Anda di halaman 1dari 15

Oleh :

Adaptasi Intrapersonal dan Mengelola Emosi dalam Menangani Burnout untuk Pasien Covid 19

Vinda Purnamawati
Departemen Manajemen Keperawatan

202020461011069

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2021
Sudah 1 tahun Indonesia sedang digemparkan dengan berita melonjaknya
kasus pandemi Covid 19, dimana virus corona menyebar luas sangat cepat
hingga bisa menyebabkan angka kematian yang tinggi, banyak perubahan
yang terjadi dalam aspek kehidupan mulai dari perubahan segi ekonomi,
kesehatan dan lain-lain. Perubahan tersebut membuat masyarakat Indonesia
juga mengalami stres secara emosional, fisik maupun psikis, selain itu
banyaknya angka kejadian menyebabkan masalah interpersonal yang ada
dikalangan tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang menangani kasus
tersebut.

Kejadian stres paling rentan terjadi pada tenaga kesehatan, dalam


kasus selanjutnya mereka akan mengalami kondisi kejiwaan

Latar yang lebih parah seperti pemisahan dari anggota keluarga,


situansi abnormal, peningkatan paparan, ketakutan akan

Belakang : penularan COVID-19, perasaan gagal dalam menangani


prognosis buruk, fasilitas teknis yang tidak memadai seperti
APD, alat dan peralatan, untuk membantu merawat pasien

Perawat memiliki peran penting sebagai caregiver untuk pasien


selama 24 jam memberikan asuhan keperawatan di tatanan
layanan klinis seperti di rumah sakit. Selain itu perawat juga
berperan dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait
dengan apa dan bagaimana Covid-19, pencegahan dan penularan,
serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
tanda dan gejala. Perawat juga berperan dalam advokat dimana
perawat akan membantu mengurangi stigma bagi pasien dan
keluarga yang terindikasi covid positif
Bagaimana adaptasi Intrapersonal dan
Tujuan Penulisan Mengelola Emosi dalam menangani burn

out untuk pasien Covid 19 pada perawat ?

Manfaat Penulisan

1. Menganalisis adaptasi interpersonal pada perawat dalam menangani pasien COVID-19 pada

burnout kerja

2. Mengetahui cara mengelola emosi dalam dalam menangani pasien COVID-19 pada burnout

kerja

3. Menumbuhkan critical thinking cara adaptasi interpersonal dan mengelola emosi pada

perawat dalam menangani pasien COVID-19 pada burnout kerja


ISI MAKALAH
Menurut American Thoracic Society (2016) ada 2
Sumber Burnout faktor yaitu

a) Faktor eksternal

Menurut Cherniss, Maslach, b) Faktor internal


Pengertian Burnout dan Sullivan (dalam Ema,
Burnout merupakan 2004), terdiri dari empat faktor,
yaitu:
sindrom yang
1. Faktor keterlibatan
ditandai dengan dengan penerima
kelelahan pelayanan
emosional, 2. Faktor lingkungan kerja.
peningkatan 3. Faktor individu.
depersonalisasi, dan
4. Faktor sosial budaya.
berkurangnya rasa
pencapaian pribadi
karena stres
emosional kronis di
tempat kerja
ISI MAKALAH

Dimensi Burnout
Enam Area Potensi Burnout dan Solusinya (Saleh et al., 2020) tbc…
1. Workload Area Disparitas Intervensi
Workload 1. Merasa lelah secara fisik 1. Berjalan-jalan di luar setelah
2. Control dan emosional di makan siang dan selama lima
Jumlah pekerjaan yang harus
penghujung hari menit dua kali sehari
diselesaikan dalam sehari;
3. Reward frekuensi kejadian yang 2. Melakukan semuanya 2. Menyelipkan dokumen di antara
mengejutkan dan tidak terduga. sendirian perawatan pasien yang lebih
4. Community menuntut daripada menyimpan
3. Melewatkan makan siang
semuanya sampai akhir hari
5. Fairness dan istirahat
3. Meningkatkan delegasi dan kerja
6. Values tim dengan perawat lain untuk
berbagi perawatan
4. Meningkatkan perilaku
perawatan diri pribadi di luar
pekerjaan
5. Menawarkan teknologi dan
pelatihan canggih untuk
membantu mengurangi beban
kerja
Control 1. Merasa putus asa atau 1. Menawarkan dukungan Fairness Merasa berada di luar 1. Mendorong
tidak berdaya tentang pada staf dan kelompok
TBC… Partisipasi dalam keputusan
yang mempengaruhi
hasil pasien, kematian yang sedang berkabung Dedikasi manajemen untuk
kelompok favorit, supervisor
bermain favorit atau
pendidikan
manajemen dan
pasien muda, perawatan memberikan pertimbangan memiliki “hewan peliharaan” praktik yang
pekerjaan; kualitas yang sia-sia 2. Menyediakan konselor di yang sama kepada setiap
kepemimpinan dari tempat dan perawat lebih baik
orang; prosedur yang jelas
manajemen atas praktik tingkat lanjut dan terbuka untuk 2. Menyediakan
psikiatri mengalokasikan retret tahunan
3. Memberikan perawatan penghargaan dan promosi untuk staf dan
pastoral untuk staf, manajemen
pasien, dan keluarga 3. Menunjuk
Memasang papan buletin pemimpin tim
untuk kartu simpati, untuk proyek
kartu pemakaman, dan
catatan terima kasih 4. Menawarkan
pasien penghargaan
karyawan bulan
Reward 1. Menolak kenaikan biaya 1. Menerapkan program ini atau
hidup karena pemotongan tangga klinis untuk pengakuan staf
Pengakuan atas prestasi; biaya organisasi memberikan kenaikan gaji
peluang untuk bonus atau lainnya
kenaikan gaji 2. Menahan amarah dan 2. Menawarkan imbalan lain, Termasuk
dendam seperti penggantian iuran evaluasi diri
organisasi profesional dan dalam tinjauan
perjalanan atau biaya kinerja tahunan
kuliah untuk lokakarya
pendidikan atau pekerjaan
kelas tingkat lanjut Values 1. Merasa bahwa fokus 1. Mendukung acara amal
pada keuntungan lebih yang dibiayai oleh
3. Mencari pekerjaan lain Potensi untuk berkontribusi tinggi daripada fokus organisasi
yang menawarkan manfaat pada komunitas yang lebih pada perawatan pasien
ini besar; keyakinan bahwa misi yang berkualitas atau 2. Menulis buletin untuk
organisasi bermakna retensi staf mengenali altruisme
karyawan
Community 1. Merasa terputus 1. Mendorong staf untuk 3. Menawarkan kelompok
dari anggota tim menyuarakan perasaan pendukung pasien dan
Frekuensi interaksi kerja lainnya keluarga
yang mendukung; kedekatan 2. Meningkatkan interaksi
persahabatan pribadi di 2. Merasa seperti dalam rutinitas sehari-hari, 4. Mendorong terapi pasien
tempat kerja orang luar rapat staf, atau kegiatan di dan staf yang ekspresif
Perasaan terisolasi luar pekerjaan (misalnya, seperti hewan peliharaan,
dan kesepian penggalangan dana, baby seni, musik, kelas Yoga,
shower, kaos unit atau sentuhan penyembuhan,
perusahaan) dan pijat kursi
ISI MAKALAH

Gejala burnout

a) Sinisme

b) Perasaan tidak dihargai dan dikhianati oleh organisasi

c) Kehilangan semangat

d) Tingkah laku kepahlawanan (heroik), tetapi tidak teliti (sembarangan)

e) Mengabaikan keamanan dan kebutuhan fisik

f) Kelelahan yang berlebihan

g) Tidak mampu berkonsentrasi

h) Memberikan kepercayaan dan tugas yang salah, baik kepada sejawat maupun

kepada penyelia

i) Kesulitan tidur

j) Tindakan yang tidak efisien

k) Pemakaian alkohol dan tembakau yang berlebihan


KONFLIK ISI MAKALAH

Konflik merupakan kondisi dimana pihak yang satu menghendaki agar pihak
yang lain berbuat sesuai dengan yang lain perbuat atau tidak berbuat sesuai
dengan apa yang diinginkan, tetapi pihak lain menolak keinginan tersebut

Konflik dapat terjadi antara individu-individu, antara kelompok-kelompok dan


organisasi-organisasi
1. Konflik pendekatan-pendekatan
Konflik Intrapersonal
2. Konflik pendekatan-penghindaran
3. Konflik penghindaran-penghindaran
Jenis-Jenis Konflik Konflik Interpersonal

Konflik antar individu-individu dan

kelompok-kelompok

Konflik antara kelompok dalam organisasi

Konflik antara organisasi


Peran Konflik ISI MAKALAH

Terdapat beberapa pandangan mengenai konflik dalam organisasi

Pandangan yang lebih maju menganggap bahwa


Pendapat tradisional : konflik dapat berakibat baik maupun buruk
1.
1. Konflik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindarkan dari
1. Konflik hanya merugikan organisasi, karena itu harus
interaksi organisasional dan dapat diatasi dengan mengenali sumber-
dihindarkan dan ditiadakan
umber konflik

2. Konflik ditimbulkan karena perbedaan kepribadian


2.
2. Konflik pada umumnya adalah hasil dari kemajemukan sistem
dan karena kegagalan dalam kepemimpinan
organisasi

3. Konflik diselesaikan melalui pemisahan fisik atau


3.
3. Konflik diselesaikan dengan cara pengenalan sebab dan pemecagan

dengan intervensi manajemen tingkat yang lebih masalah

tinggi
4.
4. Konflik dapat merupakan kekuatan untuk pengubahan positif di
Penanganan Konflik

Terdapat 5 tindakan yang dapat dilakukan dalam penanganan konflik


Manajemen Konflik
yaitu :
Bersaing/kompetisi Mengakomodasi

Berkolaborasi Berkompromi

Menghindar
Sumber Konflik
1. Bio Sosial bisa dikatakan perasaan frustasi yang sering menghasilkan agresi
sehingga mengarah pada terjadinya konflik.

2. Kepribadian yang abrasif atau suka menhasut, adanya gangguan psikologi,


kejengkelan karena ketidaksederajatan hubungan dan perbedaan gaya interaksi

3. Struktural organisasi dan masyarakat, karena adanya kekuasaan, status, kelas-


kelas masyarakat yang semuanya berpotensi menjadi konflik apabila dikaitkan
dengan hak asasi manusia, pengarusutamaan gender, dan sebagainya.

4. Budaya dan ideologi yang sering dihasilkan dari perbedaan politik, sosial,
agama, dan budaya termasuk maslaah yang timbul diantara masyarakat karena
perbedaan sistem nilai

5. Konfergensi, dimana didalam situasi tertentu sumber-sumber konflik


tergabung menjadi satu sehingga menimbulkan kompleksitas konflik
tersebut.
Gejala Konflik :

a) Kombinasi jelas dan agresif : Teriakan-teriakan, celaan, ejekan, kekerasan dan sebagainya

b) Kombinasi dari agresif dan tersembunyi : komentar-komentar yang merendahkan, pelecehan,

penghinaan, selalu mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang, kebencian untuk mencoreng

orang lain, dan sebagainya

c) Tanda tersembunyi dari konflik yang ditunjukkan secara pasif : tidak mau bekerja sama, tidak mau

ikut pertemuan, cemas tidak mau menyelesaikan masalah

d) Tanda yang jelas nampak pasif : mengirim surat tetapi tidak ada niat melaksanakan kegiatan yang

berarti.
Ciri-Ciri Ciri pertentangan/pertikaian dengan pemikiran bahwa

Konflik : 1. Konflik telah meningkat dalam eskalasi yang sangat tinggi

Ciri peristiwa dalam sehari-hari:


2. Harus ada korban

1. Terjadinya secara terus menerus sehingga merupakan


3. Harus ada yang dihukum
kebiasaan dan hanya memerlukan sedikit perhatian Ciri tantangan :

4. Ada upaya untuk memperpanjang konflik


2. Ditandai dengan perasaan jengkel sehari-hari namun berlalu 1. Kekalahan tampaknya lebih besar karena yang bersangkutan terikat dengan

begitu saja dan munculnya tidak menentu masalah


5. Salah satu kelompok harus tidak eksis lagi

3. Walaupun ada perasaan tidak cocok, kadang-kadang marah 2. Pada tahap ini pengelolaannya tidak dapat dilakukan secara sabar dan hati-
tapi emosi cepat mereda
hati karena setiap orang berkaitan dengan masalah yang kompleks

3. Kelompok yang bersaing tidak suka mencari fakta yang akurat tentang lawan

saingannya sebab tingkat kepercayaannya sudah menurun

4. Muncul sikap putus asa akibat hanya saling sindir menyindir karena strategi

yang digunakan hanya untuk mempertahankan sikapnya sendiri


Pengendalian Konflik
Perlakuan untuk mengendalikan
konflik dapat dilakukan dengan :
1. Proses pengendalian :

2. Cara pengendalian : Sistematika pengendalian konflik :


a) Pembentukan team d,. Wawancara
a. Melakukan proses e. Menyusun ulang issue
3. Manajemen konflik
intervensi f. Menciptakan alternative
4. Kontribusi untuk
b. Melakukan parameter g. Evaluasi dan kesepakatan
pengendalian konflik
c. Melakukan

pengumpulan data
KESIMPULAN

Perawat dalam menangani pasien Covid-19 akan menimbulkan reaksi terkait stres yang meliputi perubahan konsentrasi, lekas

marah, cemas, susah tidur, berkurangnya produktivitas, dan konflik antarpribadi. Kejadian tersebut paling rentan terjadi pada tenaga

kesehatan, dalam kasus selanjutnya mereka akan mengalami kondisi kejiwaan yang lebih parah seperti pemisahan dari anggota

keluarga, situansi abnormal, peningkatan paparan, ketakutan akan penularan COVID-19, perasaan gagal dalam menangani prognosis

buruk, fasilitas teknis yang tidak memadai seperti APD, alat dan peralatan, untuk membantu merawat pasien.

Maka dari itu Adaptasi Intrapersonal dan Mengelola Emosi dalam menangani burnout untuk pasien Covid 19 sangat dibutuhkan

untuk kepentingan bersama. Adaptasi intraperonal dilakukan agar pihak terkait dapat introspeksi diri, setelah itu dapat mengevaluasi

pihak yang terlibat lalu dalam mengelola penyelesaian konflik tersebut maka akan dengan sendirinya dapat mengontrol emosi

sehingga dapat mengidentifikasi sumber konflik dan mengetahui penyelesaian atau penanganan konflik dari 5 tipe penyelesaian

yang dapat dipilih salah satunya.