Anda di halaman 1dari 20

KONSEP KEBIDANAN DAN ETIKOLEGAL

DALAM PRAKTIK KEBIDANAN


Nama Kelompok

• 1. Roisatul Fitriani ( P07124221027 ) –Materi Teori Ramona Mercer


• 2. Zerlin Yuliana Eka Putri ( P07124221029 ) –Materi Jean Ball
• 3. Medha Mahocca Pamungkas ( P07124221030 ) –Materi Ernestine Wierdenbach
• 4. As-Syfa Firda Muthiah ( P07124221031 ) –Materi Ernestine Wierdenbach
• 5. Lili Nurindah Sari ( P07124221033 ) –Materi Ela Joy Rehrman
• 6. A’rafi Daffa Augustyani (P07124221034) –Materi Reva Rubin
• 7. Fina Aizzatul Muna (P07124221035) –Materi Reva Rubin
• 8. Silva Azzahra (P07124221036) -Membuat PPT
• 9. Airmas Setya Nafingatun Nisa (P07124221037) –Materi Ramona Marcer
• 10. Solohedela Viarosa Br Simbolon (P07124221038) –Materi Ela Joy Rehrman
• 11. Suci Lestari (P07124221039) -Membuat PPT
• 12. Aprilliana Renatya Suryanto (P07124221040) -Membuat PPT
1. Teori Reva Rubin
Reva Rubin menekankan pada pencapaian peran ibu, artinya seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian
aktivitas atau latihan hingga mampu beradaptasi dengan perubahan yang akan terjadi (perubahan psikologis maupun psikososial
dalam kehamilan dan setelah persalinan).
Menurut Rubin, seorang wanita sejak hamil sudah memiliki harapan-harapan antara lain :
1) kesejahteraan ibu dan bayinya
2) Penerimaan dari masyarakat
3) Penentuan identitas diri
4) Mengerti tentang arti memberi dan menerima
 
Perubahan dan reaksi umum yang terjadi pada ibu hamil :
- cenderung bergantung, butuh perhatian dan butuh sosialisasi
- reaksi pada trimester 1 ( 1 – 13 minggu ) ; ambivalen ( tidak bisa menerima kehamilan), takut, khawatir
- Trimester 2 ( 14 – 27 minggu ) : perasaan lebih enak
- Trimester 3 ( 28 – 41 minggu / waktu melahirkan ) : berperasaan aneh kembali, terlihat jelek .
Tiga aspek yang diidentifikasi dalam peran ibu :
a. Gambaran tentang idaman : ide mengenai sikap dan aktivitas wanita sebagai ibu
b. Gambaran tentang diri : sikap yang dimiliki dari pengalaman
c. Gambaran tentang tubuh : perubahan tubuh selama kemahilan

Tahap – tahap psikososial :


1) Anticipatory Stage ( tahap antisipasi ) : latihan peran dan interaksi dengan anak yang lain.
2) Honeymoon Stage ( tahap memahami) : paham akan peran dasar namun tetap butuh bantuan dari anggota keluarga yang
lain.
3) Plateu Stage ( tahap mencoba ) : mencoba berperan sebagai seorang ibu beberapa minggu sampai ibu melanjutkan
sendiri perannya.
4) Disengagement ( penyelesaian ) : latihan peran sudah berakhir
Tahap fase aktivitas penting bagi calon ibu:
1. Taking On ( tahapan meniru )
2. Taking In ( berfantasi )
3. Letting Go ( mengingat kembali proses)
 

Adaptasi Psikososial pada masa Post partum


Keberhasilan masa transisi menjadi orang tua pada masa post partum dipengaruhi oleh:
1. Respon dan dukungan dari keluarga
2. Hubungan antara melahirkan dengan harapan – harapan
3. Pengalaman melahirkan dan mambesarkan anak yang lalu
4. Pengaruh Budaya
  Depresi Post Partum :

1. Perasaan let down atau ragu akan kemampuan diri


2. Tingkatan sedang dan mudah diatasi mulai 2-3 hari hingga 2 – 3 minggu
3. jarang terjadi psikosis post partum / patologis
 
fyi pencapaian peran dimulai sejak mulai hamil hingga 6 bulan post pasrtum
 

Adapun adaptasi Post Partum dibagi menjadi 3 tahapan :


1. Taking In ( Hari ke 1-2 setelah melahirkan )
Ibu masih pasif dan tergantung pada orang lain. Perhatian ibu pun tertuju pada kekhawatiran perubahan tubuhnya.
 
