Anda di halaman 1dari 18

IMPLEMENTASI 1

FIVE MOMENT
DI IGD RSPR
KELOMPOK
KELOMPOK 44

Maretha
Maretha Huda
Huda Pratiwi
Pratiwi
Lusi
Lusi
Raden
Raden Nur
Nur Hawa
Hawa Islamiyah
Islamiyah
Rosa
Rosa Amelia
Amelia
Rai
Rai Adhi
Adhi Tami
Tami
Tazkiya
Tazkiya
Vika
Vika Sabilla
Sabilla
2

1. Terdapat 3 dari 12 orang perawat memilih masalah “Keberadaan perawat IGD di


Nurse Station menjelang operan dinas”
2. Terdapat 3 dari 12 orang perawat memilih masalah “Belum optimalnya penerapan
perilaku caring terhadap pasien di ruang IGD”
3. Terdapat 6 dari 12 orang perawat yang memilih masalah tentang “Kurang
maksimalnya penerapan precaution universal “five moment” kepada perawat
diruang IGD”
3

PENDAHULUAN
Menurut data dari Depkes RI, 2015 Rata - rata kepatuhan petugas untuk mencuci tangan
di Indonesia hanya 20% - 40% Dan Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber
dari tangan.

Di Indonesia rata-rata prevalensi infeksi adalah sekitar 9,1% dengan variasi kejadian
infeksi sebesar 6,1 % - 16,0 %. Infeksi nosokomial di RS terjadi akibat kurangnya
kepatuhan petugas untuk melakukan cuci tangan. Karena itu, menjaga
kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

Dari penelitian Fitry Mongilong yang berjudul “Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat
Tentang HAIs Dengan Kepatuhan Mencuci Tangan Berdasarkan Five Moment Di IGD
RSUD Kotamobagu 2019” didapatkan hasil bahwa perilaku five moment mempengaruhi
dampak terjadinya penyakit infeksi di IGD RSUD Kotamobagu.
4

Menurut penelitian Ebenezer Sitorus dengan judul “Hubungan tingkat pengetahuan dan
motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dan ketepatan dalam melakukan five
moment hand hygine” menjelaskan bahwa sebagian besar perawat memiliki motivasi
yang lemah dalam melakukan hand hygiene. Menurut penelitian ini juga menjelaskan
bahwa petugas kesehatan masih rendah dalam melakukan 5 moments hand hygine,
terutama moment saat sebelum kontak dengan pasien (9,5%), sesudah terkena cairan
tubuh pasien (23%), dan sesudah kontak dengan area sekitar pasien (9,5%). Hal ini
sesuai dengan observasi yang dilakukan kelompok diruangan IGD.
5

Tujuan implementasi yang akan kami


lakukan untuk meningkatkan pengetahuan
dan perilaku terkait penerapan five moment
di ruang IGD.
6

Dari jumlah populasi 30 orang perawat IGD. Kami


ingin mengumpulkan data terkait:
a) Pengetahuan dengan sampel semua populasi
perawat IGD yang berjumlah 30 orang
b) Perilaku dengan sampel 10% dari populasi
yaitu 10 orang dengan pemilihan sampel secara
random
7

HASIL PRE TEST


Berdasarkan soal pre test yang sudah dilakukan didapatkan hasil:
Jumlah total: 23 responden
 9 responden menjawab benar semua
 8 responden nilai 9
 1 responden nilai 8
 4 responden nilai 7
 1 responden nilai 6
8
9

1. Perawat mencuci tangan setelah menangani pasien merupakan moment ke berapa pada five moment? (Benar 20 orang)

2. Manakah yang termasuk moment ke 3 dalam five moment? (Benar 19 orang)

3. Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan aseptik” merupakan momen keberapa pada five moment? (Benar 18
orang)

4. Five moment dalam mencuci tangan diantaranya yaitu, kecuali? (Benar 17 orang)

5. Berikut ini merupakan persiapan perawat untuk cuci tangan, manakah point ke 1 dalam five moment? (Benar 23 orang)

6. Manakah yang merupakah momen ke 5 dari five moment? (Benar 22 orang)

7. Ketika kita hendak memasang infus kita melakukan hand hygiene, hal ini termasuk moment? (Benar 20 orang)

8. Melakukan cuci tangan menggunakan cairan berbasis alkohol atau hand srcub membutuhkan waktu? (Benar 23 orang)

9. Melakukan cuci tangan menggunakan hand wash membutuhkan waktu? (Benar 22 orang)

10. WHO merekomendasikan gerakan cuci tangan ada berapa langkah? (Benar 20 orang)
10

KESIMPULANHASIL
KESIMPULAN HASILPRE
PRETEST
TEST

Dari hasil pre test yang sudah dilakukan pada tanggal 5 oktober
-6 oktober 2021 melalui google form
Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan perawat IGD DI RSPR
sudah baik terkait dengan five moment mencuci tangan
11

CUCI TANGAN
 Merupakan istilah yang digunakan untuk membersihkan
tangan menggunakan antiseptic pencuci tangan, baik
menggunakan cairan berbasis formulasi antiseptic alcohol
(handrub) atau menggunakan sabun dan air (handwash).
12

CUCI TANGAN
 

40-60 Detik 20-30 Detik


13

"FIVE MOMENT"
 WHO merumuskan inovasi strategi penerapan cuci tangan untuk petugas kesehatan
dengan cuci tangan lima momen (five moments for hand hygiene), yaitu:

1) Sebelum menyentuh/ kontak dengan pasien,


2) Sebelum melakukan tindakan aseptik,
3) Setelah terkena atau terpapar cairan tubuh pasien,
4) Setelah bersentuhan dengan pasien,
5) Setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien
IMPLEMENTASI YANG AKAN
14

KELOMPOK LAKUKAN

MEMBUAT
POSTER
“Five Moment”
IMPLEMENTASI YANG AKAN
15

KELOMPOK LAKUKAN

Redemonstrasi 6 Mengobservasi
langkah cuci tangan penerapan Five
Moment

Melakukan post test


Hasil yang ingin dicapai setelah
16

implementasi
a. Meningkatnya pengetahuan perawat ruang IGD terkait
penerapan Five moment dari 80% menjadi 100% dengan
dibuktikan dari hasil post test yang akan dilakukan

b. Meningkatnya perilaku perawat ruang IGD terkait


penerapan Five moment menjadi lebih baik
17

DAFTAR PUSTAKA
Mongilong, F. (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Hais Dengan
Kepatuhan Mencuci Tangan Berdasarkan Five Moment Di Igd Rsud Kotamobagu. 2
(2).

Sitorus, E., & Prabawati, D. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi
Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Dan Ketetapan Dalam Melakukan Five Moment
Hand Hygiene. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 17 (1).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Perilaku Mencuci Tangan Pakai


Sabun di Indonesia.
18

Thanks!
Any questions?