Anda di halaman 1dari 33

Indeks Keluarga Sehat (IKS)

• Apakah Yang Disebut dengan


Indeks Keluarga Sehat?????
• PROGRAM INDONESIA SEHAT PENDEKATAN KELUARGA
merupakan suatu program yang wajib dilakukan disetiap Puskesmas
sebagai bentuk integrasi dari program-program di Puskemas dengan
sasaran adalah keluarga dan bertujuan untuk mengetahui masalah-
masalah kesehatan yang terjadi dan memberikan solusi yang tepat
bagi pemecahan masalah di Keluarga tersebut.
• Keluarga adalah satu kesatuan keluarga inti (ayah, ibu, dan anak)
sebagaimana dinyatakan dalam Kartu Keluarga. Jika dalam satu rumah
tangga terdapat kakek dan atau nenek atau individu lain, maka rumah
tangga tersebut dianggap terdiri lebih dari satu keluarga. Untuk
menyatakan bahwa suatu keluarga sehat atau tidak digunakan sejumlah
penanda atau indikator. Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia
Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status
kesehatan sebuah keluarga. Kedua belas indikator utama tersebut adalah
sebagai berikut.
Kementerian Kesehatan telah merumuskan 12 indikator yang dipakai untuk menentukan suatu keluarga itu tergolong sehat
atau tidak. Ke 12 indikator tersebut adalah:

1. Keluarga mengikuti program KB adalah jika keluarga merupakan pasangan usia subur, suami atau isteri atau
keduanya, terdaftar secara resmi sebagai peserta/akseptor KB dan atau menggunakan alat kontrasepsi.
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan adalah jika di keluarga terdapat ibu pasca bersalin (usia bayi
0 – 11 bulan) dan persalinan ibu tersebut dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Rumah Sakit,
Puskesmas, Klinik, bidan praktek swasta).
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap adalah jika di keluarga terdapat bayi (usia 12-23 bulan), bayi
tersebut telah mendapatkan imunisasi lengkap yaitu: HB0, BCG, DPT-HB1, DPT-HB2, DPT-HB3, Polio1,
Polio2, Polio 3, Polio 4 dan Campak
4. Bayi mendapat ASI eksklusif adalah jika di keluarga terdapat bayi usia 7 – 23 bulan dan bayi tersebut
selama 6 bulan (usia 0-6 bulan) hanya diberi ASI saja (ASI eksklusif).
5. Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan adalah jika di keluarga terdapat balita (usia 2 – 59 Bulan 29
hari) dan bulan yang lalu ditimbang berat badannya di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya dan dicatat
pada KMS/buku KIA.
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar adalah jika di keluarga terdapat anggota
keluarga berusia ≥15 tahun yang menderita batuk dan sudah 2 minggu berturut-turut belum sembuh atau
didiagnogsis sebagai penderita tuberkulosis (TB) paru dan penderita tersebut berobat sesuai dengan petunjuk
dokter/petugas kesehatan.
7
1. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur adalah jika di dalam keluarga terdapat anggota
keluarga berusia ≥15 tahun yang didiagnogsis sebagai penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan
berobat teratur sesuai dengan petunjuk dokter atau petugas kesehatan.
8
2. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan adalah jika di keluarga terdapat
anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa berat dan penderita tersebut tidak ditelantarkan dan/atau
dipasung serta diupayakan kesembuhannya.
9
3. Anggota keluarga tidak ada yang merokok adalah jika tidak ada seorangpun dari anggota keluarga tersebut
yang sering atau kadang-kadang menghisap rokok atau produk lain dari tembakau. Termasuk di sini adalah
jika anggota keluarga tidak pernah atau sudah berhenti dari kebiasaan menghisap rokok atau produk lain
10 dari tembakau.
4. Keluarga sudah menjadi anggota JKN adalah jika seluruh anggota keluarga tersebut memiliki kartu
keanggotaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan/atau kartu kepesertaan asuransi
11 kesehatan lainnya.
5. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih adalah jika keluarga tersebut memiliki akses dan menggunakan
air leding PDAM atau sumur pompa, atau sumur gali, atau mata air terlindung untuk keperluan sehari-hari.
12
6. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat adalah jika keluarga tersebut memiliki akses
dan menggunakan sarana untuk buang air besar berupa kloset leher angsa atau kloset plengsengan.
Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga
Sehat (IKS) dari setiap keluarga. Sedangkan keadaan masing-masing
indikator, mencerminkan kondisi PHBS dari keluarga yang
bersangkutan.Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga ini tiga hal berikut
harus diadakan atau dikembangkan, yaitu:
• Instrumen yang digunakan di tingkat keluarga.
• Forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga.
• Keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas.
Instrumen yang diperlukan di tingkat keluarga adalah sebagai
berikut.

