemudian hari.
• Untuk kesuksesan pelaksanaan implementasi keperawatan
keluarga agar sesuai dengan rencana keperawatan
keluarga, perawat harus mempunyai kemampuan kognitif
(intelektual), kemampuan dalam hubungan interpersonal,
dan keterampilan dalam melakukan tindakan. Proses
pelaksanaan implementasi harus berpusat kepada
kebutuhan klien, faktor-faktor lain yang mempengaruhi
kebutuhan keperawatan keluarga, strategi implementasi
keperawatan keluarga, dan kegiatan komunikasi.
Tujuan Implementasi Keperawatan keluarga

• Melaksanakan hasil dari rencana keperawatan


keluarga untuk selanjutnya di evaluasi untuk
 mengetahui kondisi kesehatan pasien dalam
periode yang singkat
•  Mempertahankan daya tahan tubuh
• Mencegah komplikasi
• Menemukan perubahan system tubuh
• Memberikan lingkungan yang nyaman bagi klien
• Implementasi pesan dokter
Tipe Implementasi
• Menurut Craven dan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat tiga
kategori dari implementasi keperawatan keluarga, antara lain:
• Cognitive implementations
• Meliputi pengajaran/ pendidikan, menghubungkan tingkat
pengetahuan klien dengan kegiatan hidup sehari-hari, membuat
strategi untuk klien dengan disfungsi komunikasi, memberikan
umpan balik, mengawasi tim keperawatan keluarga, mengawasi
penampilan klien dan keluarga, serta menciptakan lingkungan sesuai
kebutuhan, dan lain lain.
• Interpersonal implementations
• Meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan, meningkatkan pelayanan,
menciptakan komunikasi terapeutik, menetapkan jadwal personal,
pengungkapan perasaan, memberikan dukungan spiritual, bertindak
sebagai advokasi klien, role model, dan lain lain.
• Technical implementations
• Meliputi pemberian perawatan kebersihan kulit, melakukan aktivitas
rutin keperawatan keluarga, menemukan perubahan dari data dasar
klien, mengorganisir respon klien yang abnormal, melakukan
tindakan keperawatan keluarga mandiri, kolaborasi, dan rujukan, dan
lain-lain.
Jenis implementasi keperawatan
keluarga, antara lain:
• Independent
• Adalah suatu kegiatan yang di laksanakan oleh
perawat tanpa petunjuk dan printah dari dokter atau
tenaga kesehatan lainnya
• Contoh tindakan independent
• Memberikan perawatan diri
• Mengatur posisi tidur
• Menciptakan lingkungan yang terapeutik
• Memberikan dorongan motivasi
• Pemenuhan kebutuhan psiko-sosio-spiritual
• Partisipasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Tipe tindakan independent keperawatan keluarga
ada 4 yaitu:
• Tindakan Diagnostik
• Wawancara dengan klien
• Observasidan pemeriksaan fisik
• Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana,misalnya
HB dan membaca hasil dari pemeriksaan laboratorium
tersebut.
• Tindakan terapeutik
• Tindakan untuk mencegah,mengurangi, dan mengatasi
masalah klien. Misalnya: Untuk mencegah gangguan
integritas kulit dengan melakukan mobilisasi dan memberikan
bantal air pada bagian tubuh yang tertekan.
• Tindakan Edukatif
• Tindakan ini untuk merubah perilaku klien melalui promosi
kesehatan dan pendidikan kesehatan kepada klien. Misalnya:
Perawat mengajarkan kepada klien cara injeksi insulin.
• Tindakan Merujuk
• Tindakan kerja sama dengan tim kesehatan lainnya.
Interdependent

