Anda di halaman 1dari 82

Mudasetia Abd.

Hamid, MM, Ak
SELAMAT BERGABUNG
DI KELAS
AKUNTANSI LANJUTAN II

PENGERTIAN
JENIS PENGGABUNGAN DAN
•METODE AKUNTANSI PENGGABUNGAN

•LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDAS


Konsep akt BU.
 APB opinion no.16 ttg penggabungan usaha yg berlaku efektif sejak
1970 Nop. 1970:
Penggabungan usaha (business combination) terjadi jika suatu
perusahan digabungkan dengan satu atau lebih perusahaan lain
dlm suatu entitas akuntansi. Entitas tunggal tsb melanjutkan
perusahaan yg sebelumnya terpisah dan saling independen.
Penggabungan usaha adalah
Penyatuan entitas-entitas usaha. Penggabungan entitas
usaha yang terpisah adalah suatu alternatif perluasan
secara internal melalui akuisisi atau pengembangan
kekayaan perusahaan secara bertahap, dan seringkali
memberikan manfaat bagi semua entitas yang bersatu
dan pemiliknya.

Menurut standar akuntansi keuangan;


Penggabungan usaha (business combination) adalah
penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah
menjadi satu intitas ekonomi karena perusahaan
menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau
memperoleh kendali(control) atas aktiva dan operasi
perusahaan lain.

Business combination
ALASAN-ALASAN PENGGABUNGAN USAHA

 Manfaat biaya (cost advantage) .


 Risiko lebih rendah (lower risk) .
 Penundaan operasi lebih sedikit (fewer operating delays).

 Mencegah pengambilalihan (avoidance of takeovers).


 Akuisisi harta tidak berwujud (acquisition of intangible assets).
 Alasan-alasan lain.
 Selain untuk perluasan, perusahaan-perusahaan mungkin memilih
penggabungan usaha untuk memperoleh manfaat dari segi pajak,
untuk manfaat pajak penghasilan perseorangan dan pajak atas
bangunan
Gabung yooo...
PENGGABUNGAN USAHA /BUSINESS COMBINATIONS:
PENYATUAN ENTITAS USAHA YANG SEBELUMNYA TERPISAH

TUJUANNYA: PROFITABILITAS, EFISIENSI MELALUI INTEGRASI OPERASI SECARA HORIZONTAL ATAU


VERTIKAL ATAU MENDIVERSIFIKASI USAHA MELALUI OPERASI.

 MENURUT BENTUK
USAHA:
 HORIZONTAL,
 VERTIKAL, DAN
 KONGLOMERASI

 MENURUT BENTUK
HUKUM
 MERGER.
 AKUISISI DAN
 KONSOLIDASI
MERGER
 Dalam penggabungan badan usaha yang berbentuk merger ini
salah satu diantara perusahaan yang bergabung akan hidup terus
dan mengambil alih semua aktiva dan utang perusahaan yang lain.
Jadi didalam merger ini minimal satu diantara perusahaan yang
melakukan penggabungan badan usaha harus berbentuk perseroan
terbatas (PT).
contoh:
 PT A, PT B dan PT C sepakat untuk melakukan penggabungan
badan usaha. Dalam penggabungan badan usaha tersabut PT A
akan hidup terus, sedangkan PT B dan PT C setelah menyerahkan
semua aktiva bersihnya kepada PT A mempunyai 2 alternatif yaitu:
 Alternatif pertama bubar setelah terlebih dahulu membagikan
saham PT A kepada pemegang saham

 Alternatf kedua tetap hidup akan tetapi tidak menjalankan


kegiatan operasional. Jadi hanya akan memperoleh keuntungan
dari pembagian deviden PT A.
Dalam hal ini masing-masing perusahaan masih tetap
hidup dan tetap menjalankan kegiatan operasiaonal
akan tetapi salah satu akan menguasai perusahaan yang
lain.
Penggolongan penggabungan badan usaha
Konsolidasi
Dalam konsolidasi ini semua perusahaan yang melakukan
pengabungan badan usaha menyerahkan semua aktiva
bersihnya kepada perusahaan yang baru, yang di bentuk
dalam penggabungan badan usaha tersebut.
Contoh:
PT A,PT B dan PT C sepakat untuk melakukan
penggabungan badan usaha dengan membentuk PT ABC
dalam hal ini PT ABC tersebut akan mengambilalih
semua aktiva dan utang PT A,PT B dan PT C
Contoh merger, akuisisi atau konsolidasi
 IBM mengakuisis Lotus development corporation =
biaya $3.2 M Juli 1995
 Chevron & Texco
 Exxon &Mobil bergabung membentuk exxon mobil Co
(1998)
 Citi Bnak, Traveler Life & Salomon Smith Barney
membentuk konglomerasi jasa keuangan Citigroup.
 Amarican Online (AOL) mengakuisisi Warner senilai
$180 M. Pada tahun 2000.
Tahun 1998- 2003 terdapat 7 lesting lakukan merger
dan akuisisi

1 astra agro lestari industri


Bahtera adimina samudra
Akuisisi aset horizontal
Industri tambang: Bumi Resources, = akuisisi
horizontal, Medco energi = merger horizontal

Indomobil sukses Internasional ; indoraya syintheticc;