• Profil Kesehatan Keluarga (selanjutnya disebut Prokesga), berupa family


folder, yang merupakan sarana untuk merekam (menyimpan) data keluarga dan
data individu anggota keluarga. Data keluarga meliputi komponen rumah sehat
(akses/ ketersediaan air bersih dan akses/penggunaan jamban sehat). Data
individu anggota keluarga mencantumkan karakteristik individu (umur, jenis
kelamin, pendidikan, dan lain-lain) serta kondisi individu yang bersangkutan:
mengidap penyakit (hipertensi, tuberkulosis, dan gangguan jiwa) serta
perilakunya (merokok, ikut KB, memantau pertumbuhan dan perkembangan
balita, pemberian ASI eksklusif, dan lain-lain).
• Paket Informasi Keluarga (selanjutnya disebut Pinkesga), berupa flyer,
leaflet, buku saku, atau bentuk lainnya, yang diberikan kepada keluarga
sesuai masalah kesehatan yang dihadapinya. Misalnya: Flyer tentang
Kehamilan dan Persalinan untuk keluarga yang ibunya sedang hamil,
Flyer tentang Pertumbuhan Balita untuk keluarga yang mempunyai balita,
Flyer tentang Hipertensi untuk mereka yang menderita hipertensi, dan
lain-lain.
Forum komunikasi yang digunakan untuk kontak dengan
keluarga dapat berupa forum-forum berikut.

• Kunjungan rumah ke keluarga-keluarga di wilayah kerja Puskesmas.


• Diskusi kelompok terarah (DKT) atau biasa dikenal dengan focus group
discussion (FGD) melalui Dasa Wisma dari PKK.
• Kesempatan konseling di UKBM (Posyandu, Posbindu, Pos UKK, dan
lain-lain).
• Forum-forum yang sudah ada di masyarakat seperti majelis taklim,
rembug desa, selapanan, dan lain-lain.
Sedangkan keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra
dapat diupayakan dengan menggunakan tenaga-tenaga berikut.

• Kader-kader kesehatan, seperti kader Posyandu, kader Posbindu, kader


Poskestren, kader PKK, dan lain-lain.
• Pengurus organisasi kemasyarakatan setempat, seperti pengurus PKK,
pengurus Karang Taruna, pengelola pengajian, dan lain-lain.
HASIL CAPAIAN IKS WILAYAH PUSKESMAS BLOOTO PK PER INDIKATOR

CAPAIAN/KELURAHAN
NO INDIKATOR TOTAL
BLOOTO PRAJURIT KULON SURODINAWAN
PUSKESMAS

1 KELUARGA MENGIKUTI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) 65,5 75,4 62,1 66

2 IBU MELAKUKAN PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN 100,0 100,0 100,0 1,00

3 BAYI MENDAPATA IMUNISASI DASAR LENGKAP 98,4 100,0 96,0 98

4 BAYI MENDAPAT AIR SUSU IBU (ASI) 96,4 94,6 96,0 96

5 BALITA MENDAPATKAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN 89,3 97,3 99,6 95

6 PENDERITA TUBERKOLOSIS PARU MENDAPATKAN PENGOBATAN SECARA TERATUR 90,6 69,2 85,7 73

7 PENDERITA HIPERTENSI MELAKUKAN PENGOBATAN SECARA TERATUR 33,9 28,6 20,6 28

8 PENDERITA GANGGUAN JIWA MENDAPATKAN PENGOBATAN DAN TIDAK DITELANTARKAN 100,0 100,0 100,0 85

9 ANGGOTA KELUARGA YANG MEROKOK 54,8 60,3 61,3 60

10 KELUARGA SUDAH MENJADI ANGGOTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) 59,2 77,9 89,7 80

11 KELUARGA MEMPUNYAI AKSES SARANA AIR BERSIH 99,0 99,5 100,0 99

12 KELUARGA MEMPUNYAI AKSES ATAU MENGGUNAKAN JAMBAN SEHAT 94,4 99,7 100,0 97
MENETAPKAN URUTAN PRIORITAS MASALAH

TOTA PRIORITA
NO MASALAH U S G
L S

1 34% PUS yang belum ikut KB 3 4 4 48 5

2 0% Ibu belum bersalin di faskes 5 4 3 60 4

3 2% Bayi yang belum dilakukan imunisasi dasar lengkap 4 4 2 32 9

4 4% Bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif 3 3 3 27 10

5 5% Balita belum terpantau tumbuh kembangnya 4 3 2 24 11

6 72% Penderita HT belum berobat teratur 4 5 5 100 1

7 15% Yang terscrening jiwa belum berobat 3 4 4 48 6

8 60% Ada anggota keluarga yang merokok 4 5 4 80 2

9 20% Warga belum mempunyai JKN 4 3 3 36 8

10 3% Warga belum memiliki akses jamban sehat 4 2 2 16 12

11 73% Penderita Tuberkolosis Paru Mendapatkan Pengobatan Secara Teratur 4 4 4 64 3

