Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN ASN DI

DPPKBPMD KAB. BANTUL


Oleh: Perdanisa P. Rinjani
Pandahuluan
◦ Birokrasi di Indonesia menganut human capital, yang artinya sumberdaya manusia merupakan
asset dalam organisasi. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya untuk mengembangkan dan
menjaga asset tersebut.
◦ Dinas PPKBPMD Kab. Bantul memiliki 3 bidang, kelompok jabatan fungsional, sekretariat dan
UPT dengan detail personil sebagai berikut:

Jenis Pegawai Jumlah (orang)


Pegawai ASN 43
Penyuluh KB ASN (dibawah BKKBN Provinsi) 36
Kedudukan ASN
◦ Menurut UU NO 5 Tahun 2014 tentang ASN, Pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur
aparatur negara yang melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan Instansi
Pemerintah, harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik
◦ Dari pasal tersebut diketahui bahwa sebagi ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus
partai politik untuk menjauhkan birokrasi dari pengaruh partai politik agar terjamin keutuhan,
kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala perhatian, pikiran, dan
tenaga pada tugas yang dibebankan
Hak dan Kewajiban ASN
(UU NO 5 Tahun 2014 tentang ASN)

Hak Kewajiban
Gaji dan tunjangan Setia dan taat pada Pancasila, UUD 1945, NKRI,
dan Pemerintah yang sah
Fasilitas Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
Cuti Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan oleh
pejabat yang berwenang
Jaminan pensiun dan hari tua Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan

Perlindungan Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh


pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan
tanggungjawab
Pengembangan Kompetensi Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam
sikap, perilaku, ucapan dan Tindakan kepada setiap
orang baik di dalam maupun luar kedinasan
Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
◦ Menurut UU NO 5 Tahun 2014 tentang ASN, Kode etik dan kode perilaku sebagaimana
dimaksud bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Hal ini bertujuan sebagai
acuan dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah
Sistem Merit dalam Pengelolaan ASN
◦ Sistem merit adalah konsep dalam manajemen SDM yang menggambarkan diterapkannya
obyektifitas dalam pengelolaan ASN dengan mempertimbangkan kualifikasi, kemampuan,
pengetahuan, dan keterampilan pegawai.
◦ Tujuan sistem ini adalah menjamin keadilan dan memberikan ruang pengembangan diri bagi
karir seseorang.
Manajemen ASN di DPPKBPMD Kab. Bantul
◦ Penyusunan dan penetapan kebutuhan, dilakukan oleh Sub Bagian Kepegawaian dan diusulkan ke Badan
Kepegawaian. Bagi PLKB, manajemen pengadaan pegawai
◦ Pengadaan, dilakukan oleh BKPP untuk mendapat calon pegawai negeri sipil
◦ Pengembangan karier, pengembangan karier dapat dilakukan dengan belajar secara formal dan informal
◦ Promosi & Mutasi, promosi dilakukan untuk menempati jabatan struktural dapat dipindahkan pada OPD yang
sama atau dimutasi ke tempat yang lain
◦ Penilaian Kinerja, penilaian kinerja dapat dilakukan dengan membandingkan capaian kinerja dengan susunan
SKP yang telah dibuat di awal tahun
◦ Penggajian dan Tunjangan, penggajian telah mengikuti aturan yang berlaku di Kab. Bantul dan untuk
tunjangan didasarkan pada capaian kinerja harian yang diisikan melalui aplikasi Sapa ASN
◦ Disiplin, kedisiplinan yang diterapkan dalam aspek waktu, kehadiran, pemakaian seragam,dan perilaku saat
bekerja.
Manajemen ASN di DPPKBPMD Kab. Bantul
No Pegawai ASN di Kantor DPPKBPMD Penyuluh KB ASN (dibawah BKKBN Provinsi)

Penyusunan dan penetapan kebutuhan, dilakukan oleh Sub Bagian Kepegawaian Penyusunan dan penetapan pegawai dilakukan oleh BKKBN
1. dan diusulkan ke Badan Kepegawaian Provinsi
Pengadaan, dilakukan oleh BKPP untuk mendapat calon pegawai negeri sipil Pengadaan, dilakukan oleh BKKBN Provinsi DIY
2.

Pengembangan karier, pengembangan karier dapat dilakukan dengan belajar Pengembangan karier, berdasarkan keputusan oleh BKKBN
3. secara formal dan informal Provinsi DIY
Promosi & Mutasi, promosi dilakukan untuk menempati jabatan struktural dapat Promosi & Mutasi, berdasarkan keputusan oleh BKKBN Provinsi
4. dipindahkan pada OPD yang sama atau dimutasi ke tempat yang lain DIY

Penilaian Kinerja, penilaian kinerja dapat dilakukan dengan membandingkan Penilaian Kinerja, dilakukan oleh BKKBN Provinsi DIY melalui
5. capaian kinerja dengan susunan SKP yang telah dibuat di awal tahun DPPKBPMD.

Penggajian dan Tunjangan, penggajian telah mengikuti aturan yang berlaku di Penggajian dan Tunjangan, mengikuti aturan BKKBN Provinsi
6. Kab. Bantul dan untuk tunjangan didasarkan pada capaian kinerja harian yang DIY
diisikan melalui aplikasi Sapa ASN
Disiplin, kedisiplinan yang diterapkan dalam aspek waktu, kehadiran, Disiplin, kedisiplinan yang diterapkan dalam aspek waktu,
7. pemakaian seragam,dan perilaku saat bekerja. kehadiran, pemakaian seragam,dan perilaku saat bekerja.
Kendala Dampak
◦ Kurangnya jumlah pegawai ◦ Pekerjaan terselesaikan lebih lambat
◦ Banyak pegawai berusia lanjut yang kurang ◦ Bergantung kepada pegawai yang lebih muda
mengikuti perkembangan teknologi yang mengikuti perkembangan teknologi
◦ Sarana dan prasarana yang tidak memadai ◦ Terkendalanya suatu pekerjaan karena sarana
◦ Dualisme manajemen ASN bagi penyuluh yang kurang memadai
PLKB ASN yang berada di Kapanewon ◦ Tumpang tindih pekerjaan yang memberatkan
bagi pegawai PLKB Kapanewon
Solusi
◦ Senantiasa mengembangkan diri untuk kreatif dan inovatif agar pekerjaan menjadi lebih efisien
◦ Membentuk kelembagaan baru untuk personel yang menangani pengendalian penduduk agar tidak terjadi
tumpeng tindih pekerjaan yang memberatkan dan bertentangan
Kesimpulan
Manajemen ASN yang ada di DPPKBPMD Kab. Bantul sudah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat
adanya:
◦ Jenjang karier
◦ Pengembangan diri pegawai
◦ Reward and punishment
Akan tetapi, dapat ditingkatkan dalam hal pembentukan kelembagaan agar lebih efisien dalam administrasi
dan garis komando.