Anda di halaman 1dari 57

INDIKATOR

GIZI

Disampaikan pada Orientasi Surveilan Gizi


Dinas kesehatan Kabupaten Bekasi, 24 maret 2021
INDIKATOR GIZI
Indikator
Indikator Kinerja Indikator
Masalah Gizi Program Gizi Pelayanan Gizi

Indikator untuk Indikator yang Indikator yang


menilai besaran digunakan untuk dogunakan untuk
masalah gizi menilai menilai kualitas
yang terjadi di keberhasilan pelayanan gizi yang
suatu wilayah (6 program gizi (14 diberikan kepada
indikator) indicator) masyarakat (2
indicator)
Target Indikator 2021
13 Jumlah balitayang mendapatkan 4430
No Indikator 2021 suplementasi gizi mikro
A Pelayanan Kesehatan Ibu   14 Cakuan balita ditimbang berat badannya 70
1 Presentase Ibu Hamil anemia 42 15 Cakupan balita memiliki buku KIA 70
2 Persentase ibu hamil KEK 14.5
16 Cakupan balita ditimbang Naik Berat 82
3 Cakupan bumil dapat TTD min 90 tablet 81
badannya
4 Cakupan ibu hamil KEK yg mendapat 80 17 Prev dab sangat Kurang pada balita (berat 15
Makanan Tambahan badan Kurang dansangat kurang) pada balta
5 Cakupan ibu Nifas mendapat kapsul vit A 73
18 Prevalensi stunting (pendek dan sangat 21.1
B Pelayanan Kesehatan Balita   pendek)
6 Persentase Bayi dengan BBLR (BB<2500 gr) 4.6 19 Prevalensi wasting (Gizi Kurang dan Buruk) 7.8
7 Cakupan bayi baru lahir dapat IMD 58
C Pelayanan Kesehatan Remaja  
8 Cakupan abyi <6 bl dapat ASI eks 45
20 Cakuoan remaja putri mendapat tablet 52
9 Cakupan bayi 6 bl dapat ASI eks 40 tambah darah
10 Capain balita 6-59 bl mendapat kapsul vit A 87 D Pelayanan Kesehatan Keluarga  

11 Cakupan Balita Gizi Kurang mendapat 85 21 Cakupan rumah tangga mengonsumsi 84


Makanan Tambahan garam yodium
E Pelayanan Di Faskes  
12 Cakupan kasus balita gizi buruk mendapat 84 22 Persentase kab/ kota melaksanakan surveila 70
perawatan gizi
23 Persentase puskesmas mampu tatalaksana 20
gizi buruk pada balita
01
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
Persentase Ibu Hamil Anemia
DEFINISI OPERASIONAL :
Ibu hamil dengan kadar haemoglobin (Hb) kurang dari 11.0 gram/dl

RUMUS :
Jumlah ibu hamil anemia x 100%
Jumlah ibu hamil yg diperiksa Hb

DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah ibu hamil
Jumlah ibu hamil yg diperiksa Hb
Jumlah ibu hamil anemia

FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan setiap waktu saat ibu melalkukam pemeriksaan kehamilan
Rekap laporan dilakukan setiap bulan

ALAT DAN BAHAN :


Kohort ibu dan Alat test Hb

MEKANISME PELAPORAN :
Hasil pengukuran Hb dicatat
Bumil anemia hanya dihitung 1 kali selala periode kehamilan
Rekomendasi WHO tentang Pengelompokkan Anemia (g/dl)
berdasarkan umur

ANEMIA
Populasi Tidak Anemia
Ringan Sedang Berat
Anak 6-59 bulan 11 10.0-10.9 7.0-9.9 <7.0
Anak 5-11 tahun 11.5 11.0-11.4 8.0-10.9 <8.0
Anak 12-14 tahun 12 11.0-11.9 8.0-10.9 <8.0
WUS tidak hamil 12 11.0-11.9 8.0-10.9 <8.0
Ibu hamil 11 10.0 - 10.9 7.0 - 9.9 <7.0
Laki-laki >=15 tahun 13 11.0-12.9 8.0-10.9 <8.0
Persentase Ibu Hamil anemia di puskesmas…tahun 2021

Januari Februari Maret TR I

Sasaran Sasaran Jumlah Jumlah Jumlah Total


Total
No Desa ibu Hamil Ibu Hamil Jumlah Bumil Jumlah Bumil Jumlah Bumil Jumlah % Total
% Bumil % Bumil % Bumil Jumlah
(Proyeksi) (Riil) Bumil Anemia Bumil Anemia Bumil Anemia Bumil Bumil
Anemia Anemia Anemia Bumil
Periksa Hb (Hb < 11 Periksa Hb (Hb < 11 Periksa Hb (Hb < 11 Anemia (Hb Anemia
Periksa Hb
mg/dL) mg/dL) mg/dL) < 11 mg/dL)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
2         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
3         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
4         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
5         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
6         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
7         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
8         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
9         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
10         #DIV/0!     #DIV/0!     #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
Jumlah
PERSENTASE IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK)
DEFINISI OPERASIONAL :
Ibu hamil dengan risiko Kurang Energi Kronis (KEK) yang
ditandai dengan Lingkar lengan atasnta < 23.5 cm

RUMUS :
Jumlah ibu hamil KEK x 100%
Jumlah ibu hamil yg diukur LILA

DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah ibu hamil
Jumlah ibu hamil yg diukur LILA
Hasil pengukuran LILA
Jumlah ibu hamil risiko KEK

FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan dilakukan setiap waktu saat ibu hamil melakukan
pemeriksaan kehamilan

ALAT dan BAHAN :


