Anda di halaman 1dari 16

PESAWAT SEDERHANA

Gita Nurul Puspita, M. Pd.


 Bagaimana cara mencabut paku?
 Diperlukan pesawat sederhana, yaitu alat sederhana
yang dapat membantumu melakukan usaha dengan
mengurangi besarnya gaya.
 Apa saja contoh pesawat sederhana berdasarkan
prinsip kerjanya?
 Prinsip kerja pesawat sederhana dikelompokkan
menjadi beberapa bagian, di antaranya tuas, katrol,
dan bidang miring.
1. Tuas

Penggunaan Tuas Bagian-bagian Tuas

Berat beban yang akan diangkat disebut berat beban (w) dan gaya yang
digunakan untuk mengangkat batu atau beban disebut gaya kuasa (F). Jarak
antara penumpu dan beban disebut lengan beban (lb) dan jarak antara
penumpu dengan kuasa disebut lengan kuasa (lk).
 Hubungan antara besaran-besaran tersebut menunjukkan bahwa
perkalian kuasa dan lengan kuasa (F.lk) sama dengan berat
beban dikalikan dengan lengan beban (w.lb). Artinya besar
usaha yang dilakukan kuasa sama dengan besarnya usaha yang
dilakukan beban. Oleh sebab itu, pada tuas berlaku persamaan
sebagai berikut.
 Fk.lk = w.lb

 dengan: Fk = kuasa (N)

 w = berat beban (N)

 lk = lengan kuasa (m)

 lb = lengan beban (m)


Keuntungan Mekanis
 Keuntungan pada pesawat sederhana disebut
Keuntungan Mekanis (KM).
 Secara umum keuntungan mekanis didefinisikan
sebagai perbandingan berat beban (w) dengan
kuasa (Fk) atau perbandingan lengan kuasa (lk)
dengan lengan beban (lb).

 Pelajari CONTOH SOAL halaman 156 Buku Paket


Jenis-jenis Tuas

1. Tuas Jenis Pertama  Titik tumpu (T) berada


di antara titik beban
dan titik kuasa.
 Contohnya gunting,
tang pemotong,
gunting kuku, dan
linggis.
2. Tuas Jenis Kedua
 Titik beban (w) berada
di antara titik tumpu dan
titik kuasa.
 Contoh tuas jenis ini, di
antaranya adalah
gerobak beroda satu,
pemotong kertas,
pembuka tutup kaleng,
pembuka tutup botol
dan pemotong kertas.
3. Tuas Jenis Ketiga  Titik kuasa (K) berada
di antara titik tumpu
dan titik beban.
 Contoh tuas jenis ini
adalah pinset, alat
pancing, dan sekop.
2. Katrol
 Katrol digunakan untuk mengambil air atau
mengangkat beban yang berat. Katrol merupakan
pesawat sederhana yang dapat memudahkan
melakukan usaha.
 Apa saja jenis katrol?
 Katrol dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu katrol
tunggal tetap, katrol bergerak, dan katrol berganda.
a. Katrol Tunggal Tetap
 Katrol berfungsi untuk
membelokkan gaya sehingga berat
beban tetap sama dengan gaya
kuasanya tetapi dapat dilakukan
dengan mudah.
 Keuntungan mekanis katrol tetap =
1.
 Katrol tetap digunakan untuk
menimba air. Berdasarkan
Persamaan tuas, diketahui bahwa
 Fk.lk = w.lb
 Oleh karena lk = AC dan lb = AB ,
serta lk = lb dan Fk = w sehingga
keuntungan mekanisnya adalah
b. Katrol tunggal Bergerak
 Prinsip katrol tunggal bergerak hampir sama dengan tuas jenis kedua,
yaitu titik beban berada di antara titik tumpu dan titik kuasa.
 Titik tumpu katrol tunggal bergerak berada di titik B. Lengan beban lb
adalah jarak AB dan lengan kuasa lk adalah jarak BC. Dengan
demikian, berlaku persamaan sebagai berikut.
 lk = 2 lb
 Jadi, keuntungan mekanis katrol tunggal bergerak adalah:

 Adapun besar gaya kuasa yang harus dilakukan untuk mengangkat


beban adalah
 Fk .lk = w. lb
 Fk(2 lb) = w. Lb
 Fk = ½ w
c. Katrol Takal
 Keuntungan mekanis dari katrol
majemuk bergantung pada
banyaknya tali yang
dipergunakan untuk mengangkat
beban. Pada Gambar dapat kamu
lihat empat tali digunakan untuk
mengangkat beban.
 Jadi, keuntungan mekanisnya
sama dengan 4. Jika kamu akan
mengangkat beban 100 N, cukup
dengan gaya 25 N saja benda
sudah terangkat.
Bagaimana cara memindahkannya?
3. Bidang Miring
 Keuntungan mekanis bidang miring
bergantung pada panjang landasan
bidang miring dan tingginya.
 Semakin kecil sudut kemiringan
bidang, semakin besar keuntungan
mekanisnya atau semakin kecil
gaya kuasa yang harus dilakukan.
 Keuntungan mekanis bidang miring
adalah perbandingan panjang (s)
dan tinggi bidang miring (h).
 Km = w/F = s/h
 Pelajari CONTOH SOAL halaman
154
Teks dan Gambar:
Karim, S., et al. (2008). Belajar IPA Membuka
Cakrawala Alam Sekitar. Jakarta: Pusat
Perbukuan.
Wasis dan Irianto, S. (2008). Ilmu Pengetahuan
Alam SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat
Perbukuan.