(merger)
Surya intrindo makmur = akuisisi saham vertikal
METODE PEMBELIAN
PT Popi menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp. 10.000 untuk
memperoleh aktiva bersih PT Sani. Dalam suatu penggabungan usaha secara pembelian pada
tanggal 1 juli 19x5. harga pasar saham biasa PT Popi pada tanggal tersebut Rp.16.000 per
lember saham. Tambahan biaya-biaya langsung untuk penggabungan usaha terdiri dari biaya
bapepam sebesar Rp. 5.000.000, biaya akuntan sehubungan dengan pencatatan di bapepam
sebesar Rp. 10.000.000 biaya-biaya percetakan dan penerbitan sertivikat saham biasa sebesar
Rp. 25.000.000 dan biaya-biaya pendiri dan konsultan sebesar Rp. 80.000.000.
Penerbitan 100.000 lbr saham dicatat pada PT Popi
Investasi pada PT Sani Rp. 1.600.000.000
Modal saham @ Rp. 10.000 Rp. 1.000.000.000
Tambahan modal disetor Rp. 600.000.000
Tambahan biaya-biaya langsung untuk penggabungan usaha tersebut dicatat sebagai
Investasi pada PT Sani Rp. 80.000.000
Tambahan modal disetor Rp. 40.000.000
Kas Rp. 120.000.000
PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN
UNTUK METODE PEMBELIAN

Catatan atas laporan keuangan perusahaan yang


membeli harus mengungkapkan bahwa
penggabungan usaha dipertanggungjawabkan dengan
metode pembelian
Untuk akuisisi yang bersifat material, catatan
atas laporan keuangan pada periode
penggabungan harus mencakup informasi
tambahan dengan dasar proporma sebagai
berikut:
Hasil operasi periode saat ini seolah-olah
perusahaan telah bergabung pada awal
periode.
Hasil operasi periode sebelumnya seolah-olah
perusahaan telah bergabung pada awal
periode tersebut jika laporan keuangan
komparatif tersedia.
ilustrasi
 Pada tanggal 31 Des 200A PT Triono Agung dan
PT Rahmad Maju melakukan merjer. PT Triono Agung sebagai
entitas yang tetap beroperasi menerbitkan 50.000 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp10.000,- .
Total nilai pasar Rp885.000.000,- Biaya pencatatan dan
penerbitan saham biasa 20.000.000,- dan dan biaya langsung
lainnya atas penggabungan usaha Rp40.000.000,- Biaya-biaya
ini dibayar oleh PT Triono A pada tanggal 31 Desember 200A.
Neraca PT RahmaTriono A sesaat sebelum penggabungan
adalah sbb:
Nilai Buku Nilai Buku Nilai Wajar
PT.Triono Agung PT.Rahmad Maju PT.Rahmad Maju
Kas 475.000 125.000 125.000
Piutang-bersih 600.000 300.000 300.000
Persediaan 800.000 200.000 250.000
Pabrik dan peralatan-bersih 1.200.000 350.000 450.000
Harga pokok penjualan 1.000.000 325.000
Beban lain-lain 325.000 100.000
Total debit 4.400.000 1.400.000
Hutang usaha 300.000 180.000 180.000
Kewajiban lain-lain 200.000 120.000 120.000
Modal saham,
nominal Rp. 10.000 1.500.000 500.000
Tambahan modal disetor 200.000 40.000
Laba ditahan 560.000 110.000
Penjualan 1.550.000 450.000
Total kredit 4.400.000 1.400.000
Metode pembelian
Inv pd PT Rahmad Maju…… 885.000.000
Modal shm No. Rp10 ……. 500.000.000
Tambahan modal disetor … 385.000.000

Biaya penggabungan usaha


Investasi pd PT Rahmad .……. 40.000.000
Tambahan modal disetor ……. 20.000.000
Kas ……………………………….. 60.000.000
Alokasi Investasi
Kas 125.000.000
Piutang 300.000.000
Persediaan 250.000.000
Pabrik &Peralatan 450.000.000
Goodwill 100.000.000

Hutang usaha 180.000.000


Kewajiban Lain-lain 120.000.000
Investasi Pd PT Agung Maju 925.000.000
Pitt Corporation memproleh aktiva bersih
Seed Co 27 des 2003
Nilia Buku Nilai Wajar
 Aktiva
Kas 50.000 50.000
Piutang bersih 150.000 140.000
Persedisaan 200.000 250.000
Tanah 50.000 100.000
Bangunan-bersih 300.000 500.000
Peralatan-bersih 250.000 350.000
Hak paten - 50.000
Total aktiva 1.000.000 1.440.000
Utang Usaha 60.000 60.000
Wesel bayar 150.000 135.000
Kewajiban lain-lain 40.000 45.000
Total Kewajiban 250.000 240.000
Aktiva Bersih 750.000 1.200.000
Kasus 1 goodwill
Pitt membayar Rp400.000 dan menerbitkan 50.000 lbr
saham biasa dgn nn Rp10 per shm untuk peroleh aktiva
bersih See&co . Ayat jurnal tgl 27 Desember 2005 adalah:
Inv pd Seed&co 1.400.000
 Kas 400.000
 Saham biasa 500.000
 Tambahan saham disetor 500.000
Menetapkan harga perolehan yg diperoleh yang dapat diidentifikasi dan
kewajiban yg ditanggung atas dasar nilai wajar dan penetapan goodwill– Jurnal
sbb :

Kas 50.000
Piutang bersih 140.000
Persedisaan 250.000
Tanah 100.000
Bangunan-bersih 500.000
Peralatan-bersih 350.000
Hak paten 50.000
Goodwill 200.000
Utang Usaha 60.000
Wesel bayar 135.000
Kewajiban lain-lain 45.000
Investasi Pd Seed&Co 1.400.000
Okey lah kalau begitu …
BAB 2
INVESTASI DALAM SAHAM

