Anda di halaman 1dari 65

RICKETTSIA, MYCOPLASMA,

CENDAWAN, VIRUS, ALGA, DAN


PROTOZOA

KELOMPOK 5
Firyal Yasmin
Najla Rohadatul Aisy Putri
Rani Hapsari
D-III/IIB
RICKETTSIA
 Rickettsia adalah genus bakteri gram negatif.
 Bersifat parasit intraselular obligat,
 Berbentuk batang, kokoid atau pleomorf
 Kelangsungan hidupnya tergantung pada
entri, pertumbuhan, dan replikasi dalam
sitoplasma dari eukariotik sel inang (sel
endotel biasanya).
 Sensitif terhadap senyawa antibakteri
Morfologi Rickettsia
 Rickettsia merupakan genus organisme non-
meotile
 Tidak memiliki bentuk spora
 Termasuk bakteri pleomorfik yang berbentuk
coccus (diameter0,1µ) maupun batang
(diameter 1,4 µ).
 Memiliki membran luar dan lapisan muiren
yang tipis.
 Lipoposakarida yang merupakan ciri bakteri
gram negatif dapat ditemukan jelas pada
Metabolisme Rickettsia
1. ENZIM
• Rickettsia mempunyai enzim yang penting untuk
metabolisme.
• Dapat mengoksidasi asam piruvat, suksinat dan
glutamat serta mengubah asam menjadi asam
apartat.
• Rickettsia juga dapat tumbuh dalam biakan sel.
• Perbandingan kadar RNA dan DNA pada
Rickettsia adalah 3,5 : 1.
2. PERTUMBUHAN
 Mengandung asam nukleat yang terdiri dari RNA dan
DNA
 Berkembang biak dengan pembelahan biner, dinding sel
mangandung mukopeptida, mempunyai ribosom.
 Spesies Rickettsia dibawa oleh beberapa jenis parasit
seperti kutu dan dapat menyebabkan penyakit seperti
thypus, rickettsialpox, Boutonneuse fever dan Rocky
Mountain spotted fever pada tubuh manusia.
3. PEMELIHARAAN
 Jika disimpan pada suhu 00C Rickettsia akan
kehilangan aktivitas biologiknya
 Aktivitas biologiknya juga dapat hilang jika disimpan
pada suhu 360C kecuali jika ditambahkan glutamat,
piruvat atau ATP.
 Rickettsia mudah mati jika disimpan pada suhu
kamar. Akan tetapi dalam tinja serangga yang telah
mengering, dapat tetap infektif selama berbulan-bulan
meskipun dalam suhu kamar.
MYCOPLASMA
Merupakan mikroorganisme prokariot terkecil
Bersifat prokariotik
Dapat menginfeksi seluruh jenis hewan. Pada
unggas, mikrooganisme ini sering menginfeksi
saluran respirasi (pernapasan), terutama kantung
hawa.
Contoh mycoplasma yang menyerang unggas yaitu :
- Mycoplasma gallisepticum (penyebab CRD)
Contoh mycoplasma yang menyerang manusia yaitu:
- Mycoplasma pneumoniae
Karakteristik Mycoplasma

Bersifat anaerob fakultatif, kecuali


Mycoplasma pneumoniae
Bersifat pleomorfik
Membutuhkan sumber kolesterol luar
Resisten terhadap penisilin
Ciri-ciri Mycoplasma

 Mempunyai unit reproduktif terkecil yang


berukuran 0.2 - 0.8 µ
 Tidak mempunyai dinding sel
 Bentuknya beragam seperti bulat, bentuk buah
Pear bahkan filamen
 Bersifat plastisitas (dinding sel tidak kaku)
CENDAWAN
Termasuk organisme heterotrof
Mempunyai filamen
Bersifat eukariotik.
Bersifat saprofit, parasit
Tidak dapat berpindah tempat (nonmotile)
Bersifat uniselular atau multiselular
Hidup di tempat-tempat yang lembab, sedikit
asam, dan tidak begitu memerlukan cahaya
matahari
Tubuhnya tersusun dari hifa
Suhu optimum untuk saprofitik dari 22-30 0C,
sedangkan untuk patogenik 30-37 0 C.
Morfologi Cendawan
Cendawan dibagi dalam beberapa Hifa,
yaitu:

Hifa Septat
Hifa Aseptat
Uninukleus

Hifa Septat
Multinukleus
Hifa Aseptat (Hifa tidak bersepta)

Hifa yang tidak


mempunyai
sekat atau
septum.
Hifa Septat
Hifa Septat Multinukleus
Uninukleus (Hifa
(Hifa bersepta berinti
bersepta berinti
banyak)
tunggal)

Hifa yang disusun Hifa yang disusun


oleh sel-sel berinti oleh sel-sel berinti
tunggal dan memiliki banyak dan memiliki
sekat yang membagi sekat yang membagi
hifa menjadi ruang- hifa menjadi ruang-
ruang, dan setiap ruang, dan setiap
ruang memiliki satu ruang memiliki inti sel
inti sel. lebih dari satu.
Cara Hidup Cendawan

Cara hidup jamur secara soliter dan


berkelompok (membentuk koloni).
Pada umumnya jamur hidup secara
berkelompok atau berkoloni.
Habitat Cendawan

 Habitat cendawan di tempat yang basah,


lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme,
atau di dalam tubuh organisme lain.
 Ada pula yang hidup pada organisme atau sisa-
sisa organisme di laut atau air tawar.
 Dapat hidup di habitat ekstrim, seperti di
daerah gurun, gunung salju, dan di kutub.
KLASIFIKASI CENDAWAN

Phycomycetes Ascomycetes

Basidiomycetes Deuteromycetes
Phycomycetes
 Merupakan cendawan tingkat rendah. 
 Ciri yang membedakan dengan jenis lain yaitu tidak
adanya septum di dalam hifa.

Ascomycetes
 Ascomycetes menghasilkan dua macam spora, yang
terbentuk secara aseksual disebut konidia,
berkembang di dalam rantai ujung hifa.
 Macam spora ke dua dihasilkan sebagai akibat
reproduksi seksual.
Basidiomycetes
 Berciri adanya basidiospora yang terbentuk di luar pada
ujung atau sisi basidium.
 Banyak dikenal meliputi jamur, cendawan papan, dan
cendawan karat.
 Tubuh buahnya disebut Basidiokarp yang mengandung
basidia bersama basidiospora.

Deuteromycetes
Meliputi cendawan yang tingkat reproduksinya
imperfek. Merupakan cendawan yang patogenik pada
manusia.
VIRUS
 Virus merupakan salah satu jenis
mikroorganisme parasit.
 Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel
hidup lain (sifat virus parasit obligat)
 Sel organisme tempat hidup virus disebut sel
inang.
 Virus tidak dapat diendapkan dengan
sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.
Morfologi Virus
1. Virus berukuran aseluler (tidak mempunyai
sel).
2. Virus berukuran amat kecil, jauh lebih kecil
daripada bakteri.
3. Virus hanya memiliki salah satu macam asam
nukleat (RNA atau DNA).
4. Virus umumnya berupa semacam hablur
(kristal) dan bentuknya sangat bervariasi
5. Tubuh virus terdiri atas kepala, kulit (selubung
atau kapsid) , isi tubuh, dan serabut ekor.
Anatomi Virus
 Kepala
Kepala virus berisi DNA
dan bagian luarnya
diselubungi kapsid.

