Anda di halaman 1dari 27

STRATEGI TATA

LETAK
Manajemen Operasi
10 Keputusan Strategi Tata Letak
1. Desain Barang dan Jasa
2. Mengelola Kualitas
3. Strategi Proses
4. Strategi Lokasi
5. Strategi Tata Letak
6. Sumber Daya Manusia
7. Manajemen Rantai Pasokan
8. Manajemen Persediaan
9. Penjadwalan
10. Pemeliharaan
STRATEGI TATA LETAK
Tujuan :
Untuk membangun sebuah tata letak yang
ekonomis yang memenuhi persyaratan
persaingan perusahaan.
6 (Enam) Tipe Tata Letak :
1. Tata Letak Dengan Posisi Tetap (Fixed Position
Layout)
2. Tata Letak Yang Berorientasi Pada Proses
(Process Oriented Layout)
3. Tata Letak Kantor (Office Layout)
4. Tata Letak Ritel (Retail Layout)
5. Tata Letak Gudang (Werehouse Layout)
6. Tata Letak Yang Berorientasi Pada Produk
(Product Oriented Layout)
1. Tata Letak Dengan Posisi Tetap
 Proyek tetap berada dalam satu tempat,
sementara para pekerja dan peralatan
datang pada tempat tersebut.
 Tujuan : Mengatasi kebutuhan tata letak
proyek yang tidak berpindah atau proyek
berskala besar yang menyita tempat yang
luas.
 Contoh : Proyek pembuatan kapal, proyek
pembangunan gedung, proyek
pembangunan jembatan.
2. Tata Letak Yang Berorientasi Pada
Proses
 Dapat menangani beragam barang atau
jasa secara bersamaan.
 Merupakan sebuah tata letak yang
berkaitan dengan proses produksi dengan
volume rendah dan variasi tinggi (job
shop).
 Tata letak juga sangat baik untuk
menagani produksi komponen dalam
batch yang kecil (job lot), dan untuk
memproduksi beragam komponen dalam
ukuran da bebtuk ang berbeda.
 Tujuan : Mengefisiensikan waktu yang
dibutuhkan disaat proses pembuatan
produk yang memilki persyaratan yang
berbeda atau pada saat menangani
konsumen dengan kebutuhan yang
berbeda.
 Contoh : Tata letak mesin dalam suatu
proses produksi disebuah pabrik, tata letak
ruangan dirumah sakit.
Softwere Komputer Untuk Tata Letak Yang
Berorientasi Pada Proses
CRAFT (Computerized Relative Allocation
of Facilities Technique)
ALDEP (the Automated Layout Design
Program)
CORELAP (Computerized Realtionship
Layout Planning)
Factory Flow
Sel Kerja (Work Sel)
Pengaturan sementara mesin dan karyawan
yang berorientasi pada produk dalam fasilitas
yang berorientasi dalam proses
Untuk mengatur ulang orang dan mesin yang
biasanya tersebar pada departemen proses yang
beragam dan sewaktu-waktu mengatur
merekadalam sebuah kelompok kecil, sehingga
mereka dapat memusatkan perhatian dalam
membuat suatu produk atau sekumpulan
produk yang saling berkaitan.
Keunggulan :
1. Mengurangi persediaan bahan setengah jadi
2. Ruang yang dibutuhkan lebih sedikit
3. Mengurangi persediaan bahan baku dan
barang jadi
4. Mengurangi biaya tenaga kerja langsung
5. Meningkatkan partisipasi karyawan
6. Meningkatkan penggunaan peralatan dan
mesin
7. Mengurangi modal pada mesin dan peralatan
Contoh : sebuah job shop dengan mesin dan
karyaan yang diatur untuk memproduksi panel
kendali yang unik sejumlah 300 unit
Pusat Kerja Yang Terfokus
Pengaturan mesin dan karyawan pada fasilitas
yang pada awalnya berorientasi pada proses
secara permanen
Contoh : manufaktur penahan pipa dilapangan
pembuat kapal
Pabrik Yang Terfokus
Sebuah fasilitas permanen yang memproduksi
produk atau komponen pada fasilitas yang
berorientasi pada produk
Contoh : sebuah pabrik yang memproduksi
mekanisme jendela mobil
3.Tata Letak Kantor
 Pengelompokan pekerja, peralatan yang
mereka butuhkan, dan letak ruangan.
 Tujuan : Untuk menyajikan kenyamanan,
keamanan, dan proses perpindahan
informasi.
 Contoh : Seorang direktur pada
perusahaan dibidang teknologi harus (1)
dekat dengan wilayah insinyur (2) kurang
dekat dengan sekretaris dan pusat data dan
(3) tidak harus dekat dengan ruang
fotokopi dan gudang.
4. Tata Letak Retail
 Sebuah pendekatan yang berkaitan dengan
aliran, pengalokasian ruang, dan merespon
pada perilaku pelanggan.
 Didasarkan pada ide bahwa penjualan dan
keuntungan bervariasi bergantung kepada
produk yang dapat menarik perhatian
pelanggan.
 Tujuan : Memaksimalkan keuntungan.
 Contoh : Tata letak pada produk di pasar
swalayan/ toko.
5 ide untuk menentukan pengaturan
toko secara keseluruhan :
1. Tempatkan produk-produk yang sering
dibeli oleh pelanggan disekitar batas luar
toko
2. Gunakan lokasi yang strategis untuk
barang-barang yang menarik dan memiliki
nilai keuntunan yang besar
3. Distribusikan barang yang dikenal oleh
pedagang sebagai “produk yang kuat”, yaitu
barang-barang yang menjadi alasan utama
pengunjung berbelanja pada kedua sisi
lorong dan letakan barang-barang tersebut
untuk menjadikan pengunjung melihat
lebih banyak barang lain
4. Gunakan lokasi diujung lorong karena
mereka memilki tingkat ekposur tinggi
5. Sampaikan misi toko dengan memilih
posisi bagian yang akan menjadi
perhentian pertama pengunjung
Biaya Slot (Slotting Fess)
Biaya yang harus dibayar oleh produsen untuk
dapat menempatkan produk mereka pada rak
dirantai ritel atau supermarket
Serviscape
 Lingkungan fisik dimana jasa dilakukan dan
bagaimana lingkungan ini memiliki dampak
pada pelanggan dan karyawan.
 3 aspek jasa yang harus dipertimbangkan oleh
manajer :
1. Kondisi yang berkenaan dengan lingkungan.
Misal; kafe yang dilengkapi dengan musik
2. Tata letak yang luas dan mempunyai fungsi.
Misal; lorong yang panjang dan rak yang tinggi
3. Tanda-tanda, simbol, dan patung. Misal;
pemberi ucapan selamat datang pada pintu
masuk
5. Tata Letak Gudang
 Sebuah desain yang mecoba meminimalkan
biaya total dengan mencari paduan yang
terbaik antara luas ruang dengan
penanganan bahan.
 Tujuan: untuk menemukan titik optimal
diantara biaya penanganan bahan dan biaya-
biaya yang berkaitan dengan luas ruang
dalam gudang.
 Komponen penting dalam tata letak gudang
adalah hubungan antara wilayah penerimaan
/ bongkar dan wilayah pengiriman / muat
(dock)
 Cross Docking
Cara menghindari penempatan bahan atau
pasokan dalam gudang dengan cara
memproses mereka secara langsung disaat
mereka diterima.
 Random stocking
Digunakan digudang untuk menempatkan
persediaan, dimana terdapat lokasi yang
terbuka
 Customizing
Menggunakan gudang untuk
menambahkan nilai produk melalui
modifikasi, perbaikan, pemberian label
dan pengepakan komponen.
6. Tata Letak Yang Berorientasi Pada
Produk
 Kegiatan mencari pekerja dan penggunaan
mesin yang paling cocok dalam repetitive atau
countinous production
 Tujuan : meminimalkan ketidakseimbangan
dalam lini pabrikasi atau perakitan
 2 jenis tata letak yang berorientasi pada produk:
1. Lini Pabrikasi (Fabrication Line)
Membuat komponen
2. Lini Perakitan (Assembly Line)
Meletakan komponen yang dipabrikasi secara
bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja
Keuntungan Utama :
1. Rendahnya baiaya variabel per-unit yang
biasanya berkaitan dengan produk yang
terstandarisasi dan bervolume tinggi
2. Biaya penanganan bahan rendah
3. Mengurangi persediaan barang setengah jadi
4. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih
mudah
5. Hasil keluar produksi lebih cepat
Kelemahan :
1. Dibutuhkan volume yang tinggi
2. Mengganggu operasi pada lini yang sama
3. Kurangnya fleksibelitas saat menangani
beragam produk atau tingkat produksi yang
berbeda
Penyeimbangan Lini Perakitan
(Assembly Line Balancing)
Tujuan :
Meminimalkan ketidakseimbangan antara mesin
atau karyawan dan memenuhi output yang
dibutuhkan dari lini perakitan
Waktu siklus (Cycle Time)
Waktu maksimal produk tersedia pada setiap
stasiun kerja
Heuristik (Heuristic)
Penyelesaian masalah dengan menggunakan
prosedur dan aturan-aturan dengan tidak
menggunakan metode optimasi matematis.
Layout Yang Baik Harus Mampu Memenuhi
Persyaratan-persyaratan & Hal-hal :
1. Material handling equipments
2. Capacity and space requirements
3. Environments and aesthetics
4. Flows of information
5. Costs of moving between the various areas