PABU untuk pencatatan akuisisi saham biasa


mewajibkan investasi tersebut dicatat pada biaya
perolehannya. Satu dari dua metode dasar akuntansi untuk investasi
saham biasa tidak lancar yang umum digunakan adalah :
1. metode biaya atau
2. metode ekuitas.
kedua metode ini dijelaskan dalam PSAK No 15
“akuntansi untuk investasi dalam perusahaan
asosiasi.
KEPEMILIKAN SAHAM 200/1000 X 100% = 20%
Konsep yang mendasari metode biaya

Berdasarkan metode biaya , investasi dalam saham biasa


dicatat pada biayanya dan deviden dari laba berikutnya
dilaporkan sebagai pendapatan devide.
Ada suatu pengecualian, deviden yang diterima melebihi
bagian laba investor setelah saham di peroleh, dianggap
sebagai pengambilan modal (likuidasi deviden) dan
dicatat sebagai pengurang terhadap akun inveatasi
Akuntansi metode ekuitas

Akuntnsi metode ekuitas pada dasarnya


adalah akuntansi akrual untuk investasi
ekuitas yang memungkinkan perusahaan
investor menggunakan pengaruh yang
signifikan terhadap perusahaan investi.
Berdasarkan metode ekuitas investasi
dicatat pada biaya perolehan dan
disesuaikan dengan keuntungan kerugian
dan deviden.
Prosedur akuntansi berdasarkan metode biaya
 diilustrasikan dengan mengasumsikan bahwa:
PT Santi memperoleh 2000 lembar saham dari 1000 lembar saham
beredar PT Suci dengan nilai nominal Rp 50000 per saham 1 Juli
sama dengan nilai buku dan nilai wajar aktiva bersih PT Suci ww .
laba bersih PT Suci ww untuk seluruh tahun Rp 50000000 dan
deviden sebesar 20000000 dibayar pada tanggal 1 November.
Jika ada bukti ketidakmampuan menggunakan pengaruh yang
signifikan. PT Santi seharusnya menerapkan metode biaya jika
sebaliknya maka metode ekuitaslah yang diterapkan. Akuntansi
oleh PT Santi di berdasarkan kedua metode adalah sebagai berikut:
 Ayat jurnal tanggal 1juli untuk mencatat investasi( dalam 000)
Metode biaya metode ekuitas

Investasi pd PT suti Rp.100.000 Investasi pd PT suti Rp.100.000


Kas Rp. 100.000 kas Rp. 100.000

Ayat jurnal tanggal 1 november untuk mencatat deviden( dalam 000)

Metode biaya Metode ekutas

Kas Rp.4000 kas Rp4000


Pndptn deviden Rp. 4000 investasi pd PT suti Rp.4000

Ayat jurnal tanggal 31 desember untuk mengakui leba( dalam 000)


Lanjutan jurnal
Ayat jurnal tanggal 31 Desember untuk mengakui leba( dalam 000)

Metode biaya dan metode ekuitas Investasi pd pt surt i Rp.5000

Tidak ada ( asumsi bahwa saham tidak dapat Pendapatan dari PT Suti Rp.5000
Di perjualbelikan atau mempunyai harga
Pasar lbh dr Rp. 50.000 per saham) (5000 x ½ x 20 %)

Berdasarkan metode biaya pt pardi mengakui pendapatan Rp 4000.000 dan melaporkan


investasinya pada PT SUTI sebesar biaya prolehan Rp.100.000 berdasarkan metode
ekuitas, pt pardi mengakui pendapatan sebesar Rp.5.000.000

Dan melaporkan investasi pada PT suti sebesar Rp.101.000.000 sama dengan Rp.100.000
biaya perolehan di tambah dengan pendapatan sebesar Rp.5000.000 di kurangi deviden
yang diterima sebesar Rp 4000.000.
Investasi ekuitas dalam akuisisi

Biaya investasi diukur dengan jumlah kas yang


dikeluarkan atau nilai wajar akitiva lain yang diserahkan
atau surat-surat berharga yang diterbitkan.

Begitu pula dengan biaya langsung pencatatan dan


penerbitan surat-surat berharga.
Ekuitas dicatat sebagai tambahan modal disetor, dan
biaya langsung lainnya. Untuk akuisisi ditambahkan
pada biaya perolehan.

Total biaya investasi dimasukkan dalam akun investasi


berdasarkan konsep konsolidasi satu baris.
contoh

Anggaplah bahwa PT Pane membeli 30% saham biasa berhak


suara PT Sanusi pada tanggal 1 Januari 19x2 dari pada
pemegang saham dengan kas sebesar Rp. 2.000.000.000
ditambah dengan 200.000 lbr saham biasa PT Pane dengan
nilai nominal Rp. 10.000 dan nilai pasar Rp. 15.000 per lembar
saham.
Tambahan biaya kepemilikan ekuitas sebesar Rp. 50.000,000 untuk
pencatatan saham dan Rp.100.000.000 untuk biaya konsultasi dan
penasihat. Kejadian ini akan dicatat oleh PT Pane dengan
ayat jurnal sebagai berikut
Ayat jurnal sebagai
berikut

1 Januari 19x2
Investasi pada PT Sanusi Rp. 5.000.000.000
Saham biasa
200.000 lbr x 10.0000) Rp. 2.000.000.000
Tambahan modal disetor Rp. 1.000.000.000
Kas Rp. 2.000.000.000
(untuk mencatat akuisisi, 30% investasi ekuitas pada PT Sanusi)

