Anda di halaman 1dari 34

PERTEMUAN 9.

1
AKUNTANSI UNTUK
PERUSAHAAN DAGANG

Siti Kustinah
Perusahaan dagang
Menurut Ely dan Sri (2009,65), perusahaan dagang adalah
perusahaan yang dalam kegiatan pokoknya membeli barang
(commodity) dengan tujuan untuk dijual kembali. Ciri khas
yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan
lainnya adalah dalam kegiatannya yaitu, membeli barang
dagangan, menyimpan sementara kemudian menjual kembali.
Jadi dalam perusahaan dagang tidak ada perubahan bentuk
maupun perubahan kegunaan (utility).
Perusahaan dagang
Menurut Eli dan Sri (2009,65) jual beli pada hakekatnya
adalah perjanjian antara penjual dan pembeli untuk
menyerahkan barang atau jasa disertai imbalan tertentu.
Ketentuan dalam syarat jual beli dapat berlaku untuk transaksi
pembelian maupun penjualan. Perbedaan utama dalam syarat
jual beli biasanya berhubungan dengan siapa yang
menanggung biaya pengiriman dan biaya-biaya lain yang
berhubungan
Potongan Harga

Menurut Eli Dan Sri (2009,66) potongan harga terbagi dua, yaitu:

1. Potongan Tunai
Potongan tunai adalah potongan harga yang diberikan apabila pembayaran
dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Dari sudut penjual, potongan ini
disebut potongan penjualan ( sales discount) sedang dari segi pembeli disebut
potongan pembelian (purchases discount) Potongan tunai biasanya dinyatakan
dengan 2/10,n/30 syarat ini berarti potongan sebesar 2% diberikan bila
pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari setelah tanggal transaksi,
sementara jangka waktu kredit yang diberikan adalah 30 hari.
Potongan Harga

2. Potongan perdagangan

Potongan ini diberikan karena perbedaan cara penjualan atau

perbedaan langganan yang dilayani, misalnya perusahaan memberikan

potongan 30% untuk penjualan yang dilakukan kepada pedagang

besar, sedangkan untuk pedagang eceran diberikan potongan 15%.


Kebiasan umum cara pembayaran adalah sebagai berikut:

1.2/10,n/30. Dengan syarat ini penjual akan member potongan kepada pembeli sesuai

dengan batas waktu yang ditentukan.

2.EOM = End of Month. Harga neto yang tercantum dalam faktur harus dilunasi

pembeli paling lambat akhir bulan, syarat ini tidak memberikan potongan sehingga

pembeli harus membayar seluruh hutangnya.

3.N/10;EOM. Harga neto yang tercantum dalam faktur harus dilunasi paling lambat 10

hari setelah akhir bulan, tanpa mendapat potongan tunai.