2. Taking Hold (hari ke 2-4 setelah melahirkan)
Ibu memperhatikan kemampuan menjadi orangtua dan meningkatkan tanggung jawab akan bayinya. Berusaha untuk menguasai
keterampilan merawat bayi. Kemungkinan ibu mengalami depresi postpartum karena merasa tidak mampu membesarkan
bayinya.
3. Letting Go (Pulang ke rumah)
Ibu sudah mengambil tanggung jawab
dalam merawat bayi dan memahami
kebutuhan bayi sehingga akan mengurangi
hak ibu dalam kebebasan dan hubungan
social.
2. Teori Ernestine Wiedenbach
 Ernestine adalah seorang perawat kebidanan lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Yale, yang sangat tertarik pada
masalah seputar keperawatan maternitas yang terfokus pada keluarga ( Family – Centered Maternity Nursing ).
 Wiedenbach mengembangkan teorinya secara induktif berdasarkan pengalaman dan observasi dalam praktik
 Teori Ernestine Widenbach dikenal dengan The Need For Help
 Teori ini melihat dari segi aspek pasien,perawat,dan lingkungan sosial
Menurut teori Ernestine Wiedenbach konsep model kebidanan di bagi menjadi 5 yaitu
a. The Agents (meliputi perawat, bidan, atau orang lain)
ada 4 konsep yang mempengaruhi praktik keperawatan yaitu
Filososfi, tujuan, praktik dan seni. Filosofi yang di kemukakan adalah tentang kebutuhan ibu dan bayi yang segera untuk
mengembangkan kebutuhan yang lebih luas yaitu kebutuhan untuk persiapan menjadi orang tua.
b. The Recipient (meliputi Wanita, keluarga, masyarakat)
Unyuk memenuhi kebutuhan terhadap bantuan. Individu penerima harus di pandang sebagai seseorang yang kompeten
dan mampu melakukan segalanya sendiri.
c. The Goal/Purpose
Tujuan asuhan adalah membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Bidan harus bisa mengidentifikasi kebutuhan
pasien yang terlihat melalui perilaku yang di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu dengan memperhatikan
fisik, emosional, dan fisiogikal. Untuk bisa mengintifikasi kebutuhan pasien bidan herus menggunakan mata, telinga,
tangan serta pikiran.
d. The Means
Untuk mencapai tujuan dari usaha kebidanan ada beberapa tahap yaitu
1. indentifikasi kebutuhan klien, memerlukan keterampilan dan ide
2. memberi dukungan dalam mencapai pertolongan
3. memberi bantuan sesuai kebutuhan
4. mengkoordinasi tenaga yang ada untuk memberikan bantuan dan untuk mengidentifikasi kebutuhan di perlukan :
a. pengetahuan : untuk bisa memahami kebutuhan pasien
b. penilaian : kemampuan mengambil keputusan
c. keterampilan : kemampuan bidan memenuhi kebutuhan pasien
e. The Framework
Yaitu kerangka kerja yang terdiri dari lingkungan sosial, organisasi, dan profesional.
Bahwa dalam kehidupan seharihari bidan tidaklah bekerja sendiri namun, ia juga memerlukan tenaga kesehatan lainnya
atau disebut managemen team.
 
Untuk mencapai tujuan dari asuhan kebidanan, Wiedenbach
menentukan beberapa tahap yaitu :
a.       Identifikasi kebutuhan klien
b.      Ministration
c.       Validation
d.      Coordination
3. TEORI RAMONA MERCER
Teori ini lebih menekankan pada stress antepartum dalam pencapaian peran ibu.
Mercer membagi teorinya menjadi 2 topik :
 
a. Efek stress Antepartum
Stress antepartum adalah komplikasi dari risiko kehamilan dan pengalaman negatif dalam hidup seorang wanita.
Tujuan asuhannya adalah memberikan dukungan selama hamil untuk mengurangi ketidakpercayaan diri ibu.
6 faktor yang berhubungan degan kesehatan ibu, yaitu:
1) Hubungan Interpersonal
2) Peran keluarga
3) Stress antepartum
4) Dukungan sosial
5) Rasa percaya diri
6) Penguasaan rasa takut, ragu dan depresi
Maternal role menurut Mercer adalah bagaimana seorang ibu memperoleh identitas baru yang membutuhkan
pemikiran dan penjabaran yang lengkap dengan dirinya sendiri.
a. Pencapaian peran ibu
Perubahan yang dialami oleh ibu, selama kehamilan terkadang dapat menimbulkan sterss antepartum. Stress
antepartum karena risiko kehamilan dapat mempengaruhi persepsi tehadap status kesehatan.
 
Perubahan yang dialami oleh ibu hamil antara lain adalah :
1) Ibu cenderung lebih tergantung dan lebih memerlukan perhatian sehingga dapat berperan sebagai calon ibu dan
dapat memperhatikan perkembangan bayinya
2) Ibu memerlukan sosialisasi
3) Ibu cendrung merasa khawatir terhadap perubahan yang terjadi pada tubuhnya.
4) Ibu memasuki masa transisi yaitu dari masa menerima kehamilan ke masa menyiapkan kelahiran dan menerima
bayinya.
 
Empat tahapan dalam pelaksanaan peran ibu menurut Mercer :
1) Anticipatory; saat sebelum menjadi ibu, dimana wanita mulai mempelajari segala sesuatu yang dibutuhkan untuk
menjadi seorang ibu.
2) Formal; wanita memasuki peran ibu sebenarnya, bimbingan peran dibutuhkan sesuai dengan kondisi sistem sosial.
3) Informal; wanita sudah mampu menemukan jalan yang unik dalam melaksanakan perannya.
4) Personal; merupakan peran terakhir, dimana wanita sudah mahir melakukan perannya sebagai ibu
Menurut Mercer peran ibu mulai setelah bayi lahir (3-7 bulan).
Faktor – faktor wanita menjalankan peran sebagai ibu :
1. Faktor ibu
a) Umur ibu pada waktu melahirkan
b) Persepsi ibu pada waktu pertama melahirkan
c) Stress sosial
d) Memisahkan ibu dengan anak secepatnya
e) Dukungan sosial
f) Konsep diri
g) Sifat pribadi
h) Sikap membesarkan anak
i) Status kesehatan ibu
2. Faktor Bayi
j) Temperamen
k) Kesehatan bayi

 
3. Faktor – faktor lainnya
a) Latar belakang etnik
b) Status perkawianan
c) Status ekonomi
 
Mercer mengidentifikasikan adanya empat faktor pendukung:
1) Emotional Support; yaitu perasaan mencintai, penuh perhatian, percaya dan mengerti
2) Informational Support; yaitu memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan ibu
3) Physical Support, misalnya dengan membantu merawat bayi dan memberikan tambahan dana
4) Appraisal Support, mengevaluasi dirinya sendiri dan pencapaian peran ibu.
 
Mercer menegaskan bahwa umur, tingkat pendidikan, ras, status perkawinan, statusekonomi dan konsep diri adalah faktor
– faktor yang sangat berpengaruh dalam pencapaian peran ibu.
 
