Anda di halaman 1dari 28

ASSALAMUA·LAIKUM

m m

w    

KELAS X-8

1. Herdiyantiara M.
2. Hilda Fitri
3. Muhammad Iqbal Alfurqon
4. Nanda Mas·ud
5. Putri Ardiana Puspita Sari
INGKASAN MATEI

I. Zakat
II. Haji
III. Wakaf
I. ZAKAT

1. Pengertian
2. Syarat Wajib
3. Ketentuan Nisab
4. Hikmah
1. PENGETIAN ZAKAT

Menurut bahasa >> Tumbuh, berkah atau banyak kebaikan

Menurut istilah >> Kadar harta tertentu yang harus diberikan kepada
kelompok-kelompok tertentu dengan berbagai syarat
ërang yang berhak menerima zakat :
1. Fakir

2. Miskin

3. Amil

4. Mu·alaf

5. Ibnu Sabil

6. Fisabillillah

7. Garim

8. iqab
2. SYAAT WAJIB ZAKAT

- Islam
- Merdeka
- Memiliki harta dengan sempurna
- Telah mencapai nisab
- Memiliki harta telah satu tahun (haul)
- Harta diperoleh dengan cara halal
3. KETENTUAN NISAB WAJIB ZAKAT

a. Jenis Hewan
’  ’   w   
         $   %   
   !   $   %   
" " %  $      
#    $       %
   
%   &  % '   &       % 
     
%  ' %  &       %   
% %       
'   &      %   
%        
 '   &       %   
       
 
b. Jenis Harta
’   ’  w  
 (  "&  %!.

% )   "% &  %!.

 )   &      %!.

 )          #& .   


 & & &  &   , & 

! )          #& !.   , 


 & & &  &  & 

" *  &  +    ,    %.

# )        - &&   %!.


        
4. HIKMAH ZAKAT
è Muzaki akan terlepas dari siksaan atau ancaman Allah SWT
è Dapat membersihkan harta yang dimiliki muzaki
è Harta tidak hanya dimiliki oleh orang-orang kaya saja
è Akan dapat mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi di
kalangan masyarakat bawah
è Terjadinya hubungan kasih dan sayang serta harmonis antara masyarakat
atas, menengah, dan masyarakat ekonomi tingkat bawah
è Menghindari sifat angkuh dan sombong muzaki terhadap sesama manusia
è Muzaki akan menyadari bahwa manusia itu sama, kecuali taqwanya di sisi
Allah SWT
è Akan menimbulkan sikap saling menghormati antari pemberi dan penerima
zakat
II. HAJI
1. Pengertian
2. Syarat Wajib
3. Macam-macam
4. ukun
5. Wajib
6. Sunah
7. Larangan bagi jamaah
8. Perbedaan haji dan umrah
1. PENGETIAN

Menurut bahasa >> Maksud


Menurut istilah >> Melakukan kunjungan (ziarah) ke tanah suci Mekah
Al-Mukarramah, dalam rangka menunaikan ibadah kepada Allah SWT
melalui beberapa rangkaian ibadah, pada masa tertentu, dengan
syarat dan rukun tertentu, dan hanya mengharap ridha Allah SWT
2. SYAAT WAJIB

1. Islam
2. Berakal sehat
3. Baligh
4. Merdeka
5. Kuasa
3. MACAM-MACAM HAJI

a. Haji Ifrad, ialah mendahulukan untuk melakukan haji sampai


selesai, setelah itu melaksanakan ibadah umrah.
b. Haji Tamattu, ialah melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu
kemudian melaksanakan ibadah haji.
c. Haji Qiran, ialah mengerjakan haji dan umrah dalam satu niat dan
satu pekerjaan sekaligus.
4. UKUN HAJI

a. Niat untuk melakukan ihram


b. Wukuf di padang Arafah
c. Tawaf (mengelilingi Ka·bah sebanyak 7 kali putaran)
d. Sa·i (berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah sebanyak 7
kali putaran)
e. Tahallul (keadaan seseorang yang telah di halalkan untuk
melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama ihram)
f. Tertib
5. WAJIB HAJI

a. Niat untuk mengenakan pakaian ihram dari miqat


b. Bermalam di Muzdalifah
c. Melontar tiga jumrah, yaitu jumrah al-ula, al-wusta, dan al-
·aqabah, dengan 7 batu kecil satu persatu
d. Bermalam di Mina
e. Tawaf Wada·
f. Meninggalkan apa-apa yang telah dilarang selama mengerjakan
haji
6. SUNAH HAJI
a. Sebelum mengenakan pakaian ihram, melakukan wukuf di padang Arafah, dan
melontar jumrah di Mina, para jamaah haji disunahkan untuk mandi
b. Disunahkan membaca do·a talbiyah sejak dari awal mengenakan pakaian ihram sampai
dengan melontar jumrah aqabah pada hari raya haji
c. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW dan berdo·a setelah membaca talbiyah
d. Melaksanakan tawaf qudam atau tawaf tahiyyah
e. Shalat sunah dua rakaat setelah selesai tawaf
f. Masuk ke dalam Ka·bah dan Hijir Ismail
g. Ziarah ke makam asullullah SAW, jika rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan
h. Bermalam di Muzdalifah tanggal 10 Dzulhijjah
i. Bermalam di Mina tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah
j. Melakukan tawaf Wada·
k. Mengenakan kain warna putih
l. Membaca dzikir di Masjidil Haram
7. LAANGAN BAGI JAMAAH HAJI
a. Jamaah laki-laki
1. Dilarang mengenakan pakaian berjahit
2. Dilarang mengenakan tutup kepala dan sejenisnya
3. Dilarang mengenakan celana, baju hujan, sepatu yang menutupi mata
kaki
b. Jamaah perempuan
1. Dilarang menutup muka dengan menggunakan cadar atau lainnya
2. Dilarang menutup telapak tangan sampai pergelangan tangan
3. Dilarang mengerjakan tawaf, bagi perempuan yang sedang dalam
keadaan haid atau nifas, kecuali ibadah haji yang lainnya selain tawaf
c. Jamaah laki-laki dan perempuan
1. Tidak boleh mengenakan pakaian yang telah dicelupkan dan diberi
harum-haruman, baik pada badan maupun pakaian, kecuali harum-
haruman yang dipakai sebelum ihram
2. Tidak boleh memotong rambut, kecuali pada waktu tahallul (QS.
Al-Baqarah : 197)
3. Tidak boleh memotong kuku
4. Tidak boleh melangsungkan pernikahan, menikahkan, atau
menjadi wakil dalam akad nikah
5. Tidak boleh bersetubuh atau bercumbu (QS. Al-Baqarah : 197)
6. Dilarang melakukan perburuan dan membunuh binatang darat
yang liar dan halal dimakan (QS. Al-Ma·idah : 96)
7. Dilarang merusak pohon yang berada di kota Mekah maupun di
kota Madinah
PEBEDAAN HAJI DAN UMAH
’     
 -          -       5  
% +        , 0 +        , 0

 1      1    


 2 ,     &2  +       &2 
!
    3 
     3 
" )        4       & 
 ,      
  ,  45 
#
      
       
/ 2 ,  2 6    9        3
7 8
III. WAKAF

1. Pengertian
2. Hukum
3. ukun
4. Syarat-syarat harta yang diwakafkan
5. Hikmah
1. PENGETIAN

Menurut bahasa >> Menahan


Menurut istilah >> Menahan harta milik pribadi yang diserahkan
kepada pihak lain untuk kepentingan umum dengan tujuan
mendapatkan ridha Allah SWT
2. HUKUM

è Islam telah menetapkan bahwa hukum wakaf adalah sunah


3. UKUN

a. Al-Waqif, ialah orang yang berwakaf. Syaratnya adalah kehendak


sendiri dan berhak berhak berbuat baik walaupun non-Islam
b. Al-Mauqul ¶Alaihi, ialah orang yang menerima wakaf
c. Makanul Waqfi, ialah tempat berwakaf
d. As-Sigah, ialah ikrar serah terima wakaf
4. SYAAT-SYAAT HATA YANG DIWAKAFKAN

è Diwakafkan untuk selamanya dan tidak terbatas waktu tertentu


è Tunai, yaitu tanpa menggantungkan pada terjadinya sesuatu
peristiwa di masa yang akan datang. Misalnya : ´Saya wakafkan
apabila saya mendapatkan uang yang banyak dari usaha baru saya.µ
è Jelas mauquf ¶alaih
5. HIKMAH

è Menurunnya jumlah angka kemiskinan


è Timbulnya sifat rasa sosial yang tinggi di kalangan masyarakat

è Melekatnya nilai-nilai agama pada diri pewakaf

è Dicintai Allah dan rasul-Nya


Terima Kasih Atas Perhatiannya

WASSALAMU·ALAIKUM