METODE PENCATATAN TRANSAKSI PADA
PERUSAHAAN DAGANG
Pada perusahaan dagang terdapat dua system untuk barang dagangan, yaitu metode
perpetual dan metode periodic. Dalam system persediaan perpetual (perpetual
inventory system), setiap pembelian dan penjualan barang dagang dicatat pada akun
persediaan. Sehingga jumlah barang dagang yang tersedia untuk dijual dan jumlah
yang telah dijual secara terus menerus (perpetual0 tercantum dalam catatan
persediaan. Pada system persediaan periodic (periodic inventory system), catatan
persediaan tidak memperlihatkan jumlah yang tersedia untuk dijual atau yang telah
dijual sepanjang periode tersebut. Tetapi perhitungan fisik atas persediaan yang masih
tersisa pada akhir periode akuntansi (disebut physical inventory atau stock opname)
disiapkan pada akhir. Perhitungan persediaan secara fisik ini digunakan untuk
menentukan harga pokok (biaya) dari barang dagang yang tersisa pada akhir periode
dan harga pokok penjualan selama periode bersangkutan.
Ongkos Kirim
1. Free on Board (FOB) Shipping Point: Pembeli
menanggung ongkos kirim dari titik pengiriman
ke tujuan akhir.
2. Free on Board (FOB) Destination: Penjual
menanggung ongkos kirim hingga sampai ke
tujuan akhir.
Karakteristik Perusahaan Dagang
Transaksi Perusahaan Dagang
1. Sistem Persediaan Perpetual (perpetual inventory
system)
Setiap pembelian dan penjualan barang dicatat
dalam akun persediaan dan buku besar yang
berkaitan. Jadi, jumlah barang tersedia untuk
dijual dan jumlah yang terjual dilaporkan dalam
catatan persediaan secara terus menerus
Transaksi Perusahaan Dagang
2. Sistem Persediaan Periodik (periodic inventory
system)
Catatan persediaan tidak menunjukkan jumlah yang
tersedia untuk dijual atau jumlah terjual selama
periode tertentu. Sebagai gantinya, tersedia daftar
persediaan yang akhir periode yang disebut
persediaan fisik (physical inventory)
1) Transaksi pembelian - Perpetual
◦ Istilah pembelian kredit biasanya terlihat dari faktur (invoice) atau
tagihan (bill) yang dikirimkan oleh penjual kepada pembeli
◦ Syarat waktu pembayaran yang disepakati oleh pembeli dan penjual
disebut syarat kredit (credit terms)
◦ Pembeli yang diperbolehkan mendapat kelonggaran waktu untuk
membayar dikenal sebagai periode kredit (credit period)
1) Transaksi pembelian - Perpetual
◦ Jika pembayaran jatuh tempo dalam beberapa hari yang disebutkan
setelah tanggal faktur, seperti 30 hari, syaratnya adalah 30 hari
bersih, yang ditulis sebagai n/30
◦ Jika pembayaran jatuh tempo pada akhir bulan yang sama dengan
bulan penjualan, syaratnya ditulis sebagai n/eom (end of month).
1) Transaksi pembelian - Perpetual
◦ Diskon pembelian
Diskon yang diambil pembeli atas pembayaran lebih awal dicatat
sebagai diskon pembelian.
◦ Diskon pembelian yang diambil oleh pembeli untuk pembayaran
faktur lebih awal mengurangi harga pokok pembelian
1) Transaksi pembelian - Perpetual
◦ Pembelian barang secara tunai
Persediaan XXX
Kas XXX

◦ Pembelian barang secara kredit


Persediaan XXX
Utang usaha XXX
1) Transaksi pembelian - Perpetual
◦ Jurnal jika diskon diambil
5Jan Persediaan 3.000.000
Utang Usaha 3.000.000

15Jan Utang usaha 3.000.000


Kas 2.940.000
Persediaan 60.000
1) Transaksi pembelian - Perpetual
◦ Jurnal jika diskon tidak diambil
4 Feb Utang usaha 3.000.000
Kas 3.000.000
1) Transaksi pembelian - Perpetual
◦ Retur dan Potongan Pembelian.
Utang usaha XXX
Persediaan XXX
CONTOH:
2 Mei membeli barang senilai Rp.5.000.000 dengan syarat
2/10, n/30
4 Mei mengembalikan barang senilai Rp.3.000.000 yang
dibeli tanggal 2 Mei
12 Mei membayar faktur awal dikurangi retur dan diskon
CONTOH:
◦ 2 Mei Persediaan 5.000.000
Utang usaha 5.000.000
◦ 4 Mei Utang usaha 3.000.000
Persediaan 3.000.000
◦ 12 Mei Utang usaha 2.000.000
Kas 1.960.000
Persediaan 40.000
2) Transaksi penjualan - perpetual
◦ Pendapatan dari penjualan persediaan biasanya disebut sebagai
penjualan (sales).
◦ Jurnal penjualan tunai:
Kas XXX
Penjualan XXX
Beban pokok penjualan XXX
Persediaan XXX
2) Transaksi penjualan - perpetual
◦ Penjualan kredit
Piutang usaha XXX
Penjualan XXX
Beban pokok penjualan XXX
Persediaan XXX
2) Transaksi penjualan - perpetual

◦ Diskon Penjualan
Diskon penjualan akan mengurangi pendapatan penjualan
◦ Akun diskon penjualan adalah akun kontra terhadap
penjualan
2) Transaksi penjualan - perpetual
◦ Contoh:
SolusiNet menjual persediaan sebesar
Rp.18.000.000 kepada CV. Surya pada 10 Maret
dengan syarat kredit 2/10, n/30. Berdasarkan syarat
kredit, CV. Surya memiliki waktu sampai 20 Maret
untuk membayar dalam periode diskon
2) Transaksi penjualan - perpetual

Kas 17.640.000
Diskon Penjualan 360.000
Piutang Usaha 18.000.000
2) Transaksi penjualan - perpetual
◦ Retur dan potongan penjualan
Retur dan potongan penjualan XXX
Piutang usaha XXX

