Anda di halaman 1dari 34

GANGGUAN REPRODUKSI

 Wanita  usia reproduksi sehat untuk hamil


antara 25-30 tahun.
 Sehingga, dari segi kesehatan reproduksi,
sebetulnya risiko pertama dari usia ini adalah tak
dapat hamil karena telah berkurangnya
kesuburan.
 Jadi, bila si wanita usianya telah melewati usia
reproduksi sehat untuk hamil ternyata kemudian
hamil, berarti risiko itu telah terlewati.
 Pada umur 35 tahun simpanan
sel telur menipis dan mulai
terjadi perubahan
keseimbangan hormon
sehingga kesempatan wanita
untuk bisa hamil menurun
drastis.
 Kualitas sel telur yang
dihasilkan pun menurun
 Pada fase reproduksi, sehingga tingkat keguguran
wanita memiliki 400 sel meningkat.
 Sampai pada akhirnya kira-kira
telur. Semenjak wanita
mengalami menarche umur 45 tahun sel telur habis
sampai menopause, sehingga wanita tidak
wanita mengalami menstruasi lagi alias tidak
menstruasi secara periodik dapat hamil lagi.
yaitu pelepasan satu sel
 Penelitian membuktikan
bahwa penyebab kanker
rahim bisa disebabkan oleh
Human Papilloma Virus
 Kanker rahim  (HPV).
 Virus ini bersifat onkogenik
biasanya terjadi pada
yaitu sel-sel yang dapat
wanita yang berusia menyebabkan kanker.
kisaran 30 hingga 50
tahun (puncak usia ditularkan melalui hubungan
reproduktif perempuan) seksual dan melalui
sehingga akan penggunaan barang pribadi
meyebabkan gangguan yang bersamaan.
kualitas hidup baik
MELAHIRKAN BAYI DENGAN
SINDROMA DOWN
 ciri khas tingkat
keterbelakangan mental,
ciri wajah tertentu,
berkurangnya tonus otot,  penyebab sindroma down
dan sebagainya.  Kelainan kromoson
 “Risiko ini akan dan lainnya yang
meningkat sesuai dengan diperkirakan karena sel
usia ibu, yakni 6-8 per mil telur sudah berusia lanjut,
untuk usia 35 sampai 39 terkena radiasi,
tahun dan 10-15 per mil terpengaruh obat-obatan,
untuk usia di atas 40 infeksi, dan sebagainya.
tahun,” jelas Gatot.
lit ia n a ad a  Diet ibu sekaligus bisa
l p e ne b a hw
i
Has uktikan erat mencapai berat badan

b n g i n a l
mem gan ya a b d o m
it
ideal (tak lebih dan tak
b u n si t a s y a k kurang) sehingga ibu bisa
hu a o b e o p en
r ik
anta ktor res yaitu terhindar dari berbagai
a n fa k u ler komplikasi seperti sakit
d va s s,
r d i o e li tu
ka e s m gula, tekanan darah tinggi,
i a b et , d a n
d e ns i varises, wasir, berat lahir
r t
hipe idemi. bayi yang rendah, atau
dislip kesulitan persalinan karena
ukuran bayi yang terlalu
besar.
Hubungan estrogen dan menopouse

 Pada wanita menopause terjadi penurunan


sekresi hormon estrogen dan progestin
(terutama estrogen) sehingga
mempengaruhi keadaan dari tubuh,
 karena estrogen juga berperan dalam banyak
hal seperti pada organ kardiovaskular, traktur
urogenitalis, tulang dan vasomotor 
sehingga menopause akan berdampak pada
organ tersebut .
 Wanita akan mengalami menopause (usia 45 sampai
55 tahun).
 Produksi hormon estrogen & progesteron menurun 
haid menjadi tidak teratur  terhenti .
Akibat berhentinya haid, berbagai organ
reproduksi akan mengalami perubahan
 Rahim mengalami antropi
(keadaan kemunduran gizi
jaringan),
 panjangnya menyusut, dan
 dindingnya menipis.
 Jaringan miometrium (otot
rahim) menjadi sedikit dan lebih
banyak mengandung jaringan
fibriotik (sifat berserabut secara
berlebihan).
 Leher rahim (serviks) menyusut
tidak menonjol kedalam vagina
bahkan lama-lama akan merata
dengan dinding vagina.
JARINGAN KULIT

 atrofi payudara
 nyeri payudara + / -
 pembengkakan
 penipisan kulit dan menjadi
kering
 penurunan elastisitas kulit
 formication (gatal,
kesemutan, terbakar, atau
sensasi dari semut yang
merayap pada atau di bawah
kulit)
Menopause  Osteoporosis
(pengeroposan tulang)
 Dapat karena 
penurunan hormon
estrogen.
 Begitu pula risiko
penyakit jantung bagi
wanita pasca menopause
akan meningkat 
karena menurunnya
produksi estrogen yang
berfungsi sebagai
pelindung jantung
Menopause Hot flushes (perasaan panas)