Kohort ibu, Buku KIA dan pita LILA

MEKANISME PELAPORAN :
Hasil pengukuran dicatat dalam kohort dan di entry
Ibu hamil KEK hanya dihitung 1 x selama periode kehamilan
Peningkatan Berat Badan selama Kehamilan yg
direkomendasikan sesuai IMT
IMT pra-hamil (kg/m2) Kenaikan BB total Laju Kenaikan BB Pada
selama kehamilan Trimester II dan Trimester III
(kg) (Rentang rerata kg/minggu)
Gizi Kurang/KEK (<18.5) 12.71 - 18.16 0.45
(0.45 – 0.59)
Normal (18.5-24.9) 11.35 - 15.89 0.45
(0.36 – 0.45)
Kelebihan BB (25.0-29.9) 6.81 - 11.35 0.27
(0.23 – 0.32)
Obes (≥ 30.0) 4.99 - 9.08 0.23
(0.18 – 0.27)
Rumus IMT = Berat Bada Bumil (kg)
TB (m) x TB (m)
Peningkatan Berat Badan selama Kehamilan yg direkomendasikan sesuai IMT
IMT pra-hamil (kg/m2) Kenaikan BB total Laju Kenaikan BB Pada
selama kehamilan Trimester II dan Trimester III
(kg) (Rentang rerata kg/minggu)
Gizi Kurang/KEK (<18.5) 12.71 - 18.16 0.45
(0.45 – 0.59)
Normal (18.5-24.9) 11.35 - 15.89 0.45
(0.36 – 0.45)
Kelebihan BB (25.0-29.9) 6.81 - 11.35 0.27
(0.23 – 0.32)
Obes (≥ 30.0) 4.99 - 9.08 0.23
(0.18 – 0.27)
Rumus IMT = Berat Bada Bumil (kg)
TB (m) x TB (m)
Sumber : Institute of Medicine (IOM), 2009

Penggunaan rujukan dari IOM Tahun 2009 karena sudah disesuaikan


dengan postur tubuh kebanyakan orang Asia Pacifik.

Kenaikan berat badan selama hamil harus juga mempertimbangkan defisit


berat badan, artinya kenaikan berat badan pada ibu hamil KEK lebih besar
dibandingkan ibu hamil normal

Secara teoritis :
BB ibu Hamil Trimester I sama BB pra hamil, bahkan bisa lebih rendah.
Perhitungan kenaikan BB bumil KEK pada Trimester I adalah BB
AKTUAL saat pertama kali ditimbang minimal ada kenaikan BB 1 kg/bln
CAKUPAN IBU HAMIL DEFINISI OPERASIONAL :
MENDAPAT TABLET TAMBAH Ibu hamil yang mendapat TTD sekurangnya mengandung zat besi
setara dengan 60 mg elemental besi dan 0.4 mg asam folat yg
DARAH (TTD) MINIMAL 90 disediakan olrh pemerintah min 90 tablet selama kehamilan
TABLET SELAMA KEHAMILAN
RUMUS :
% bumil dapat TTD = Jml bumil dpt min 90 TTD x 100%
Jumlah ibu hamil yg ada

% bumil konsumsi TTD = Jml bumil kons min 90 TTD x 100%


Jumlah ibu hamil yg ada

DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah ibu hamil
Jumlah ibu hamil yg mendapat minimla 90 TTD
Jumlah ibu hamil yang mengosumsi minimal 90 TTD
CAKUPAN IBU HAMIL MENDAPAT FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan setiap waktu saat ibu melakukan pemeriksaan kehamilan
Rekap laporan dilakukan setiap bulan
TABLET TAMBAH DARAH (TTD) Rekapitulasi data tahunan merupakan jumlah kumulatif dari Januari sd
MIN 90 TABLET SELAMA Desember

KEHAMILAN ALAT DAN BAHAN :


Kohort ibu
Buku KIA
Tablet Tambah Darah (TTD)

MEKANISME PELAPORAN :
1. Mencatat jumlah TTD yg diberikan kepada bumil setiap kali melakukam
kunjungan pemeriksaan kehamilan dan mengecek kartu monitoring
konsumsi TTD
2. Mencatat jumlah ibu hamil yang sudah mendapat TTD minimal 90 tablet
dan merekap jumlah ibu hamil yg sudah mengonsumsi TTD minimal 90
tablet
3. Menghitung persentase bumil mendapat TTD min 90 tablet
4. Menghitung persentase bumil yang mengonsumsi TTD minimlal 90 tablet
DEFINISI OPERASIONAL :
Ibu hamil dengan risiko Kurang Energi Kronis (KEK) yang ditandai
dengan Lingkar lengan atasnta < 23.5 cm yang mendapat Makanan
PERSENTASE IBU HAMIL Tambahan (MT) diluar makanan utama
KURANG ENERGI KRONIS (KEK)
MENDAPAT MAKANAN RUMUS :
% bumil dapat MT = Jumlah ibu hamil KEK yg dapat MT x 100%
TAMBAHAN (MT)
Jumlah ibu hamil KEK yg ada
DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah ibu hamil
Jumlah ibu hamil risiko KEK
Jumlah bumil yg mendapat MT

FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan dilakukan setiap waktu saat ibu hamil menerima MT
Rekapitulasi dilakuakn setiap bulan
Rekapitulasi data tahuna diperoleh melalui penjumlahan data bulan
januari sd Desember (kumulatif)

ALAT dan BAHAN :


Kohort ibu, Buku KIA dan Makanana Tambahan

MEKANISME PELAPORAN :
Mencatat bumil yang risiko KEK  entry
Mengitung % bumil KEK dapat MT
DEFINISI OPERASIONAL :
Ibu baru melahirkan mendapat 2 (dua) kapsul vit A dosis tinggi
200.000 IU satu kapsul segere setelah melahirkan dan kapsul
Cakupan Ibu NIFAS dapat kedua minimal 24 jam setelah pemberian pertama

kapsul Vitamin A RUMUS :


% bufas dapat vit A = Jumlah ibu nifas dapat vit A x 100%
Jumlah seluruh ibu nifas
DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah ibu Nifas
Jumlah bufas yg mendapat kapsul vit A

FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan dilakukan setiap waktu saat ibu bersalin
Rekapitulasi dilakukan setiap bulan
Rekapitulasi data tahunan diperoleh melalui penjumlahan data
bulan januari sd Desember (kumulatif)

ALAT dan BAHAN :


Kohort ibu, Buku KIA dan Kapsul vitamin A merah

MEKANISME PELAPORAN :
Mencatat seluruh ibu nifas  entry
Mencata bufas yg mendapat kapsul vit A
Mengitung % bufas dapat vit A
02
Pelayanan Kesehatan Balita
DEFINISI OPERASIONAL :
Bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gr

PERSENTASE BAYI RUMUS :


% byi BBLR = Jumlah ibayi BBLR x 100%
DENGAN BERAT BADAN Jumlah bayi baru lahr hidup yg ditimbang
LAHIR RENDAH (BBLR) DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah bayi baru lahir
Jumlah bayi baru lahir yang ditimbang
Hasil penimangan bb bayi dalam gram
Jml bayi BBLR

FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan dilakukan setiap waktu saat bayi baru lahir
Rekapitulasi dilakukan setiap bulan
Rekapitulasi data tahunan diperoleh melalui penjumlahan data bulan
januari sd Desember (kumulatif)
ALAT dan BAHAN :
Buku KIA, timbangan berat badan standar
MEKANISME PELAPORAN :
Mencatat hasil penimbangan bb bayi baru lahir entry
Dikatagorikan status BB bayi rendah atau normal
DEFINISI OPERASIONAL :
proses menyusu yang dimulai segera setelah lahir dengan cara kontak kulit ke
kulit antara bayi dengan ibunya dan berlangsung minimal 1 (satu) jam

PERSENTASE BAYI BARU RUMUS :


LAHIR MENDAPAT INISIASI % jml bayi dpt IMD = Jml bayi baru lahir dpt IMD x 100%
Jumlah bayi baru lahr hidup yg ditimbang
MENYUSU DINI (IMD)
DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah bayi baru lahir
Jumlah bayi baru lahiR MENDAPAT IMD

FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan dilakukan setiap waktu saat bayi baru lahir
Rekapitulasi dilakukan setiap bulan
Rekapitulasi data tahunan diperoleh melalui penjumlahan data bulan januari sd
Desember (kumulatif)

ALAT dan BAHAN :


KOHOR BALITA, Buku KIA,
MEKANISME PELAPORAN :
Mencatat bayi baru lahir dan praktik IMD entry
Menghitung persentase bayi baru lahir dapat IMD
DEFINISI OPERASIONAL :
Bayi usia 0 bulan 5 bulan 29 hari yang diberi ASI
saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat,
CAKUPAN BAYI USIA < 6
vitamin dan mineral berdasarkan recall 24 jam
BULAN MENDAPAT ASI
EKSKLSUIF RUMUS :
% jml bayi <6 bl= Jml bayi <6 bl dpt ASI EKs x 100%
Jumlah bayi <6 bl yang di recall

DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah bayi umur 0, 1,2,3,4,5 bulan
Jumlah bayi umur 0-5 bl 29 hari
Jumlah bayi 0-5 bl 29 hari masih ASI

FREKUENSI LAPORAN :
Recall / entri data setiap bulan
Rekapitulasi dilakukan setiap bulan Februari dan agustus
Laporan tahuan penjumlahan februari dan agustus

ALAT dan BAHAN :


Kohor balita, Buku KIA,
MEKANISME PELAPORAN :

1. Mencatat/entri hasil recall ASI Eksklusif setiap bulan


CAKUPAN BAYI USIA < 6 a)  Tentukan umur anak dalam bulan
BULAN MENDAPAT ASI b)  Tanyakan ibu bayi apakah bayi sehari sebelumnya sudah
diberikan makanan/ minuman lain kecuali obat, vitamin dan
EKSKLSUIF mineral, kemudian catat jawaban ibu ke dalam KMS balita pada
kolom Pemberian ASI Eksklusif 0,1,2,3,4,5 bulan dengan
memberikan
tanda-tanda notasi atau simbol berikut:
√= bayi masih diberi ASI saja
X= bayisudahdiberimakanan/minumanlain selain ASI kecuali obat,
vitamin dan mineral
A = bayi tidak di recall

2. Rekapitulasi hasil recall ASI Eksklusif setiap bulan Februari


dan Agustus
Rekap catatan pemberian ASI pada KMS sesuai dengan tanda atau
simbol yang telah diisi pada bulan Februari atau Agustus dan
jumlahkan masing-masing kode-kode
DEFINISI OPERASIONAL :
Bayi yang sampai usia 6 bulan yang hanya diberi ASI saja tanpa makanan atau
cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral sejak lahir
Bayi yang sampai usia 6 bulan yang hanya diberi ASI saja tanpa makanan atau
CAKUPAN BAYI USIA 6 BULAN cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral sejak lahir
MENDAPAT ASI EKSKLSUIF
RUMUS :
% jml bayi 6 bl dpt ASI eks = Jml bayi 6 bl dpt ASI EKs x 100%
Jumlah bayi 6 bl

DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah bayi umur 6 bulan
Jumlah bayi umur 6 bl yang diberi ASI sejak lahir

FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan data dilakukan setiap bulan saat bayi usia 6 bulan
Rekapitulasi dilakukan setiap bulan
Laporan tahuan penjumlahan jan sd desember (kum)

ALAT dan BAHAN :


Kohor balita, Buku KIA,
DEFINISI OPERASIONAL :
Bayi umur 6 sampai 11 bulan yang mendapat kapsul vitamin A
berwarna biru dengan kandungan vitamin A sebesar 100.000
CAKUPAN BALITA 6-59 Satuan Internasional (SI) dan anak umur 12 sampai 59 bulan yang
mendapat kapsul vitamin A berwarna merah dengan kandungan
BULAN MENDAPAT
vitamin A sebesar 200.000 SI
KASPUL VITAMIN A
RUMUS :
Persentase bayi mendapat kapsul vitamin A = Jumlah bayi 6 − 11
bulan yang mendapat kapsul vit. A dibagi Jumlah bayi 6 − 11 bulan
X 100%

Persentase balita 12 – 59 bulan mendapat kapsul vitamin A =


Jumlah balita 12 − 59 bulan yang mendapat kapsul vit. A dibagi
Jumlah balita 12 − 59 bulan X 100%

Persentase balita 6 – 59 bulan mendapat kapsul vitamin A = Jumlah


balita 6 − 59 bulan yang mendapat kapsul vit. A dibagi Jumlah
balita 6 − 59 bulan X 100%
DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah bayi usia 6 – 11 bulan
Jumlah bayi usia 12 – 59 bulan
Jumlah bayi usia 6 – 11 bulan mendapat kapsul
CAKUPAN BALITA 6-59 BULAN
vitamin A biru
MENDAPAT KASPUL VITAMIN A Jumlah bayi usia 12 – 59 bulan mendapat kapsul
vitamin A merah

FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap bulan
● Februari dan Agustus
●   Rekapitulasi laporan juga dilakukan setiap bulan
● Februari dan Agustus
●   Laporan tahunan untuk cakupan bayi umur 6 – 11
● bulan yang mendapat kapsul vitamin A diperoleh melalui
penjumlahan data bulan Februari dan Agustus sedangkan data
cakupan balita umur 12 – 59 bulan yang mendapat kapsul
vitamin A menggunakan data bulan Agustus

ALAT dan BAHAN :


KOHOR BALITA, Buku KIA, kapsul merah dan biru
DEFINISI OPERASIONAL :
CAKUPAN BALITA GIZI KURANG Balita usia 6 bulan sampai dengan 59 bulan dengan
kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan
YG MENDAPAT MAKANAN menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan
TAMBAHAN menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z-score -3 SD
sampai kurang dari -2 SD yang yang mendapat
tambahan asupan gizi selain makanan utama dalam
bentuk makanan tambahan pabrikan

RUMUS :
% jml balita gizi kurang mendapat makanan tambahan =

Jml balita gizi kurang yg mendapat makanan tambahan x 100%


Jumlah seluruh balita gizi kurang

DATA YG DIKUMPULKAN :
Berat badan
Panjang/tinggibadan
Jumlah balita gizi kurang
Jumlah balita gizi kurang mendapat makanan
tambahan
CAKUPAN BALITA GIZI
KURANG YG MENDAPAT FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu saat balita mendapat
MAKANAN TAMBAHAN makanan tambahan
Rekapitulasi laporan juga dilakukan setiap bulan
Laporan tahunan diperoleh melalui penjumlahan data bulan Januari
sampai Desember (kumulatif)

ALAT dan BAHAN :


Kohort Balita , BukuKIA
Timbangan berat badan terstandar
Alat ukur panjang/tinggi badan terstandar , Makanan tambahan

MEKANISME PELAPORAN :
1. Mencatat/entri data hasil pemantauan pertumbuhan atau
pelayanan kesehatan balita untuk mengetahui kategori status gizi
2. Rekapitulasi balita dengan status gizi kurang
3. Mencatat/entri data distribusi makanan tambahan
4. Menghitung persentase balita gizi kurang yang mendapat
makanan tambahan dengan membagi jumlah balita gizi kurang
yang mendapat makanan tambahan dengan jumlah balita gizi
kurang yang ada
DEFINISI OPERASIONAL :
Anak usia 0 - 59 bulan yang memiliki tanda klinis gizi buruk
dan atau indeks Berat Badan menurut Panjang Badan
(BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
CAKUPAN KASUS BALITA dengan nilai Z-score kurang dari -3 SD atau LiLA < 11,5 cm
GIZI BURUK YG MENDAPAT pada balita usia 6 - 59 bulan yang di rawat inap maupun
PERAWATAN rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan dan
masyarakat sesuai dengan tata laksana gizi buruk

RUMUS :
Persentase gizi buruk pada bayi 0-5 bl dpt perawatan =
Jumlah gizi buruk pd bayi 0-5 bl yg dpt perawtan (rawat
inap) dibagi Jumlah seluruh gizi buruk pada bayi 0-5 bulan
X 100%

Persentase gizi buruk pada bayi 6-59 bl dpt perawatan =


Jumlah gizi buruk pd bayi 6-59 bl yg dpt perawtan (rawat
inap +rawat jalan) dibagi Jumlah seluruh gizi buruk pada
bayi 6-59 bulan X 100%

Persentase gizi buruk pada bayi 0-59 bl dpt perawatan =


Jumlah gizi buruk pd bayi 0-59 bl yg dpt perawtan dibagi
Jumlah seluruh gizi buruk pada bayi 0-59 bulan X 100%
CAKUPAN KASUS BALITA
GIZI BURUK YG
MENDAPAT PERAWATAN DATA YG DIKUMPULKAN
Berat badan
Panjang/tinggibadan
 
Jumlah bayi0–5 bulan dengan status gizi buruk
  Jumlah bayi 0 – 5 bulan dengan status gizi buruk yang dirawat inap
  Jumlah bayi 0 – 5 bulan dengan status gizi buruk yang sembuh
  Jumlah bayi 0 – 5 bulan dengan status gizi buruk yang meninggal

Jumlah bayi 6–59 bulan dengan status gizi buruk
Jumlah bayi 6–59 bulan dengan status gizi buruk yang dirawat inap atau rawat
jalan
Jumlah bayi 6–59 bulan dengan status gizi buruk yang sembuh
Jumlah bayi 6–59 bulan dengan status gizi buruk yang meninggal
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu saat balita
mendapat pelayanan tatalaksana gizi buruk
CAKUPAN KASUS BALITA ● Rekapitulasi laporan juga dilakukan setiap bulan
GIZI BURUK YG ● Laporan tahunan diperoleh melalui penjumlahan data bulan
MENDAPAT PERAWATAN Januari sampai Desember (kumulatif)

ALAT DAN BAHAN :


Kohort Balita , BukuKIA, Timbangan berat badan terstandar , Alat
ukur panjang/tinggi badan terstandar , Obat gizi , SOP tatalaksana
gizi buruk

MEKANSME PELAPORAN :
● Mencatat/entri data hasil pemantauan pertumbuhan atau
pelayanan kesehatan balita untuk mengetahui kategori status
gizi
● Rekapitulasi balita dengan status gizi buruk
● Mencatat/entri data pelayanan tatalaksana gizi
DEFINISI OPERASIONAL :
Balita usia 6 – 59 bulan dengan kategori berat
badan kurang (BB/U < - 2SD) yang mendapat
JUMLAH BALITA MENDAPAT
suplementasi taburia
SUPLEMENTASI GIZI MIKRO
RUMUS :
● Jumlah balita mendapat taburia
● Jumlah balita mengonsumsi taburia
DATA YG DIKUMPULKAN :
● Jumlah balita 6-59 bulan
●   Jumlah balita sasaran taburia (berat badan
● kurang (BB/U < - 2SD) dan bukan penerima
● Makanan Tambahan)
●   Jumlah distribusi taburia per sasaran
●   Jumlah balita mendapat taburia
●   Jumlah balita mengonsumsi taburia
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu,
pada saat dilakukan pelayanan kesehatan balita
JUMLAH BALITA MENDAPAT
(taburia didistribusikan)
SUPLEMENTASI GIZI MIKRO
●   Rekapitulasi laporan dilakukan setiap bulan
●   Rekapitulasi sasaran yang menerima taburia
●   Rekapitulasi data tahunan diperoleh
berdasarkan penjumlahan dari Januari sampai
Desember (kumulatif)
ALAT DAN BAHAN :
● Kohort
● BukuKIA
● Antropometri dan Taburia
MEKANSME PELAPORAN :
● Entry data jumlah distribusi taburia pada sasaran
● Menghitung jumlah balita menerima taburia dan
jumlah sachet yang diterima
DEFINISI OPERASIONAL :
Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan yang
ditimbang berat badannya (D/S)
CAKUPAN BALTA YG RUMUS :
DITIMBANG BERAT BADANNYA % jml balta ditimbang= Jml balita ditimbang x 100%
(D/S) Jumlah balita yang ada
DATA YG DIKUMPULKAN :
● Jumlahbalita
● Berat badan
● Umur
● Jeniskelamin
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap bulan saat
melakukan pemantauan pertumbuhan
●   Rekapitulasi laporan dilakukan setiap bulan
dikenal dengan laporan SKDN
●   Laporan tahunan diperoleh untuk melihat
gambaran rerata balita ditimbang berat badannya
dengan menjumlahkan capaian bulan Januari
ALAT DAN BAHAN :
●  Buku KIA/KMS
●  Antropometri
CAKUPAN BALTA YG
DITIMBANG BERAT BADANNYA
MEKANISME PELAPORAN :
(D/S) 1)  Mengidentifikasi dan entri seluruh sasaran yang ada diwilayah
kerja puskesmas berdasarkan kecamatan, Desa/Kelurahan, RW atau
Desa.

2)  Pemantauan pertumbuhan dilakukan setiap bulan baik di


posyandu maupun di fasilitas pendidikan anak usia dini

3)  Pencatatan/entri hasil pemantauan pertumbuhan dalam buku


KIA/KMS dan formulir pencatatan hasil pemantauan pertumbuhan.
Pemantauan pertumbuhan balita di Pendidikan Anak usia Dini
(PAUD) atau tempat penimbangan lainnya dicatat di Posyandu asal
atau Posyandu dimana PAUD berada.

4)  Menghitung persentase balita yang melakukan penimbangan


terhadap jumlah balita yang ada
DEFINISI OPERASIONAL :
Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan yang
CAKUPAN BALTA YG MEMILIKI memiliki buku berisi catatan kesehatan ibu (hamil,
BUKU KESEHATAN IBU ANAK bersalin dan nifas) dan anak (bayi baru lahir, bayi
(KIA)/ KMS dan anak balita) serta berbagai informasi cara
memelihara dan merawat kesehatan ibu serta grafik
pertumbuhan anak yang dapat dipantau setiap bulan
atau kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal
anak berdasarkan indeks antropometri berat badan
menurut umur yang dibedakan berdasarkan jenis
kelamin.
RUMUS :
%balita memiliki buku KIA= Jml balita memiliki buku KIA x 100%
Jumlah balita yang ada

DATA YG DIKUMPULKAN :
 Jumlahbalita
  Jumlah balita memiliki buku KIA/KMS
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap bulan saat melakukan
CAKUPAN BALTA YG MEMILIKI pemantauan pertumbuhan
BUKU KESEHATAN IBU ANAK ● Rekapitulasi laporan dilakukan setiap bulan dikenal dengan
(KIA)/ KMS laporan SKDN
● Laporan tahunan diperoleh untuk melihat gambaran
kepemilikan buku KIA dengan menggunakan data bulan
Desember sebagai kondisi akhir dari periode pelaksanaan
program.

ALAT DAN BAHAN : Bukua KIA/ KMS


MEKANISME PELAPORAN :
● Mengidentifikasi dan entri seluruh sasaran yang ada diwilayah
kerja puskesmas berdasarkan kecamatan, Desa/Kelurahan, RW
atau Desa.
● Pemantauan pertumbuhan dilakukan setiap bulan baik di
posyandu maupun di fasilitas pendidikan anak usia dini
● Pencatatan/entri kepemilikan buku KIA
● Menghitung persentase balita memiliki buku KIA terhadap
jumlah balita yang ada
DEFINISI OPERASIONAL :
Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan yang
CAKUPAN BALTA DITIMBANG memiliki grafik berat badan mengikuti garis
NAIK BERAT BADANNYA pertumbuhan atau kenaikan berat badan pada bulan
ini dibandingkan bulan sebelumnya sesuai standar.
Persentase balita ditimbang yang naik berat
badannya adalah jumlah balita yang naik berat
badannya terhadap jumlah balita yang ditimbang
dikurangi balita tidak ditimbang bulan lalu dan
balita baru dikali 100%.
RUMUS :
%balita Naik BB= Jml balita Naik Berat badan (N) x 100%
Jumlah balita yang Dtimbang

DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlahbalita
Jumlah balita tidak ditimbang bulan lalu (O)
Jumlah balita baru melakukan pemantauan
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap bulan saat melakukan pemantauan
CAKUPAN BALTADITIMBANG pertumbuhan
● Rekapitulasi laporan dilakukan setiap bulan dikenal dengan laporan
NAIK BERAT BADANNYA SKDN
● Laporan tahunan diperoleh untuk melihat gambaran rerata balita naik berat
badannya dengan menjumlahkan capaian bulan Januari sampai Desember
kemudian dihitung reratanya

ALAT DAN BAHAN : Bukua KIA/ KMS, antropometri


MEKANISME PELAPORAN :
● Mengidentifikasi dan entri seluruh sasaran yang ada diwilayah kerja
puskesmas berdasarkan kecamatan, Desa/Kelurahan, RW atau Desa.
● Pemantauan pertumbuhan dilakukan setiap bulan baik di posyandu
maupun di fasilitas pendidikan anak usia dini
● Pencatatan/entri hasil penimbangan berat badan dan mengidentifikasi
kenaikan berat badan hasil penimbangan bulan ini dibandingkan bulan
sebelumnya
● Menghitung balita dengan kelengkapan data penimbangan bulan ini dan
bulan lalu (D terkoreksi atau D aksen = D’) dengan mengurangi jumlah D
dengan jumlah balita yang tidak ditimbang bulan lalu (O) dan jumlah
balita baru melakukan pemantauan pertumbuhan (B)
● Menghitung persentase balita naik berat badannya terhadap jumlah balita
yang ditimbang (D’)
DEFINISI OPERASIONAL :
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori
PREVALENSI BERAT BADAN status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut
KURANG (KURANG +SANGAT Umur (BB/U) memiliki Z-score kurang dari - 2SD
KURANG) PADA BALITA RUMUS :
%balita BB Kurang = Jml balita BB kurang x 100%
Jumlah balita yang Dtimbang

DATA YG DIKUMPULKAN :
Berat Badan
Umur
Jenis Kelamin

ALAT DAN BAHAN :


●  BukuKIA
●  Timbangan berat badan terstandar
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu saat melakukan
PREVALENSI BERAT BADAN penimbangan
KURANG (KURANG +SANGAT ● Rekapitulasilaporandilakukansetiapbulan
KURANG) PADA BALITA ● Laporan tahunan diperoleh untuk melihat gambaran masalah
gizi melalui estimasi hasil pengukuran satu waktu di bulan
Agustus dengan pertimbangan bahwa pada bulan Agustus
jumlah balita ditimbang (D/S) tertinggi dibandingkan bulan
lainnya

MEKANISME PELAPORAN :
● Penimbangan dan pengukuran dilakukan dalam kegiatan
pemantauan pertumbuhan setiap bulan pada seluruh sasaran
balita di wilayah kerja puskesmas baik di posyandu / di
fasilitas pendidikan anak usia dini
● Hasil penimbangan dan pengukuran dicatat/ dientri oleh
puskesmas kedalam aplikasi ePPGBM untuk mengetahui
kategori status gizinya berdasarkan indeks BB/U
● Menghitung persentase balita berat badan kurang dengan
membagi jumlah balita berat badan kurang dengan jumlah
balita yang mempunyai ukuran berat badan
DEFINISI OPERASIONAL :
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori
PREVALENSI STUNTING status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan
(PENDEK +SANGAT PENDEK) menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut
PADA BALITA Umur (TB/U) memiliki Z-score kurang dari -2 SD
RUMUS :
%balita PENDEK = Jml balita Pendek x 100%
Jumlah balita yang diukur Panjnag/ Tinggi badan
DATA YG DIKUMPULKAN :
Panjang/ Tinggi Badan
Umur
Jenis Kelamin

ALAT DAN BAHAN :


● BukuKIA
● Alat ukur Panjang/ tinggi badan terstandar
FREKUENSI LAPORAN :

PREVALENSI STUNTING ● Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu


● saat melakukan pengukuran
(PENDEK +SANGAT PENDEK)
● Rekapitulasilaporandilakukansetiapbulan
PADA BALITA ● Laporan tahunan diperoleh untuk melihat gambaran masalah gizi
melalui estimasi hasil pengukuran satu waktu di bulan Agustus
dengan pertimbangan bahwa pada bulan Agustus jumlah balita
ditimbang (D/S) tertinggi dibandingkan bulan lainnya

MEKANISME PELAPORAN :
● Penimbangan dan pengukuran dilakukan dalam kegiatan pemantauan
pertumbuhan setiap bulan pada seluruh sasaran balita di wilayah kerja
puskesmas baik di posyandu maupun di fasilitas pendidikan anak usia
dini
● Hasil penimbangan dan pengukuran dicatat/ dientri oleh puskesmas
kedalam aplikasi ePPGBM untuk mengetahui kategori status gizinya
berdasarkan indeks PB/U atau TB/U
● Menghitung persentase balita pendek dengan membagi jumlah balita
pendek dengan jumlah balita yang mempunyai ukuran panjang/tinggi
badan
DEFINISI OPERASIONAL :
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori
PREVALENSI WASTING (GIZI status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut
KURANG=GIZI BURUK) PADA Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut
BALITA Tinggi Badan menurut Umur (BB/TB) memiliki Z-
score kurang dari -2 SD
RUMUS :
%balita Gizi Kurang = Jml balita Gizi Kurang x 100%
Jumlah balita yang diukur Bb dan TB
DATA YG DIKUMPULKAN :
Berat Badan
Panjang/ Tinggi Badan
Umur
Jenis Kelamin

ALAT DAN BAHAN :


