Anda di halaman 1dari 16

Makanan dan minuman

prebiotik
By Rosi Novita
Pengertian
 ingredien yang tidak dapat dicerna
yang menghasilkan pengaruh
menguntungkan terhadap inang
dengan cara menstimulir secara
selektif pertumbuhan satu atau lebih
sejumlah mikroba terbatas pada
saluran pencernaan sehingga dapat
meningkatkan kesehatan inang
Prebiotik sebenarnya
merupakan karbohidrat
yang tidak dicerna
tubuh, sedangkan
probiotik merupakan
mikroorganisme hidup
• Prebiotik pertama kali
dikembangkan oleh Hidaka
seorang peneliti dari Jepang pada
tahun1983.
Salah satu contoh prebiotik adalah
laktulosa yang merupakan
karbohidrat yang tidak dapat
diserap dan sering ditambahkan
pada susu instant.
Suatu ingredien pangan dapat
diklasifikasikan sebagai prebiotik bila
memenuhi persyaratan berikut
 Tidak terhidrolisis atau terserap pada saluran
pencernaan bagian atas
 Secara selektif dapat menstimulir

pertumbuhan bakteri yang menguntungkan


pada kolon
 Dapat menekan pertumbuhan bakteri

patogen, sehingga secara sistemik dapat


meningkatkan kesehatan.
Produk prebiotik lain yang dibuat dalam tepung adalah inulin dan
oligosakarida. Inulin dan oligosakarida dapat diisolasi dari sumber alami,
seperti umbi-umbian. Umumnya umbi-umbian mengandung oligosakarida
dalam bentuk rafinosa dalam jumlah tinggi.
Probiotik adalah mikroorganisme hidup “baik”
yang secara alamiah terdapat di dalam sistem
pencernaan, (disebut juga dengan flora
normal,) atau mikroorganisme baik yang
sengaja dikembangbiakkan sebagai suplemen
makanan/minuman yang apabila dikonsumsi
dalam jumlah seimbang akan memberikan
dampak positif bagi kesehatan.
Mikroorganisme ini bisa berupa bakteri, ragi
atau mikrofungi. Pada umumnya probiotik
yang dikonsumsi masyarakat adalah bakteri,
misalnya dari keluarga Lactobacillus,
Bifidobacterium dan Enterococcus, dalam
bentuk minuman fermentasi seperti yoghurt
dan makanan fermentasi seperti acar dan
asinan, atau dari hasil industri bioteknologi,
yang diaplikasikan ke dalam suplemen
berbentuk padat atau cair.
Oligosakarida yang tidak tercerna seperti rafinosa, fruktooligosaka-rida, galaktosillaktosa,
isomaltooligosakarida atau transgalakto-siloligosakarida (TOS) telah diketahui dapat
meningkatkan jumlah bifidobakteria indigenus dan bakteri asam laktat lainnya.
Sebenarnya prebiotik secara alami terdapat pada
tanaman, misalnya pada umbi dahlia, bawang merah,
bawang putih, asparagus, kedelai, ubi jalar, dan juga
pada susu. Namun, bukan berarti jika kita
mengkonsumsi tanaman-tanaman tersebut secara
alami akan didapat bahan prebiotik seperti yang
diharapkan. Sumber prebiotik alami adalah air susu
ibu (ASI) dalam bentuk oligosakarida yang terkandung
dalam kolostrum, yaitu oligosakarida N-asetil
glukosamin, yang hanya sedikit sekali dapat tercerna
dalam usus (<5%), dan mendukung pertumbuhan
bakteri Bifidobacterium.
Prebiotik secara komersil diproduksi dari
oligosakarida seperti inulin dan turunannya
(frukto oligosakarida). Selain itu, secara alami
fruktooligosakarida terdapat dalam berbagai
sayur dan buah misalnya bawang merah,
asparagus, dan chicory (mengandung inulin),
pisang, oligosakarida pada kedelai, dan
artichoke . Bahan prebiotik yang paling sering
digunakan adalah FOS (FructoOligoSacarida)
yang dari berbagai penelitian ternyata disukai
dan difermentasi oleh Bifidobacetria.
Efek utama prebiotik adalah menstimulasi secara
selektif pertumbuhan Bifidobacteria dan Lactobacili
dalam usus sehingga meningkatkan daya tahan tubuh
terhadap patogen. Karbohidrat prebiotik
kemungkinan mempunyai efek
nonspesifik karena terfermentasi dalam usus besar.
Karbohidrat prebiotik yang telah dievaluasi pada
manusia adalah fruktan atau galaktan. Penelitian in-
vitro dan in-vivo menunjukkan bahwa prebiotik tidak
dicerna oleh enzim, tetapi
difermentasi oleh bakteri anaerob di dalam usus
besar.
Belum pernah dilaporkan penemuan prebiotik
karbohidrat dalam fees. Melalui fermentasi
dalam usus besar, karbohidrat prebiotik
menghasilkan asam lemak rantai pendek
(small chain fatty acid / SCFA), menstimulasi
pertumbuhan berbagai bakteri termasuk
Bifidobacteria dan Lactobacilli, dan dapat
menghasilkan gas.
Seperti karbohidrat terfermentasi lain,
prebiotik mempunyai efek laksatif,
tetapi sulit dibuktikan karena efeknya
jarang sekali dilaporkan secara klinis.
Secara potensial efek utama karbohidrat
prebiotik adalah untuk meningkatkan
daya tahan tubuh terutama usus
terhadap mikroorganisme patogen,
sehingga mengurangi frekuensi diare
yang dialami seseorang.
selain itu prebiotik dapat berfungsi
sebagai antikarsinogenik,
antimikrobial, aktivitas
hipolipidemik dan glukosa-
mudulator, memperbaiki aktivitas
dalam penyerapan mineral dan
mengatur keseimbangannya
sehingga mencegah osteoporosis.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai