Anda di halaman 1dari 34

Laporan Kasus

Cystitis
Disusun Oleh:
Ayu Irma Suryani 1102011056

Pembimbing : dr. Lambok Simorangkir, Sp. U

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
RS BHAYANGKARA T.K. I. R. SAID SUKANTO
PERIODE 20 SEPTEMBER – 30 OKTOBER 2021
Identitas
● Nama : Tn. I
● No RM : 733517
● Jenis kelamin : Laki-laki
● Usia : 20 tahun
● Alamat : Jakarta Timur
● Agama : Islam
● Pekerjaan : Mahasiswa
● Status : Belum Menikah

Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara Autoanamnesis di Ruang Poli Urologi RS Polri
Keluhan Utama :
Sering buang air kecil

Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien datang ke Poli Urologi RS Polri dengan keluhan sering buang air kecil sejak 1
bulan SMRS. Pasien mengatakan buang air kecil sebanyak 10-15 kali dalam sehari,
dengan urin yang keluar sedikit. Pasien mengatakan sering terbangun malam hari
untuk berkemih. Terdapat keluhan nyeri saat buang air kecil yang sudah membaik
dalam 2 minggu terakhir. Pasien mengatakan merasa tidak puas saat berkemih, urin
berwarna kuning dengan bau urin lebih menyengat daripada biasanya, tidak terdapat
darah ataupun batu. Tidak terdapat keluhan demam, rasa seperti terbakar saat BAK,
mual, muntah, nyeri pinggang, penurunan nafsu makan dan BAB normal tidak terdapat
keluhan.
Riwayat Penyakit Dahulu
- Keluhan serupa (-)
Riwayat Kebiasaan
- Riwayat Trauma (-) ● Merokok (-)
- Riwayat Alergi (+) ● Alcohol (-)
○ Makan seafood ● Olahraga : Lari
○ Debu
● Konsumsi air putih : 1
- Riwayat Asma Bronkial (+)
- Riwayat Hipertensi (-) liter / hari
- Riwayat DM(-)
- Riwayat Operasi (+) herniotomi pada tahun
2018

Riwayat Penyakit Riwayat Pengobatan


keluarga - pasien sudah berobat 2
-Tidak terdapat keluhan serupa pada minggu lalu, namun lupa nama
keluarga obat yang diberikan
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
- Keadaan Umum : tampak sakit sedang
- Kesadaran : Composmentis, GCS : E4M6V5
- Tekanan Darah : 120/70 mmhg
- Pernafasan : 24x/menit
- Nadi : 89x/menit
- Suhu : 36,8 C
- SpO2 : 98%
Pemeriksaan Fisik

● Kepala : Normocephal, Deformitas (-), Sikatrik (-)


● Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil bulat, isokor, diameter pupil 3mm/3mm, RCL (+/+),
RCTL (+/+)
● Hidung : Deviasi septum (-), deformitas (-), discharge(-), massa (-)
● Telinga : deformitas (-), discharge (-), massa (-)
● Mulut : mukosa oral kering, faring hiperemis (-), Tonsil tidak dapat dinilai
● Leher : trakea tengah, pembesaran KGB (-), struma (-)
Pemeriksaan Fisik
Paru-paru
● Inspeksi : gerak pernapasan terlihat simetris, tidak ada bagian paru yang tertinggal, jejas (-)
● Palpasi : gerakan pernapasan teraba simetris
● Perkusi : sonor
● Auskultasi : vesikuler +/+, ronki +/+, wheezing -/-
Jantung
● Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
● Palpasi : ictus cordis teraba di linea midclavicular ICS 5
● Perkusi : batas kanan; linea parasternalis dextra ICS 4, batas kiri; linea midclavicular
sinistra ICS 5, batas atas; linea parasternalis sinistra ICS 2
● Auskultasi : S1 dan S2 regular, murmur (-), gallop (-)
Pemeriksaan Fisik
Abdomen
● Inspeksi : tampak datar, sejajar dinding dada, jejas (-), benjolan (-), Spider nevi (-), sikatriks (+) regio abdomen
kanan bawah
● Auskultasi : bising usus (+), 8x / menit
● Palpasi : supel, nyeri tekan (-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba
● Perkusi : timpani seluruh lapang abdomen

Ekstremitas
● Akral hangat, CRT <2 detik, edema -/-/-/-
Status Urologi
● Penis
○ Inspeksi : Sudah disirkumsisi, jejas (-), erosi (-), ulkus (-), kutil (-), benjolan (-),
discharge (-), posisi OUE di ujung penis
○ Palpasi : Nyeri tekan (-), massa (-), plak fibrosa (-), indurasi (-)
● Skrotum
○ Inspeksi :
○ Palpasi : Nyeri tekan (-), testis teraba 2 buah dengan batas tegas, konsistensi padat
● CVA
○ Inspeksi : Warna kulit sama dengan sekitar, jejas (-), benjolan (-), skar (-)
○ Palpasi : Nyeri tekan (-), massa (-)
○ Perkusi : Nyeri ketok CVA (-/-)
● Supra Simfisis
○ Inspeksi : Warna kulit sama dengan sekitar, jejas (-), benjolan (-)
○ Palpasi : Nyeri Tekan (+), buli-buli teraba penuh
● Rectal Toucher Tidak dilakukan
04/10/2021
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan

Ureum 23 10-50 Glukosa Negatif Negatif

Creatinine 1.0 0.5-1.3 Keton Negatif Negatif

GFR *81 >= 90 Darah / Hb Negatif Negatif

GDS 85 <200 Nitrit Negatif Negatif

Urinalisa Urobilinogen Negatif Negatif

Warna Kuning Lekosit Negatif Negatif

Kejernihan Agak Keruh ● Leukosit 0-1 0-5

Reaksi / PH 5.5 5-8.5 ● Eritrosit *0-1 1-3

Berat Jenis 1.025 1.000-1.030 ● Sel Epitel *1+ -

Protein Negatif Negatif ● Silinder - -

Bilirubin Negatif Negatif ● Kristal *Ca. Oxalat : 1+ -


Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang
USG 04/10/2021
● Liver : Ukuran normal, intensitas echoparenkim normal homogen, tepi rata, sudut tajam, Vp/Vh
normal, Sol (-)
● Gallbladder : Ukuran normal, dinding tak menebal, batu (-), I/EHBD tak melebar, sludge (-)
● Pancreas : Ukuran normal, parenkim baik, tak tampak dilatasi ductus, SOL (-)
● Lien : Ukuran normal, parenkim baik, SOL (-), V. Lienalis tak melebar
● Ren D : Ukuran normal, echo cortex normal, batas medulla-cortex jelas, batu (-), tanda bendungan
(-)
● Ren S : Ukuran normal, echo cortex normal, batas medulla-cortex jelas, batu (-), tanda bendungan
(-)
● Aorta Abd : Ukuran normal, tak tampak tanda-tanda aneurisma, tak tampak pembesaran KGB para
aorta/ paracaval
● Buli : Batu (-), massa (-), mukosa menebal
● Prostat : Ukuran normal, massa (-), kalsifikasi (-)

Kesan
Cystitis
Tak tampak batu maupun tanda bendungan pada kedua ginjal
Resume

Pasien laki-laki usia 20 tahun, datang ke poli urologi RS Polri dengan keluhan sering
buang air kecil sejak 1 bulan SMRS dengan frekuensi 10-15 kali dalam sehari, urin
yang keluar sedikit, disuria (+), nokturia (+). Pasien mengatakan merasa tidak puas saat
berkemih, bau urin lebih menyengat daripada biasanya. Pada pemeriksaan fisik
generalis dalam batas normal. Pada pemeriksaan status urologi pada palpasi supra
simfisis didapatkan nyeri tekan (+).
Pada pemeriksaan lab didapatkan GFR 81 mL/min/1.73m2, sel epitel 1+, kristal : Ca.
Oxalat 1+.
Pada pemeriksaan USG mukosa buli-buli menebal, memberikan kesan Cystitis.
DIAGNOSIS KERJA

Cystitis
PLANNING

● Cotrimoxazole 480mg x 2 PO
● Kasul Urologi

● Edukasi Minum 2 liter/ hari


● Edukasi Menjaga kebersihan genetalia
PROGNOSIS

Quo ad vitam
Dubia ad bonam
Quo ad functionam
Dubia ad bonam
Quo ad sanationam
Dubia ad bonam
TINJAUAN
PUSTAKA
ANATOMI
DEFINISI

Cystitis adalah inflamasi kandung kemih yang dapat disebabkan oleh infeksi
bakteri (biasanya Escherichia coli) yang menyebar dari uretra atau karena
respon alergik dan akibat iritasi mekanis pada kandung kemih.
EPIDEMIOLOGI

● Penderita ISK di
Indonesia pada tahun
2014 : 95 kasus/ 104
penduduk / tahun Terdiagnosis 150 juta penduduk di
● 180.000 / petahun seluruh dunia / tahun

Jawa timur : 3-4 kasus / 100.000 Wanita dewasa : 1-3 %


penduduk / tahun Laki laki dewasa : 0,1 %
ETIOLOGI
● Anatomi uretra pada wanita
● Infeksi di ginjal
● Penyebaran mikroorganisme
○ Endogen
○ Hematogen
○ Limfogen
○ Eksogen : penggunaan kateter dan sistoskopi
● Bakteri penyebab tersering Cystitis
○ Escherichia coli
○ Staphylococcus saprophyticus
● Obstruksi
● Kemoterapi (cyclophosphamide dan ifosfamide)
● Penyakit kronis : Hipertensi, DM
● Hygiene yang buruk dalam membersihkan alat reproduksi
● Status immunologi pasien
FAKTOR RESIKO
Pada wanita : usia muda dan usia tua
● Wanita usia muda dan premenopause :
○ hubungan seksual
○ penggunaan spermisida
○ partner seksual baru
○ ibu dengan riwayat ISK
○ riwayat ISK pada masa kanak-kanak
● wanita tua dan post menopause
○ riwayat ISK sebelum menopause
○ inkontinensi
○ vaginitis atrofi karena defisiensi estrogen
○ sistokel
● peningkatan volume urin pasca berkemih
● kateterisasi
● Pada pria : Paling sering terjadi pada usia 15-50 tahun
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSIS
Gejala iritatif :
● Disuria
● Frekuensi urin
● Urgensi
● Berkemih dengan jumlah urin yang sedikit
● Nokturia
● Nyeri suprapubik
● Demam

Sistitis ditandai dengan adanya


● Leukosituria
● Bakteriuria
● Nitrit
● leukosit esterase positif pada urinalysis
● Bila dilakukan pemeriksaan kultur urin positif.
DIAGNOSIS
● Pada pasien dengan diabetes yang terkontrol,episode sistitis yang
sporadik atau sistitis berulang dapat digolongkan non komplikata
● Pada pasien dengan diabetes yang lama tidak terkontrol
kemungkinan akan berkembang menjadi neuropati kandung kemih
● Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal ringan sampai sedang
tanpa abnormalitas struktur dan fungsi dari traktus urinarius dan
sistitis sporadik yang berulang dapat dianggap sebagai sistitis non
komplikata
PEMERIKSAAN PENUNJANG

● Urinalysis
● Kultur Urine
● USG : pemeriksaan lini pertama
○ Kultur urine direkomendasikan hanya untuk
○ Dapat melihat :
mereka yang:
■ Diduga menderita pielonefritis akut, ■ bentuk dan ukuran
■ Gejala yang tidak hilang atau terjadi ginjal
■ Adanya dupliaksi dan
kembali dalam 4 minggu setelah
dilatasi ureter
penyelesaian terapi,
■ Ureterocele
■ Wanita yang menunjukkan gejala tidak
■ Batu ginjal
khas,
■ Penebalan pada vesica
■ Wanita hamil
■ Pria yang diduga ISK urinaria
TATALAKSANA

Pilihan antibiotik untuk terapi sebaiknya dengan mempertimbangkan :


● Pola resistensi kuman dan uji sensitivitas antibiotik rumah sakit atau klinik
setempat
● Efektifitas terapi untuk indikasi tertentu pada praktik klinis
● Tolerability obat dan reaksi kontraindikasi obat
● Kontraindikasi terhadap ekologi
● Biaya
● Ketersediaan obat.
TATALAKSANA
Penggunaan Antibiotik
● Pada wanita : lini pertama
○ Fosfomycin Trometamol dosis tunggal ● Pada pria
3 gr ○ TMP-SMX atau fluoroquinolone,
(uji sensitivitas)
○ Pivmecillinam
● Pada pasien dengan insufisiensi ginjal
○ Nitrofurantoin tidak perlu dosis penyesuaian sampai
● Wanita hamil : dengan GFR < 20 ml/menit, kecuali
○ Penisilin antibiotik dengan potensi nefrotoksik
○ Sefalosporin (aminoglikosida)
○ Fosfomisin ● Kombinasi loop diuretik : Furosemide
○ Nitrofurantoin (tidak boleh pada kasus dan sefalosporin -> nefrotoksik
● Nitrofurantoin kontraindikasi pada
defisiensi G6PD dan pada masa akhir
pasien dengan eGFR
kehamilan) >30ml/menit/1,73m2 -> penurunan
○ Trimethoprim (tidak boleh pada masa perbaikan fungsi ginjal, dengan risiko
awal kehamilan), kegagalan terapi.
○ Sulfonamide (tidak boleh pada masa
akhir kehamilan)
PENCEGAHAN

● Menjaga kebersihan genitalia dan saluran kemih


● Konsumsi cairan 2 liter / hari
● Tidak menahan buang air kecil
● Pemilihan alat kontrasepsi
KOMPLIKASI

● Pielonefritis
● Sepsis
PROGNOSIS

Prognosis Cystitis pada umumnya baik dan dapat sembuh sempurna,


kecuali bila terdapat faktor-faktor predisposisi. Untuk kekambuhan
berulang dapat diperhatikan faktor-faktor predisposisi.
Kebanyakan kasus dari cystitis menimbulkan rasa tidak nyaman
namun akan sembuh tanpa adanya komplikasi setelah pengobatan.
THANK YOU