● BukuKIA
● Alat Timbang terstandar
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu saat melakukan
PREVALENSI WASTING (GIZI pengukuran
● Rekapitulasilaporandilakukansetiapbulan
KURANG=GIZI BURUK) PADA
● Laporan tahunan diperoleh untuk melihat gambaran masalah
BALITA gizi melalui estimasi hasil pengukuran satu waktu di bulan
Agustus dengan pertimbangan bahwa pada bulan Agustus
jumlah balita ditimbang (D/S) tertinggi dibandingkan bulan
lainnya

MEKANISME PELAPORAN :
● Penimbangan dan pengukuran dilakukan dalam kegiatan
pemantauan pertumbuhan setiap bulan pada seluruh sasaran
balita di wilayah kerja puskesmas baik di posyandu / di
fasilitas pendidikan anak usia dini
● Hasil penimbangan dan pengukuran dicatat/dientri oleh
puskesmas kedalam aplikasi ePPGBM untuk mengetahui
kategori status gizinya berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB
● Menghitung persentase balita gizi kurang dengan membagi
jumlah balita gizi kurang dengan jumlah balita yang
mempunyai ukuran berat badan dan panjang/tinggi badan
03. Pelayanan Kesehatan Remaja Putri
CAKUPAN REMAJA PUTRI
MENDAPAT TABLET TAMBAH DARAH (TTD)
DEFINISI OPERASIONAL :
Remaja perempuan berusia 12-18 tahun yang bersekolah di
SMP/SMA atau sederajat mendapat Tablet Tambah Darah
(TTD) seminggu sekali yang sekurangnya mengandung zat
besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam
folat
RUMUS :
% rematri dpt TTD = Jml rematri dpt TTD x 100%
Jumlah seluruh rematri 12-18 thdi sekolah

% rematri minum TTD = Jml rematri minum TTD x 100%


Jumlah seluruh rematri 12-18 th di sekolah

DATA YG DIKUMPULKAN :
Umur
Jenis Kelamin

ALAT DAN BAHAN :


Tablet Tambah darah
FREKUENSI LAPORAN :
Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu saat mendapat dan mengonsumsi
TTD
CAKUPAN REMAJA PUTRI Rekapitulasi laporan dilakukan setiap 3 bulan
Laporan tahunan diperoleh berdasarkan kumulatif bulan Januari sampai
MENDAPAT TABLET TAMBAH Desember
DARAH (TTD)
MEKANISME PELAPORAN :
Siswi mencatat TTD yang didapat dan diminum
pada kartu monitoring suplementasi remaja putri
Merekap jumlah TTD yang diterima dan diminum (angka 1) serta jumlah
minggu yang dilalui siswi sejak bersekolah ditempat tersebut atau memasuki
usia 12 tahun berdasarkan formulir pemantauan program TTD rematri
Menghitung cakupan jumlah tablet yang diterima
terhadap jumlah minggu yang dilalui dan persentase jumlah tablet yang
diminum terhadap jumlah minggu yang dilalui. Perhitungan ini dilakukan setiap
3 bulan (triwulan)
Cakupan rematri terima TTD dihitung dengan membagi jumlah rematri terima
TTD terhadap seluruh remaja putri 12-18 tahun yang ada/terdaftar disekolah
tersebut
Cakupan rematri minum TTD dihitung dengan membagi jumlah rematri minum
TTD terhadap seluruh remaja putri 12-18 tahun yang ada/terdaftar disekolah
tersebut
Contoh : Form Kelas
Bulan : Januari Bulan : Februari Bulan : Maret Jumlah TTD diterima Jumlah TTD Diminum
Minggu Minggu Minggu
Jumlah Jumlah
I II III IV V I II III IV V I II III IV V
TTD TTD
Jumlah
No Nama Rematri NIK diterima diminum
Minggu 1-6 7-11 ≥12 1-6 7-11 ≥12
(Kode (Kode
T M T M T M T M T M T M T M T M T M T M T M T M T M T M T M T=1) M=1)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42
JUMLAH 25   14 13 13 0 13 9 14 0 14 0 14 14 14 0 14 0 14 15 0 0 15 15 15 15 15 15 15 15 0 0 8 184 1 1 13 111 2 13 0
1 Alamanda   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
2 Asoka   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
3 Amarilis   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
4 Adenium   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
5 Lavender   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
6 Akasia   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
7 Ammi   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
8 Camelia   1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 10 0 1 0 6 1 0 0
9 Dahlia   1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 7 0 1 0
10 Lilac   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
11 Peony   1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 7 0 1 0
12 Soka   1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 7 0 1 0
13 Viola   1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 7 0 1 0
14 Zinnia   0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 5 1 0 0 5 1 0 0
15 Vinca   1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1    1 1 1 1 1 1 1 1    13 13 0 0 1 8 0 1 0
04
Pelayanan Kesehatan Keluarga
DEFINISI OPERASIONAL :
Rumah tangga yang mengonsumsi garam dengan komponen
CAKUPAN RUMAH TANGGA
utamanya Natrium Klorida (NaCl) dengan penambahan
MENGONSUMSI GARAM Kalium Iodat (KIO3) dan apabila diuji dengan larutan uji
BERIODIUM garam beriodium maka terjadi perubahan warna menjadi
ungu.
RUMUS :
% RT kons Garam iodium = Jml Rt kons Garam iodium x 100%
Jumlah RT yg diperiksa

DATA YG DIKUMPULKAN :
Jumlah rumat tangga
Jumlah rumah tangga dilakukan survei
Jumlah rumah tangga mengonsumsi garam beriodium

ALAT DAN BAHAN :


Buku KIASNI 3556: 2010 tentang garam konsumsi
beriodium
Larutan uji garam beriodium
CAKUPAN RUMAH TANGGA
MENGONSUMSI GARAM
BERIODIUM FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu saat
melakukan survei
● Rekapitulasi laporan dilakukan setiap setelah
melakukan survei

MEKANISME PELAPORAN :