  Gejolak panas terjadi karena


Adalah rasa panas
yang luar biasa pada jaringan-jaringan yang
sensitif atau yang
wajah dan tubuh bergantung pada estrogen
bagian atas (seperti akan terpengaruh sewaktu
leher dan dada) kadar estrogen menurun
 Dengan perabaan  Pancaran panas diperkirakan
merupakan akibat dari
tangan akan terasa pengaruh hormon pada
adanya peningkatan bagian otak yang
suhu pada daerah bertanggung jawab untuk
tersebut. mengatur temperatur tubuh.
 Wanita menjelang menopause
 dapat memiliki haid yang
datang dan pergi, selama satu
tahun atau lebih sebelum
benar-benar menopause.
 MASA REPRODUKSI 20-  Tubuhnya menyesuaikan diri

50 tahun dengan perubahan hormonal


yang terjadi dan dapat
 Klimakterium
memakan waktu berbulan-
(Menopause) 45-55 tahun bulan sebelum haid dan
 Pasca Menopause 50-65 kesuburan berhenti sama
sekali.
tahun  Wanita yang melewatkan
Senium 65 tahun ke atas beberapa menstruasi tidak
boleh berasumsi bahwa dia
telah menopause dan tidak
dapat hamil.
Usia bertambah tua pd wanita  ATROFI
UROGENITAL /ATROFI VAGINA

 penipisan membran
vulva, vagina, leher  gatal
 kekeringan
rahim, dan juga saluran
 perdarahan
kemih terluar  debit air
 penyusutan cukup
 frekuensi kencing
besar dan  urin urgensi
berkurangnya  inkontinensia urin
elastisitas semua  peningkatan kerentanan

daerah kelamin luar terhadap peradangan dan


dan dalam. infeksi, misalnya
kandidiasis vagina, dan
infeksi saluran kemih
•sifat lekas marah
•kelelahan
•kehilangan memori, dan masalah dengan konsentrasi
•depresi dan / atau kecemasan
•gangguan tidur, kualitas tidur yang buruk, tidur ringan, insomnia

PSIKOLOGIS
SEKSUAL
 gangguan suasana hati  penurunan libido
 sifat lekas marah  vagina kering dan atrofi
 kelelahan vagina
 kehilangan memori, dan  masalah mencapai
masalah dengan konsentrasi orgasme
 depresi dan / atau  dispareunia atau hubungan
kecemasan seksual yang menyakitkan
 gangguan tidur, kualitas
tidur yang buruk, tidur
ringan, insomnia
 umur, gaya hidup,
kegemukan, kelewat
 Gangguan pada organ kurus, lingkungan, akrab
reproduksi kerap mempengaruhi dengan minum-
kesehatan fisik, psikis, dan emosi
wanita.
minuman alkohol, obat-
 Wanita lebih banyak mengalami obatan,olaraga yang
gangguan kesehatan pada organ berlebihan, gondongan,
reproduksinya dibandingkan infeksi, riwayat operasi,
mengalami gangguan-gangguan lamanya infertil, jenis
kesehatan lainnya. infertil, varikokel dan
 Gangguan pada organ-organ
kelainan ginekologi 
reproduksi sangat banyak dan
bervariasi dan sering kali berhubungan dengan
berkaitan satu sama lain salah kejadian infertil .
satunya yaitu infertil.
Sistem endokrin / metabolik pada lansia.

 Produksi hampir semua hormon menurun.


 Fungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah.
 Pituitary, Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah
dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya
produksi dari ACTH, TSH, FSH dan LH.
 menurunnya produksi aldosteron.
 Menurunnya sekresi hormon gonads : progesteron,
estrogen, testosteron.
 Defisiensi hormonal dapat menyebabkan hipotirodism,
depresi dari sumsum tulang serta kurang mampu dalam
mengatasi tekanan jiwa (stess).
Hipotalamus & Kelenjar Pituitary/Hipofisis
Master Endocrine Glands!

Hipotalamus:
 Terdapat dalam otak
 Mengatur sbgn besar sekresi
endokrin
 Mengeluarkan sbgn besar hormon
pengaruh
 Sbgn besar mengatur hipofisis
 Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis


yang disebabkan oleh gangguan interaksi
hormon, seperti hormon androgen dan
testoteron. Gangguan ini menyebabkan
infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-
Jika impotensi atau hilangnya  Kadang impotensi terjadi
gairah seksual terjadi akibat kadar
testosteron yang rendah, akibat rendahnya kadar
penderita sebaiknya menjalani
terapi sulih hormon. Testosteron hormon testosteron.
disuntikkan setiap minggu, efek Tetapi penurunan kadar
sampingnya adalah pembesaran
prostat dan kelebihan sel darah hormon pria (yang
merah yang bisa menyebabkan
stroke. cenderung terjadi akibat
proses penuaan),
biasanya lebih sering
menyebabkan penurunan
gairah seksual (libido).
Beberapa Penyakit Yang Mengintai Pria

 Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak


ditemukan pada pria lanjut usia
 Semakin bertambah umur seorang pria,
maka impotensi semakin sering terjadi,
meskipun impotensi bukan merupakan
bagian dari proses penuaan tetapi
merupakan akibat dari penyakit yang sering
ditemukan pada usia lanjut.
 Beberapa faktor psikis yang bisa
menyebabkan impotensi:
- Depresi
- Kecemasan
- Perasaan bersalah
- Perasaan takut akan keintiman
- Kebimbangan tentang jenis kelamin.
 Agar bisa tegak, penis
memerlukan aliran darah
yang cukup.
 Karena itu penyakit
pembuluh darah (misalnya
aterosklerosis) bisa
menyebabkan impotensi.
 Impotensi juga bisa
terjadi akibat adanya
bekuan darah atau akibat
pembedahan pembuluh
darah yang menyebabkan
terganggunya aliran
darah arteri ke penis.
Penyakit kolesterol
  Kesulitan dengan kinerja
Kolesterol adalah
seksual juga dapat terjadi
lemak yang tidak larut
pada pria dengan kolesterol
dalam air maupun tinggi. Kolesterol akan
darah, supaya ia bisa memperlambar aliran darah
beredar dalam tubuh dan menciptakan plak pada
(melalui darah) maka arteri pembuluh darah,
sehingga menyebabkan pria
kolesterol terbungkus dengan kolesterol tinggi
dalam sebuah lapisan tidak dapat
lipoprotein. mempertahankan ereksi. Jika
dibiarkan, gangguan ini juga
bisa menyebabkan impotensi
KOLESTEROL tinggi atau dikenal
dengan nama hiperkolesterolemia,
 memiliki efek cukup buruk
terhadap kesehatan,
khususnya pada pria.
Mereka lebih berisiko
terkena efek gangguan
kesehatan seksual.
   Pola makan yang buruk dan
Biasanya, gangguan kurang olahraga menjadi faktor
prostat umum terjadi pada yang umum menyebabkan
pria usia lanjut. Namun, kolesterol tinggi. Salah satu
dengan kadar kolesterol gangguan kesehatan seksual
yang dapat diderita seseorang
tinggi dapat meningkatkan dengan kolesterol tinggi adalah
risiko pria mengalami gangguan prostat.
gangguan prostat.
Obat-obat yang bisa menyebabkan
impotensi
 Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-
obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak
mengkonsumsi obat-obatan).
Obat-obat yang bisa menyebabkan impotensi adalah:
- Anti-hipertensi
- Anti-psikosa
- Anti-depresi
- Obat penenang
- Simetidin
- Litium.
Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan
penis juga bisa menyebabkan impotensi.

 Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat:


- Cedera
- Diabetes melitus
- Sklerosis multipel
- Stroke
- Obat-obatan
- Alkohol
- Penyakit tulang belakang bagian bawah
- Pembedahan rektum atau prostat.
jumlah 1.637 respoden, hasil penelitian : penderita kencing manis 39%
mengalami disfungsi ereksi, sedangkan non-kencing manis hanya 14%.
Penderita kencing manis atau Diabetes
mellitus
Disfungsi ereksi  neuropati
 beresiko lebih tinggi yaitu kerusakan pada ujung-ujung
mengalami disfungsi ereksi syaraf parasimpatis di penis
atau impotensi sebanyak sehingga relaksasi pembuluh
darah arteri helicina di korpus
2,6 – 4 kali, penyakit
kavernosa tidak terjadi.
jantung 1,8 – 2,4 kali dan
Hipertensi 1,6 – 1,7 kali. Akibatnya volume aliran darah
tidak bisa bertambah dan penis
tidak bisa membesar.
Umumnya proses neuropati
berjalan pelan-pelan, makin lama
makin banyak syaraf yang
mengalami neuropati dan
akhirnya terjadi kerusakan secara
total.
hasil penelitian
k e n c ing y a
n p ende r i ta
d a r a h n
 Se b ag i a gula gu l a
d e n g a n t i n g k a t  Jika t r o l
man i s /ml k o n
tidak di 00mg/ml,
h 2 0 0 m g
awa
darah dib nsi o l e h s y a r a f-
h 2
masi h d i t o l e ra
tidak di ba w a a ka n
is s e h i n g g a
u r op a t i
syaraf pen n neuropati dan a n e
bka mak e m b a n g
m e n y e b a
mal. e ru s b e rk
e t a p n o r t
ereksi t a k a n
gula ya n g
d e n g a n
b a b k a n
 Bagi pend
erita
4 0 0 m g / m l, menye r ek s i y a n g
m e n capai ah n g s i e
da ra h
s e m ua ind i v id u s u d disfu b u h k a n .
ham p ir i e r ek si t d is e m
me n g a l a m i disfu n g s suli
n si , m i n i mal
te
atau impo tara.
en
untuk sem
pria non-kencing yang berusia diatas 70 tahun, akan mengalami
disfungsi ereksi atau impotensi lebih dari 50%.  Penderita kencing
manis lebih tinggi sedikit yaitu 60%, akan tetapi perbedaannya
tidak seperti pada orang berusia lebih muda.
 usia semakin tua (60 –
80 tahun) timbul
berbagai penyakit lain
misalnya hipertensi,
gagal ginjal dan lain-lain
yang sering terdapat
pada orang berusia tua.
Penyakit-penyakit itulah
yang menyebabkan
disfungsi ereksi.
SEKIAN