Anda di halaman 1dari 11

REVENUE RECOGNITION

Gilang Wimana 165020301111046


Ahmad Huzein B 165020301111045
PEDOMAN UNTUK PENGAKUAN PEDAPATAN

• Prinsip pengakuan pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan diakui saat terdapat kemungkinan
manfaat ekonomik akan mengalir kepada perusahaan dan manfaat tersebut dapat diukur.
Empat prinsip pendapatan diakui dengan prinsip ini :
1. Perusahaan mengakui pendapatan dari penjualan produk pada tanggal penjualan, tanggal ini
diartikan sebagai tanggal pengiriman kepada pelanggan.
2. Perusahaan mengakui pendapatan dari jasa yang diberikan, ketika jasa telah selesai dilakukan dan
dapat ditagihkan.
3. Perusahaan mengakui pendapatan dari mengizinkan pihak lain untuk menggunakan asset
perusahaan, seperti bunga, sewa, dan royalty seiring dengan berlalunya waktu atau saat asset
digunakan.
4. Perusahaan mengakui pendapatan dari pelepasan asset selain produk yang biasa dijual.
PENGAKUAN PENDAPATAN PADA TITIK PENJUALAN

Pengukuran pendapatan penjualan


• Pendapatan harus diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang.
• Ketika ada diskon penjualan maka harus mengurangi piutang dan pendpatan.
• Pembayaran secara kredit, penjual harus menunjukkan suku bunga untuk selisih antara harga
tunai dan jumlah yang di kreditkan
• PT A memiliki kesepakatan dengan PT B untuk memberikan diskon 2% jika PT B pembelian
selama 1 periode melebihi Rp 200 juta. Tanggal 1 April periode tersebut, PT B melakukan
pembelian sebanyak 100 juta, dan berdasarkan riwayat 2 periode sebelumnya, PT B selalu
melakukan pembelian lebih dari 200 juta selama periode April – Desember.
• PT A harus mengurangi pendapatannya sebesar 2% x 100jt = 2 juta, dan melakukan pencatatan
sbb:

1 April Piutang 98juta


Pendapatan 98juta
• Jika PT B gagal Memenuhi batas minimum diskon selama periode tersebut, maka PT A mencatat
jurnal sbb:

31 des Piutang 2juta


Penghapusan diskon 2juta
KONTRAK JANGKA PANJANG

• Metode presentase penyelesaian


Perusahaan mengakui pendapatan dan laba bruto setiap periode bedasarkan kemajuan konstruksi
yang dicerminkan dalam metode presentase Penyelesaian.
• Metode pemulihan biaya
Perusahaan mengakumulasikan biaya konstuksi dalam akun persediaan , dan perusahaan
mengakumulasikan perkembangan penagihan dalam akun kontra persediaan.
Perusahaan harus menggunakan metode presentase penyelesaian saat estimasi kemajuan menuju
penyelesaian, pendapatan, dan biaya dapat diestimasikan dengan andal dan seluruh kondisi berikut
terpenuhi :
• Total pendapatan kontrak dapat diukur.
• Kemungkinan besar bahwa keuntungan ekonomi yang terkait dengan kontrak akan mengalir ke
perusahaan.
• Biaya kontrak untuk menyelesaikan kontrak dan tahap penyelesaian kontrak pada akhir periode
pelaporan dapat diukur.
• Biaya kontrak yang dapat diatribusikan pada kontrak dapat diidentifikasi dengan jelas dan
diukur, sehingga biaya kontrak actual yang terjadi dapat dibandingkan dengan perkiraan
sebelumnya.
Perusahaan harus mengakui metode pemulihan kas apabila salah satu dari kondisi tersebut
berlaku :
• Bila perusahaan tidak memenuhi persyaratan untuk menggunakan metode presentase
penyelesaian
• Apabila ada bahaya inheren dalam kontrak di luar risiko bisnis normal dan berulang.
Kerugian kontrak jangka panjang :
• Kerugian pada periode berjalan atas pada kontrak yang menguntungkan.
Kondisi ini muncul ketika, selama kontruksi, terjadi kenaikan yang signifikan dalam estimasi total
biaya kontrak, tetapi kenaikan tersebut tidak menghilangkan seluruh laba pada kontrak.
• Kerugian atas kontrak yang tidak menguntungkan.
Dalam metode presentase penyelesaian maupun metode pemulihan biaya, perusahaan harus
mengakui seluruh kerugian kontrak yang diekspektasikan pada periode berjalan.
ISU-ISU PENGAKUAN PENDAPATAN

Kontrak jasa
Kontrak jasa mengikuti kriteria yang sama seperti kontrak jangka panjang. Artinya untun mengakui
pendapatan :
• Kontrak harus dapat diukur
• Manfaat ekonomik sangat mungkin terjadi
• Tahapan penyelesaian harus dapat diukur
• Biaya perolehan harus dapat diukur
Aturan umum yang berlaku adalah pemberian jasa merupakan peristiwa kritis untuk pengakuan
pendapatan.
Metode yang dapat diterapkan dengan cara :
• Sejumlah tindakan tertentu yang identic atau serupa
• Sejumlah tindakan tertentu dapat ditentukan, tetapi tidak identic
• Sejumlah tindakan tidak tertentu yang identic atau serupa dengan periode tetap selama kinerja
dilakukan.
PENGATURAN MULTIPLE-DELIVERABLE

• Masalah utama dalam jenis pengaturan ini adalah bagaimana mengalokasikan pendapatan ke
berbagai produk dan jasa yang diberikan, dan bagaimana mengalokasikan pendapatan ke periode
yang tepat.
Secara umum, semua unit dalam pengaturan multiple deliverable dianggap unit akuntansi terpisah
dengan syarat :
• Item yang dikirimkan memiliki nilai bagi pelanggan secara terpisah
• Pengaturan mencangkup hak pengembalian secara umum relative terhadap barang yang dikirim
• Pengeriman atau pemberian iitem yang tidak terlaksana dianggap mungkin dan secara substansi
dalam kendali penjual.