● Pencatatan/entri hasil survey


● Menghitung jumlah rumah tangga yang
mengonsumsi garam beriodium terhadap jumlah
rumah tangga yang di survei
05
Pelayanana di fasilitas
Kesehatan
PUSKESMAS
DEFINISI OPERASIONAL :
Kabupaten/kota yang melaksanakan surveilans gizi adalah
PERSENTASE KAB/ KOTA kabupaten/kota yang minimal 70% dari jumlah puskesmas melakukan
MELAKSANAKAN SURVEILAN kegiatan pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, serta
GIZI diseminasi informasi

1. Pengumpulan data adalah puskesmas di wilayah kerja


kabupaten/kota melakukan entry data sasaran balita dan ibu
hamil serta data pengukuran melalui Sistem Informasi Gizi
Terpadu, rerata setiap bulan mencapai minimal 60% sasaran
ibu hamil dan balita

2. Pengolahan dan analisis data adalah puskesmas di wilayah


kerja kabupaten/kota melakukan konfirmasi dan identifikasi
penyebab masalah gizi pada seluruh balita gizi buruk

3. Diseminasi informasi adalah puskesmas di wilayah kerja


Kabupaten/Kota melakukan penyusunan rencana kegiatan
berdasarkan hasil surveilans gizi dan di-upload ke dalam
sistem setiap triwulan
FREKUENSI LAPORAN :
● Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu, pada saat dilakukan
Data yang dikumpulkan pelayanan kesehatan balita
●  Rekapitulasi laporan dilakukan setiap bulan
• Jumlah Puskesmasyang ada ● Rekapitulasi data tahunan diperoleh berdasarkan kondisi dari Januari
• Jumlah puskesmas yang sampai Desember (kumulatif)   Pencatatan/entri data dilakukan setiap
waktu, pada saat dilakukan pelayanan kesehatan balita
mengentry data sasaran ● Rekapitulasi laporan dilakukan setiapbulan
● Rekapitulasi data tahunan diperoleh berdasarkan kondisi dari Januari
• >60%, melakukan konfirmasi sampai Desember (kumulatif)
pada seluruh kasus balita gizi
buruk dan membuat rencana MEKANISME PELAPORAN :
● Entry data sasaran dibandingkan dengan jumlah seluruh sasaran yang ada
kegiatan ● Entry data konfirmasi dan identifikasi penyebab masalah gizi pada seluruh
balita gizi buruk
● Upload rencana kegiatan berdasarkan data yang ada
● Menghitung jumlah puskesmas yang melakukan surveilans
 Menghitung persentase kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi dengan
membagi jumlah kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi terhadap jumlah
seluruh kabupaten/kota yang ada
PERSENTASE PUSKESMAS MAMPU TATALAKSANA GIZI
BURUK
DEFINISI OPERASIONAL :
Puskesmas mampu melakukan tatalaksana gizi buruk pada
bidan dokter
gizi
balita Balita Gizi buruk adalah balita usia 0-59 bulan
dengan tanda klinis gizi buruk atau indeks Berat Badan
menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut
Tinggi Badan (BB/TB) dengan nilai Z-score kurang dari -3
SD atau Lingkar Lengan Atas <11,5cm bagi balita 6 – 59
bulan. adalah puskesmas dengan kriteria:

1). Mempunyai Tim Asuhan Gizi terlatih terdiri dari Dokter,


bidan/ perawat dan tenaga Gizi.
2). Memiliki Standar Operasional Tatalaksana Gzi Buruk
pada balita
RUMUS :
% Pusk mampu tatagibur= Jml pus mampu tatagibur x 100%
Jumlahpuskesmas yang ada
PERSENTASE PUSKESMAS
MAMPU TATALAKSANA GIZI DATA YG DIKUMPULKAN
BURUK Jumlah seluruh Puskesmas
Jumlah Puskesmas yang mempunyai Tim Asuhan
Gizi terlatih, terdiri dari dokter, bidan/perawat, dan tenaga
gizi dan memiliki Standar Prosedur Operasional tatalaksana
Bidan/ gizi buruk pada balita
Perawat Dokter jumlah puskesmas mampu tatalaksana gizi buruk

FREKUENSI LAPORAN :

Pencatatan/entri data dilakukan setiap waktu, pada saat ada


tenaga yang telah terlatih tatalaksana gizi buruk
Gizi Rekapitulasilaporandilakukansetiapbulan
Rekapitulasi data tahunan diperoleh berdasarkan kondisi
pada bulan Desember
ALAT DAN BAHAM :
PERSENTASE PUSKESMAS ● Sertifikat pelatihan tatalaksana gizi buruk
MAMPU TATALAKSANA GIZI ● SOP tatalaksana gizi buruk
BURUK
MEKANISME LAPORAN :

1. Entry data tenaga kesehatan (dokter, tenaga gizi atau


bidan/perawat) yang telah mengikuti pelatihan
tatalaksana gizi buruk disertai upload sertifikat
pelatihan
2. Upload SOP tatalaksana gizi buruk yang dimiliki
puskesmas
3. Menghitung jumlah puskesmas mampu tatalaksana gizi
buruk dengan membagi jumlah puskesmas mampu
tatalaksana gizi buruk dengan jumlah puskesmas yang
ada
PERSENTASE PUSKESMAS
MAMPU TATALAKSANA GIZI
BURUK
ALAT DAN BAHAN :
Sertifikat pelatihan tatalaksana gizi buruk
SOP tatalaksana gizi buruk

MEKANISME LAPORAN :

1. Entry data tenaga kesehatan (dokter, tenaga gizi


atau bidan/perawat) yang telah mengikuti
pelatihan tatalaksana gizi buruk disertai upload
sertifikat pelatihan
2. Upload SOP tatalaksana gizi buruk yang dimiliki
puskesmas
3. Menghitung jumlah puskesmas mampu
tatalaksana gizi buruk dengan membagi jumlah
puskesmas mampu tatalaksana gizi buruk dengan
jumlah puskesmas yang ada
Jalan jalan ke Kabupaten Bekasi
makan ikan sepat enaknya dengan sambal terasi
ayo teman tetap bersemangat
mengerjakan target indikator Gizi

HaTuR NuHun