Anda di halaman 1dari 15

Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan pada

Gagal Jantung dan Luka Bakar Pada Ibu Hamil

kelompok 2
Abdul Aziz
Destyana Jheri
Fitria Yusmita
Nopi Irhamni
Reza Mailani Putri
Lindung Triyuni Oetary
GAGAL JANTUNG SELAMA KEHAMILAN
Pengertian gagal jantung
Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak
mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan atau kemampuannya hanya ada
kalau disertai peninggian volume diastolic secara abnormal.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko penyakit jantung saat kehamilan adalah:
Obesitas
Riwayat anggota keluarga yang memiliki penyakit jantung, terutama miokarditis atau peradangan otot
jantung
Kekurangan nutrisi sebelum dan saat hamil
Konsumsi alkohol berlebihan
Ada lebih dari satu janin di dalam kandungan
Hamil saat berusia lebih dari 30 tahun
Perubahan fisiologis pada kehamilan dan dampaknya terhadap kondisi
jantung yang berbeda

Kehamilan dikaitkan dengan perubahan hemodinamik fisiologis yang


signifikan, termasuk 30-50% peningkatan curah jantung dan volume darah, dan
fluktuasi lebih lanjut dalam curah jantung/ cardiac output terjadi pada saat
persalinan dan setelah melahirkan. Efek yang dihasilkan pada wanita dengan
penyakit jantung sangat penting untuk identifikasi resiko dan penanganan
selanjutnya. Periode resiko terbesar untuk kejadian jantung selama kehamilan
adalah awal trimester ketiga, persalinan dan saat post-partum segera.
Kontraindikasi jantung untuk kehamilan

• Kehamilan dikontraindikasikan pada hipertensi pulmonal yang berat


• sindromeisenmengers, kardiomiopati dengan gagal jantung kongestif kelas III atau IV
• lesi obstruktif yang berat
• sianosis berat dan riwayat kardiomiopati peripartum dengan disfungsi LV persisten atau
gagal jantung.
Penanganan
1.Konseling prankonsepsi
Pasien dan keluarganya harus sepenuhnya dijelaskan mengenai tingkat keparahan penyakit, resiko
kehamilan untuk ibu dan janin, pertimbangan koreksi bedah sebelum kehamilan, penyesuaian obat selama
kehamilan dan kontrasepsi yang efektif setiap kali kehamilan mungkin ditunda atau kontraindikasi.
2.Selama kehamilan
kunjungan antenatal harus setiap bulan dalam penyakit ringan dan setiap 2 minggu pada penyakit yang
moderat hingga berat sampai 28 minggu dan kemudian mingguan setelahnya sampai melahirkan
3.Selama persalinan
Waktu dan cara persalinan harus direncanakan secara hati-hati oleh tim multidisiplin. Mayoritas, persalinan
vagina dengan anestesi epidural adalah cara persalinan yang lebih baik. Namun, seksio sesarea diindikasikan
jika ada alasan kandungan, pada pasien dengan warfarin antikoagulan, pada pasien dengan hipertensi pulmonal
berat dan lesi jantung.
Perawatan Post Partum dan Tindak Lanjut
Setelah melahirkan, pemantauan cermat status hemodinamik harus dilakukan setidaknya selama 24 jam,
atau lebih lama pada pasien yang berisiko tinggi. Pada pasien dengan hemodinamik lesi jantung yang berat
mungkin abnormal hingga 10 hari setelah melahirkan

Pemeriksaan diagnostik
• Rontgen dada untuk mengevaluasi perbesaran ruang jantung dan mengkaji kongesti pulmonal.
• Echokardiogram untuk menentukan fraksi ejeksi dan mendeteksi ketidaknormalan struktur.
• EKG 12 lead
Penatalaksanaan kegawatdaruratan Gagal Jantung
• Mengkaji dan mempertahankan kepatenan airway, breathing dan circulation sebagai prioritas utama
• Berikan O2 Tambahan untuk menjaga saturasi diatas 90%
• Pasang akses IV : berikan cairan dan lakukan dengan hati-hatiuntuk mencegah kelebihan cairan.
• Noninvasive positif ventilation dapat memperbaiki kongesti pulmonal dengan cara memaksa cairan
alveolar kembali kekapiler paru.
• Monitor secara ketat respon pasien terhadap treatment yang diberikan terutama
a. Suara nafas, frekuensi pernafasan, dan SO2
b. Sesak nafas dan penggunaan otot pernafasan
c. Tekanan darah dan Nadi
d. Tingkat kesadaran
e. Distensi vena jugularis
f. Urin outpu, dengan penggunaan katteter.
LUKA BAKAR SELAMA KEHAMILAN

Defenisi
Luka bakar adalah kerusakan jaringan karena kontak dengan agens, termal, kimiawi, atau listrik.Keparahan
luka bakar dikaji dengan menentukan kedalaman cedera luka bakar, persentase area permukaan tubuh yang
terkena, dan keterlibatan bagian tubuh khusus.

