Anda di halaman 1dari 26

Pembentukan

Sistem
Pengendalian
Pada Korporasi
Dan UMKM
Kelompok 6
Erika Violenta Pesirahu 2019017051
Yuni Yokbet Wadjin 2019017060
Laudiya Agnes Sikteubun 2019017070
Meidiana Panca Wardani 2018017035
Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian merupakan dasar dari semua


komponen pengendalian intern lainnya yang membuat organisasi
menjadi disiplin dan terstruktur. Lingkungan pengendalian mencakup
suasana organisasi dan sikap manajemen serta karyawan terhadap
pentingnya pengendalian yang ada dalam organisasi. Organisasi dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu organisasi profit dan organisasi nir-laba.
Kerangka Sistem Pengendalian
Manajemen
Sistem pengendalian manajemen merupakan system untuk
mengimplementasikan strategi, sehingga system pengendalian
manajemen harus mampu mengarahkan seluruh komponen organisasi
dalam mencapai tujuan. Berikut merupakan kerangka system
pengendalian manajemen.
Kegiatan Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen merupakan proses dimana para manajer mempengaruhi


anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi.
Pengendalian manajemen terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu:
1. Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi
2. Mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian organisasi
3. Mengkomunikasikan informasi
4. Mengevaluasi informasi
5. Memutuskan Tindakan apa yang seharusnya diambil
6. Mempengaruhi orang orang untuk mengubah perilaku mereka
Elemen-elemen Sistem Pengndalian

Terdapat empat elemen system pengendalian, yaitu:


1. Asessor
2. Detektor
3. Efektor
4. Jejaring komunikasi
Strategi Dalam Organisasi

1. Identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan atau organisasi


pada masa depan
2. Perumusan visi, misi, tujuan, keyakinan dasar pada nilai-nilai dasar organisasi
3. Analisis intern dan ekstern
4. Analisis portofolio korporat
5. Perumusan peluang dan masalah utama yang dihadapi
6. Identifikasi dan evaluasi alternatif strategi
7. Pemilihan strategi yang tepat bagi organisasi
Level Strategi

 Strategi Untuk Keseluruhan Organisasi (Korporat)


Strategi Korporat memfokuskan tentang “where” to compete,
sebaliknya pertanyaan “how” to compete, merupakan dasar perumusan
strategi ditingkat unit bisnis.
 Strategi Untuk Unit-unit Bisnis Dalam Organisasi
Strategi ini berorientasi kepada “how” to compete, misalnya:
bagaimana menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif
dalam sebuah industry.
Manajement Control

Mengape perlu adanya pengendalian manajemen? Banyak hal yang


menyebabkan perlu adanya pengendalian manajemen, antara lain:
 Kurangnya pengarahan
 Problem motivasi
 Keterbatasn personil
Cara Menghindari Masalah
Pengendalian
Dalam usaha mencapai tujuan organisasi, perusahaan selalu menghadapi
kendala, keterbatasan dan hambatan. Untuk memilimalisasi masalah yang
muncul dalam pengendalian manajemen terdapat beberapa cara yang
disarankan antara lain:
 Penghilangan Aktivitas
 Automasi
 Sentralisasi
 Berbagi Risiko
Dampak Pengendalian Terhadap
Perilaku
Sebagian besar aktivitas pengendalian berkaitan dengan mengarahkan sumberdaya
manusia untuk mencapai tujuan bersama. Agar system pengendalian manajemen yang
diterapkan efektif, maka pengendalian tersebut harus mampu mempengaruhi perilaku
anggota organisasi menjadi lebih baik. Untuk itu dalam mendesain system
pengendalian harus dipertimbangkan dua aspek berikut:
1. Pengendalian desain untuk membantu, mengarahkan, memotivasi manajemen
untuk membuat keputusan dan perilaku konsisten dengan tujuan perusahaan
keseluruhan.
2. perlu mengetahui psikologi mengapa seseorang berperilaku dan mengapa
perilaku mereka berbeda-beda satu sama lain.
Tujuan dan Indikator Kinerja Organisasi
Profit

Indikator kinerja pada organisasi profit, selain menggunakan tingkat keuntungan dan
maksimisasi nilai bagi pemegang saham, seringkali menggunakan indicator lain, seperti:
1. Produktivitas
2. Posisi pasar
3. Kepemimpinan produk
4. Pengembangan personalia
5. Kepuasan dan kenyamanan personalia
6. Pertanggungjawaban public
7. Keseimbangan antar sasaran jangka pendek dan jangka panjang
Tujuan Organisasi Nirlaba

Organisasi nir-laba merupakan orhanisasi yang tujuannya bersifat


social, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara luas,
seperti menyediakan jasa Pendidikan, jasa pelayanan rumah sakit,
jasa pembelaan hukum, jasa penyantunan anak yatim dan jasa lain.
Keselarasan Tujuan (Goal
Congruence)
Sistem pengendalian manajemen yang efektif adalah yang mampu
menyelaraskan antar tujuan organisasi dengan tujuan anggota
organisasi dan yang mampu meningkatkan kemampuan anggota
organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk menyelaraskan
tujuan diperlukan kesamaan visi, misi, tujuan, keyakinan dasar dan
nilai-nilai dasar antara organisasi dan anggotanya.
Visi, Misi, Keyakinan Dasar dan Nilai-nilai Dasar

Visi : pada dasarnya merupakan perubahan yang memerlukan energi.