Persediaan XXX
Beban pokok penjualan XXX
Ongkos Kirim
1. Free on Board (FOB) Shipping Point: Pembeli
menanggung ongkos kirim dari titik pengiriman
ke tujuan akhir.
2. Free on Board (FOB) Destination: Penjual
menanggung ongkos kirim hingga sampai ke
tujuan akhir.
Ongkos Kirim
◦ Membeli barang
Jurnal FOB shipping point
Persediaan XXX
Utang usaha XXX
Persediaan XXX
Kas XXX
Ongkos Kirim
◦ Menjual barang
Jurnal FOB destination
Piutang usaha-Permadi XXX
Penjualan XXX
Beban pokok penjualan XXX
Persediaan XXX
Piutang usaha-Permadi XXX
Kas XXX
3) Sistem persediaan periodik
◦ Pencatatan pendapatan dari penjualan dilakukan
dalam cara yang sama dengan sistem persediaan
perpetual, yaitu setiap kali terjadi penjualan
◦ Namun beban pokok penjualan tidak ikut dicatat
setiap kali terjadi penjualan
RINGKASAN PERBANDINGAN METODE
PERPETUAL DAN PERIODIK
TRANSAKSI SISTEM PERSEDIAAN SISTEM PERSEDIAAN
PERIODIK PERPETUAL
5 Juni Membeli barang secara Pembelian Rp. 30.000 Persediaan Rp. 30.000
kredit senilai Rp. 30.000 syarat Utang dagang Rp. 30.000 Utang dagang Rp. 30.000
2/10,n/30
8 Juni Mengembalikan barang Utang Dagang Rp. 500 Utang Dagang Rp. 500
yang dibeli secara kredit pada Retur dan potongan pembelian Persediaan Rp. 500
tanggal 5 Juni senilai Rp. 500 Rp. 500
15 Juni Membayar pembelian Utang usaha Rp. 29.500 Utang usaha Rp. 29.500
tanggal 5 Juni , dikurangi retur Kas Rp. 28.910 Kas Rp. 28.910
Rp. 500 dan diskon (Rp. 30.000- Diskon pembelian Rp. 590 Persediaan Rp. 590
500x2%)
18 Juni Menjual barang secara Piutang usaha Rp. 12.500 Piutang usaha Rp. 12.500
kredit senilai Rp. 12.500 dengan Penjualan Rp. 12.500 Penjualan Rp. 12.500
syarat 1/10,n/30. Beban pokok Beban pokok penjualan Rp. 9.000
penjualan sebesar Rp. 9.000 Persediaan Rp. 9.000
RINGKASAN PERBANDINGAN METODE
PERPETUAL DAN PERIODIK
TRANSAKSI SISTEM PERSEDIAAN PERIODIK SISTEM PERSEDIAAN
PERPETUAL

21 Juni Menerima retur barang Retur dan potongan penjualan Rp. 4.000 Retur dan potongan penjualan Rp. 4.000
yang terjual secara kredit sebesar Piutang usaha Piutang usaha Rp.4.000
Rp. 4.000. Beban pokok penjualan Rp.4.000 Persediaan barang dagang Rp. 2.800
Beban pokok penjualan Rp. 2.800
barang yang diretur Rp. 2.800

22 Juni Membeli barang senilai Pembelian Rp. 15.000 Persediaan Rp. 15.750
Rp. 15.000 dengan syarat FOB Ongkos kirim pembelian 750 Utang dagang Rp. 15.750
titik pengiriman, 2/15 n/30 dengan Utang dagang Rp.
ongkos kirim dibayar dimuka 15.750
sebesar Rp. 750 yang ditambahkan
dalam faktur
RINGKASAN PERBANDINGAN METODE
PERPETUAL DAN PERIODIK
TRANSAKSI SISTEM PERSEDIAAN PERIODIK SISTEM PERSEDIAAN
PERPETUAL
28 Juni Menerima pembayaran Kas Rp. 8.415 Kas Rp. 8.415
atas penjualan secara kredit Diskon penjualan Rp. 85 Diskon penjualan Rp. 85
tanggal 18 Juni sebesar Rp. 8.415 Piutang usaha Rp. 8.500 Piutang usaha Rp. 8.500
dikurangi retur tanggal 21 Juni dan
diskon sebesar Rp. 85 (Rp. 12.500-
4.000 x2%)
29 Juni Menerima Rp. 19.600 dari Kas Rp. 19.600 Piutang usaha Rp. 19.600
penjualan tunai . Beban pokok Penjualan Rp. 19.600 Penjualan Rp. 19.600
penjualan Rp. 13.800 Beban pokok penjualan Rp. 13.800
Persediaan Rp.
13.800
34