1 Januari 19x2
Investasi pada PT Sanusi Rp. 100.000.000
Tambahan modal disetor Rp. 50.000.000
Kas Rp. 150.000.000
( untuk mencatat tambahan biaya-biaya langsung pembelian 30% kepemilikan
ekuitas pada PT sanusi)
Penetapan kelebihan kos investasi thd ekuitas
pokok (Nilai buku)
info nilai buku dan nilai wajar PT Pane sbb:

Nilai buku Nilai wajar


Kas 1.500.000 1500.000
Piutang bersih 2.200.000 2.200.000
Persediaan 3.000.000 4.000.000
Aktiva lancar lain 3.300.000 3.100.000
Peralatan bersih. 5.000.000 8.000.000
Total aktiva 15.000.000 18.800.000
Hutang usaha 1.000.000 1.000.000
Wesel bayar jt 1 jan 2007 2.000.000 1.800.000
Saham biasa 10.000.000
Saldo laba/laba ditahan 2.000.000
Total utang&ekuitas 15.000.000

Nilai buku ekuitas 30%x 12 juta = 3.600.000


Alokasi selisih Nilai Nilai % kpmlk Jumlah
wajar buku alokasi
Sediaan 4.000 3.000 30% 300
Aktiva lancar lain 3.100 3.300 30% (60)
Peralatan 8.000 5.000 30% 900
Wesel bayar 1.800 2.000 30% 60
Jlh dialokasikan ke aktiva bersih yg 1200
terindentifikasi
Dialokasikan ke goodwill 300
Nilai buku yg diperoleh 1500
KELEBIHAN NILAI BUKU DIATAS
HARGA POKOK INVESTASI (KOS INVESTASI)

 DIASUMSIKAN BAHWA PARTO JOYO ENDO JUGA MEMPEROLEH 25%


KEPEMILIKAN SAHAM solehin dengan harga Rp110.000,- pada tanggal 1 Januari
2009 dimana aktiva bersih Solehin pada tgl tsb sbb:
Nilai buku Nilai wajar Kelebihan
nilai wajar
Sedian 240.000 260.000 20.000
Aktiva lancar lain 100.000 100.000
Peraltan bersih 50.000 50.000
Bangunan bersih 140.000 200.000 60.000
530.000 610.000
Hutang 130.000 130.000
Aktiva bersih 400.000 480.000 80.000
Laba bersih pt Solehin 2009 adalah 60.000
Dividen dibayarkan 40.000.
Sediaan yg dinilai terlalu rendah dijual thn 2009 bangunan dan peralatan
punya sisa manfaat 4 thn ketika parto memperoleh kepemilikan 25%
Biaya investasi …………………..…………………………... 110.000
Nilai buku yg diperoleh …………………………………. (100.000)
Kelebihan biaya thd nilai buku diperoleh …… 10.000

Perhit Goodwill
Kos Investasi ……………………………… . 110.000
Nilai wajar aktiva bersih
25% X 480.000………………………….. =120.000
Goodwill negatif …………………………. 10.000
======
Kos investasi 275.juta
Nb aktiva bersih 80% 300 juta= 240 juta
Kelebihan kos diatas nilai buku = 35 juta
Alokasi perbedaan :
Sediaan 80% x 5 juta = 4 juta
Aktiva tetap 80% 10 juta = 8 juta 12 juta
Good will ……………………………………. 23 juta
Good will dicari dgn cara langsung:
Kos investasi 275 juta
Nilai wajar aktiva bersih (80%x 415 juta – 100juta)=252 juta
Goodwill …………………………….. 23 juta
Jurnal penyesuaian dan eliminasi
a) Kelebihan yg blm diamortisasi 35
modal saham 200
Laba ditahan 100
Investasi pd pt Sentosa 275
Hak minoritas (20%x 300 jt) 60
b) Jurnal alokasi
Sediaan …………………………………..……… 4
Aktiva tetap …………………………………... 8
Goodwill ………………………………………… 23
Kelebihan blm diamortisasi ………………………. 35
Neraca konsolidasi PT Perwira dan perusahaan anak
per 31 Des 2003

Neraca konsolidasi PT Perwira dan


perusahaan anak
per 31 Des 2003
PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI :

•MENYUSUN KERTAS KERJA (WORK SHEET) PENYUSUNAN LAPORAN


KEUANGAN KONSOLIDASI YANG TERDIRI DARI KOLOM NERACA INDUK,
NERACA ANAK, ELIMINASI, DEBIT-KREDIT DAN NERACA GABUNGAN.
•MEMBUAT NERACA KONSOLIDASI DENGAN CARA MENGGABUNGKAN
NERACA INDUK PERUSAHAAN DAN ANAK PERUSAHAAN.

•MENGHAPUS (MENGELIMANSI TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG


BERHUBUNGAN DENGAN PERUSAHAAN ANAK).
Pembelian saham secara langsung dari investi
Diasumsikan bahwa PT karel membeli 20.000 lembar
saham biasa(yang belum pernah diterbitkan
sebelumnya ) langsung dari PT Masri dengan harga
Rp.450.000.000 pada tanggal 1 anuari 19X8.
Ekuitas pemegang saham PT Masri pada tanggal 31
Desember 19X7 terdiri saham biasa dengan nilai
nominal Rp. 10.000 sebesar Rp. 200.000.000 dan laba
ditahan sebesar Rp. 150.000.000
Statemen
keuangan

Kepemilikan PT karel pada PT masri sebesar 50%, dihitung dengan


cara sebagai berikut:
A. saham yang dibeli olah PT karel 20.000 lembar
B. saham beredar setelah saham baru diterbitkan:
Beredar s/d dngn 31 Desember 19X7 20.000
Diterbitkan untuk PT karel 20.000
40.000 lembar
Kepemilian PT Karel pada PT Masri A/B =50%
Nilai buku kepemilikan yang diperoleh oleh PT karel
adalah Rp400.000.000,
ditentukan dengan mengalikan 50% kepemilikan yang
diperoleh dengan Rp. 800.000.000 ekuitas pemengang
saham PT Masri segera setelah penerbitan 20.000 lbr
saham tambahan. Perhitungannya sebagai berikut:
Perusahaan investi dengan saham preferen

 Metode ekuitas diterapkan pada investasi seham biasa dan beberapa


penyesuian dalam penerapan metode ekuitas diperlukan pada saat
perusahaan investi memiliki juga saham preferen disamping saham biasa.
Jika investasi ekuitas signifikan, investor seharusnya mengungkapkan
imformasi berikut melalui catatan kaki atau catatan laporan keuangan atau
daftar-daftar :
 Nama setiap perusahaan investi dan persentase kepemilikan
pada saham biasa
 Kebijakan akuntansi investor yang berhubungan dengan
investasi pada saham biasa
 Perbedaan, jika ada antara jumlah investasi pada saat investasi
dilakukan dan jumlah ekuitas pokok dalam aktiva bersih,
termasuk perbedaan perlakuan akuntansi
Perhitungannya
sebagai berikut
Ekuitas pemengang saham PT Masri sebelum penerbitan
(modal saham Rp. 200.000.000 + laba ditahan Rp. 150.000.000) Rp. 350.000.000
Penjualan 20.000lbr saham kepada PT Karen Rp. 450.000.000
Ekuitas pemengang saham PT Masri seteleh penerbitan Rp. 800.000.000
Persentase kepemilikan PT Karel 50%
Nilai buku yang diperoleh PT Karel Rp. 400.000.000
Akuisis ide?
BAB 3
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Entitas pelaporan
Penggabungan usaha membawa dua perusahaan sebelumnya
terpisah kepada pengendalian dengan tim manajemen
tunggal (pejabat-pejabat dan direktur-direktur perusahaan
induk) meskipun kedua perusahaan tetep beroperasi
sebagai entitas hukum yang terpisah, pembelian tersebut
menciptakan entitas pelaporan yang baru meliputi semua
operasi yang dikendalikan oleh manajemen perusahan
induk.
Hubungan induk-anak

 Suatu perusahaan yang memiliki lebih dari 50 persan saham berhak


suara perusahaan lain dapat mengendalikan perusaahan tersebut
melalui kepemilikan sahamnya dan hubunga yang trjadi antara keua
perusahaan itu adalah hubungan induk anak.
 pada saat hubungan induk anak terjadi perusahaan-perusahaan
tersebut saling berafiliasi.perusahaan –perusahaan lain menggunakan
istilah asosiasi untuk investasi ekuitas antara 20 hingga 50 persen
kepemilikan berhak suara perusahaan-perusahaan lain.dalam psak no
15 paragraf 03 dan 04, “istilah perusahaan
 asosiasi digunakan untuk menggambarkan suatu perusahaaan dimana
investor mempunyai pengaruh yang signifikan. jika investor memiliki,
baik langsung maupun tidak langsung melalui perusahaan anak 20 %
atau lebih dari hak suara pada perusahaan investi, maka investor
dipandang mempunyai pengaruh yang signifikan.”
PSAK No. 4, “Laporan keuangan konsolidasi,” paragraph 04,
menyatakan bahwa

 Para pengguna laporan keuangan pada umumnya ingin


mengetahui dan mendapatkan informasi tentang posisi keuangan,
hasil usaha dan arus kas dari suatu kelompok perusahaan secara
keseluruhan.
 Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penyajian laporan
keuangan konsolidasi yang menyajikan informasi keuangan dari
suatu kelompok perusahaan sebagai satu kesatuan ekonomi
meskipun masing-masing perusahaan dalam kelompok tersebut
merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
Perusahan induk dan perusahaan anak dengan periode fiscal
yang berbeda

 Psak no 4,” laporan keuangan konsolidasi” paragraph 09 dan 10, menyatakan


bahwa:

 “laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasi lazimnya adalah laporan keuangan
dengan tanggal pelaporan yang sama. apabila yanggal pelaporan nya berbeda,
perusahaan anak biasanya menyusun laporan keuangan dengan tanggal pelaporan
yang sama dengan perusahaan induk.apabila penyesuaian tanggal tersebut tidak
dapat dilakukan,
laporan keuangan dengan tanggal pelaporan yang berbeda tersebut dapat juga
digunakan untuk tujuan konsolidasi sepanjang perbedaan tanggal pelaporan
tersebut tidak lebih dari tiga bulan . sesuai dengan azas konsistensi, baik jangka
waktu periode laporan maupun perbedaan dalam tanggal pelaporan harus selalu
sama dari waktu ke wa
Neraca konsolidasi pada tanggal akuisisi

 Entitas terkonsolidasi adalah suatu entitas peaporan tidak nyata


(konseptual). Hal ini di dasarkan pada saunsi bahwa entitas –entitas yang
terpisah secara hukum dan akuntansi dari sebuah perusahaan induk dan
perusahaan anak dapat digabung menjadi satu perangkat laporan
keuangan yang bermanfaat utuk tujuan pelaporan eksternal.