• Yaitu suatu kegiatan yang memerlukan suatu kerja


sama dengan tenaga kesehatan lainnya misalnya
tenaga soaial, ahli gizi, fisioterapi dan dokter.
• Misalnya: Pemberian obat obatan sesuai dengan
intruksi dokter .
• Jadi jenis, dosis dan efek samping menjadi
tanggung jawab dokter, tetapi pemberian obat
sampai atau tidak menjadi tanggung jawab perawat.
Dependent
• Tindakan keperawatan keluarga atas dasar rujukan
dari profesi lain. seperti ahli gizi, physiotherapies,
psikolog dan sebagainya.
• Misalnya:
• Pemberian nutrisi pada klien sesuai dengan diit
yang telah dibuat oleh ahli gizi, latihan fisik
(mobilisasi fisik) sesuai dengan anjuran dari bagian
fisioterapi.
•  
Tahap Yang Perlu Diperhatikan Dalam
Implementasi
• Pada tahap persiapan.
• Menggali perasaan, analisis kekuatan dan keterbatasan
professional sendiri.
• Memahami rencana keperawatan keluarga secara baik.
• Menguasai keterampilan teknis keperawatan keluarga.
• Memahami rasional ilmiah dari tindakan yang akan
dilakukan.
• Mengetahui sumber daya yang diperlukan.
• Memahami kode etik dan aspek hukum yang berlaku
dalam pelayanan keperawatan keluarga.
• Memahami standar praktik klinik keperawatan keluarga
untuk mengukur keberhasilan.
• Memahami efek samping dan komplikasi yang mungkin
muncul.
• Penampilan perawat harus menyakinkan.
Pada tahap pelaksanaan.

• Mengkomunikasikan/menginformasikan kepada klien


tentang keputusan tindakan keperawatan keluarga
yang akan dilakukan oleh perawat.
• Beri kesempatan kepada klien untuk mengekspresikan
perasaannya terhadap penjelasan yang telah diberikan
oleh perawat.
• Menerapkan pengetahuan intelektual, kemampuan
hubungan antar manusia dan kemampuan teknis
keperawatan keluarga dalam pelaksanaan tindakan
keperawatan keluarga yang diberikan oleh perawat.
• Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan
tindakan adalah energi klien, pencegahan kecelakaan
dan komplikasi, rasa aman, privacy, kondisi klien,
respon klien terhadap tindakan yang telah diberikan.
Pada tahap terminasi

• Terus memperhatikan respons klien terhadap


tindakan keperawatan keluarga yang telah
diberikan.
• Tinjau kemajuan klien dari tindakan keperawatan
keluarga yang telah diberikan.
• Rapikan peralatan dan lingkungan klien dan
lakukan terminasi.
• Lakukan pendokumentasian.
Pendekatan Tindakan Implementasi

• Dalam Implementasi tindakan keperawatan keluarga


memerlukan beberapa pertimbangan, antara lain:
• Individualitas klien, dengan mengkomunikasikan makna dasar
dari suatu implementasi keperawatan keluarga yang akan
dilakukan.
• Melibatkan klien dengan mempertimbangkan energi yang
dimiliki, penyakitnya, hakikat stressor, keadaan psiko-sosio-
kultural, pengertian terhadap penyakit dan intervensi.
• Pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin terjadi.
• Mempertahankan kondisi tubuh agar penyakit tidak menjadi
lebih parah serta upaya peningkatan kesehatan.
• Upaya rasa aman dan bantuan kepada klien dalam memenuhi
kebutuhannnya.
• Penampilan perawat yang bijaksana dari segala kegiatan yang
dilakukan kepada klien.
•  
Prinsip Implementasi
• Beberapa pedoman atau prinsip dalam pelaksanaan
implementasi keperawatan keluarga (Kozier et al,. 1995) adalah
sebagai berikut:
• Berdasarkan respons klien.
• Berdasarkan ilmu pengetahuan, hasil penelitian keperawatan
keluarga, standar pelayanan professional, hukum dan kode etik
keperawatan keluarga.
• Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia.
• Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi
keperawatan keluarga.
• Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana
intervensi keperawatan keluarga.
• Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu
dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri
sendiri (Self Care).
• Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan
status kesehatan. Dapat menjaga rasa aman, harga diri dan
melindungi klien.
• Memberikan pendidikan, dukungan dan bantuan.
• Bersifat holistik.
• Kerjasama dengan profesi lain.
• Melakukan dokumentasi
Metode Implementasi

