Anda di halaman 1dari 14

PRESEPSI SOSIAL

Kelompok 3 ;
● NINDAH NURUL MENTARI [200404501038]

● MISNAWATI [200404500028]

● ANNISA TIARA MAHARANI [200404501038]

● NABILAH LUTHFIYYAH IRVAN [200404501045]

● MIFTAHUL KHAIRAN JANNAH [200404500024]

● NUR PAJRI KISHAN [200404502038]


01 02
Proses terjadinya
Definisi presepsi
Presepsi
Nindah Nurul Mentari Misnawati

03 04
Bentuk-bentuk Faktor yang
Presepsi mempengaruhi Presepsi
Nabila Luthfiyyah
Annisa Tiara Maharani
Definisi
Presepsi
Presepsi sosial dapat diartikan sebagai
proses perolehan, penafsiran, pemilihan,
dan pengaturan informasi indrawi
tentang orang lain. Presepsi merupakan
proses yang didahului oleh
penginderaan. Suatu proses diterimanya
stimulus oleh individu melalui alat
penerima yaitu alat indera
Presepsi didefinisikan sebagai suatu
proses yang ditempuh individu untuk
mengorganisasikan dan menafsirkan
kesan-kesan indera mereka agar
memberikan makna bagi lingkungan
mereka
Robbins, 2001:88
Indikator Persepsi
 Adanya objek yang dipersepsikan. Objek menimbulkan stimulus yang
mengenai alat indera atau reseptor stimulus dapat datang dari luar
langsung mengenai alat indera (reseptor), dapat datang dari dalam
yang langsung mengenai syaraf penerima (sensoris) yang bekerja
sebagai reseptor.

 Alat indera atau reseptor. Yaitu merupakan alat untuk menerima


stimulus, disamping itu harus ada pula syaraf sensoris sebagai alat
untuk meneruskan stimulus yang di terima reseptor ke pusat syaraf
yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Dan sebagai alat untuk
mengadakan respon diperlukan syaraf motoris.

 Adanya perhatian. Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi


terhadap sesuatu diperlukan adanya perhatian yang merupakan
langkah pertama sebagai suatu kesiapan dalam mengadakan persepsi.
Tanpa perhatian tidak akan terjadi persepi
Proses terjadinya Presepsi

Proses presepsi secara umum terbagi dalam 4 tahap, yaitu :

1. Perhatian dan seleksi, Pemilihan informasi secara selektif hanya


memberikan kesempatan pada proporsi yang kecil dari seluruh
informasi yang ada.

2. Organisasi, Pada tahap ini seluruh informasi yang telah masuk seleksi
pada tahap sebelumnya akan diorganisasikan. Adapun cara untuk
mengorganisasi informasi secara efisien adalah Schema.

3. Interpretasi, Setelah perhatian digambarkan pada stimulus tertentu dan


informasi telah diorganisasi, maka individu akan mencoba untuk
memperoleh jawaban tentang makna dari informasi tersebut.

4. Pencarian kembali, Informasi yang telah tersimpan dalam sebuah


memori harus dicari kembali bila informasi tersebut digunakan.
Proses presepsi bermula dari diterimanya stimulus yang
berasal dari lingkaran luar. Stimulus tersebut akan
menghasilkan sensasi pada panca indera. Yang diterima
oleh panca indera kemudian diteruskan menuju detektor
bentuk. Pada detektor bentuk , sensasi dianalisis dengan
tingkatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Analisis ini
dilakukan dengan lebih mendalam dan mendetail. Hasil
analisis kemudian dikirim ke otak dan selanjutnya
diintegrasikan untuk membentuk suatu persepsi yang utuh
tentang stimulus tersebut.
Bentuk-bentuk presepsi

 Persepsi melalui Indera Penglihatan

 Persepsi melalui Indera Pendengaran

 Persepsi melalui Indera Pencium

 Persepsi melalui Indera Pengecap

 Persepsi melalui Indera Peraba (Kulit)


Bentuk persepsi pada intinya merupakan
persepsi yang tidak hanya dilakukan oleh
penglihatan saja, namun dengan alat indera
secara lengkap agar menghasilkan suatu data
yang maksimal dan sesuai dengan kenyataan
yang ada di lapangan, dimana stimulus itu
bersifat kuat maka hasil yang didapat agar lebih
spesifik. Dan dalam hal ini stimulus yang
dimaksud adalah remaja hamil di luar nikah dan
seseorang yang melihat kemudian memberikan
Faktor-faktor yang mempengaruhi Presepsi

Faktor Internal Faktor Eksternal


Fisiologis, Perhatian, Ukuran dan penempatan dari
Minat, Kebutuhan yang objek atau stimulus, Warna dari
Searah, Pengalaman dan objek-objek, Keunikan dan
ingatan, Suasana hati kekontrasan stimulus,
Intensitas dan kekuatan dari
Stimulus, Motion atau gerakan .
Faktor internal pada intinya berupa fisiologis,
perhatian, minat, kebutuhan searah,
pengalaman, suasana hati seseorang yaitu tokoh
masyarakat sangat mempengaruhi dalam
terjadinya persepsi, karena hubungan akan hal
ini sangat berkaitan erat, walaupun pada
kenyataannya semua juga tergantung objek
(remaja hamil di luar nikah) dan tergantung
energi yang digunakan tokoh masyarakat ketika
melihat hal tersebut.
Faktor eksternal pada intinya sangat
dipengaruhi oleh objek (remaja hamil di luar
nikah) ketika gerakan dari objek (remaja
hamil di luar nikah) tersebut kuat dan
mempunyai kedekatan hubungan maka akan
semakin mudah untuk dipahami daripada
objek (remaja hamil di luar nikah) yang
diam, karena objek-objek tersebut memiliki
suatu cahaya yang lebih untuk lebih
diperhatikan dengan melihat penampilan
THANKS!

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,


including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik