OTOPSI

OLEH Prof H. SUDJARI SOLICHIN,dr, SpF(K) BAGIAN - INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL FK. UNAIR-RSU. Dr. SOETOMO SURABAYA

OTOPSI
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ = Seksi = Nekropsi = Obduksi = Pemeriksaan post mortem = Bedah mayat

MACAM OTOPSI
‡ Otopsi anatomis ‡ Otopsi klinik ‡ Otopsi kehakiman/Forensik

OTOPSI FORENSIK :
‡ Ialah otopsi yang dilakukan atas dasar perintah yang berwajib untuk kepentingan peradilan, karena peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana, yang dilakukan dengan cara pembedahan terhadap jenazah untuk mengetahui dengan pasti penyakit atau kelainan yang menjadi sebab kematian.

YANG BERHAK MEMINTA VISUM ET REPERTUM JENAZAH
‡ Penyidik (KUHAP I butir 1, 6,7,120, 133, PP RI NO 27 Th 1983)
± Pejabat polisi negara RI tertentu sekurang-kurangnya berpangkat PELDA (AIPDA) ± Kapolsek berpangkat Bintara dibawah PELDA (AIPDA)

‡ Penyidik Pembantu (KUHAP I Butir 3, 10, PP RI NO. 27 Th 1983)
± Pejabat polisi negara RI tertentu yang sekurang-kurangnya berpangkat SERDA Polisi (BRIPDA)

‡ Provos
± UU No I Darurat Th 1958 ± Keputusan Pangab No. Kep/04/P/II/1984 ± UU No. 31 tahun 1997 ttg Peradilan Militer

‡ Hakim Pidana
± KUHAP 180

DASAR HUKUM OTOPSI FORENSIK ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ KUHAP 133 KUHAP 134 KUHP 222 Reglemen pencatatan sipil Eropa 72 Reglemen pencatatan sipil Tionghoa 80 ‡ STBL 1871/91 ‡ UU RI No 36 Th 2009 Pasal 122 .

et R. ± Barang bukti setelah diperiksa diserahkan kepada penyidik secepatnya dengan disertai surat tanda penerimaan yang ditanda tangani oleh penyidik (KUHAP 42) .BARANG BUKTI ± Misalnya : Pakaian. surat-surat. ± Barang bukti harus diperiksa oleh dokter dicatat dilaporkan dlm V. dompet dan isinya. perhiasan. anak peluru dsb.

‡ Khusus untuk transplantasi ± Saat kematian ditentukan oleh dua orang dokter yang tidak ada sangkut paut medik dengan dokter yang melakukan transplantasi. ± Menentukan saat meninggalnya seseorang di RS modern dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut encephalograaf. pernafasan dan atau denyut jantung seseorang telah berhenti. .MENENTUKAN SAAT KEMATIAN (PP 18 TH 1981) ‡ Konvensional Seseorang telah meninggal dunia apabila keadaan insani yang diyakini oleh ahli kedokteran yang berwenang bahwa fungsi otak. yaitu suatu alat yang mencatat aktivitas otak.

Pasal 123 1. atau apabila kematian batang otak telah dapat dibuktikan. Pada tubuh yang telah terbukti mati batang otak dapat dilakukan tindakan pemanfaatan organ sebagai donor untuk kepentingan transplantasi organ 2.Menentukan Saat Kematian Menurut UU No 36 Tahun 2009 Pasal 117 Seseorang dinyatakan mati apabila fungsi sistem jantung sirkulasi dan sistem pernafasan terbukti telah berhenti secara permanen. Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan kematian dan pemanfaatan organ donor sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 diatur dengan Peraturan Menteri . Tindakan pemanfaatan organ donor sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan 3.

Tanggal dan jam korban ditemukan meninggal. tanggal dan jam korban terakhir terlihat masih hidup . Kecelakaan lalu lintas ‡ Bagaimana kecelakaan terjadi ‡ Siapakah korban ‡ Apakah ada dugaan korban mabuk. Pembunuhan. Kematian setelah berobat / perawatan 6. Kecelakaan lain Dokter harus diberitahu benda yang menyebabkan kecelakaan 3.INFORMASI UNTUK DOKTER SEBELUM MELAKUKAN OTOPSI 1. Kematian memdadak 5. minum obat sejenis Amphetamine dsb 2. bunuh diri 4.

ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN UNTUK OTOPSI ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Timbangan besar (500 Kg) Timbangan kecil (3 Kg) Pita pengukur Penggaris Alat pengukur cairan Pisau Gunting Pinset Gergaji dengan gigi halus Jarum besar ± jarum goni Benang yang kuat .

BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN UNTUK OTOPSI 1. Kaca sediaan dan kaca penutup . Alkohol 96% 5 liter 3. Formalin 10% 1 liter 5. Botol untuk spesium pemeriksaan histopatologi 4. Botol / toples untuk spesium pemeriksaan toksikologi 2.

TEKNIK OTOPSI ‡ Pemeriksaan luar ‡ Pemeriksaan dalam : ± Insisi bentuk I ± Insisi bentuk Y ‡ Pemeriksaan tambahan ‡ Pemeriksaan khusus .

Pemeriksaan tambahan ±Pemeriksaan histopatologi ±Pemeriksaan mikrobiologi ±Pemeriksaan virologi ±Pemeriksaan immunologi ±Pemeriksaan toksikologi ±Pemeriksaan trace evidence .

Pemeriksaan khusus ± Pemeriksaan pneumo thorax ± Pemeriksaan emboli udara ± Percobaan getah paru-paru (longsap proof) ± Percobaan apung paru-paru (docimasia pulmonum hydrostatica = longdrijfproef) ± Emboli lemak .

dan luka harus dirapatkan dulu .PEMERIKSAAN LUAR ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Identifikasi Pakaian Lebam mayat Kaku mayat Pembusukan Panjang dan berat badan ‡ Kepala ‡Leher ‡Perut ‡Alat kelamin ‡Dubur ‡Anggora gerak ‡Punggung ‡Bokong Cara melukis luka : harus menggunakan absis dan ordinat.

PEMERIKSAAN DALAM Yang perlu diperhatikan : ‡ Rongga perut perlu diinspeksi dulu sebelum rongga dada dibuka ‡ Pemeriksaan dalam kepala harus dilakukan setelah rongga dada kosong ‡ Cara mengiris alat tubuh : ² ² ² ² Permukaan terlihat seluas-luasnya Satu kali irisan Irisan lain sejajar dengan irisan pertama Permukaan tidak boleh dicuci tetapi dihapus .

INSISI PADA TUBUH Insisi bentuk I : ‡ Dimulai sedikit dibawah Cart. Xiphoideus 2 cm paramedian kiri Symphysis . Thyroidea Proc.

Xiphoidesus diperdalam sampai menembus perintoneum diteruskan sampai Symphysis ‡ Selanjutnya melepaskan kulit dari tulang dada dengan cara menarik kulit dengan keras ke samping memotong otot-otot dengan pisau.Insisi bentuk Y : ‡ Pada jenazah laki-laki : Insisi dimulai dari Acromion Ka-Ki Proc. Xiphoideus 2 cm paramedian Ki Symphysis ‡ Insisi di bawah Proc. Otot perut dilepas dari Arcus costa. Xiphoideus ‡ Pada jenazah perempuan : Insisi dimulai dari Acromion Ka ² Ki lurus kebawah melingkari mamma Proc. .

2 pisau didorong dan ditarik ke arah Costa No 10.CARA MELEPASKAN STERNUM ‡ Pangkal mata pisau diletakkan 1 cm medial dari Costo Chondral Junction Costa No. Kemudian memotong tulang rawan costa No I miring dengan menarik sternum kesamping selanjutnya memotong tulang rawan costa I sebelahnya memotong Art. Sebelum Costa I dipotong dari sternum inspeksi dari rongga dada. Sternoclaviculare Ka-Ki setelah dilokalisir lebih dulu. .

berat maksimum pada pubertas ‡ Thymus dilepaskan dengan pinset dan gunting secara tajam STATUS THYMICO LYMPHATICUS ‡ Thymus membesar dengan pembesaran umum kelenjar getah bening .TEKNIK OTOPSI THYMUS ‡ Biasanya didapatkan pada anak-anak dan kadang-kadang pada orang dewasa.

JANTUNG ‡ Setelah jantung dikeluarkan dari rongga dada maka jantung dibuka menurut aliran darah ² Membuka jantung kanan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Dinding atrium kanan dibuka Auricula Cordis kanan dibuka Ventrikel kanan dibuka kearah lateral Ventrikel kanan dibuka ke arah ventral Dinding atrium kiri dibuka Auricula Cordis kiri dibuka Ventrikel kiri dibuka ke arah lateral Ventrikel kiri dibuka ke arah ventral ² Membuka jantung kiri ² Mengiris A Coronaria Dextra dan Sinistra ‡ Dengan irisan melintang dengan jarak 3mm ² Mengukur tebal otot jantung ² Irisan dendeng pada otot ventrikel dan septum interventriculorum ² Jantung ditimbang .

kedua bronchi. kedua paru-paru dikeluarkan sebagai satu unit DISEKSI SELANJUTNYA SEBAGAI BERIKUT : ‡ Trachea dan kedua bronchi dibuka dengan gunting pada bagian posterior ‡ Cabang brochi dibuka dengan gunting sejauh-jauhnya kedalam paruparu ‡ V maupun A pulmonalis ‡ Bronchi dipotong dihilus ‡ Paru kanan dan kiri ditimbang ‡ Insisi paru-paru ² Paru-paru hilus menghadap keatas dan basis menghadap desektor ² Insisi dari Apex ke basis paru-paru ² Insisi lainnya dibuat sejajar dengan irisan pertama .TEKNIK OTOPSI TRACTUS RESPIRATORIUS ‡ Trachea.

Lymphe.TRACTUS DIGESTIVUS ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Inspeksi rongga perut dan palpasi Apakah ada cairan Peritoneum Jala (omentum) Diaphragma Omentum dibalik Hati Limpa Mesenterium kel. V dan A mesenterica Usus diperiksa appendix .

MEMISAHKAN USUS HALUS DAN USUS BESAR ² Usus halus dan usus besar dilepaskan dari mesenterium sampai duodenum dan colon sigmoideum usus dipotong diperbatasan dengan duodenum dan di perbatasan colon sigmoideum dengan rectum sebelah diikat pada dua tempat lebih dulu ² Usus halus dibuka dengan gunting di tempat melekatnya mesenterium ² Usus besar dibuka melalui salah satu taenia yang bebas .

LIEN : ² A dan V Lienalis dipotong bagian hilus lien dikeluarkan dengan melepaskan jaringan sekitar hilus secara tumpul dan tajam ² Lien ditimbang. lebar dan tebal ² Insisi lien secara longitudinal ² Irisan lain sejajar dengan irisan I . diukur panjang.

PANCREAS. Suprarenalis kanan dari hepat ‡ Memisahkan Lig. DUODENUM.OESOPHAGUS. Tereshepatis membuat insisi pada peritoneum diperbatasan hepar lobes kanan dan diaphragma secara tumpul hepar lobus kiri ‡ Pancreas secara tumpul dan tajam dilepaskan dari jaringan retroperitoneal ‡ Diaphragma digunting menuju oesophagus oesophagus dilepaskan dari diaphragma ‡ V Cava sup dipisahkan dari diaphragma ‡ Mesenterium diangkat dan dilepaskan dari jaringan retroperitoneal memotong A mesenterica inf A mesenterica sup dan A coelica . VENTRICULUS. HEPAR ‡ Melepaskan gld.

kandung empedu dikosongi dengan menggunting dindingnya. Hepatis ka-ki dibuka Lumen ductus cysticus dapat diketahui bila kandung empedu ditekan sebelum duct. Cava Sup ± Kandung empedu ditekan ductus choledochus mengembung dindingnya digunting sedikit dengan ujung gunting lumen duct. permukaan bawah keatas dan kandung empedu ke desektor. Choledochus dibuka sampai papilla vateri ± Spesimen diputar 180 °dengan duodenum dan lambung ke desektor duct. lambung dan duodenum dijauhkan ke arah V.VESICA FELEA ± Hati diletakkan dengan permukaan diaphragma kebawah. Cysticus dibuka. .

‡ OESOPHAGUS.‡ HEPAR ± Hati dipisahkan dari duodenum dan lambung ± Ditimbang beratnya. dan diukur p.l dan t-nya ± Hati diiris menurut ukuran yang terpanjang dari lobus ka lobus ki. VENTRICULUS. DUODENUM ± Oesophagus dibuka dengan gunting melalui post sampai lambung ± Lambung dibuka di curvatura major diteruskan sampai duodenum ‡ PANCREAS ± Cauda pancreatis diiris melintang ± Ductus pancreaticus dibuka dengan gunting sampai papilla vateri di caput pancreatis ± Pancreas dilepas dari duodenum ditimbang ± Irisan lain sejajar dengan irisan I . ± Irisan lain dibuat sejajar irisan I.

vesica urinaria. suprarenalis ditimbang ² Diiris melintang. vesica urinaria dan rectum dikeluarkan tersendiri kedua testis. uterus. Suprarenalis. ² Pada orang wanita dikeluarkan sebagai salah satu unit = kedua ren beserta gld. adnexa dan rectum ‡ GLD SUPRARENALIS ² Dilepaskan secara tajam dari ren dibersihkan dari jaringan lemak ² Gld. prostat. Suprarenalis. ureter.‡ TRACTUS UROGENITALIS ² Pada orang laki-laki dikeluarkan sebagai satu unit = kedua ren beserta gld. irisan lain sejajar irisan I . ureter.

Urinaria diletakkan diatas meja rectum dibuka dengan gunting dari anal oral ‡ VESICULA SEMINALIS : ² Rectum dipisahkan dari V.‡ REN : ² Hilus menghadap kebawah Ren diiris mulai dari konveksitas ke arah hilus ² Ujung gunting dimasukkan ke pelvis renalis ureter dibuka sampai vesica urinaria ² A. Urinaria Vesicula seminalis diiris memanjang . Urinaria dibuka dengan gunting mulai dari urethra ke arah cranial ‡ RECTUM : ² V. Renalis dibuka ² Simpai dijepit dengan pinset dan Ren dikupas ditimbang ‡ VESICA URINARIA : ² V.

Urinaria ditimbang ² Diiris frontal mulai pertengahan lobus medialis. Epididymis.‡ PROSTAT : ² Prostata dipisahkan dari V. Funiculus Spermaticus dikeluarkan ² Funiculus Spermaticus diiris ganda melintang ² Tunica Vaginalis dibuka dengan gunting testis dan Epididymis dikeluarkan. Testis diiris melintang melalui jaringan Testis dan Epididymis . Irisan lain dibuat sejajar dengan irisan pertama ‡ TESTIS : ² Testis.

panjang. tebal ² Vagina dibuka dengan gunting dipertengahan Anterior ujung gunting dimasukkan kedalam Canalis Cervicalis Uterus dibuka dipertengahan sampai 1cm sebelum Fundus Uteri Uterus dibuka ke Ka dan Ki sampai insertio tuba ‡ TUBA FALLOPII ² Diinsisi melintang berganda dengan pisau atau disonde terlebih dahulu mulai dari bagian Fimbrae ‡ OVARIUM ² Diletakkan antara kain kasa dijepit antara ibu jari dan jari telunjuk dibuka menurut diameter yang terpanjang .‡ UTERUS DAN VAGINA ² Uterus diukur lebar.

Parathyreoidea. Trachea. Thyreoidea ² Rupa : sebesar butir beras dengan warna coklat muda. gld. THYREOIDEA ² Dilepaskan dari Larynx. ditimbang beratnya ² Insisi pada diameter yang terpanjang ‡ OESOPHAGUS ² Dibuka dengan gunting mulai dari bagian Oral ² Kemudian dilepaskan dari Trachea dan Larynx . Thyreoidea ‡ GLD. Larynx. 2 di bagian bawah gld. Oesophagus. gld.‡ LEHER ² Yang dikeluarkan : Lidah. Palatum Molle. Kedua Tonsil. ada sedikit lemak ‡ GLD. PARATHYREOIDEA ² Terdapat 4 buah : 2 di bagian atas. tulang rawan leher.

‡ TRACHEA DAN LARYNX ² Dibuka di bagian posterior ‡ TONSIL ² Diiris pada diameter yang terpanjang ‡ LINGUA (LIDAH) ² Diiris frontal setebal 1 cm ‡ TULANG RAWAN LEHER ² ² ² ² Os Hyoid Cartilago Thyreoidea Cartilago Cricoidea Cartilago Arytenoidea Dibersihkan untuk melihat adanya fraktur .

KEPALA ² Insisi pada kulit kepala mulai dari Mastoid Ka ke Mastoid Ki. melalui Vertex diperdalam sampai tulang ² Kulit kepala bersama galea dikelupas sejauhjauhnya ke muka dan belakang ² Dibuat lingkaran dengan benang 1½ cm di atas orbita Protuberantia Occipitalis digergaji menurut lingkaran tadi ² Calvarium dilepaskan secara tumpul dari duramater .

Carotis Internus dipotong ² N. Trigeminus + N. Opticus dipotong ² A. Otak lainnya dipotong ² N. Olfactorius + N.MENGELUARKAN OTAK ² N. Cervicalis dipotong ² Medulla Spinalis dipotong ² Cerebrum dan Cerebellum dapat dikeluarkan . Oculomotorius + Vena-vena dipotong ² Tentorium Ka ² Ki diinsisi ² N.

Lobus Frontalis ke Desektor Cerebellum diangkat sampai terlihat Corpora Quadrigemina gld. CAROTIS INTERNA ² Dibuka dengan gunting bengkok sebelum Duramater dilepaskan dari dasar tengkorak ‡ GLANDULA PINEALIS ² Otak diletakkan dengan basis keatas.‡ HYPOPHYSIS ² Insisi sirkular pada Sella Tursica ² Processus Clinoideus dipatahkan ² Duramater yang melekat pada Hypophysis diangkat dengan pinset ² Hypophysis dilepaskan dengan Scalpel dari Sella Turcica ² Hypophysis dipotong menurut diameter yang terbesar ‡ SINUS CAVERNOSUM + A. Pinealis letaknya dimuka Corpora Quadrigemina .

Medulla Oblongata.DISEKSI OTAK ‡ CIRCULUS WILLISI : DIPERIKSA ‡ CEREBELLUM ² Dipisahkan dari Cerebrum dengan memotong kedua Pedunculi Cerebri ² Cerebellum. Pons Varoli. Medulla Spinalis dipotong dengan irisan sejajar setebal 1 jari tegak lurus pada sumbu Medulla Spinalis ‡ CEREBRUM ² Diletakkan dengan bagian inferior keatas diiris pada tempat : ² 2 ½ cm di belakang ujung Lobus Frontalis ² Ujung Lobus Temporalis ² Chiasma Opticum ² Infundibulum ² Corpora Mamillaria ² Pedunculi Cerebri ² Splenum Corpori Callosi ² 2 ½ cm muka ujung Lobus Occipitalis .

SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI ² Jaringan 2 x 3 x ½ cm ² Jaringan yang diambil : jaringan yang Makroskopik menunjukkan kelainan ² Tidak boleh tertekuk ² Tidak boleh dicuci ² Bahan Fiksasi : Formaline 10 % ² Jumlah pengawet : 20 x bahan yang diambil ² Sebelum dikirim ke pusat diiris lagi yang lebih rapi .

lemak. kuku Bahan lain : darah. Bahan : Stasiun I : Lambung dan isi s 250 gram Usus halus dan isi s 250 gram Stasiun II Hati s 250 gram Ginjal ½ kanan dan ½ kiri Otak s 250 gram Paru (volatile poisons) s 250 gram Stasiun III Pada keracunan chronic : rambut. atau . tulang.SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN TOKSIKOLOGI 1. kencing.

Sedapat-dapatnya baru .Bermulut lebar .Ditutup rapat dilapisi dengan paraffin .Tempat I ‡ Lambung dengan isinya ‡ Usus dengan isinya Tempat II ‡ Ginjal ½ kanan dan ½ kiri ‡ Kandung seni dan isinya Tempat III ‡ Otak 500 gram ‡ Paru ½ kanan dan ½ kiri ‡ Hati s 500 gram Kadang-kadang tempat IV ‡ Rambut.Bersih .Diberi label dan segel . kuku. Syarat tempat .Disimpan dalam lemari terkunci . tulang intoksikasi arsenicum ‡ Jaringan lemak subcutis intoksikasi organo phospat ‡ Darah diambil dari V Femoralis intoksikasi alkohol 2.

3. Bahan Pengawet ‡ Dry ice ‡ Es batu ‡ Ethyl Alcohol 95% = volume jaringan ‡ Minuman keras (kadar alcohol 40%) 4. di samping. Perlu diikutsertakan ‡ Contoh alcohol ‡ Surat permohonan ‡ Berita acara peristiwa keracunan ‡ Laporan otopsi ‡ Berita acara ttg cara membungkus dan memateraikan bahan Pada Penggalian Mayat Perlu diambil contoh tanah di atas. di bawah mayat / peti mayat. kemudian diambil pula contoh tanah sedalam mayat / peti mayat yang letaknya 5 m dari lubang galian .

kemudian swab dimasukkan ketempat insisi tadi dan dikembalikan ketabungnya Bahan fiksasi : Disimpan dalam dry ice ‡ ‡ .SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI ‡ Darah 10cc diambil dengan alat injeksi dari jantung setelah permukaan jantung dibakar dengan spatel yang telah dipanasi spesimen untuk pembiakan Permukaan limpa / paru-paru dibakar dengan spatel yang telah dipanasi jaringan diambil sedikit dengan pinset / gunting steril atau permukaan tadi diinsisi dengan spatel steril.