12 1% Keluarga Mempunyai Akses Sarana Air Bersih 3 3 4 36 7


EVALUASI HASIL PENDATAAN PIS-PK 2 INDIKATOR TERENDAH (PRIORITAS)

28% Penderita Hipertensi


mendapat pengobatan teratur

40% tidak ada anggota keluarga


yang merokok
MENCARI AKAR PENYEBAB MASALAH
72 % penderita HT tidak berobat teratur

MANUSIA METODE

 Koordinator Linprog
• Pengetahuan
 Posbindu PTM Masih Kurang
• Peran Kader Aktif
 Metode Kontroling Minum Obat 60%
• Kurang Kesadaran
 Pemberdayaan Masyrakat (-) anggota
• Pendidikan keluarga
• Peran Keluarga Kurang ada yang
• • Kegiatan HT kurang • Dukungan TOMA Kurang merokok
Alat Pendukung Kurang (Kartu)
• Peran Kelurahan Kurang
• Pengobatan Sendiri
• Peran Linsek Kurang

DANA
SARANA
LINGKUNGAN
MENCARI AKAR PENYEBAB MASALAH
40 % Anggota Keluarga Tidak Ada Yang Merokok

MANUSIA METODE
• Perilaku  Sosialisasi Cara Stop Merkokok
• Kurang Peduli  Belum Semua Instansi/Sekolah KTR
• Kurang Kesadaran  Kurang Kesadaran 40 %
• Kurang Dukungan Keluarga  Kurang Dukungan Keluarga Anggota
Keluarga

• Harga rokok murah Tidak Ada
Poli upaya berhenti merokok (-)
• Kegiatan Rokok Kurang • Peran TOMA (-) Yang
• Penyediaan sarana KTR kurang
• dukungan stake holder (-) Merokok
• Obat berhenti merokok (-) • Kepedulian masyarakat (-)
• Variasi Media Penyuluhan • Iklan rokok banyak
DANA • Penyakit akibat rokok dicoret BPJS
SARANA
LINGKUNGAN
INTERVENSI HASIL PIS PK

Masalah Utama (Prioritas) :


1.Pos Tensi Oke Oye Sip: Program Sadar Tensi Dengan Prolanis,
Perkesmas, Kantong Tensi, Konsultasi Gizi-farmasi, Kampanye
Germas dan Skrining PTM
2.Jumtaro (Jumat Tanpa Rokok), KTR (Kawasan Tanpa Rokok)
POS TENSI OKE OYE SIP (PROGRAM SADAR TENSI DENGAN SENAM PROLANIS,
PERKESMAS, KANTONG DAN KARTU SEHAT TENSI, KONSULTASI GIZI-
FARMASI, KAMPANYE GERMAS DAN SKRINING PTM)

POS TENSI DI POSYANDU, KUNJUNGAN PEMBERIAN KANTONG DAN KARTU SEHAT


RUMAH TENSI
POS TENSI OKE OYE SIP

KONSULTASI GIZI KARTU SEHAT TENSI


POS TENSI OKE OYE SIP

KONSULTASI FARMASI SENAM PROLANIS


POS TENSI OKE OYE SIP

KAMPANYE GERMAS SKRINING PTM


POS TENSI OKE OYE SIP

SKRINING PTM
DEKLARASI KTR KEGIATAN JUMTARO (JUMAT
TANPA ROKOK)
INTERVENSI HASIL SURVEY KS

NO MASALAH RTL

72% Penderita HT belum berobat Pos Tensi Oke Oye Sip: Program Sadar Tensi Dengan Prolanis, Perkesmas, Kantong dan
1
teratur kartu sehat Tensi, Konsultasi Gizi-farmasi, Kampanye Germas dan Skrining PTM

60% Ada anggota keluarga yang


2 KTR (Kawasan Tanpa Rokok) , JUMTARO (Jumat Tanpa Rokok)
merokok

27% Penderita Tuberkolosis Paru belum


3 Mendapatkan Pengobatan Secara Pembentukan kader TB, GERUS TB, Promkes TB dikantong TB
Teratur

4 34% PUS yang belum ikut KB MBAH DAR KB (Mbah Sadar KB), Kelas Bumil, Kelas Catin