• Membantu Dalam Aktivitas Kehidupan


Sehari-Hari
• Aktivitas Kehidupan Sehari-Hari(AKS) adalah
aktivitas yang biasanya dilakukan sepanjang
hari/ normal, aktivitas tersebut mencakup:
ambulasi, makan, berpakaian, mandi,menyikat
gigi,dan berhias.Kondisi yang mengakibatkan
kebutuhan AKS dapat bersifat akut, kronis,
temporer, permanen, Sebagai contoh, klien
pascaoperatif yang tidak mampu untuk secara
mandiri menyelesaikansemua AKS,Sementara
terus beralih melewati periode
pascaoperatif,klien secara bertahap kurang
bergantung pada perawat untuk menyelesaikan
AKS.
Konseling

• Konseling merupakan metoda implementasi yang


membantu klien menggunakan proses pemecahan
masalah untuk menanggulangi dan menangani stres
dan yang memudahkan hubungan interpersonal
diantara klien,keluarganya,dan tim perawatan
kesehatan.klien dengan diagnosa psikiatris
membutuhkan terapi oleh perawat yang mempunyai
keahlian dalam keperawatan keluarga psikiatris oleh
pekerja sosial,psikiater dan psikolog
Penyuluhan

• Digunakan menyajikan prinsip,prosedur dan teknik


yang tepat tentang perawatan kesehatan untuk klien
dan untuk menginformasikan klien tentang ststus
kesehatannya.
Memberikan asuhan keperawatan keluarga
langsung

• Untuk mencapai tujuan terapeutik klien,perawat


melakukan intervensi untuk mengurangi reaksi yang
merugikan dengan menggunakan tindakan
pencegahan dan preventive dalam memberikan
asuhan.
Pedoman dalam Melaksanakan Implementasi
Keperawatan keluarga
• Beberapa pedoman dalam pelaksanaan implementasi keperawatan
keluarga adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan respons klien.
• Berdasarkan ilmu pengetahuan, hasil penelitian keperawatan
keluarga, standar pelayanan professional, hukum dan kode
etikkeperawatan keluarga.
• Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia.
• Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi
keperawatan keluarga.
• Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana
intervensi  keperawatan keluarga.
• Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu
dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri
(Self Care).
• Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status
kesehatan.
• Dapat menjaga rasa aman, harga diri dan melindungi klien.
• Memberikan pendidikan, dukungan dan bantuan.
• Bersifat holistik.
• Kerjasama dengan profesi lain.
• Melakukan dokumentasi
Tahap tahap tindakan keperawatan keluarga

Ada 3 tahap dalam tindakan keperawatan keluarga, yaitu


• Persiapan
• Persiapan ini meliputi kegiatan kegiatan:
• Review antisipasi tindakan keperawatan
keluarga
• Menganalisis pengetahuan dan keterampilan
yang di perlukan
• Mengetahui yang mungkin timbul
• Mempersiapkan peralatan yang di perlukan
• Mempersiapkan lingkungan yang kondusif
• Mengidentifikasi aspek aspek hukum dan etik
• Intervensi
• Tindakan keperawatan keluarga di bedakan
berdasarkan kewenangan dan tanggung jawab
perawat secara profesional antara lain adalah
• Dokumentasi
• Pelaksanaan tindakan keperawatan keluarga
harus di ikuti oleh pencatatan yang lengkap dan
akurat  terhadap suatu kejadian dalam proses
keperawatan keluarga.
Hal hal yang harus di dokumentasikani:

• Hal-hal yang perlu didokumentasikan pada tahap


implementasi:
• Mencatat waktu dan tanggal pelaksanaan.
• Mencatat diagnosa keperawatan keluarga nomor
berapa yang dilakukan intervensi tersebut
• Mencatat semua jenis intervensi keperawatan
keluarga termasuk
• Contoh : Mengornpres luka dengan betadin 5 %
• Hasil : luka tampak bersih, pus tidak ada, tidak berbau
• Berikan tanda tangan dan nama jelas perawat satu
tim kesehatan yang telah melakukan intervensi.
•  
Petunjuk Pendokumentasian Pelaksanaan (Implementasi)

• Gunakan ballpoint tertulis jelas, tulis dengan


huruf cetak bila tulisan tidak jelas. Bila salah
tidak boleh di tipp ex tetapi dicoret saja, dan
ditulis kembali diatas atau  disamping.
• Jangan lupa selalu menuliskan waktu, jam
pelaksanaan
• Jangan  membiarkan baris kosong, tetapi buatlah
garis kesamping untuk mengisi tempat yang tidak
digunakan
• Dokumentasikan sesegera mungkin setelah
tindakan dilaksanakan guna menghin dari
kealpaan (lupa)
• Gunakan kata kerja aktif, untuk menjelaskan apa yang
dikerjakon.
• Dokumentasikan bagaimana respon pasien terhadap tindakan
yang dilakukan
• Dokumentesikan aspekkeamanan, kenyamanan dan
pengawasan infeksi terhadap klien. Juga tindakan-tindakan
invasive harus dicatat.
• Dokumentasikan pula modifikasi lingkungan bila itu
merupakan bagian dari tindakan keperawatan keluarga.
• Dokumentasikan.persetujuan keluarga untuk prosedur khusus
dan tindakan invasif yang mempunyai resiko tambahan.
• Dokumentasikan semua informasi yang diberikan dan
pendidikan kesehatan yang diberikan.
• Dokumentasikan dengan jelas, lengkap, bukan berarti semua
kalimat harus ditulis,tetapi kata‑kata kunci dan simbol­-simbol
/ lambang-lambang sudah baku/lazim dapat digunakan.
• Spesifik hindarkan penggunaan kata yang tidak jelas,bila
perlu tuliskan ungkapan klien untuk memperjelas maksud.­
V.      Evaluasi

• Tahap penilaian atau evaluasi adalah perbandingan


yang sistematik dan terencana tentang kesehatan
klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan
dengan cara berkesinambungan dengan melibatkan
klien dan tenaga kesehatan lainnya.

• Penilaian keperawatan adalah mengukur keberhasilan


dari rencana dan pelaksanaan tindakan keperawatan
yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan klien.
Penilaian adalah tahap yang menentukan apakah
tujuan tercapai. 
Evaluasi selalu berkaitan
dengan tujuan

• Evaluasi selalu berkaitan dengan tujuan.


Apabila dalam penilaian ternyata tujuan
tidak tercapai, maka perlu dicari
penyebabnya.
• Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa
faktor :
• Tujuan tidak realistis
• Tindakan keperawatan yang tidak tepat
• Terdapat faktor lingkungan yang tidak dapat
diatasi.
Tahap evaluasi

• Evaluasi disusun menggunakan SOAP secara


operasional dengan sumatif (dilakukan selama proses
asuhan keperawatan) dan formatif (dengan proses dan
evaluasi akhir).

Evaluasi dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:


1. Evaluasi berjalan (formatif) Evaluasi jenis ini
dikerjakan dalam bentuk pengisian format catatan
perkembangan dengan berorientasi kepada masalah
yang dialami oleh keluarga. format yang dipakai adalah
format SOAP.
2. Evaluasi akhir (sumatif) Evaluasi jenis ini dikerjakan
dengan cara membandingkan antara tujuan yang akan
dicapai. Bila terdapat kesenjangan diantara keduanya,
mungkin semua tahap dalam proses keperawatan perlu
ditinjau kembali, agar didapat data-data, masalah atau
rencana yang perlu dimodifikasi.
Metode evaluasi

• Observasi langsung
• Wawancara
• Memeriksa laporan
Mengukur pencapaian tujuan keluarga

Factor yang dievaluasi ada beberapa komponen,


antara lain:
1) Kognitif (pengetahuan) Lingkup evaluasi pada
kognitif adalah: Pengetahuan keluarga mengenai
penyakitnya
Mengontrol gejala-gejala
Pengobatan
Diet,
aktivitas,
 persediaan alat-alat
Risiko komplikasi
Gejala yang harus dilaporkan
Pencegahan
2) Afektif (status emosional), dengan cara
observasi secara langsung, yaitu dengan cara
observasi ekspresi wajah,
postur tubuh,
nada suara,
isi pesan secara verbal pada waktu
melakukan wawancara.
3) Psikomotor, yaitu dengan cara melihat apa yang
dilakukan keluarga sesuai dengan apa yang
diharapkan. 
Penentuan keputusan pada tahap evaluasi

Ada 3 kemungkinan keputusan pada tahap ini:


1) Keluarga telah mencapai hasil yang ditentukan dalam
tujuan, sehingga rencana mungkin dihentikan
2) Keluarga masih dalam proses mencapai hasil yang
ditentukan, sehingga perlu penambahan waktu,
resources, dan intervensi sebelum tujuan berhasil
3) Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang telah
ditentukan, sehingga perlu:
Mengkaji ulang masalah atau respon yang lebih
akuratMembuat outcome yang baru, mungkin
outcome pertama tidak realistis atau mungkin
keluarga tidak menghendaki terhadap tujuan yang
disusun oleh perawat.Intervensi keperawatan harus
dievaluasi dalam hal ketepatan untuk mencapai tujuan
sebelumnya
TUJUAN
• Tujuan evaluasi adalah untuk melihat
kemampuan keluarga dalam mencapai
tujuan.Tujuan umum :Menjamin asuhan
keperawatan secara optimalMeningkatkan
kualitas asuhan keperawatan.

• Tujuan khusus : Mengakhiri rencana


tindakan keperawatan
Menyatakan apakah tujuan keperawatan telah
tercapai atau belumMeneruskan rencana
tindakan keperawatanMemodifikasi rencana
tindakan keperawatanDapat menentukan
penyebab apabila tujuan asuhan keperawatan
belum tercapai
LANGKAH-LANGKAH EVALUASI

• Menentukan kriteria, standar dan pertanyaan


evaluasi
• Mengumpulkan data baru tentang klien
• Menafsirkan data baru
• Membandingkan data baru dengan standar yang
berlaku
• Merangkum hasil dan membuat kesimpulan
• Melaksanakan tindakan yang sesuai berdasarkan
kesimpulan
HASIL EVALUASI

• Tujuan tercapai : jika klien menunjukkan perubahan


sesuai dengan standar yang telah ditetapkan
• Tujuan tercapai sebagian : jika klien menunjukkan
perubahan sebagian dari standar dan kriteria yang
telah ditetapan
• Tujuan tidak tercapai : jika klien tidak menunjukkan
perubahan dan kemajuan sama sekali dan bahkan
timbul masalah baru.
Cont....

• Evaluasi disusun dengan menggunakan SOAP secara


operasional
S       : hal – hal yang dikemukakan oleh keluarga secara
subjektif, setelah dialkuakn intervensi keperawatan.
Misalnya : keluarga menyatakan neyeri berkurang
O       : hal – hal yang ditemui oleh perawat secara
objektif setelah dilakukan intervensi keperawatan
Misal : berat badan naik 1 kg 1 bulan
A       : analisa dari hasil yang telah dicapai dengan
mengacu kepada tujuan terkait dengan diagnosa
keperawatan
P        : perencanaan yang akan datang setelah melihat
respon dari keluarga pada tahap evaluasi
TERIMA KASIH

60 /
13

Anda mungkin juga menyukai