Anda di halaman 1dari 4

Jangan Lepaskan Islam!

• Menurut Syaikh Abdul Hasan Ali an-Nadwi, ulama besar dari India, menyatakan umat
islam belum pernah mengalami ujian keimanan yang lebih berat dibanding ketika zaman
modern saat ini.
• Di zaman dulu, tantangan iman adalah ancaman fisik. Kaum muslim dipaksa meninggalkan
agama mereka disertai dengan ancaman fisik. Sahabat Nabi seperti Bilal bin Rabah,
Ammar bin Yasir disiksa habis-habisan karena beriman kepada Allah dan Rasul. Ammar bin
Yasir bahkan melihat orang tuanya dibunuh dengan ditusuk kemaluannya dengan tombak.
• Tahun 1492, benteng terakhir umat islam di Granada hancur. Raja dan Ratu
memerintahkan umat muslim untuk masuk agama kristen atau keluar dari Spanyol atau
dibunuh. Mereka yang memilih masuk kristen disebut kaum Moriscos. Mereka tetap
diawasi agar tidak melakukan perintah-perintah agama Islam, seperti khitan, mengubur
secara islam, menyimpan Al-Qur’an, dsb. Jika mereka melakukannya, maka mereka akan
dihukum mati.
• Itulah salah satu bentuk ujian iman, ujian iman ditimpahkan kepada siapa aja yang
beriman dengan bentuk macam-macam seperti ujian fisik, ujian kenikmatan, ujian
kemiskinan dan ujian kesulitan hidup.
• Allah menegaskan dalam surat al-Ankabut: 2-3, bahwa tidak akan membiarkan
seseorang mengatakan “Aku Beriman!” tanpa diuji lagi. Semua iman pasti diuji,
sehingga akan terlihat mana yang benar-benar iman asli dan palsu.
• Menurut Syaikh an-Nadwi, paham-paham yang menyesatkan dan menghancurkan
keimanan telah melancarkan serangan ke rumah-rumah, sekolah-sekolah,
pesantren, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan Islam. Sehingga terdapat
paham-paham sekularisme, liberalisme, pluralisme, materialisme, dsb.
• Untuk melindungi diri kita dari paham-paham ini, perlu bagi kita untuk
membentengi iman kita dengan meningkatkan keilmuan islam yang kokoh sehingga
mampu mengenali dan menangkal serangan pahan-pahan tersebut.
• Serangan pemikiran yang menggoyahkan keimanan memang lebih sulit ditanggulangi
dibanding serangan fisik. Karena jika serangan fisik, musuh yg datang dapat mudah
dikenali. Tetapi jika serangan pemikiran, maka musuh tidak dapat dikenali.
• Jangan Murtad! Dijelaskan dalam kitab Sullamut Tawfiq karya Syekh Abdullah bin Husain,
bahwa ada 3 jenis riddah (murtad), yaitu: murtad i’tiqad (keyakinan), murtad lisan,
murtad perbuatan.
• Iman harganya mahal, sebab tanpa iman amal ibadah tidak ada nilainya. Bagaimana
mungkin seorang berhak menerima pahala atas amal perbuatannya, ketika dia tidak
mengakui Allah sebagai Tuhannya dan tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Utusan-
Nya.
• Perbuatan yg sangat tidak beradab adalah menyerikatkan Allah dengan makhluk.
Peradaban barat modern telah menjadikan manusia sebagai Tuhan dan memanusiakan
Tuhan (dity humanized man is defied).
Jangan Lepaskan Islam!
• Dalam setiap masalah, seorang muslim tidak pernah lepas dari agama. Ada adab atau tata cara
yang mengatur kehidupan sehari-hari baik berpolitik, memilih pemimpin, ke toilet, mau tidur, dsb.
• Dalam politik, terdapat pemikiran yang diusung oleh Machiavelli (2002) mengajak penguasa untuk
berpikir praktis demi mempertahankan kekuasaannya dan melepaskan nilai moral yang justru
dapat menjatuhkan kekuasaannya. Dia diberi predikat sebagai “amoral”. Politik semacam ini
membuang nilai keagamaan dan membuang faktor baik-buruk.
• Menurut Marvin Perry, pemikiran Machiavelli ini menghilangkan faktor agama dalam politik,
sementara kaum Muslim menempatkan politik sebagai bagian dari aktivitas ibadah.
• Karena itu, nilai agama harus dipegang oleh para politikus. Sehingga masalah dan solusinya perlu
melibatkan seluruh hal baik hal indrawi maupun illahi.
• Tidak hanya dalam berpolitik, dalam seni juga seperti itu. Jangan menganggap seni adalah bebas
nilai, karena dalam kesenian juga perlu agama sebagai batas agar dapat melakukan kesenian yang
beradab.
• Manusia akan merasakan kebahagiaan sejati ketika berzikir kepada Allah, karena hidup bahagia
dan sejahtera adalah dengan tidak sekali-kali melepaskan Islam.