 
4.Teori Jean Ball
Menurut Jean Ball,respon terhadap perubahan setelah melahirkan akan
mempengaruhi personality seseorang dan dengan dukungan, mereka akan
mendapatkan sistem keluarga dan sosial. Persiapan yang sudah dilakukan bidan
pada masa postnatal akan mempengaruhi respon emosional wanita terhadap
perubahan akibat proses kelahiran tersebut. Kesejahteraan wanita setelah
melahirkan sangat tergantung pada personality atau kepribadian.

Tujuan asuhan postnatal dan filosofi Jean Ball tentang postnatal care adalah
“membantu seorang wanita agar berhasil menjadi ibu, dan keberhasilan ini tidak
hanya melibatkan proses fisiologi saja tetapi juga psikologis dan emosional yang
memotivasi keinginan untuk menjadi orangtua serta pencapaiannya.”
Jean Ball mengemukakan teori kursi goyang yang dibentuk 3 elemen :

1. Pelayanan maternitas
Dalam memberikan asuhan kebidanan bidan harus mempertanggung jawabkan
semua tindakan klinis yang diambil dan harus melaksanakan tanggung jawab
tersebut yang meliputi tugas bidan sebagai pelaksana, pengelola, pendidik,
peneliti dan lain-lain.

2. Pandangan masyarakat terhadap keluarga


Pandangan masyarakat terhadap suatu keluarga sangat mempengaruhi
perkembangan dan tingkat harga diri anggota keluarga tersebut. Jika pandangan
masyarakat baik terhadap keluarga maka secara otomatis penerus keluarga juga
akan mendapatkan nama baik dalam pandangan masyarakat, selama si anak
tidak melanggar norma-norma yang terdapat dalam masyarakat.

3. Sisi penyangga atau support terhadap kepribadian wanita


Dukungan terhadap perubahan kepribadian / kebiasaan hidup wanita sangat
diperlukan, agar wanita tersebut tidak merasa down terhadap tingkat perubahan
diri yang tidak disadarinya.
5. TEORI ELLA JOY
LEHRMAN
1. Pengertian teori Ella Joy Lehrman

Teori Ella Joy Lehrman merupakan teori yang Mengharapkan bidan


dapat melihat semua aspek pada ibu hamil dan bersalin.
 

Teori Ela Joy Lehrman melihat semakin meluasnya tugas yang dibebankan pada bidan
yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, muncul teori
kebidanan berdasarkan hasil penelitian yang harus dilakukan. Dalam teori ini, Lehrman
menginginkan agar bidan dapat melihat semua aspek pemberian asuhan pada wanita
hamil dan memberi pertolongan serta persalinan.
Isi teori Lehrman

Lehrman menyelidiki bahwa pelayanan antenatal menunjukan perbedaan antara


prosedur administrasi yang dibebankan serta manfaat antenatal dan jenis pelayanan
yang diterima wanita di klinik kebidanan. Hubungan antara identifikasi faktor risiko
dan keefektifan dari antenatal care terhadap hasil yang diinginkan belum terpenuhi.

Lehrman dan koleganya ingin menjelaskan perbedaan antara pengalaman seorang


wanita dengan kemampuan bidan untuk mengaplikasikan konsep kebidanan dalam
praktik.
2. Konsep Menururt Ella Joy Lehrman

Ella Joy Lehrman mengemukakan 8 konsep


yang penting dalam pelayanan antenatal, yaitu :

1. Asuhan yang berkesinambungan


2. Keluarga sebagai pusat asuhan
3. Pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan
4. Tidak ada intervensi dalam asuhan
5. Fleksibilitas dalam asuhan
6. Keterlibatan dalam asuhan
7. Advokasi dari klien
8. Waktu
3. ASUHAN PARTISIPATIF MENURUT ELLA JOY LEHRMAN

Pada asuhan partisipatif, bidan dapat melibatkan klien


dalam pengkajian, perencanaan, dan evaluasi.
Pasien/klien ikut bertanggung jawab atau mengambil
bagian dalam pelayanan antenatal.
THANK YOU TERIMA KASIH