 Kapsid
Kapsid adalah selubung
yang berupa protein.
 Isi Tubuh
Isi tubuh yang disebut virion adalah bahan
genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA).
 Ekor
Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh
organisme yang diserangnya. Ekor virus terdiri
atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang
atau serabut. Pada virus dijumpai asam nukleat
yang diselubungi kapsid, disebut nukleokapsid.
Metabolisme Virus
 Metabolisme virus terjadi dalam jaringan hidup
 Virus dapat dikatakan makhluk hidup karena memiliki
materi genetik (DNA/RNA) dan mempunyai
kemampuan memperbanyak diri.
 Virus di sel inang bisa bersifat mematikan / menjadikan
inaktif ADN inang.
 Virus menggunakan ADN / ARN-nya sendiri untuk
menginstruksi sel-sel inang membuat salinan-salinan
baru dari virus.
Reproduksi Virus
1. Tahap pelekatan
Tahap pelekatan adalah saat partikel virus (virion)
melekat pada sel yang diinfeksi.
2. Tahap penetrasi
Tahap penetrasi adalah tahap virus atau materi
genetik virus masuk ke dalam sitoplasma sel
inang.
3. Tahap replikasi dan sintesis
Tahap replikasi dan sintesis adalah tahap terjadinya
perbanyakan partikel virus di dalam sel inang.
4. Tahap pematangan
Tahap pematangan adalah tahap penyusunan
asam nukleat dan protein virus menjadi partikel
virus yang utuh.
5. Tahap pelepasan
Tahap pelepasan adalah tahap partikel virus
keluar dari sel inang dengan memecahkan sel
tersebut
Reproduksi Bakteriovage
1. Siklus Litik
Pada siklus litik, tahap pelekatan, penetrasi, replikasi
dan sintesis, serta pematangan berlangsung cepat.
Partikel virus kemudian keluar dari sel yang diinfeksi
dengan memecah sel tersebut sehingga sel inang mati
(lisis).
2. Siklus Lisogenik
Pada siklus lisogenik, DNA/RNA virus akan
disisipkan pada kromosom sel inang. Kromosom yang
tersisipi DNA/RNA virus akan mengadakan replikasi
secara terus-menerus, menghasilkan banyak sel
anakan yang telah terinfeksi materi genetic. Infeksi
virus akan memasuki masa laten, artinya sel inang
tidak pecah (mati).
ALGA (GANGGANG)
Disebut juga ganggang
Ada yang uniseluler dan
multiseluler, dan umumnya
berlendir
Bersifat autotrof karena
memiliki klorofil
Hidup di perairan yang dapat
ditembus cahaya matahari
Memiliki pigmen tambahan
Klorofil
Reproduksi Alga

1. VEGETATIF
Pembelahan sel (Uniseluler)
Pembentukan spora kembar / Oospora
Fragmentasi (benang / Alga uniseluler yang
berkoloni)
2. GENERATIF
 Isogami  perkawinan antara sel kelamin
jantan dan betina yang memiliki ukuran dan
bentuk sama
Anisogami  perkawinan antara sel kelamin
jantan dan betina yang memiliki bentuk sama
namun ukuran beda (jantan lebih kecil)
Oogami  perkawinan antara organism
berbeda jenis kelamin, namun sudah punya
gametangium jantan dan betina, masing-
masing menghasilkan spermatozoid dan ovum
KLASIFIKASI ALGA

Phaeophyta Rhodophyta

Chrysophyta Chlorophyta
Phaeophyta ( Alga Coklat )
Memiliki pigmen
Fukosantin
Cadangan makanan
berupa karbohidrat yang
disebut Laminarin dan
Asam Alginat.
Memiliki talus berukuran
raksasa
Habitat hidup menempel
(sesil)
Menghasilkan gamet
yang motil.
Rhodophyta ( Alga Merah )
 Memiliki pigmen
Fikoeritrin
 Cadangan makanan
berupa karbohidrat yang
disebut fluorid.
 Hidup di perairan laut
dalam, walaupun ada
yang hidup di air tawar.
 Tidak menghasilkan
gamet yang motil.
Chrysophyta ( Alga Keemasan )
 Pigmen dominan
adalah Xantofil.
 Tubuh berbentuk talus
(multiseluler), walau
ada yang uniseluler.
 Habitat di air tawar
dan air laut.
 Berperan sebagai
plankton di perairan.
Chlorophyta ( Alga Hijau )
Kelompok algae yang
memiliki anggota paling
banyak.
Memiliki pigmen dominan
klofofil a dan b.
Habitat: Umumnya
ditemukan pada perairan
tawar, walaupun ada yang di
laut.
Dapat juga hidup pada
batuan, tumbuhan, ataupun
PROTOZOA
Morfologi Protozoa
Merupakan hewan invertebrata pertama
Uniseluler
Aerob
Ukurannya 1-150 µm
Eukariotik (memiliki membran nukleus)
Heterotrof (tidak dapat membuat makan sendiri)
Bersifat parasit
Hidup soliter (sendiri) dan berkoloni
(kelompok)
Tempat hidup basah
Makanannya berupa
bakteri dan hewan
bersel satu.
Dapat membentuk
kristal untuk bertahan
hidup
Alat gerak berupa
pseudopodia, silia, atau
flagela
Pseudopodia

Flagela

Ciliata
Habitat Protozoa
Protozoa hidup di air atau di tempat yang
basah. Umumnya hidup bebas dan
terdapat di lautan, lingkungan air tawar,
atau daratan. Beberapa spesies bersifat
parasitik, hidup pada organisme inang.
Inang protozoa yang bersifat parasit dapat
berupa organisme sederhana sampai
kompleks
Organel Protozoa
 Membran plasma  Pelindung, pengatur
pertukaran makanan dan gas,
 Sitoplasma
 Vakuola makanan  Mencerna makanan,
 Vakuola kontraktil  Mengeluarkan sisa makanan
(cair) melalui membran sel (secara kontraksi) serta
mengatur kadar air dalam sel (osmoregulator),
 Inti sel  Mengatur aktivitas sel
KLASIFIKASI PROTOZOA
1. RHIZOPODA
 (Yunani, rhizo = akar, podos = kaki) bergerak
dengan penjuluran sitoplasma selnya yang
membentuk pseupodia (kaki semu).
 Bentuk sel berubah-ubah.
 Sitoplasma terdiri dari endoplasma dan
ektoplasma
 Heterotrof (memangsa alga uniseluler, bakteri,
protozoa lain).
 Biasanya hidup bebas di tanah lembab dan
lingkungan berair, beberapa parasit (pada gusi
Amoeba
Struktur Tubuh Amoeba
Membran sel, yaitu bagian pelindung dan
sekaligus sebagai pintu gerbang untuk masuk
atau keluarnya zat
Ektoplasma, yaitu sitoplasma yang bening dan
terdapat di dekat membran sel
Endoplasma, yaitu sitoplasma terdapat di
sebelah dalam dari ektoplasma.
Organel- organel sel, yaitu alat- alat yang
terdapat didalam endoplasma
Pencernaan Amoeba

Makanan Amoeba biasanya berupa : ganggang,


bakteri, protozoa lainnya, dan tumbuhan yang
sudah mati.
Makanannya diambil dengan cara menangkap
(fagositosis).
2. FLAGELLATA
Flagellata (Latin, flagell = cambuk)
bergerak dengan menggunakan bulu
cambuk atau flagellum. Sebagian besar
Flagellata memiliki dua flagellum. Letak
flagellum ada yang di bagian belakang sel
(posterior), atau di bagian depan sel
(anterior).
Bersifat Autotrof
Euglena
Euglena
Reproduksi Aseksual dengan pembelahan diri
memanjang (longitudinal)
Bergerak menggunakan bulu cambuk
Ukuran tubuhnya 35-60 mikron
Memiliki stigma (bintik mata berwarna merah)
yang digunakan untuk membedakan gelap dan
terang
Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil
untuk berfotosintesis
3. CILLIATA
Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) bergerak
dengan menggunakan silia (rambut getar).
Silia juga berfungsi sebagai pergerakan
makanan ke sitostoma.
Mempunyai 2 inti: makronukleus dan
mikronukleus.
Makronukleus memiliki fungsi reproduksi, yaitu
pada konjugasi. Mikronukleus bertugas
mengarahkan pembelahan sel.
Memiliki trikokis (pertahanan diri dari musuh)
Morfologi Cilliata
4. SPOROZOA
Sporozoa, adalah protozoa yang tidak
memiliki alat gerak. Cara bergerak
hewan ini dengan cara mengubah
kedudukan tubuhnya.
Hidup sebagai parasit
Memiliki 2 kapsul polar pada anterior
Plasmodium
Beberapa spesies sporozoa melewati siklus
hidup yang rumit dan memerlukan berbagai
inang pada tahap kehidupannya. Sebagai
contoh, spesies Plasmodium vivax – agen
penyebab malaria – memerlukan dua inang:
Nyamuk Anopheles dan manusia.
Reproduksi Seksual, dilakukan dalam tubuh
nyamuk
Reproduksi Aseksual, dilakukan dalam tubuh
manusia