 Penting untuk dicatat bahwa entitas terkonsolidasi adalah suatu entitas


pelaporan tidak nyata yang tidak mempunyai transaksi- transaksi dan
tidak menyelenggarakan buku besar.
Neraca konsolidasi setelah akuisisi

 Saldo-saldo akun baik perusahaan induk maupun perusahaan anak


beubah untuk merefleksikan operasi masing-masing setelah
hubungan induk-anak dibentuk. Selanjutnya, penyesuian-
penyesuain tambahan diperlukan untuk mengeliminasi saldo-
saldo lain yang resiprokal.
 Jika neraca konsolidasi diselesaikan antara waktu pengumuman
dan waktu pembayaran deviden oleh perusahaan anak, buku
perusahaan induk akan menunjukkan akun piutang deviden yang
resiprokal dengan akun utang deviden yang terdpat pada buku
perusahaan anak.
Alokasi kelebihan pada aktiva bersih yang dapat diidentifikasi
dan goodwill
Kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku yang
diperoleh sebagai goodwill. asumsi yang mendasari
penetapan kelebihan tersebut adalah bahwa nilai
buku dan nilai wajar dari aktiva dan kewajiban yang
dapat diidentifikasi adalah sama.
Jika ada bukti mengindikasikan bahwa nilai wajar
melebihi nilai buku atau nilai buku melebihi nilai
Yo gabung…
 Jika perusahaan jnduk menjual barang
dagangan kepada perusahaan anaknya, atau
sebaliknya, akan ada pembelian dan
penjualan antar perusahaan pada buku
terpisah perusahaan induk dan perusahaan
anaknya.

 Saldo pembelian dan penjualan antar


perusahaan adalah saldo resiprokal yang
harus dieliminasi dalam menyiapkan laporan
laba rugi konsolidasi karena saldo- saldo
tersebut tidak mewakili pembelian dan
penjualan pada pihak- pihak diluar entitas
terkonsolidasi
Laporan laba rugi konsolidasi

perusahaan induk disajikan secara rinci bukan


hanya jumlah laba bersihnya.catat bahwa laba
bersih konsolidasi mewakili pendapatan bagi para
pemegang saham perusahaan induk. Pendapatan
para pemegang saham minoritas menjadi pengurang
dalam penentuan laba bersih konsolidasi
Penyesuaian-penyesuaian atas penjualan dan
pembelian antar perusahaan mengurangi pendapatan
(penjualan) dan beban (harga pokok penjualan)
dengan jumlah yang sama besar dan karenanya tidak
mempengaruhi laba bersih konsolidasi.
Jumlah pendapatan dan beban sewa yang resiprokal
juga dieliminasi tanpa mempengaruhi laba bersih
konsolidas
Berbagai penyesuaian dan eliminasi lainnya muncul dalam
menyiapkan laporan laba rugi kosolidasi dimana tujuannya
adalah:

untuk menunjukkan pendapatan bagi perusahaan induk dan


perusahaan- perusahaan anaknya seolah-olah hanya ada
satu entitas hukum dan akuntansi.
BAB 4.
TEKNIK DAN PROSEDUR KONSOLIDASI

Konsolidasi dengan metode Ekuitas


 Berbagai pendekatan konsolidasi dan setiap penyesuaian dan
eliminasi penggabungan akan menghasilkan jumlah yang benar
dari laporan keuangan konsolidasi. Ayat jurnal penyesuaian dan
eliminasi yang tampak dalam kertas kerja tidak mempengaruhi
akun-akun buku besar perusahaan induk maupun perusahaan
anak.
 Penyesuaian atau eleminasi atas akun atau saldo dimaksudkan
bahwa jumlah –jumlah yang terdapat pada kolom-kolom
perusahaan terpisah dalam kertas kerja
 Disesuaikan sebelum dimasukkan dalam kolom laporan
konsolidasi.
 Dieliminasi dan tidak muncul pada kolom laporan konsolidasi
Sebuah ayat jurnal kertas kerja sering menyesuaikan
beberapa pos dan mengeliminasi pos-pos lainnya.
Tujuan dari ayat jurnal kertas kerja, bukanlah pada
klasifikasi penyesuaian dan elliminasi, tetapi yang
penting adalah kemampuan mengembangkan kertas
kerja dan mengerti proses konsolidasi
contoh
 PT. Panji membayar sebesar Rp. 87.000.000 untuk 80 % saham
berhak suara PT. Saka yang beredar pada tanggal 1 Januari 19X5
ketika ekuitas pemegang saham perusahaan PT. Saka terdiri dari
modal saham sebesar Rp. 60.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp.
30.000.000. kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku yang
diperoleh sebesar Rp. 15.000.000 (Rp. 87.000.000 – (Rp. 90.000.000
x 80 %)) dialokasikan pada goodwill dengan periode amortisasi
sepuluh tahun dan laba bersih dan deviden PT. Saka adalah
sebagai berikut :
 19X5 19X6
Laba bersih Rp. 25.000.000 √ Rp. 30.000.000
 Dividen Rp. 15.000.000 Rp. 15.000.000

Pendapatan PT. Panji dari PT. Saka sebesar Rp. 18.500.000


terdiri dari 80 % dari laba bersih PT. Saka tahun 19X5 sebesar
Rp. 25.000.000 dikurangi dengan

Jurnal untuk mencatat transaksi diatas :


Pendapatan deviden dari PT. Saka Rp. 18.500.000
Dividen Rp. 12.000000
Investasi pada PT. Saka Rp. 6.500.000
Untuk mengeliminasi pendapatan dan deviden dari PT. Saka
dan mengembalikan akun investasi pada saldo awal periodenya.
 Pendapatan investasi dieliminasi karena loporan laba rugi konsolidasi
menunjukan rincian pendapatan dan beban bukan konsolidasi satu-baris
yang direfleksikan dalam akun pendaptan dari PT. Saka. Dividen yang
diterima dari perusahaan anak dieleminasi karena dividen tersebut
hanyalah transfer antar entitas terkonsolidasi dalam laporan disiapkan.
Perbedaan antara pendapatan dari perusahaan anak yang diakui pada
buku perusahaan induk dan dividen yang diterima, mewakili perubahan
pada akun investasi untuk periode tersebut.
 Kredit sebesar Rp. 6.500.000 pada akun investasi pada PT. Saka
mengurangi nilai akun tersebut menjadi saldo awal periode tersebut
sebesar Rp. 87.000.000 dan dengan demikian menyebabkan resiprokal
antara investasi pada PT. Saka dan ekuitas pemegang saham PT. Saka
pada tanggal 1 Januari 19X5.
 Jurnal untuk mencatat transksi diatas :
Laba ditahan – PT. Saka Rp. 30.000.000
Modal saham – PT. Saka Rp. 60.000.000
Goodwill Rp. 15.000.000
Investasi pada PT. Saka Rp. 87.000.000
Hak minoritas Rp. 18.000.000
Untuk mengeliminasi saldo ekuitas dan investasi yang
resiprokal, membentuk hak minoritas
 Awal, dan mencatat goodwill yang belum diamortisasi.
Ayat jurnal ini mengeleminasi saldo investasi dan ekuitas
yang resiprokal, mencatat kelebihan investasi terhadap nilai
buku diperoleh yang belum diamortisasi pada awal tahun
dan menimbulkan hak minoritas awal (Rp. 90.000.000 x 20
%) sebagai pos yang terpisah.
Karena ayat jurnal diatas mengeleminasi saldo investasi dan
ekuitas yang resiprokal , maka goodwill yang dimasukkan
dalam ayat jurnal juga merupakan jumlah yang belum
diamortisasi pada wal periode.
Jurnal untuk mencatat amortisasi diatas
Beban Rp. 1.500.000
Goodwill Rp. 1.500.000
Amortisasi goodwill PT. Panji direfleksikan dalam
akun pendapatan PT. Panji dan PT. Saka, dan ayat
jurnal kertas kerja mengeliminasi akun tersebut
untuk tujuan konsolidasi supaya komponen –
komponen pendapatan dan beban tidak agregat
dalam pelaporan pendapaan konsolidasi.
Metode Ekuitas – pada Tahun Setelah Akuisisi

PT. Panji mempertahankan 80 % Kepemilikannya


pada PT. Saka sepanjang tahun 19X6, mencatat pendapatan
dari PT. Saka sebesar Rp. 22.500.000 untuk tahun tersebut
(80 % dari Rp. 30.000.000 laba bersih PT. Saka dikurangi
dengan amortisasi goodwill sebesar Rp. 1.500.000). Pada
tanggal 31 Desember 19X6, akun investasi PT. Panji pada PT.
Saka mempunyai saldo sebesar Rp. 104.000.000 yang
ditentukan sebagai berikut :
Biaya Investasi, 1 Januari 19X5 Rp. 87.000.000
Pendapatan dari PT. Saka – 19X5 Rp. 18.500.000
Dividen dari PT. Saka – 19X5 (Rp. 12.000.000)
Investasi pada PT. Saka, 31 Desember 19X5 Rp. 93.500.000
Pendapatan dari PT. Saka – 19X6 Rp . 22.500.000
Dividen dari PT. Sala – 19X6 (Rp. 12.000.000)
Investasi pada PT. Saka, 31 Desember 19X6 Rp. 104.000.000
1. Ayat jurnal untuk mengeliminasi pendapatan dan
dividen dari PT. Saka
Pendapatan dari PT. Saka Rp. 22.500.000
Dividen Rp. 12.000.000
Investasi pada PT. Saka Rp. 10.500.000
 Untuk mengeliminasi pendapatan dan dividen dari PT. Saka
dan mengembalikan investasi pada saldo awal periode.
 Jurnal diatas menyesuaikan akun investasi pada PT. Saka menjadi
saldo tanggal 31 Desember 19X5 sebesar Rp. 93.500.000 dan
mmbentuk akun resiprokal dengan ekuitas pemegang saham PT.
Saka tanggal 31 Desember 19X5.
2. Ayat jurnal untuk mengeliminasi investasi pada PT. Saka
dam ekuitas pemegang
saham PT. Saka :

Laba ditahan – PT. Saka Rp. 40.000.000


Modal saham – PT. Saka Rp. 60.000.000
Goodwill Rp. 13.500.000
Investasi pada PT. Saka Rp. 93.500.000
 Hak Minoritas Rp. 20.000.000
Untuk meneliminasi saldo investasi dan ekuitas yang resiprokal, membentuk hak
minoritas awal, dan mencatat goodwill yang belum diamortisasi.
3. Ayat jurnal untuk mengamortisasi jumlah goodwill menjadi
Rp. 12.000.000 pada
tanggal 31 Desember 19X6 :
 Beban – beban Rp. 1.500.000
 Goodwill Rp. 1.500.000
 Untuk mencatat amortisasi goodwill tahun 19X6
4. Ayat jurnal untuk mengeliminasi saldo wesel
bayar dan wesel tagih antar perusahaan
karena jumlah tersebut bukanlah aktiva dan
kewajiban entitas yang terkonsolidasi.
Wesel bayar – PT. Saka Rp. 10.000.000
 Wesel tagih – PT. SakaRp. 10.000.000
Untuk mengeliminasi saldo piutang dan
hutang yang resiprokal.
Bab 4 LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
 PENGALOKASIAN DIFERENSIAL BIAYA/NILAI BUKU
Penyesuain yang diperlukan untuk menggabungkan neraca
perusahaan induk dan perusahaan anak ditentukan dengan
menetapkan perbedaan antara biaya investasi dan nilai buku yang
diperoleh,pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi dan
lalu pada goodwill jika ada sisanya.
Meskipun nilai buku aktiva dan kewajiban tidak digunakan dalam
menentukan nilai wajar setiap aktiva dan kewajiban (karena
biasanya ditentukan oleh pihak manajemen),nilai buku digunakan
dalam proses menggabungkan neraca perusahaan induk dengan
perusahaan anak.
PROSEDUR KERTAS KERJA UNTUK
MEMASUKKAN ALOKASI PADA NERACA KONSOLIDASI

 Alokasi kelebihan biaya kelebihan terhadap nilai buku dimasukkan


dalam neraca konsolidasi melalui prosedur kertas kerja.
 Kertas kerja neraca konsolidasi menunjukkan dua ayat jurnal
kertas kerja untuk konsolidasi.
 Akun kelebihan yang belum diamortisasi digunakan untuk
mempermudah ayat jurnal kertas kerja ketika diferensial biaya
investasi/nilai buku dialokasikan pada berbagai pos aktiva dan
kewajiban.
 Akun kelebihan yang belum diamortisasi ini tidak diperlukan
ketika total kelebihan dialokasikan pada goodwill.
Bab 4 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Perusahaan terpisah
PT PANGAN PT SANDANG KONSOLIDASI

Penjualan Rp9523500 Rp2200000 Rp11.723.500


Pendapatan investasi 476500 - -
dari PT SANDANG
Total pendapatan 10000000 2200000 11723500
Pengurangan:
Beban-beban operasi
HPP 4000000 700000 4790000
B.penyu.bgn 200000 80000 300000
B.penyu.prlt 700000 360000 1006000
Amrt goodwill - - 97.500
Beban2 lain 1800000 120000 1920000
Total B. Opr 6700000 1260000 8113500
Laba Operasi 3.300.000 940000 3610000
Pos bukan operasi:
B.Bunga 300000 140000 530000
Laba Bersih 3.000.000 800.000
Tot.Laba Ksln 3080000
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
PT PANGAN DAN PT SANDANG
LAPORAN PERUSAHAAN TERPISAH DAN
KONSOLIDASI
LABA RUGI DAN LABA DITAHAN
UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 19X2
(DALAM
AKUNTANSI PUSH-DOWN
 Ilustrasi PT PANGAN dan PT SANDANG,investasi tersebut dicatat
dalam buku PT PANGAN pada biaya (perolehan) dan alokasi
harga beli pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi
serta goodwill dilakukan melalui ayat jurnal penyesuaian kertas
kerja.

 Dalam beberapa hal alokasi harga beli mungkin dicatat dalam


akun-akun perusahaan anak,dengan kata lain di push-down pada
catatan perusahaan anak.Akuntansi push down berhubungan
dengan buku-buku perusahaan anak dan dengan laporan-laporan
keuangan terpisah perusahaan anak.
 Akuntansi push-down bukanlah menggantikan laporan keuangan
konsolidasi dan keyataannya, menyederhanakan proses
konsolidasi.
ALOKASI HARGA BELI PADA TOTAL NILAI
WAJAR PERUSAHAAN ANAK
 Dalam pembuatan kebijakan dan prosedur konsolidasi,ada
kecenderungan memilih untuk mencatat aktiva dan kewajiban
yang dapat diidentifikasi perusahaan anak pada nilai wajarnya
pada saat penggabungan usaha selain goodwill,jika perusahaan
induk memperoleh pengendalian melalui pembelian tunggal
secara langsung.Akan tetapi hanya goodwill yang betul-betul dibeli
oleh perusahaan induk yang dicatat.

 Sebagai contoh,diasumsikan bahwa PT Petruk memperoleh 60%


kepemilikan PT Semar dengan harga Rp210000000 ketika nilai
buku dan nilai wajar aktiva dan kewajiban PT Semar adalah sbb:
 Sebagai contoh,diasumsikan bahwa PT Petruk memperoleh 60% kepemilikan PT Semar dengan
harga Rp210000000 ketika nilai buku dan nilai wajar aktiva dan kewajiban PT Semar adalah sbb

 Nilai Buku Nilai Wajar


 Aktiva
 Kas 10000000 Rp 10000000
 Piutang 60000000 60000000
 Persediaan 120000000 150000000
 Akt ttp brsh 280000000 300000000
 470000000 Rp 520000000
 Ekuitas
 Hutang Rp 230000000 Rp 230000000
 Modal Saham 200000000
 Laba ditahan 40000000
 Rp470000000
MERAIH MIMPI