Patofisiologi
Luka bakar disebabkan karena tranfer energi panas dari sebuah sumber energi ke tubuh, panas
akanmenyebabkan kerusakan jaringan. Keparahan luka bakar menentukan derajat perubahan yang tampak di
dalam organ-organ dan sistem tubuh.Cedera termal menimbulkan luka terbuka karena kulit yang rusak.Setelah
luka bakar, perfusi kulit menurun karena pembuluh darah tersumbat dan terjadi vasokonstriksi.
Etiologi
Penyebab luka bakar di antaranya disebabkan oleh:
1.Api langsung
2.Kontak dengan sumber panas
3.Kimia
4.Listrik
5.Radiasi

Tanda dan Gejala


Perubahan fungsi kulit normal menyebabkan:
1.Penurunan fungsi proteksi
2.Kegagalan mengatur temperatur
3.Meningkatkan resiko infeksi
4.Perubahan fungsi sensori
Fase luka bakar
1.Fase akut.
Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan
airway (jalan nafas), brething (mekanisme bernafas), dan circulation (sirkulasi).
2.Fase sub akut.
Berlangsung setelah fase syok teratasi.Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan
akibat kontak dengan sumber panas.
3.Fase lanjut.
Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-
organ fungsional.
Terdapat beberapa tipe atau derajat luka bakar berdasarkan kedalaman kerusakan jaringan, yaitu luka bakar
deraja 1, luka bakar derajat 2 dan luka bakar derajat 3.

Proses Penyembuhan Luka


• Fase Inflamasi
Adalah fase terjadinya luka bakar sampai 3-4 hari pasca luka bakar.
• Fase Fibi Oblastic yang dimulai pada hari ke 4-20 pasca luka bakar.
• Fase maturasi
Pada fase ini terjadi proses pematangan kolagen dan terjadi penurunan aktifitas selular dan vaskular.
Derajat luka bakar menurut
Rule of Nines
Penanganan kegawatdaruratan Luka Bakar
• Airway kaji pertama kali dan sesring mungkin, dan semua pasien luka bakar harus menerima tambahan O2
oleh petugas medis.
• Pasang IV kateter besar, untuk resusittasi cairan dan manajemen nyeri..
• Jika tidak bisa pada perifer, menggunakan vena sentral.
• Pemilihan cairan yang tepat.
• Monitor kecukupan rresusitasi cairan dengan mengukur urin.
• Kaji adanya pengaruh ketidakcukupan resusitasi cairan
• Kaji adanya kelebihan cairan
• Monitor kestabilan hemodinamik.
• Meninggikan are luka bakar dari jantung dapat mengurangi edema.
• Jika adanya penurunan kesadaran periksa apakah ada trauma penyerta seperi cidera kepala,
keracunan gas CO,hipoksia.
• Exposure, Lepaskan seluruh perhiasan dan pakaian begitu sampai di IGD.
• Selimuti dengan kain bersih dan hangat untuk menghindari adanya hipotermi
• Menutup luka dengan kain bersih dan kering .

Indikasi rawat inap luka bakar


1.Luka bakar grade II
a.Dewasa > 20%
b.Anak / Lansia >15%
2.Luka Bakar Grade III
3.Luka Bakar dengan komplikasi : Jantung, Otak
Luka Bakar saat Kehamilan
Luka bakar dibedakan dari derajatnya, dinilai dari kedalamannya dan luasnya.Luka bakar
yang luasnya tidaklebih dari <9-10% persen luas permukaan tubuh dan kedalamannya hanya
mencapai permukaan kulit masih dikatakan ringan, sedangkan luka bakar yang lebih luas dan
dalam beresiko menyebabkan kehilangan cairan yang lebih banyak dan kerusakan jaringan
kulit.Luka bakar ringan umumnya tidak menyebabkan dampak langsung terhadap janin.
Terlepas dari derajatnya, setiap luka bakar harus mendapatkan penanganan luka yang
maksimal untuk mencegah luka memberat apalagi hingga timbul infeksi.Infeksi selama kehamilan
dapat berakibat pada janin apabila infeksi telah menyebar melalui darah, selain itu saat terjadi
infeksi tubuh mengeluarkan hormon-hormon stres yang bisa berefek pada bayi.Menderita dehidrasi
(kekurangan cairan) pada luka bakar derajat luas juga dapat berdampak pada bayi.