5 20% Warga belum mempunyai JKN Sosialisasi program UHC ke semua forum masyarakat

15% Yang terscrening jiwa belum


6 Inovasi pembentukan KALI JIWA (Kader Peduli Jiwa), Promkes Kesjiwa dikantong Jiwa
berobat
NO MASALAH RTL

Bulan Timbang, Kelas Bumil, Kelas Stunting, Perbaikan Sistem Pencatatan


7 5% Balita belum terpantau tumbuh kembangnya
Tumbuh Kembang, Pemanfaatan Aplikasi

8 4% Bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif Pendampingan ASI eksklusif oleh kader, KP ASI (Kelompok Pendukung ASI)

9 3% Warga belum memiliki akses jamban sehat ODF (open defecation free)

2% Bayi yang belum dilakukan imunisasi dasar Penjaringan Sasaran Imunisasi oleh Kader, Grup WA, Pelaksanaan Program
10
lengkap Imunisasi Rutin

1% Keluarga belum mempunyai Akses Sarana Air


11 PADULUR DAM (Paguyupan Sedulur DAM)
Bersih
12 0% Ibu belum bersalin di faskes Pendampingan Bufas oleh Kader
EVALUASI HASIL TINDAK LANJUT PIS PK

NO MASALAH PLAN DO CHEK ACTION

1 72% Penderita HT Pos Tensi Oke Oye • Melaksanakan program pos tensi oke oye sip Terlaksananya program pos tensi oke oye Monev hasil peningkatan iks
belum berobat teratur Sip dengan rutin senam prolanis tiap rabu minggu sip indicator HT yang minum
pertama obat teratur setelah intervensi
• kunjungan rumah pasien hipertensi, pemberian
kantong dan kartu sehat Tensi pada pasien
hipertensi
• Konsultasi Gizi-farmasi pada pasien hipertensi,
kampanye germas dan skrining PTM di masyarakat

2 60% Ada anggota KTR, JUMTARO Membentuk KTR diinstansi dan sekolah, Inovasi Terlaksananya pembentukan KTR dI 10 Monev hasil peningkatan iks
keluarga yang merokok JUMTARO sekolah SD, 4 sekolah SMP, 2 sekolah MA indicator anggota yang tidak
rokok setelah intervensi

3 27% Penderita pembentukan kader • Membentuk kader TB sejumlah, melakukan Telah dilaksanakan pembentukan kader Monev hasil peningkatan iks
Tuberkolosis Paru TB, GERUS TB, gerakan usir TB oleh kader, TB, gerus TB oleh kader dan promkes indicator TB yang
belum Mendapatkan Promkes TB • Melakukan promkes tentang TB dikantong2 TB tentang TB dikantong TB melakukan pengobatan
Pengobatan Secara dikantong TB (pralon dan kranggan) teratursetelah intervensi
Teratur
EVALUASI HASIL TINDAK LANJUT PIS PK

NO MASALAH PLAN DO CHEK ACTION

4 34% PUS yang belum MBAH DAR KB Melakukan penyuluhan tentang KB pada mbah- Terlaksananya penyuluhan (Mbah dar Monev hasil peningkatan IKS
ikut KB Kelas bumil mbah yang memiliki cucu usia produktif/wus, KB), penyuluhan tentang KB pada indikator PUS yang ber KB setelah
Kelas catin Melakukan penyuluhan pentingnya KB pada bumil yang dilakukan rutin tiap bulan intervensi
bumil, dan penyuluhan pada catin saat
Penyuluhan tentang pentingnya KB pada catin kunjungan di puskesmas dan
pertemuan catin saat bimwin

5 20% Warga belum sosialisasi program Melaksanakan sosialisasi program UHC ke Telah dilaksanakan sosialisasi program Monev hasil peningkatan IKS
mempunyai JKN UHC ke semua semua forum masyarakat UHC pada masyarakat, Monev indikator warga yang sudah JKN
forum masyarakat pendistribusian kartu PBID setelah intervensi

6 15% Yang terscrening Inovasi Melakukan pemebentukan kader peduli jiwa Telah dibentuk kader jiwa dan telah Monev hasil peningkatan IKS
jiwa belum berobat pembentukan kali untuk mendampingi penderita jiwa selama dilakukan monev pelaksanaan indikator penderita jiwa yang berobat
jiwa (kader peduli pengobatan, melakukan sosialisasi ttg kesehatan pendampingan pada kader jiwa tsb setelah intervensi
jiwa), promkes jiwa
kesjiwa dikantong
jiwa
EVALUASI HASIL TINDAK LANJUT

NO MASALAH PLAN DO CHEK ACTION

7 5% Balita belum bulan timbang, kelas bumil, kelas Melaksanakan bulan timbang sesuai Telah dilaksanakan bulan Monev hasil peningkatan IKS
terpantau tumbuh stunting, perbaikan sistem jadwal, melaksanakan kelas bumil, kelas timbang tiap bulan februari dan indikator balita yang terpantau tumbuh
kembangnya pencatatan tumbuh kembang, stunting, pemanfaatan aplikasi EEPGBM agustus, melaksanakan kelas kembangnya setelah intervensi
pemanfaatan aplikasi bumil rutin tiap bulan dan kelas
stunting di sasaran ibu balita
stunting, serta memanfaatkan
aplikasi untuk memantau tumbuh
kembanng balita

8 4% Bayi yang tidak Pendampingan ASI eksklusif oleh Melakukan pendampingan ASI eksklusif Terlaksananya pendampingan ASI Monev hasil peningkatan IKS indikator
mendapat ASI Eksklusif kader, KP ASI (kelompok pendukung oleh kader, melakukan monev KP ASI eksklusif oleh kader dan telah bayi yang mendapat ASI eksklusif setelah
ASI) dilaksanakan monev KP ASI tiap intervensi
tahunnya

9 3% Warga belum ODF (open defecation free) Melakukan verifikasi dan deklarasi ODF Telah dilakukan deklarasi ODF Monev hasil peningkatan IKS
memiliki akses jamban dikelurahan surodinawan indicator warga yang memeiliki akses
sehat th 2018 jamban sehat setelah intervensi
EVALUASI HASIL TINDAK LANJUT

NO MASALAH PLAN DO CHEK ACTION

10 2% Bayi yang belum Penjaringan sasaran imunisasi oleh Melakukan penjaringan sasaran oleh Telah dilakukan penjaringan Monev hasil peningkatan IKS
dilakukan imunisasi kader, grup WA, Pelaksanaan kader, membentuk grup WA, sasaran imunisasi oleh kader, indikator bayi yang melakukan
dasar lengkap program imunisasi rutin Melaksanakan program imunisasi rutin membentuk grup WA posyandu, imunisasi dasar lengkap setelah
sesuai jadwal telah terlaksananya program intervensi
imunisasi dasar lengkap sesuai
dengan jadwal yang ditentukan

11 1% Keluarga belum PADULUR DAM (Paguyupan Membentuk Padulur DAM Terlaksananya pembentukan Monev hasil peningkatan IKS
mempunyai Akses Sarana Sedulur DAM) padulur dam tahun 2018 dan indikator keluarga yang mempunyai
Air Bersih telah dilakukan monev padulur akses SAB setelah intervensi
DAM tsb

12 0% Ibu belum bersalin pendampingan bufas oleh kader Melakukan pendampingan bufas oleh Terlaksananya pendampingan bufas Monev hasil peningkatan IKS
di faskes kader oleh kader indicator ibu yang bersalin di faskes
setelah intervensi
Pendataan KS Wilayah UPT Puskesmas Blooto

1168 KK
1525 KK

1852 KK
Review Hasil KS

KELURAHAN BLOOTO
Lingk. Trenggilis
Lingk. Trenggilis
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

28 369 202 0
Lingk. Blooto Lingk. Blooto
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

22 179 122 0
Lingk. Kemasan
Lingk. Kemasan Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

40 354 209 0
Review Hasil KS
KELURAHAN PRAJURITKULON
Lingk. Prajurit
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap
Lingk. Prajurit
2 34 24
Lingk. Jayeng Lingk. Jayeng
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap
Lingk.
Sabuk 11 259 169 0
Lingk. Sabuk
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

Lingk. Cinde 8 217 193 0


Lingk. Cinde
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

5 94 142 0
Review Hasil KS
KELURAHAN SURODINAWAN
Lingk. Surodinawan
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

28 369 202 0

Lingk. Kedungmulang Lingk. Surodinawan


Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

28 369 202 0

Lingk. Perumahan
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap
Lingk. Perumahan
28 369 202 0
Lingk.
Kedung
Lingk. Murukan
mulang
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap
Lingk.
28 369 202 0 Murukan

Lingk. Pekuncen
Lingk. Pekuncen
Tidak Sehat Pra Sehat Sehat Tidak Lengkap

28 369 202 0