Misi : merupakan the chosentrack untuk menyediakan produk atau
jasa bagi customernya.

Perilaku yang diharapkan dari anggota organisasi diwujudkan melalui


pembentukan nilai-nilai dasar yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh
anggota organisasi.
Goal Congruence

Merupakan proses menselaraskan anatara tujuan organisasi dengan tujuan


seluruh anggota organisasi, dengan adanya goal congruence ini maka seluruh
anggota organisasi akan bersinergi mewujudkan tujuan.
Perusahaan dan anggota organisasi mempunyai tujuan yang terkadang sulit
untuk diselaraskan. Tujuan organisasi dapat diklasifikan sebagai berikut :

– Organisasi Business (perusahaan)


– Organisasi Nir-Laba (Non-Business)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Goal
Congruence

Sistem formal, maupun informal yang ada dalam organisasi akan


mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi, sebagai konsekuensinya
kedua hal tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat goal congruence.

Faktor yang mempengaruhi keselarasan tujuan;


1. Faktor eksternal, meliputi norma-norma yang tumbuh dan berkembang
pada kehidupan masyarakat.
2. Faktor internal, yaitu factor-factor yang ada dalam lingkungan organisasi.
Sistem Pengendalian Formal

Disamping dua faktir (eksternal dan internal) yang memperngaruhi


efektifitas system pengendalian manajemen, system pengendalian
formal juga sangat besar pengaruhnya. Sistem pengendalian formal
ini terdiri dari sistem pengendalian manajemen dan aturan-aturan.
Aturan -Aturan

Aturan-aturan merupakan seperangkat tulisan yang memuat instruksi


dan pengendalian. Berikut ini beberapa bentuk aturan :

1. Pengendalian secara fisik


2. Manual Prosedur
3. Pengamanan sistem
4. Sistem pengendalian tugas
Proses Pengendalian Formal

Tahap-tahap dalam proses pengendalian formal meliputi :


1. Penentuan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan.
2. Strategic plan dijabarkan dalam anggaran tahunan yang difokuskan pada
perencanaan pendapatan dan biaya untuk pusat-pusat pertanggungjawaban
secara individual.
3. Pusat-pusat pertanggungjawaban diatur dengan sejumlah rules dan beroperasi
melakukan kegiatan dan hasilnya diukur dan dilaporkan.
4. Laporan kinerja kemudaian dibandingkan dengan rencana untuk menentukan
keberhasilan pusat-pusat pertanggungjawaban.
5. Jika pusat pertanggungjawaban berhasil, maka umpan balik berupa
hadiah/penghargaan akan diberikan, jika tidak berhasil, umpan balik digunakan
untuk melakukan perbaikan proses berikutnya.
Tipe-Tipe Organisasi

Terdapat beberapa model organisasi untuk mengembangkan sumber daya manusisa,


yaitu:
1. Organisasi fungsional
2. Organisasi unit bisnis
3. Organisasi matrik
Organisasi Fungional

Dalam organisasi fungsional, pembagian tugas sesuai dengan keahlian masing-


masing pegawai, sehingga setiap fungsi terspesialisasi.

Keunggulan :
Berpotensi untuk bekerja secara efisien.

Kelemahan :
Tidak ada cara yang tepat untuk menentukan efektifitas pemisahan fungsi.
Organisasi Unit Bisnis (Divisi)

Dalam organisasi divisi, setiap divisi bertanggungjawab terhadap semua


fungsi yang terlibat dalam proses produksi dan pemasaran produk tertentu.

Keunggulan :
Tempat yang cocok untuk latihan manajemen.

Kelemahan :
Manajer unit produksi tidak memiliki kekuasaan yang lengkap.
Organisasi Matrik

Dalam organisasi matrik, manajer suatu proyek bertanggungjawab terhadap keberhasilan


proyeknya dan bertanggungjawab terhadap unit-unit fungsional.

Keunggulan :
Proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan tidak ada orang yang tidak bekerja.

Kelemahan :
Pengendalian menjadi sulit karena keberhasilan proyek merupakan tanggung jawab
beberapa manajer.
Teori Motivasi Kerja

Motivasi adalah keadaan pada pribadi seseorang yang mendorong


keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna
mencapai tujuan organisasi.
Teori Hirarkhi Kebutuhan MASLOW

Terdapat lima tingkatan kebutuhan dalam teori ini, yaitu:


1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan keamanan
3. Kebutuhan social
4. Kebutuhan penghargaan
5. Kebutuhan aktulisasi diri
Terima Kasih

Sumber: Hardi Kusuma, Sulastiningsih, &


Zulkifli

Anda mungkin juga menyukai