Anda di halaman 1dari 30

KONSEP

BAYI BARU LAHIR


PENDAHULUAN
 Mengalami masa transisi  dari intra uterin
ke (hangat, redup, lingk memenuhi O2 dan
pengatuturan suhu, bebas kebisingan)  ke
ekstra uterin
 Periode penyesuaian ini dimulai dari
berkurangnya O2 selama kontraksi uterus,
kompresi-dekompresi kepala dada, ekstensi
anggota gerak dan tulang selama proses
persalinan
 Setelah lahir  mendapat rangsangan
suara, cahaya, dingin, gravitasi, sentuhan, dll
DEFINISI
 Bayi baru lahir normal : bayi yang lahir
melalui proses kelahiran sampai usia 4
minggu, dengan masa gestasi 38 – 42
minggu dan mampu menyesuaikan diri
dari kehidupan intra uterin ke kehidupan
ekstra uterin
 Periode neonatal : periode sejak lahir
hingga berusia 4 minggu sesudah lahir
Empat penyesuaian utama

1. Perubahan suhu dalam rahim dan suhu


lingkungan di luar rahim
2. Perubahan pernapasan sebelum lahir
memperoleh O2 melalui plasenta dan setelah
lahir bernapas sendiri
3. Menghisap dan menelan  merup. Cara bayi
memperoleh makanan, untuk menggantikan
cara menerima makanan melalui plasenta
4. Cara pembuangan melalui organ sekresi, yang
sebelumnya terjadi melalui sistem eksresi-
sekresi amnion
PENAMPILAN FISIK BBL
 Perbandingan berbagai bagian tubuh BBL
sangat berlainan dengan proporsi pada
janin, balita, remaja dan dewasa
Ukuran kepala relatif lebih besar,
berbentuk bundar, mandibula kecil, dada
lebih bundar
 Pada waktu lahir : terlihat bentuk kepala
yang tidak normal akibat tekanan waktu
proses persalinan
 Sikap BBL cenderung lebih fleksi
 Pada BBL sering terlihat milia, fimosis,
bercak putih mengkilat pada mukosa mulut,
bentuk telinga yang berbeda (liang telinga
luar pendek, membran timpani lebih tebal
dan curam, telinga tengah banyak
mengandung mukoid, tuba eustacii pendek,
dll)
 Hati dan limpa biasanya teraba sedikit di
bawah arkus kostal
 Kedua ginjal sering dapat diraba
 BB Bayi Baru Lahir kira-kira 3000 gram,
biasanya anak laki-laki lebih berat dari
perempuan
 Lebih kurang 95% bayi cukup bulan
mempunyai BB antara 2500 – 4250 gram
 PB rata-rata 50 cm. Lebih kurang 95%
diantaranya PB sekitar 45 – 55 cm
 Ukuran lingkar kepala (LK) rata-rata 35,5 cm
 Lingkar dada rata-rata 33 cm ( 2-3 cm lebih
kecil dari LK)
FISIOLOGI NEONATUS
1. Sistem Pernapasan
- Dalam uterus janin mendapat O2 melalui
plasenta
- Setelah lahir pertukaran gas terjadi
dalam paru-paru
- Rangs. untuk pernapasan pertama
adalah akibat adanya tekanan mekanis
pada thorak sewaktu melewati jalan lahir
- Penurunan tek O2 dan kenaikan tek CO2
merangsang kemoreseptor pada sinus
karotis (stimulasi kimia)
- Rangsangan dingin di daerah muka bayi
dapat merangsang permulaan pernapasan
( stimulasi sensorik)
- Usaha bayi pertama kali untuk
mempertahan-kan tekanan alveoli; selain
adanya surfaktan, adalah dengan menarik
napas dan mengeluarkan napas dengan
menjerit.
2. Jantung dan sirkulasi darah
- Saat lahir janin segera menghirup udara dan

menangis kuat  paru-paru mengembang


- Tek. paru-paru mengecil dan darah mengalir

ke paru-paru  duktus botali tidak berfungsi


dan foramen ovale akan menutup
- Dengan adanya pemotongan tali pusat,

foramen ovale menutup, dengan proses :


sirkulasi plasenta berhenti  aliran darah ke
atrium kanan menurun  tekanan jantung
kanan menurun, tekanan rendah di aorta
hilang tekanan jantung meningkat dan
resistensi pada paru meningkat, hal ini
meningkatkan tekanan ventrikel kiri
3. Saluran pencernaan
- Bila dibandingkan dengan ukuran tubuh, saluran

pencernaan pada neonatus relatif lebih berat dan lebih


panjang dibandingkan dengan orang dewasa.
- Tinja pertama (mekonium) keluar pada usia 8 – 24 jam

setelah lahir, dengan adanya pemberian susu


mekonium mulai diganti dengan tinja tradisional pada
hari ke-3 dan ke-4.
- Hepar dan enzim belum aktif sempurna. Misal : enzim

Uritis Di Phosphat Glukoronida Transferase ( UDPGT)


dan enzim Glukosa 6 Phosphat Dihodrogenase
( G6PD) yang berfungsi dalam sintesa bilirubin 
kadang neonatus memperlihatkan gejala ikterus
- Luas perm tubuh neonatus > org dewasa  metab lbh

bsr
4. Produksi Panas
- Pada neonatus apabila mengalami

hipotermi bayi mengadakan penyesuaian


suhu dengan cara pembakaran cadangan
lemak
- Tidak semua neonatus memiliki suhu

tubuh yang sama karena hal ini sangat


dipengaruhi oleh suhu lingkungan, umur
kehamilan dan BB bayi
Mekanisme terjadinya Hipotermia:
Hipotermia pada bayi baru lahir timbul
karena penurunan suhu tubuh yang dapat
terjadi melalui:
 Radiasi : Yaitu panas tubuh bayi
memancar kelingkungan sekitar bayi yang
lebih dingin, misal : BBL diletakkan
ditempat yang dingin
 Evaporasi : Yaitu cairan/air ketuban yang
membasahi kulit bayi menguap, misal :
BBL tidak langsung dikeringkan dari air
ketuban.
NEXT
 Konduksi : Yaitu pindahnya panas tubuh
bayi karena kulit bayi langsung kontak
dengan permukaan yang lebih dingin,
misal : popok/celana basah tidak langsung
diganti.
 Konveksi : Yaitu hilangnya panas tubuh
bayi karena aliran udara sekeliling bayi,
misal : BBL diletakkan dekat pintu/jendela
terbuka.
5. Kelenjar Endokrin
- Selam dalam uterus janin mendapatkan hormon dari

ibunya.
- Pada kehamilan 10 mgg kortikotropin (hormon yang

diperlukan untuk mempertahankan glandula


suprarenalis janin) telah ditemukan dalam hipofisis
janin.
- Kadang-kadang hormon yang didapat dari ibu masih

berfungsi dan pengaruhnya dapat dilihat


 Pembesaran kelenjar air susu, pseudomenstruasi
- Kelenjar adrenal waktu lahir relatif lebih besar

dibanding org dewasa


- Kelenjar tiroid sdh sempurna terbentuk waktu lahir dan

mulai berfungsi sejak beberapa bulan sebelum lahir


6. Keseimbangan Cairan dan Fungsi Ginjal
- Glomerulus di ginjal mulai dibentuk pada janin
umur 8 mgg
- Ginjal janin mulai berfungsi pada usia
kehamilan 12 mgg
- Tubuh neonatus mengandung relatif lebih
banyak air dan kadar natrium > kadar kalium
- Ginjal belum berfungsi sempurna karena :
a. Jumlah nefron matur belum sebanyak org dws
b. Tidak seimbang antara luas perm glomerulus
dan vol tubulus proksimal
c. Aliran darah ke ginjal pada neonatus relatif
kurang, tergantung tingkat perkembangan
ginjal dan jumlah cairan yang masuk
7. Susunan Syaraf
- Gerakan menelan pada janin baru terjadi

pada usia kehamilan 16 mgg sedangkan


gerakan menghisap terjadi pada usia
kehamilan 32 mgg
- Pada triwulan terakhir hubungan antara

syaraf dan fungsi otot menjadi lebih


sempurna  shg janin di atas usia kehamilan
32 mgg dpt hidup di luar kandungan.
- Pada usia kehamilan 28 mgg mata janin

menjadi sangat sensitif pada cahaya.


8. Sistem imunologi
- Protein yang mengandung zat antibodi Ig G

yang banyak dibentuk pada bulan kedua


setelah bayi dilahirkan
- Ig G pada janin berasal dari ibunya yang

didapat melalui plasenta


- Ig A banyak ditemukan setelah janin lahir

dan khususnya saluran pernapasan.


- Ig M ditemukan pada usia kehamilan 20 mgg

dan produksinya meningkat setelah janin


lahir
9. Nutrisi BBL
- Makanan utama neonatus ASI
- Keuntungan ASI
1. Bagi Ibu :
 Memberi kepuasan batin
 Lebih praktis
 Mengembalikan bentuk tubuh
 Menunda masa kehamilan
2. Bagi Bayi
 Memberi perlindungan terhadap infeksi

dan diare
 Memberi kekebalan

 Meningkatkan hubungan kasih sayang

 Mengurangi kegemukan

 Membentuk rahang gigi yang baik


PERILAKU NEONATUS
1. Perilaku Fisik
a. Perilaku neonatus
- Habituation
- Orientasi
- Maturitas Motor
- Kemampuan menenagkan diri
- Perilaku sosial
b. Keadaan tidur
- Tidur pulas

- Tidur ringan

- Status mengantuk

- Status yang senang kesiagaan

- Status terbangun dari aktif

- Status menagis dengan keras


Penilaian perilaku skala
Brazelton, meliputi 4 dimensi :
 Proses interaksi dengan lingkungan,
kegembiraan, kasih sayang dan kemesraan
 Proses motorik mencakup tonus otot,
kematangan motorik, reaksi defensif, gerakan
tangan ke mulut, gerakan secara umum
berbagai refleks
 Pengelolaan status fisiologi seperti reaksi
terhadap cahaya, suara dan tusukan jarum
 Respon terhadap ketegangan seperti gemetar,
perubahan warna kulit, terkejut
Refleks-refleks pada
neonatus
 Refleks tonus otot
 Refleks menghisap
 Refleks menggenggam
 Refleks moro
 Refleks menghentak
 Refleks stapping
Reflek
 Reflek moro

 Reflek Genggaman (palmar Grasp)


Next….

Refleks Babinski Refleks Rooting


Refleks Mengisap Refleks Melangkah
(stapping)
Perilaku Psikososial
 Menurut Freud : Masa Oral
 Menurut Erickson : Trust Vs. Mistrust
 Menurut Piaget : Fase sensorik motorik
 Menurut Sullivan : Fase maternal personal
 mulai mengenal ibunya
Peran Ortu
 Memelihara kecukupan nutrisi
 Kasih sayang dan belaian ortu  tempat
yang paling aman dan nyaman bagi bayi
 Kontak sosial dibutuhkan bayi
 Hubungan erat ibu dan bayi sangat
diperlukan dalam menit-menit pertama
kelahiran  Bounding attachment
 Bermain sangat diperlukan bayi
Bermain pada neonatus
meliputi :
 Stimulus penglihatan dengan membuka
dan menutup mata, melihat benda
bergerak dan warna-warni
 Stimulus pendengaran dengan berbicara
pada anak, bernyanyi dengan suara
lembut, memainkan musik
 Stimulus gerakan halus dengan
meletakkan bayi ditempat hangat, stimulus
gerakan kasar yang mengayun dan dibuai