Cortex Frontal dan Pariental. Submaxillaris ‡ Spesimen dapat disimpan pada suhu 4oC. maka serum dapat diawetkan dengan cresol 3% ‡ SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN VIROLOGI ‡ Spesimen pada penyakit rabies ‡ Tempat : botol plastik steril dengan penutup ulir ‡ Jaringan yang diambil : 1 cm dari Hippocampus. Cerebellum. gld. kemudian disimpan atau dikirim dalam dry ice. ‡ Bila test netralisasi tidak diperlukan.‡ SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN IMMUNOLOGI ‡ Darah yang diambil secara steril s 20cc dipusingkan dan s 10cc serum dipindahkan dengan pipet steril ke tabung yang steril pula. Thalamus. bila dikirim didinginkan dengan dry ice . Pons. Medulla.

SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN NEGRI BODY ‡ Gelas sediaan ditempelkan dan ditekan ringan pada jaringan Hippocampus ‡ Sedian smear : ambil 1 mm3 jaringan hippocampus dibuat smear seperti membuat smear darah ‡ Pengecatan dengan cat seller ‡ Bila pengecatan tidak dilakukan segera difiksir dengan Methyl Alcohol PENGIRIMAN OTAK GUNA DIPERIKSA DI LEMBAGA PASTEUR ‡ Otak (3 gram) dimasukkan dalam botol bermulut lebar. yang berisi glycerine untuk percobaan hewan ‡ Otak (3 gram) diambil dari sepertiga bagian belakang yakni yang mengandung Hippocampus dimasukkan dalam botol berisi alcohol ‡ Dibuat pula preparat impressi (kaca objek ditempelkan dan ditekan sekedar pada penampang otak bagian Hippocampus) difiksir dalam Methyl Alcohol ‡ Sedian-sedian ini dikirim bersama-sama dengan otak .

Maka dari lubang akan keluar gelembung udara ‡ Tabung alat suntik diisi dengan air jarum ditusukkan dalam cavum pleura .PEMERIKSAAN PNEUMOTHORAX ‡ Kulit dada dibuat kantong yang berisi air dengan ujung pisau dibuat lubang di otot antar iga di bawah permukaan air bila ada pneumothorax.

ventrikel kiri. pulmonalis ditusuk dengan pisau bila keluar gelembung udara berarti emboli udara jenis vena ‡ ‡ Atrium kiri. pericardium dibuka dengan irisan ´yµ terbalik tepi irisan diangkat dengan forcep dan rongga pericardium diisi dengan air ‡ Atrium kanan. ventrikel kanan.PEMERIKSAAN EMBOLI UDARA ‡ Sternum dipisahkan dari tulang iga pada 1 cm medial costo chonral junction sampai dengan iga II ‡ Pericardium dipisahkan dari sternum ‡ Sternum digergaji setinggi manubrium sterni ‡ Setelah sternum diangkat. aorta ditusuk dengan pisau bila keluar gelembung udara kemungkinan : ‡ Open foramen ovale ‡ Emboli udara arteri . A.

PENYEBAB EMBOLI UDARA VENA ‡ Luka pada vena leher ‡ APC dengan cara penyemprotan ‡ Tubal patency test ‡ Artificial pneumo peritoneum ‡ Jumlah udara yang dapat menyebabkan kematian pada emboli udara vena : 100-150 cc PENYEBAB EMBOLI UDARA ARTERI ‡ Luka tusuk di paru ‡ Artificial Pneumo Thorax ‡ Pneumonectomy .

pukulan pada kulit punggung ‡ Cara : jaringan paru dikeraskan dengan uap zat asam arang cair (frozen section) dengan mikrotom dipotong 20 mikron dan dicat dengan warna sudan III bahan lemak dalam capillair warna orange .PEMERIKSAAN EMBOLI LEMAK ‡ Penyebab : patah tulang panjang.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful